Al Azhar Yogyakarta Boarding School Sambut Santri baru

al azhar yogyakarta baodring School

Al Azhar Yogyakarta Boarding School Siap Sambut Santri Baru. Dalam rangka persiapan menyambut tahun ajaran baru 2020/21 di era new normal dibutuhkan kesiapan yang matang sebagai bentuk antisipasi penularan Covid-19 di lingkungan pendidikan.

Al Azhar Boarding School Yogyakarta merupakan salah satu lembaga pendidikan yang menyediakan fasilitas berasrama bagi para peserta didiknya, oleh sebab itu membutuhkan persiapan yang benar-benar matang untuk menjamin seluruh aspek keamanan bagi para peserta didik yang kan bermukim dan mengikuti proses pendidikan di Sekolah Islam Al Azhar Yogyakarta.

Ust Cecep Jaenuddin, M.Pd sebagai Manajer Pendidikan menyampaikan bahwasanya persapan telah dilakukan sejak satu bulan yang lalu, antara lain mempersiapkan seluruh sarana prasarana yang dibutuhkan, termasuk salah satunya adalah ruang isolasi atau karantina.

Selain itu juga telah dilaksanakan pembekalan bagi para asatidz yang akan mendampingi para santri di asrama dengan mengundang pihak Dinas Kesehatan dan juga BPBD kabupaten Sleman untuk memberikan sosialisasi mengenai protokol  kesehatan di lingkungan pendidikan.

Salah satu prasyarat lain yang harus dipenuhi para pengelola lembaga pendidikan berasrama adalah dibentuknya Satgas Percepatan Penagggulangan Covid-19, yang dalam hal ini dipimpin oleh Ust H. Fahmi Aufar, M.A sebagai Kasatgas-nya.

Ust Fahmi menambahkan, bahwasanya dalam rangka menyambut kedatangan santri ke asrama, persiapan terus dimatangkan. Dan yang paling prinsip adalah telah mendapat ijin dari pemerintah setempat, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kesehatannya.

Perijinan tersebut akan diwujudkan dalam bentuk penerbitan Surat Keterangan Aman Covid-19 bagi Al Azhar Boarding School Yogaykarta.

Maka dalam rangka penerbitan Surat Keterangan Aman Covid-19, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman melaksanankan visitasi pada hari Jumat, 10 Juli 20202. Rombongan dipimpin oleh Dzulzaeni, S.Kep., yang menjabat sebagai Kepala Seksi dan Pengendalian Penyakit Menular Bidang P2P Dinkes Kabupaten Sleman.

BACA:  Guru Berperan Mewujudkan Mayarakat Madani

Pak Dzul, demikian sapaan akrab beliau, menekankan bahwa; “Dalam diri masing-masing kita harus ada mindset bahwa diri kitalah yang membawa virus corona, dan bukan orang lain.

Sehingga disaat kita berdisiplin memakai masker ataupun melengkapi diri dengan perlengkapan lain, semangatnya adalah demi melindungi  orang-orang tercinta yang ada disekitarnya.

Dengan begitu setiap orang akan menuntut dirinya sendiri untuk berdisiplin mengikuti protokol kesehatan.”

Dalam kesempatan itu beliau juga memperkanalkan slogan ‘Cita Mas Jajar’, yang merupakan akronim dari Cuci Tangan Pakai Sabun, Memakai Masker, Jaga Jarak.

Beberapa Check List Kesiapan Al Azhar Boading School Yogyakarta

Tim Visitasi yang berjumlah 8 orang kemudian keliling asrama baik putra maupun putri untuk mengecek segala kesiapan. Secara umum beberapa kesiapan yang perlu ‘ditilik’ yaitu:

(1) ketersedian sarana sanitasi, baik secara jumlah maupun sarana pendukungnya. (2) Akses layanan kesehatan. (3) kesiapan menerapkan area wajib masker. (4) memliki peralatan pengecekan suhu.

(5) pemetaan warga satuan pendidikan. (6) membuat kesepakatan berasama komite satuan pendidikan terkait kesiapan melakukan pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan.

Selesai melakukan visitasi kemudian dilakukan pertemuan dengan manajemen Al Azhar untuk menyampaikan hasil pengamatan yang dilakukan. Hadir dan turut serta dalam tim visitasi tersebut adalah Bapak Cahya Prihantama, S.KM.,MPH dari bidang Promosi Kesehatan (Promkes Dinkes Sleman).

Beliau menyampaikan hasil dari daftar tilik yang beliau isi, antara lain; bahwa seluruh perlengkapan yang disyaratkan insyaAllah sudah memenuhi ketentuan, artinya lengkap dan cukup secara jumlah. Beliau kemudian menambahkan agar para santri terus diedukasi cara pemakain masker yang baik dan benar, karna hal tersebut ada tata caranya yang standar, termasuk durasi pemakaian masker.

BACA:  Drama di Balik Konflik Libia-Italia 1911

Berikutnya beliau menyampaikan titik periode kritis yang harus dicermati dalam masa karantina 14 hari, yaitu perlunya menumbuhkan kesadaran bagi para santri untuk benar-benar menerapkan protokol kesehatan. Setelah masa kritis karantina 14 hari, perilaku para santri agar tetap dijaga untuk mengikuti tata cara hidup di era new normal.

Setelah diadakan pertemuan bisa disimpulkan bahwa manajemen Al Azhar Yogayakarta Boarding school dengan segenap persiapan asramanya telah mememenuhi persyaratan. Dan dalam waktu dekat akan diterbitkan Surat Keterangan Aman Covid-19 oleh Dinas Kesehatan Kab Sleman, sehingga setelahnya santri dapat diundang untuk kembali mengiktuti pendidikan kesantrian di lingkungan asrama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Haidunia - Dibuat Penuh Cinta & Kasih Sayang