Cara Belajar Auditori, Ciri & Gaya Mengajar Guru yang Paling Pas

cara belajar auditori

Ciri Gaya Belajar Auditori  & Cara Mengajar yang Paling Pas-Hallo Sobat Pendidik! Sudah kita pahami bersama, bahwa hasil belajar seorang murid bisa dipengaruhi oleh cara mereka menyerap informasi ketika pembelajaran dalam konteks apapun berlangsung.

Sebab itu, baik secara sadar maupun tidak, saat murid kita sedang menyerap informasi (apapun itu), sesungguhnya di situlah pembelajaran secara umum terjadi. Namun, pada umumnya, mereka tidak begitu menyadari bagaimana cara mereka menyerap informasi tersebut.

Murid ataupun kita pada umumnya akan mendapatkan informasi melalui penglihatan (visual), menyimak dan berbicara (auditori) atau mempraktikkannya (kinestetik). Agar informasi yang diterima tersebut dapat bertahan lama dalam rasa dan memori, maka seseorang biasanya akan secara dominan menggunakan salah satu dari visual, auditori, atau kinestetik.

Akan tetapi tetap ada kemungkin lain, yakni seseorang yang dapat menyerap informasi melalui perpaduan: visual- auditori, visual-kinestetik, auditori-kinestetik; atau perpaduan ketiganya secara merata, atau yang satu sedikit lebih dominan dari lainnya.

Nah, seperti janji saya pada artikel sebelumnya, kali ini kita akan lebih fokus membahas mengenai ciri gaya belajar auditori dan cara yang paling pas bagi guru yang mengajarnya. Berikut adalah ciri-ciri gaya belajar auditori.

Ciri-ciri Gaya Belajar Auditori

Murid dengan gaya belajar auditori akan memantapkan pemahaman pengetahuan mereka saat proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan cara mendengarkan suatu informasi yang disampaikan oleh sang guru maupun teman-teman diskusinya.

Murid dengan gaya belajar auditori biasanya dapat mengikuti arahan dengan  baik. Selain itu juga memiliki tingkat konsentrasi yang lebih baik dengan cara mendengarkan musik atau gerakan di latar belakang. Atau juga dengan cara mengulang-ulang semuanya secara lisan kembali  demi memastikan informasi yang ditermanya telah dipahaminya dengan baik.

Baca Juga:  Fungsi Evaluasi Pendidikan & Tujuan yang Paling Mendasar

Peserta didik dengan gaya belajar auditori umumnya akan belajar dengan mendengar dan menyimak secara intensif. Beberapa ciri-cirinya yang perlu guru dan orang tua pahami antara lain:

  1. Murid dengan gaya belajar auditori cenderung lebih bisa menikmati diskusi dan membicarakan banyak hal dengan terlebih dahulu mendengarkan orang lain.
  2.  Banyak mendapatkan pengetahuan dengan membaca secara keras
  3. Beberapa kali akan tampak bergumam atau berbicara dengan dirinya sendiri
  4. Memberikan komentar, seperti:

“Saya mendengarmu dengan jelas”

“Saya ingin anda mendengarkan”

“Ini terdengar bagus”

Cara Belajar Murid Auditori & Saran Bagi Guru

Nah, setelah kita memahami beberapa ciri di atas, maka selanjutnya perlu juga dicoba beberapa saran berikut. Baik untuk Si Murid maupun bagi bapak ibu guru yang hendak mengajarnya.

Saran untuk Memaksimalkan Pembelajaran Bagi Guru

  1. Murid dengan gaya belajar auditori ini  akan mengajukan  banyak  pertanyaan. Biasanya meminta lebih banyak penjelasan atau berharap guru dapat menjelaskannya dengan cara yang berbeda.
  2. Mereka mungkin akan membaca sedikit lebih lambat dan lebih suka membaca dalam suasana tenang.
  3. Mereka dapat belajar lebih baik dengan orang-orang yang dapat memunculkan ide-ide, dan akan lebih baik jika mereka menggunakan audiobook, selain buku teks
  4. Penugasan yang baik meliputi: wawancara, laporan lisan parafrase konten. Hindari tes yang membutuhkan banyak tulisan, terutama tes yang berjangka waktu lama
  5. Para  pembelajar  ini  lebih  cocok  untuk  menunjukkan penguasaan hasil belajar dengan presentasi lisan, seperti dengan ujian lisan atau penulisan bebas (free writing) begitu mereka   mendengar  teks  yang  disampaikan, atau menggunakan alat-alat speech-to-text tools (fasilitas yang ada pada telpon genggam android)

Lantas bagaimana saran-saran untuk murid?

  1. Gunakan asosiasi kata untuk fakta / tanggal.
  2. Dengarkan podcast/rekaman ceramah
  3. Gunakan video jika waktunya tepat.
  4. Bahas materi pelajaran dengan menyuarakannya
  5. Dengarkan buku audio
  6. Baca catatan dengan suara keras dan rekam
  7. Ulangi semua materi belajar dengan menyuarakannya bila menginginkannya
  8. Belajar dalam kelompok dengan cara berdiskusi.
Baca Juga:  Cara Cepat Agar Anak Mudah Menghafal Al-Qur’an, Orang Tua Wajib Tahu

Okey, semoga yang kami sampaikan disini menambah manfaat!

You May Also Like

About the Author: Ageng Triyono

Curriculum Researcher & Developer | Guru Kampung | Penulis Lepas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *