Pengertian Akhlak Mahmudah dan Contohnya Sehari-hari

Pengertian akhlak mahmudah dan contohnya
Pengertian akhlak mahmudah dan Contohnya

Haidunia.com – Pengertian akhlak mahmudah dan contohnya kami pandang penting untuk kita bahas pada kesempatan kali ini. Karena akhir-akhir ini ramai diperbincangkan di sosial media mengenai revolusi akhlak yang disuarakan oleh tokoh Islam di Indonesia. Sehingga penting kiranya kita mendefinisikan pengertian akhlak mahmudah itu sendiri.

Pengertian akhlak mahmudah dan contohnya penting kita bahas terlebih dahulu sebelum nanti kita juga kan menguraikan mengenai macam-macam akhlak mahmudah. Pada laman ini tim haidunia.com akan membahas pengertian ahklak mahmudah dari berbagai perpektif

Read More

Selain pengertian akhlak mahmudah dan contoh nya, kami juga akan menguraikan mengenai dasar-dasar akhlak mahmudah, ciri-ciri akhlak mahmudah, faktor pembentuk akhlak mahmudah dan sifat-sifat orang dengan karakter akhlak mahmudah. Selamat menyimak!

Pengertian Akhlak Mahmudah dan Contohnya

Pengertian akhlak mahmudah dan contohnya sering pula ditanyakan oleh para peserta didik. Semoga apa yang kami sajikan juga dapat menjawab mengenai pengertian akhlak mahmudah secara lengkap sebagaimana sering ditanyakan.

Pastinya ketika kita berbicara akhlak, maka tidak bisa dilepaskan dari konsep ajaran Islam. Bagaimanapun kata akhlak asalnya adalah dari bahasa arab yang mana juga menjadi bahasa kitab suci Al’quran. Dalam ajaran Islam sendiri masalah akhlak mendapatkan porsi perhatian yang sangat besar.

Bahkan Nabi Muhammad sendiri diutus dengan tujuan utama adalah menyempurnakan akhlak manusia. Lalu apa yang dimaksud dengan akhlak itu?

Jika kita tinjau secara etimologi, kata akhlaq berasal dari bahasa Arab yang merupakan jamak dari kata khuluq, yang berarti adat kebiasaan, perangai, tabiat, dan muru’ah. Dengan demikian, secara etimologi, akhlak dapat diartikan sebagai budi pekerti, watak, tabiat.

Menurut Samsul Munir Amin dalam buku Ilmu Akhlak, disebutkan bahwa perumusan pengertian akhlak berhubungan dengan media yang memungkinkan adanya hubungan baik antara khaliq dengan makhluq, dan antara makhluq dengan makhluq.

Pandangan itu bermula dari istilah yang dipetik dari kalimat Q.S Al-Qalam 68: 4;

“Dan  sesungguhnya  engkau  benar-benar  berbudi  pekerti yang luhur.”

Pengertian akhlak Menurut Ulama

Beberapa pengertian akhlak juga disampaikan oleh ulama-ulama di bawah ini:

Sayyid Sabiq
Akhlak adalah keadaan jiwa seseorang yang menimbulkan terjadinya perbuatan-perbuatan dengan mudah.

Imam Al-Ghozali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin
Akhlak adalah hay‟at atau sifat yang tertanam dalam jiwa yang daripadanya lahir perbuatan-perbuatan yang spontan tanpa memerlukan pertimbangan dan pemikiran. Maka jika sifat tersebut melahirkan suatu tindakan yang terpuji menurut ketentuan akal dan norma agama, ia dinamakan akhlak yang baik, tetapi jika ia menimbulkan tindakan yang jahat, maka ia dinamakan akhlak yang buruk.

Muhyidin Ibnu Arabi
Akhlak adalah keadaan jiwa seseorang yang mendorong manusia untuk berbuat tanpa melalui pertimbangan dan pilihan terlebih dahulu. Keadaan tersebut yang ada pada seseorang boleh jadi merupakan tabiat atau bawaan, dan boleh jadi juga merupakan kebiasaan melalui latihan dan perjuangan.

Prof. Dr. Ahmad Amin
Akhlak adalah kehendak yang dibiasakan. Artinya bahwa kehendak itu bila membiasakan sesuatu maka kebiasaan itu dinamakan akhlak.

Dari beberapa pendapat di atas, dapat dipahami bahwa akhlak merupakan kehendak dan kebiasaan manusia yang menimbulkan kekuatan-kekuatan besar untuk melakukan sesuatu. Jika keadaan tersebut melahirkan perbuatan yang terpuji menurut pandangan akal dan syariat Islam, ia adalah akhlak yang baik atau akhlak mahmudah.

Namun jika keadaan tersebut melahirkan perbuatan yang buruk dan tercela, ia adalah akhlak yang buruk atau akhlak madzmumah.

Jadi, akhlak itu sendiri bukanlah perbuatan, melainkan gambaran bagi jiwa yang tersembunyi. Oleh karenanya dapat disebutkan bahwa:

“Akhlak itu adalah nafsiah (bersifat kejiwaan) atau maknawiyah (sesuatu yang abstrak), dan bentuknya yang kelihatan kita namakan muamalah (tindakan) atau suluk (perilaku), maka akhlak adalah sumber dan perilaku adalah bentuknya”.

Ciri-ciri Akhlak yang Baik

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa akhlak secara umum bercirikan sebagai berikut:

(1) Akhlak sebagai ekspresi sifat dasar seseorang yang konstan dan tetap serta tidak direkayasa.

(2) Akhlak selalu dibiasakan seseorang sehingga ekspresi akhlak tersebut dilakukan berulang-ulang sehingga dalam pelaksanaan itu tanpa disertai pertimbangan pikiran terlebih dahulu. Perbuatan-perbuatan itu pun dilakukan berulang kali dalam bentuk yang sama.

(3) Apa yang diekspresikan dari akhlak merupakan keyakinan seseorang dalam menempuh keinginan sesuatu, sehingga pelaksanaannya tidak ragu-ragu.

(4) Menjadi sumber moral, ukuran baik buruknya perbuatan seseorang yang didasarkan kepada Al-qur’an dan Al-hadis yang sahih.

Arti Akhlak Mahmudah

Arti akhlak mahmudah tidak bisa dilepaskan dari pengertian-pengertian akhlak yang sudah disampaikan para ulama di atas. Berangkat dari arti akhlak tersebut maka bisa kita jelaskan secara lebih rinci mengenai beberapa hal terkait akhlak mahmudah.

Jika kita tinjau secara etimologi arti akhlak mahmudah adalah akhlak yang terpuji. Mahmudah merupakan bentuk maf’ul dari kata hamida, yang berarti dipuji. Arti Akhlak mahmudah atau akhlak terpuji disebut pula dengan akhlaqal karimah (akhlak mulia), atau al-akhlaq al-munjiyat (akhlak yang menyelamatkan pelakunya).

Jadi arti akhlak mahmudah adalah tingkah laku yang terpuji yang merupakan tanda kesempurnaan iman seseorang kepada Allah. Beberapa arti akhlak mahmudah yang sudah sering kita sebutkan diantaranya; rasa ikhlas, sabar, syukur, khauf (takut kemurkaan Allah), roja’ (mengharapkan keridhaan Allah), jujur, adil, amanah, tawadhu (merendahkan diri sesama muslim), bersyukur dan akhlak terpuji lainnya.

Adapun mengenai arti akhlak mahmudah secara terminologi, para ulama berpendapat:

1. Menurut Al-Ghazali sebagaimana dikutip oleh Samsul Munir, akhlak terpuji merupakan sumber ketaatan dan kedekatan kepada Allah, sehingga mempelajarinya dan mengamalkannya merupakan kewajiban individual setiap muslim.

2. Menurut Ibnu Qayyim sebagaimana dikutip oleh Samsul Munir, pangkal akhlak terpuji adalah ketundukan dan keinginan yang tinggi. Sifat-sifat terpuji, menurutnya berpangkal dari kedua hal tersebut. Ia memberikan gambaran tentang bumi yang tunduk pada ketentuan Allah.

Demikian pula manusia, tatkala diliputi rasa ketundukan kepada Allah, kemudian turun taufik dari Allah, ia akan meresponnya dengan sifat-sifat terpuji.

Jadi, yang dimaksud dengan arti akhlak mahmudah adalah perilaku manusia yang baik dan disenangi menurut individu maupun sosial, serta sesuai dengan ajaran yang bersumber dari Tuhan. Akhlak mahmudah dilahirkan oleh sifat-sifat mahmudah yang terpendam dalam jiwa manusia.

Oleh karena itu, sikap dan tingkah laku yang lahir, adalah cermin dari sifat atau kelakuan batin seseorang. Akhlak yang terpuji senantiasa berada dalam kontrol Ilahiyah yang dapat membawa nilai-nilai positif dan kondusif bagi kemaslahatan umat, seperti sabar, jujur, ikhlas, bersyukur, tawadlu (rendah hati), husnudzon (berprasangka baik), optimis, suka menolong orang lain, suka bekerja keras dan lain-lain.

Dasar-dasar Akhlak Mahmudah

Dalam Islam, dasar yang menjadi alat pengukur untuk menyatakan bahwa sifat seseorang itu baik atau buruk, adalah Alqur’an dan sunnah. Akhlak atau ajaran budi pekerti yang menurut pendapat umum masyarakat baik, tetapi bertentangan dengan Alqur’an dan As-sunnah, maka haram hukumnya untuk diamalkan. Jadi, akhlak Islami bersumber pada ajaran-ajaran Islam yaitu Alqur’an dan As-sunnah.

1. Alqur’an

Alqur’an bukanlah hasil pemikiran manusia, melainkan firman Allah SWT yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril sebagai pedoman sekaligus petunjuk bagi setiap muslim. Di dalam Al-qur’an yang dijadikan dasar dalam berakhlak baik yaitu:

a.  Q. S Al-Ahzab (33) ayat 21

Artinya: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.

b. QS Al-Qalam (68) ayat 4

Artinya: “Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung”.

Ayat tersebut menunjukkan, bahwa Rasulullah memiliki akhlak yang terpuji sehingga patut dijadikan sebagai suri teladan dalam segala lapangan kehidupan. Oleh karena itu perkataan dan perbuatan beliau harus dijadikan panutan.

2. As-Sunnah atau Hadis

Sebagai pedoman kedua sesudah Alqur’an adalah hadis Rasulullah yang meliputi perkataan dan tingkah laku beliau. Dasar-dasar Akhlak dalam As-Sunnah atau Hadis sebagai berikut:

Artinya: “Sungguh, aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Al-Bukhari, Abu Dawud, dan Hakim)

Dalam hadis lain disebutkan, “Dari Aisyah r.a. Ia menyatakan pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Sungguh, diantara orang yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya dan paling lembut sikapnya terhadap keluarga”.

Rasulullah SAW bersabda “Sesuatu yang paling berat di atas timbangan kebaikan adalah akhlak yang baik”. (H.R. Abu Dawud)

Jadi jelas bahwa Alqur’an dan hadits Rasul adalah pedoman hidup yang menjadi asas bagi setiap muslim, maka teranglah keduanya merupakan sumber akhlakul karimah dalam ajaran Islam. Alqur’an dan Sunnah Rasul adalah ajaran yang paling mulia dari segala ajaran manapun hasil renuangan dan ciptaan manusia. Sehingga telah menjadi keyakinan (akidah) Islam bahwa akal dan naluri manusia harus tunduk mengikuti petunjuk dan pengarahan Alqur’an dan As-sunnah.

Dari pedoman itulah diketahui kriteria mana perbuatan yang baik dan mana yang buruk. Dinyatakan dalam sebuah hadis Nabi:

“Dari Anas bin Malik berkata: Nabi SAW bersabda: Telah ku tinggalkan atas kamu sekalian dua perkara yang apabila kamu berpegang teguh kepadanya, maka tidak akan tersesat, yaitu Kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya”.

Disamping berbagai ajaran yang dikemukakan dalam Alqur’an dan As-sunnah sebagaimana dikemukakan diatas, norma-norma akhlak juga bisa digali dan dipelajari dari perbuatan dan kebiasaan Rasulullah yang tidak tergolong hadis, yakni kebiasaan kulturalnya sebagai bangsa arab di zaman beliau hidup, karena semua perilaku dan perangainya itu menunjukkan akhlak baik dan patut juga untuk ditiru.

Contoh Akhlak Mahmudah

Seperti halnya ibadah dan muamalah, akhlak dalam Islam juga mempunyai ruang lingkup, yaitu:

Contoh Akhlak Mahmudah Terhadap Allah SWT: 

Contoh akhlak mahmudah terhadap Allah SWT antara lain ialah:

  • Beribadah kepada Allah SWT

Hubungan manusia dengan Allah diwujudkan dalam bentuk ritualitas peribadatan seperti shalat, puasa, zakat, dan haji.

  • Mencintai Allah SWT diatas segalanya

Mencintai Allah melebihi cintanya kepada apa dan siapa pun dengan jalan melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya, mengharapkan ridha-Nya, mensyukuri nikmat dan karunia-Nya serta berserah diri hanya kepada-Nya.

  • Berdzikir kepada Allah

Mengingat Allah dalam berbagai situasi merupakan salah satu wujud akhlak manusia kepada-Nya. Dia menyuruh orang mukmin berdzikir kepada-Nya untuk mendapatkan ketenangan.

  • Berdoa, tawaddu‟ dan tawakal

Berdoa atau memohon kepada Allah sesuai hajat harus dilakukan dengan cara sebaik mungkin, penuh keikhlasan dan keyakinan bahwa doanya akan dikabulkan Allah SWT. Dalam berdoa, manusia dianjurkan untuk tawaddu’ yaitu bersimpuh mengakui kelemahan dan keterbatasan serta memohon pertolongan-Nya dengan penuh harap.

Contoh Akhlak Mahmudah Terhadap Makhluk

Manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup sendiri, perlu berinteraksi dengan sesamanya dengan akhlak yang baik. Diantara akhlak terhadap sesama yaitu:

  • Akhlak terhadap Rasulullah SAW

Mencintai Rasulullah secara tulus dengan mengikuti semua sunahnya. Menjadikannya sebagai panutan, suri teladan dalam hidup dan kehidupan. Menjalankan apa yang disuruhnya dan meninggalkan segala apa yang dilarangnya.

Mengikuti dan menaati Rasulullah, berarti juga mengikuti jalan petunjuk dan ajaran yang disampaikan Rasulullah. Petunjuk dan ajaran yang disampaikan Rasulullah terdapat dalam Alquran dan sunnah.

Itulah dua warisan yang ditinggalkan Rasulullah untuk umat manusia, yang apabila selalu berpegang teguh kepadanya, maka umat manusia tidak akan tersesat untuk selama-lamanya.

Mengucapkan shalawat dan salam kepada Rasulullah. Dengan membaca shalawat dan salam kepada Rasulullah, berarti seseorang telah mencintai beliau, karena membaca shalawat dan salam adalah mendoakan, menyebut, dan juga mencintai Rasulullah.

  • Akhlak terhadap kedua orang tua

Mencintai mereka melebihi cintanya kepada kerabat lain. Mendoakan mereka untuk keselamatan dan ampunan kendati pun mereka telah meninggal dunia.

  • Akhlak terhadap diri sendiri

Memelihara kesucian diri, menutup aurat, adil, ikhlas, pemaaf, rendah hati dan menjauhi sifat dengki dan dendam.

  • Akhlak terhadap keluarga, karib dan kerabat

Saling membina rasa cinta dan kasih sayang, mencintai dan membenci karena Allah SWT.

  • Akhlak terhadap tetangga

Saling mengunjungi, membantu saat senang maupun susah, dan hormat menghormati.

  • Akhlak terhadap masyarakat

Memuliakan tamu, menghormati nilai dan norma yang berlaku, bermusyawarah dalam segala urusan untuk kepentingan bersama.

Contoh Akhlak Mahmudah Terhadap Alam

Islam sebagai agama universal mengajarkan tata cara peribadatan dan interaksi tidak hanya dengan Allah SWT dan sesama manusia tetapi juga dengan lingkungan alam sekitarnya. Hubungan segitiga ini sejalan dengan misi Islam yang dikenal sebagai agama rahmatan lil ‘alamin.

Akhlak manusia terhadap alam diwujudkan dalam bentuk tidak mengeksploitasi alam secara berlebihan dengan tujuan yang hanya untuk ambisi dan hasrat ekonomi.

Pengertian akhlak mahmudah dan contohnya yang kami berikan mudah-mudahan bisa menjadi referensi bagi Anda semua. Teriring doa semoga kita dapat menjadi pribadi yang selalu mampu menjaga akhlak dimanapun berada. Salam!

About Author

Baca Juga:  Model Pembelajaran Kontekstual Menurut Ahli dan Sumber Referensinya

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *