4 Kompetensi yang Harus Dimiliki Guru PPPK & CPNS Profesional

haihaidunia.com_4 Kompetensi guru profesionaldunia.com_Kompetensi yang harus dimiliki guru profesional

4 (Empat) Kompetensi yang Harus Dimiliki Guru PPPK dan CPNS Profesional – Kompetensi guru abad 21 dapat memberikan kontribusi atas peningkatan prestasi belajar murid, serta mampu menjadi teladan aktif, kreatif, inovatif dan mempunyai integritas yang tinggi di sekolah tempatnya mengabdi.

4 Kompetensi guru yang harus dimiliki oleh seorang aparatur sipil negara (ASN) baik yang berstatus PPPK maupun CPNS antara lain kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.

Empat kompetensi yang harus dimiliki guru tersebut akan kita ulas lebih detail dalam artikel ini. Namun alangkah baiknya juga jika kita review kembali dari pengertian standar kompetensi guru itu sendiri.

Pengertian Standar Kompetensi Guru Menurut Ahli

Kompetensi bisa dikatakan semakna dengan kemampuan. Kemampuan itu sendiri merupakan hasil dari perpaduan antara pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang diperoleh seseorang.

Kemampuan atau kompetensi akan menjadi merupakan atribut atau merk yang melekat dalam diri seseorang. Atribut yang dalam kamus Oxford adalah “kualitas yang melekat pada seseorang atau sesuatu.

Misal kita sebut Bapak Habibi maka dalam benak kebanyakan orang Indonesia akan langsung mengingat sebuah pesawat terbang.  Begitu juga jika kita sebut Didik kempot, maka yang terkenang adalah seorang penyanyi campursari atau berhasa jawa.

Maka jelas sudah bahwa kompetensi atau sebuah kemampuan seseorang akan menjadi ‘merk’ yang melekat terus kepada dirinya.

Pengertian Kompetensi

Kata kompetensi berasal dari bahasa Inggris; “competence means fitness or ability” yang diartikan sebagai kecakapan kemampuan.

Sedangkan menurut kamus besar bahasa Indonesia (2006: 584), kompetensi diartikan sebagai;

  1. kewenangan (kekuasaan) untuk menentukan (memutuskan)
  2. kemampuan menguasai.

Sementara Johnson  yang dikutip oleh Sanjaya (2008: 145) menyebutkan “competency as rational performance which save factorial meets the objective for a desired condition”, yang diartikan sebagai perilaku rasional untuk mencapai sebuah tujuan yang dipercayakan sesuai dengan kondisi yang diharapkan.

Dapat disimpulkan bahwa kompetensi ditunjukkan dalam bentuk sebuah unjuk kerja untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Pengertian Standar Kompetensi Guru

Secara bahasa kompetensi guru dapat diartikan sebagai penguasaan terhadap tugas mengajar dan mendidik, yang didukung oleh keterampilan, sikap, dan kemampuan evaluasi untuk menunjang keberhasilan sebuah proses pendidikan.

Dengan demikian kompetensi guru tidak terbatas hanya pada kemampuan menyajikan pembelajaran di kelas, tetapi juga menyangkut keterampilan dalam mendidik dan menanamkan sikap atau karakter yang baik kepada murid.

Sementara Cogan sebagaimana dikutip oleh Sagala (2008: 209), menekankan bahwa kompetensi guru antara lain;

  1. kemampuan untuk memandang dan mendekati masalah-masalah pendidikan dari perspektif masyarakat global;
  2. kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain secara koperatif dan tanggung jawab sesuai dengan peranan dan tugas dalam masyarakat;
  3. kapasitas kemampuan berpikir secara kritis dan sistematis;
  4. keinginan untuk selalu meningkatkan kemampuan intelektual sesuai dengan tuntutan zaman yang selalu berubah dengan pengetahuan dan teknologi

Berdasarkan penjelasan di atas, maka pengertian kompetensi guru dapat disimpulkan sebagai kelayakan guru untuk menjalankan tugasnya mengajar dan mendidik.

Dari beberapa pengertian kompetensi di atas, maka kita juga bisa merumuskan pengertian standar kompetensi sebagai seperangkat kemampuan standar yang diperlukan untuk menjalankan tugas pokok dan fungsinya secara maksimal.

Standar Kompetensi guru bisa dipandang sebagai seperangkat kemampuan standar yang harus dimiliki guru untuk menunjang kinerjanya sehari-hari untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Sehingga kompetensi yang dimiliki guru akan menunjukkan kualitas guru yang sebenarnya. Kompetensi guru tersebut akan terwujud dalam bentuk penguasaan pengetahuan, keterampilan maupun sikap profesional, dalam menjalankan fungsinya sehari-hari sebagai guru.

4 Kompetensi yang Harus Dimiliki Guru

Guru merupakan jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus. Oleh karenanya, seorang guru memiliki tugas dan tanggung jawab berbeda dengan profesi lainnya.

Karena tugas dan tanggung jawabnya tersebut, maka kompetensi yang dimiliki guru wajib hukumnya dijadikan syarat sebelum mulai mengabdi sebagai pendidik.

Sudah menjadi kepastian bahwa kompetensi yang dimiliki guru harus selaras dengan berbagai ketentuan dan syarat-syarat yang diatur oleh Undang-undang.

Kompetensi yang dimiliki guru ada empat sebagaimana yang diamanatkan Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. 4 Kompetensi guru tersebut adalah kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional.

Baca Juga:  45+ Contoh Soal SKB Guru Kelas SD PPPK 2021 & CPNS Lengkap

Kompetensi yang harus dimiliki guru kemudian dipertegas lagi dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, yang mana selain ke- 4 kompetensi guru tadi, seorang pendidik juga harus harus memahami, menguasai, dan terampil menggunakan sumber-sumber belajar baru.

Kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki guru tersebut jika dikuasai dengan matang akan menunjukkan kualitas guru abad 21 yang sebenarnya pada era digital ini.

4 kompetensi guru tersebut dapat tercermin pula dalam kemampuannya menguasai pengetahuan, keterampilan, maupun sikap profesional dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi atau tupoksi guru.

Kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki guru lainnya akan selalu dikembangkan berdasarkan 4 kompetensi guru yang berupa kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Ke 4 kompetensi guru tersebut semuanya harus terintegrasi dalam kinerja guru sehari-hari.

Kompetensi Pedagogik Guru

salah satu dari 4 kompetensi guru yang pertama harus dimiliki seorang pendidik adalah kompetensi pedagogik. Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru dalam mengelola proses pembelajaran di kelas sehari-hari.

Kompetensi pedagogik diantaranya berupa pemahaman mengenai kelimuan atau wawasan landasan kependidikan.  Sehingga guru benar-benar memiliki keahlian secara akademik dan intelektual.

Kompetensi pedagogik juga tercermin pada kesesuaian antara latar belakang keilmuan dengan mata pelajaran yang diajarkan. Hal ini merujuk pada sistem pengelolaan pembelajaran yang berbasis subjek (mata pelajaran).

Wawasan kependidikan dan kesesuaian keilmuan secara autentik ditunjukkan oleh ijazah akademik atau pun sertifikat keahlian dari lembaga sertifikasi yang diakui.

Kompetensi pedagogik juga termanifestasikan dalam pengelolaan kelas yang memerlukan pemahaman psikologi perkembangan anak. Karena guru harus mengetahui benar pendekatan yang tepat dalam memberikan treatment kepada peserta didik.

Kompetensi pedagogik guru yang baik akan mendukung kinerjanya dalam membimbing murid melewati masa-masa sulit dalam fase perkembangannya.

Selain itu guru juga dituntut untuk memiliki pemahaman tentang latar belakang pribadi anak didiknya, sehingga dapat lebih mudah dalam mengidentifikasi dan memberikan solusi atas permasalahan belajar yang dihadapi.

Kompetensi pedagogik telah dituangkan di dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kompetensi Guru.

10 Standar Kompetensi Pedagogik Guru:

  1. Menguasai karakteristik belajar dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual;
  2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik.
  3. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu.
  4. Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik.
  5. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran.
  6. Memfasilitasi pengembangan potensi belajar untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki.
  7. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan Belajar.
  8. Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.
  9. Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran.
  10. Melakukan tindakan refleksi untuk peningkatan kualitas pembelajaran.

Berdasarkan 10 standar kompetensi guru mata pelajaran di atas, maka  kompetensi pedagogik bagi guru bukanlah hal yang sederhana. Tampak sekali bahwa kualitas guru haruslah di atas rata-rata profesi pada umumnya.

Kualitas tersebut dapat kita lihat dari aspek intelektual yang harus dimiliki seorang guru. Aspek intelektual guru meliputi:

1. Logika sebagai pengembangan kognitif yang mencakup kemampuan intelektual mengenal lingkungan, yang terdiri atas enam macam yaitu:

a) pengetahuan (kemampuan mengingat kembali hal-hal yang telah dipelajari)

b) pemahaman (kemampuan menangkap makna atau arti sesuatu hal),

c) penerapan (kemampuan mempergunakan hal-hal yang telah dipelajari untuk menghadapi situasi-situasi baru dan nyata),

d) analisis (kemampuan menjabarkan sesuatu menjadi bagian-bagian sehingga struktur organisasinya dapat dipahami),

e) sintetis (kemampuan memadukan bagian-bagian menjadi suatu keseluruhan yang berarti), dan

f) penilaian (kemampuan memberikan harga sesuatu hal berdasarkan kriteria intern, kelompok, atau yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

2. Etika sebagai pengembangan efektif mencakup kemampuan emosional disusun secara hierarkis, yaitu:

a) Kesadaran (kemampuan untuk ingin memperhatikan sesuatu hal),

b) partisipasi (kemampuan untuk turut serta atau terlibat dalam sesuatu hal),

c) penghayatan nilai (kemampuan untuk menerima nilai dan terikat kepadanya),

d) pengorganisasian nilai (kemampuan untuk memiliki sistem nilai dalam dirinya),

e) dan karakterisasi diri (kemampuan untuk memiliki pola hidup di mana sistem nilai yang terbentuk dalam dirinya mampu mengawasi tingkah lakunya).

Kompetensi Kepribadian Guru

Kompetensi kepribadian menjadi salah satu dari 4 kompetensi guru, karena kompetensi ini merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kematangan emosional yang stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, berakhlak mulia dan memiliki keteladanan.

Kompetensi kepribadian guru tercermin dari satunya perkataan dan tindakan, tingkah laku positif, dan citra diri yang terjaga dengan baik.

Baca Juga:  Bahasa Inggris Sekolah Dasar, Urgensi Materi Pelajarannya!

Tentunya setiap guru mempunyai karakter sesuai ciri-ciri kepribadiannya masing-masing. Kepribadian sebenarnya sesuatu yang bersifat abstrak, yang akan tampak dari cara guru berpenampilan, bertingkah laku, berucap dan caranya menghadapi sebuah persoalan.

Kepribadian juga bisa dipandang sebagai perpaduan dari unsur psikis dan fisik seseorang. Sehingga sikap dan perbuatan bisa menjadi gambaran kepribadian seseorang.

Kompetensi kepribadian didefinisikan oleh Kunandar (2007: 55) sebagai seperangkat perilaku yang berkaitan dengan kemampuan individu dalam mewujudkan dirinya sebagai pribadi yang mandiri untuk melakukan transformasi diri, identitas diri, dan pemahaman diri.

Adapun kompetensi kepribadian guru dapat dinyatakan sebagai: (1) memiliki kepribadian yang mantap dan stabil, yang indikatornya bertindak sesuai dengan norma hukum, norma sosial. Bangga sebagai pendidik, dan memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma.

(2) memiliki kepribadian yang dewasa, dengan ciri-ciri, menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik yang memiliki etos kerja.

(3) memiliki kepribadian yang arif, yang ditunjukkan dengan tindakan yang bermanfaat bagi sekolah dan masyarakat serta menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak.

(4) Memiliki kepribadian yang berwibawa, yaitu perilaku yang berpengaruh positif terhadap Belajar dan memiliki perilaku yang disegani.

(5) Memiliki akhlak mulia dan menjadi teladan, dengan menampilkan tindakan yang sesuai dengan norma religius (iman dan takwa, jujur, ikhlas, suka menolong), dan memiliki perilaku yang diteladani.

Dalam lingkup individu seorang guru adalah sosok pribadi yang memiliki karakteristik unik dalam kapasitasnya sebagai pemangku profesi keguruan.

Karakteristik unik tersebut berupa fully functioning person, yaitu perwujudan pribadi yang memiliki fungsi penuh sebagai guru dan sebagai pribadi dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat.

Kompetensi kepribadian guru telah dituangkan di dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang standar Kompetensi Guru.

Kompetensi Kepribadian Guru terdiri dari:

(1) Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial
(2) Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi Belajar dan masyarakat
(3) Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa
(4) Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri
(5) Menjunjung tinggi kode etik profesi guru.

dari kompetensi kepribadian yang disyaratkan di atas, maka sebagai pendidik guru wajib mengetahui, memahami dan melakukan tindakan yang sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia.

Sebagai seorang yang berprofesi sebagai guru perlu memperhatikan sejumlah etika dalam melaksanakan tugas pokoknya sehari-hari.

Kode etik yang dibangun bersama perlu dipahami, dan dilaksanakan serta masing-masing menghormatinya. Setidaknya ada sepuluh aspek kepribadian dalam memasuki etika profesi yang dinyatakan oleh Heryawan (2008:17).

Etika Profesi Guru:

(1) Memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas, keinginan untuk terus belajar, membaca, dan tidak puas terhadap persoalan yang dangkal.

(2) Menguasai keterampilan harian bersifat feminisme/maskulin, keterampilan bicara, tidak biasa komat-kamit, gunakan kata-kata yang tepat.

(3) Memiliki kecerdasan yang tidak tergantung pada tinggi rendahnya pendidikan, bersikap tegas terhadap pikiran setiap saat, menggunakan sistem waktu sendiri untuk belajar.

(4) Bersikap mawas diri, menggunakan imajinasi untuk mengatasi kebiasaan dan memiliki citra diri.

(5) Menjaga kesehatan, cukup tidur dan olah raga, berpikir tenang, menikmati kesibukan dan hobi.

(6) Berpenampilan elegan, berpakaian baik, bersih, rapi, dan serasi, tidak berlebihan dalam segala hal.

(7) Menujukkan pengakuan bahwa martabat manusia sama, tenggang rasa, menghargai orang lain, empati, dapat dipercaya, selalu memberi pujian, tegur sapa, dan senantiasa meminta maaf jika ada yang kurang berkenan.

(8) Memiliki pengendalian diri, menjaga emosi dan tidak cepat terpengaruh, menyingkirkan prasangka buruk, curiga, ketakutan, pesimisme, dan tidak iri hati.

(9) Memiliki nilai kehidupan yang dibuktikan punya cita-cita, dan tidak takut menyongsong masa depan.

(10) Memiliki peranan yang berarti dalam kelompoknya, atau organisasi formal maupun informal, termasuk di dalam kehidupan sekolah dan masyarakat.

Kompetensi Sosial Guru

Kompetensi sosial adalah salah satu dari 4 kompetensi guru yang sangat berkaitan dengan perilaku bermasyarakat. Kompetensi sosial guru merupakan kemampuannya berinteraksi dengan baik dengan lingkungan sekitar.

Kompetensi sosial guru meliputi:

(1) kemampuan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan teman sejawat untuk meningkatkan kemampuan profesional;

(2) kemampuan guru dalam menjalin komunikasi dengan pimpinan;

(3) kemampuan guru berkomunikasi dengan orang tua peserta didik

(4) Kemampuan guru berkomunikasi dengan masyarakat;

Baca Juga:  Macam macam Kejujuran, Contoh Perilaku di Sekolah & Rumah

(5) kemampuan untuk mengenal dan memahami fungsi-fungsi setiap lembaga kemasyarakatan; dan

(6) kemampuan untuk pendidikan moral. Hal ini sejalan dengan pernyataan.

Sementara Sagala (2009: 39) menyebutkan indikator komptensi sosial guru diantaranya adalah kemampuan berkomunikasi dan bergaul dengan murid, sesama guru dan tenaga kependidikan, wali murid, masyarakat dan lingkungan sekitar, serta mampu memperluas jejaring sosial lainnya.

Inti dari kompetensi sosial guru sebenarnya terletak pada kemampuan berkomunikasi secara efektif. Komunikasi efektif yang dimaksud disini adalah komunikasi dalam konteks saling mempengaruhi antar manusia.

Bisa disimpulkan pula bahwa kompetensi sosial guru adalah  kemampuannya sebagai makhluk sosial dalam berinteraksi dengan orang lain, yang semua itu tidak hanya tercermin dalam perbuatan yang baik, tapi juga cakap berkata dengan tepat.

Djamarah (2007: 37) menyatakan bahwa tugas seorang guru adalah tugas kemanusiaan yang banyak terlibat dalam aktivitas masyarakat dan interaksi sosial.

Maka menjadi tuntutan bahwa guru harus berperilaku santun, mampu berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan secara efektif dan menarik, serta mempunyai rasa empati terhadap orang lain.

Kompetensi sosial guru telah dituangkan di dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No16 tahun 2007 tentang Standar kompetensi guru.

Kompetensi sosial guru meliputi:

(1) Bersikap inklusif, bertindak objektif, serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi.

(2) Berkomunikasi secara  efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua dan masyarakat.

(3) Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya.

(4) Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain.

Kompetensi Profesional Guru

Kompetensi profesional merupakan bagian dari 4 kompetensi guru yang wajib dimiliki. Kompetensi profesional guru merupakan kemampuan dalam penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam.

Kompetensi profesional guru sangat mempengaruhi keberhasilan peserta didik dalam mengikuti proses kegiatan belajar mengajar. Kompetensi yang baik akan menunjang proses belajar yang efektif dan interaktif saat pengelolaan kelas.

Kompetensi profesional selalu berkaitan dengan bidang studi yang diajar. Menurut Slamet (Sagala 2009: 39) kompetensi profesional guru terdiri dari:

(1) memahami mata pelajaran yang telah disiapkan untuk mengajar;

(2) memahami standar kompetensi dan standar isi pelajaran yang tertera dalam Peraturan Menteri yang berlaku.

(3) memahami struktur, konsep, dan metode keilmuan yang menaungi materi ajar;

(4) memahami hubungan konsep antar mata pelajaran terkait; dan

(5) menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain pendapat ahli di atas, kompetensi profesional guru juga telah dituangkan di dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.16 tahun 2007 tentang Standar Kompetensi Guru.

Kompetensi profesional guru mencakup:

(1) Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran.

(2) Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran

(3) Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif

(4) Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan refleksi

(5) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan diri sebagai seorang guru.

Hal lain yang disyaratkan dari sisi profesionalisme seorang guru adalah harus sehat mental dan fisik, serta memiliki ijazah keguruan yang dikeluarkan oleh lembaga pendidikan yang diakui.

Hamalik (2008: 38) berpandangan bahwa guru yang dinilai kompeten secara profesional, apabila:

(1) Guru tersebut mampu mengembangkan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya.

(2) Guru tersebut mampu melaksanakan peranan-peranannya secara berhasil.

(3) Guru tersebut  mampu  bekerja  dalam  usaha mencapai tujuan pendidikan (tujuan instruksional sekolah)

(4) Guru tersebut mampu melaksanakan peranannya dalam proses mengajar dan belajar dalam kelas

Dengan kata lain, guru profesional bukanlah hanya cukup memiliki satu kompetensi saja yaitu kompetensi profesional. Tetapi guru profesional harus memiliki kompetensi-kompetensi lain diluar kemampuan keguruan dalam kapasitasnya sebagai individu dan makhluk sosial.

Demikian pembahasan kita mengenai 4 kompetensi guru, yang terdiri dari kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.

Semoga informasi yang kami bawakan dapat menambah referensi yang sedang anda butuhkan. Salam!

You May Also Like

About the Author: Ageng Triyono

Curriculum Researcher & Developer | Guru Kampung | Penulis Lepas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *