Ciri ciri Sikap Baik dalam Keseharian dan Kajian Ilmiahnya

ciri ciri sikap baik

Ciri Ciri Sikap Baik dan Tidak Baik Serta Kajian Ilmiahnya – Beberapa ciri sikap baik yang dimiliki seseorang pasti mudah kita kenali, begitu juga dengan ciri sikap tidak baik yang dimiliki oleh seseorang.

Semua bisa kita lihat dari pergaulan sehari-hari di masyarakat. Nah, bagi kalian yang menghendaki untuk mengetahui lebih konkrit lagi mengenai ciri-ciri sikap baik dan ciri-ciri sikap tidak baik yang dimiliki seseorang, bisa membaca tulisan ini sampai beberapa paragraf di tulisan ini.

Namun bagi kalian yang ingin mengkaji lebih dalam mengenai pengertian sikap, ciri-ciri sikap, struktur sikap, faktor-faktor yang mempengaruhi sikap, dan karakteristik sikap, kami akan membahasnya secara ilmiah pada paragraf berikutnya hingga akhir.

Selamat membaca ya!

Pengertian Sikap Baik Menurut Islam

Kita semua yang beragama Islam tentunya sudah sangat memahami, bahwa ajaran Islam adalah bersumberkan pada Al Qur’an yang selanjutnya dijabarkan melalui hadis Nabi Muhammad SAW sehingga kaum muslimin lebih mudah mempraktekkan ajaran agamanya.

Masalah sikap dalam Islam tentunya bersesuaian dengan permasalahan akhlak yang dimiliki seseorang. Artinya seseorang memiliki ciri-ciri sikap yang baik karena memiliki akhlak yang baik. Maka ciri-ciri sikap yang baik juga sama saja dengan ciri-ciri atau sifat-sifat yang dimiliki oleh orang berakhlak yang baik.

Bagaimana cara seorang muslim bersikap sangat diperhatikan oleh ajaran agama Islam. Karena sikap erat kaitannya dengan akhlak, maka ada baiknya kita kaji sejenak beberapa hal terkait akhlak.

Berdasarkan bahasa, akhlak berarti sifat atau tabiat. Berdasarkan istilah, akhlak berarti kumpulan sifat yang dimiliki oleh seseorang yang melahirkan perbuatan baik dan buruk.

Konsep Akhlak menurut Al-Ghazali adalah sifat yang tertanam dalam jiwa seseorang, darinya lahir perbuatan yang mudah tanpa pertimbangan pikiran terlebih dahulu. Akhlak meliputi jangkauan yang sangat luas dalam segala aspek kehidupan.

Akhlak meliputi hubungan hamba dengan Tuhannya (vertikal) dalam bentuk ritual keagamaan dan berbentuk pergaulan sesama manusia (horizontal) dan juga sifat serta sikap yang terpantul terhadap semua makhluk (alam semesta).

Bagi seorang muslim, ciri-ciri sikap yang baik adalah cermin dari akhlak baik yang dimilikinya. Semua ciri-ciri sikap yang baik telah dicontohkan oleh diri Nabi Muhammad SAW. Ciri-ciri, sifat-sifat, dan perangai yang terdapat pada diri beliau adalah sikap yang baik, terpuji dan merupakan contoh teladan terbaik bagi seluruh kaum Muslimin.

Allah Subhana Wa Taala sendiri memuji akhlak Nabi Muhammad SAW di dalam Al Quran sebagaimana firman-Nya: “Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berakhlak agung.” (Al-Qalam:4)

Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk berakhlak baik seperti yang terkandung dalam hadis: “Orang mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah yang paling baik akhlaknya.”

Sikap yang Baik

Sikap yang baik dalam Islam meliputi;

  1. Menujukkan sikap Iklas
  2. Menujukkan sikap Sabar
  3. Menujukkan rasa syukur
  4. Menujukkan rasa  khauf (takut kemurkaan Allah),
  5. Roja’ (mengharapkan keridhaan Allah)
  6. Berpirilaku jujur
  7. Bersikap adil
  8. Amanah jika dipercaya
  9. tawadhu (merendahkan diri sesama muslim) dan akhlak terpuji lainnya.

Ciri-ciri Sikap Baik

Ciri-ciri sikap baik yang telah umum kita ketahui antara lain:

  1. patuh dan suka bermusyawarah dalam membuat keputusan
  2. suka menolong dan tabah
  3. rajin, terampil dan positif thinking
  4. berhemat dan cermat dalam membelanjakan uang
  5. disiplin, berani dan setia
  6. memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap tugas
  7. dapat dipercaya
  8. Suci dalam perkataan, pikiran dan perbuatan.

Namun, jika kita rinci lebih detail mengenai ciri-ciri sikap baik dalam pandangan Islam, maka kita kan mendapati beberapa hal yang merupakan sifat-sifat ideal seorang muslim, yaitu sebagai berikut:

1. Segera bertaubat jika berbuat maksiat.

Taubat yang dimaksud disini adalah bersungguh-sungguh untuk meninggalkan segala kesalahan dan dosa-dosa besar, melalui jalan ilmu, penyesalan dan niat untuk tidak mengulangi kembali perbuatan dosa tersebut.

2. Zuhud

Zuhud ialah sikap kehidupan seorang muslim yang mempertahankan kesederhanaan meskipun dirinya mampu untuk hidup dalam suasana serba kecukupan. Disamping itu, ia berupaya meninggalkan hal-hal yang sia-sia belaka dalam hidup meskipun hal itu diperbolehkan.

3. Memiliki Rasa Takut Kepada Allah

Ini adalah sikap seorang muslim yang mempunyai rasa takut dalam berbuat maksiat dan perkara dosa apapun, serta selalu merasa diawasi oleh Allah SWT.

4. Memiliki Rasa Mahabbah (cinta Allah dan Rasul)

Sikap ini adalah bentuk kasih sayang seorang mukmin kepada Allah dan Rasul-Nya melebihi segala yang lain. Sikap baik ini akan melahirkan jiwa insan yang benar-benar cinta akan agama dan rela mengorban dirinya ke jalan Allah.

Baca Juga:  Presiden: Berapa Jumlah Guru Honorer yang Belum Sejahtera?

5. Sabar

Sabar ialah ciri sikap baik yang merupakan separuh dari iman. Sabar juga harus dipraktekkan disaat susah maupun bahagia. Sikap baik ini akan membuat ridho disaat yang bersangkutan  mendapatkan ujian kehidupan.

6. Pandai Bersyukur

Pandai bersyukur adalah ciri sikap baik seorang muslim yang senantiasa mengerti bagaimana berterima kasih  kepada Allah atas segala nikmat yang diberikan. Bersyukur kepada Allah ini banyak caranya seperti melaksanakan segala ibadah kepada Allah dengan hati yang ikhlas.

Senantiasa memuji Allah dengan berdzikir dan berucap yang baik, seperti; Allah Akbar, Subhanallah, Alhamdulillah dan sebagainya.

7. Ikhlas

Ikhlas adalah ciri sikap baik yang tercermin dalam segala pekerjaan perbutan yang bersih niatnya hanya untuk mendapatkan keridhoaan dari Allah SWT. Maka seseorang yang memiliki ciri sikap baik ini senantiasa dalam setiap amal ibadah atau pekerjaan selalu dilaksanakan dengan ikhlas dan perasaan ihsan, dan dilakukan dengan sebenar-benarnya ibadah, seolah-olah Allah berada dihadapan dirinya.

8. Tawakal

Tawakal adalah ciri sikap baik yang tercermin ialah meletakkan pergantungan hanya pada Allah setelah berazam dan diikuti dengan usaha.

9. Ridho

Ridho adalah salah satu ciri-ciri sikap baik yang tercermin dari akhlak mulia, yang mana ditujukkan dengan selalu bersyukur atas ketentuan Allah. Ia selalu berupaya menemukan hikmah atas segala ketentuan Allah, baik berupa kebahagiaan atau buruk diterima dengan syukur atau sabar.

10. Mengingati mati

mengingat mati juga bagian dari ciri-ciri sikap baik seorang mukmin. Karena ia yang senantiasa ingat akan maut yang bisa datang kapanpun menjemput adalah orang yang pintar. Dikatakan pintar karena ia pasti senantiasa menyiapkan diri dan bersedia untuk mati dengan segala ibadah yang ia dilaksanakan.

Disamping mengenali ciri-ciri sikap baik, kita juga perlu mengenali ciri-ciri sikap yang tidak baik dari seseorang agar terhindar dari perbuatan maupun ajakan bermaksiat darinya. Berikut adalah bahasan ringkasnya.

Ciri-ciri Sikap Tidak Baik 

Selain harus menjaga ciri-ciri sikap yang baik sebagai bentuk akhlak mulia, seorang muslim juga harus menghindari ciri-ciri dari sifat akhlak mazmumah atau akhlak tercela.

Ciri-ciri sikap yang tidak baik secara umum meliputi:

  1. suka tergesa-gesa
  2. riya (melakukan sesuatu dengan tujuan ingin menunjukkan kepada orang lain)
  3. dengki (hasad),
  4. takabbur (membesarkan diri),
  5. ujub (kagum dengan diri sendiri),
  6. bakhil,
  7. buruk sangka,
  8. tamak,
  9. pemarah dan akhlak tercela lainnya.

Ciri-Ciri Sikap Tidak Baik Identik dengan Sifat Akhlak Mazmumah

Namun jika kita kaji lebih dalam menurut pandangan Islam, kita bisa mendapati beberapa ciri-ciri sikap yang tidak baik dari seseorang. Antara lain adalah sebagai berikut:

1. Gemar Makan dan Minum.

Hadis Nabi saw yang bermaksud : “Yang terlebih Afdal (utama) pada Allah SWT ialah orang yang banyak menahan lapar dan banyak tafakur (berfikir sambil meneliti). Dan sebaliknya, yang tidak disukai Allah adalah orang yang banyak makan, banyak tidur dan banyak minum.

2. Banyak Berkata yang Sia-sia

Banyak berkata perkara sia-sia termasuk salah satu ciri-ciri sikap tidak baik. Karena mendorong seseorang menjadi suka membual, lalai pada perkara yang lebih penting, ghibah dan memfitnah orang lain, membuang waktu untuk berbincang-bincang yang kurang berfaedah.

Untuk hal tersebut Allah SWT berfirman; “Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, melainkan bisikan-bisikan daripada yang menyuruh (manusia) bersedekah, atau berbuat makruf, atau mendamaikan manusia” (An-Nisa : 114).

3. Gampang Marah

Ciri-ciri sikap tidak baik selanjutnya adalah gampang marah. Suka marah merupakan ciri sikap kurangnya kesabaran dalam menghadapi suatu keadaan. Maka seorang muslim hendaknya berlatih untuk mengendalikan diri, karena bagi keyakinan seorang muslim, marah juga merupakan bagian dari dorongan atau pun pengaruh setan.

4. Hasad, Dengki, dan Iri Hati

Hal di atas merupakan cerminan dari ciri-ciri sikap tidak baik karena hal tersebut menjadi pemantik rasa permusuhan. Seseorang dengan ciri-ciri sikap tersebut akan merasa kurang senang dengan nikmat yang diperoleh oleh orang lain, lalu mengharapkan nikmat tersebut hilang darinya.

Nabi SAW berpesan; “Hasad itu memakan (memusnahkan) kebaikan, sebagaimana api memakan (membakar) kayu.”

5. Mencintai Harta Secara Berlebihan

Mencintai harta secara berlebihan menjadi ciri-ciri sikap tidak baik karena bisa mendorong seseorang berlaku pelit, tamak atau rakus akan harta dan menimbulkan perasaan malas untuk berkorban meskipun untuk saudaranya sendiri.

6. Takabur

Takabur jelas menjadi salah satu ciri sikap tidak baik karena menjadi sebab membanggakan diri sendiri, keturunan, jabatan dan lain sebagainya. Sikap ini jelas-jelas membuat orang lain kurang simpatik karena cenderung merendahkan kedudukan orang sedang diajaknya berbicara.

7. Riya

Riya atau suka pamer adalah ciri-ciri sikap tidak baik yang sering ditujukkan seseorang dengan cara menampakkan prestasi hasil kerjanya sebagai alat untuk menarik perhatian orang lain. Amalan atau pekerjaan itu dilakukan karena dorongan mendapatkan pujian, pangkat dan kedudukan di mata manusia.

Baca Juga:  Dari Buih Di Lautan Menuju Gelombang Kebangkitan

8. Ujub

Ujub juga merupakan ciri sikap tidak baik karena merasa memiliki keistimewaan diri dengan kelebihan-kelebihan yang ia miliki. Ia lupa bahwa kelebihannya adalah karunia dari Allah SWT. Terkadang hal ini juga ditunjukkan dengan kebanggaan karena memiliki paras yang cantik, kecerdasan, kekayaan dan lain sebagainya.

9. Cinta Dunia dan Takut Mati

Mencintai dunia sampai takut mati menjadi ciri sikap tidak baik, karena hal ini menjadi hal yang kontradiktif dengan takdir Allah yaitu adanya maut dan datangnya hari akhir.

Allah SWT mengingatkan kita semua; “Ketahuilah sesungguhnya kehidupan dunia adalah permainan, senda gurau, perhiasan, bermegah-megah antara kamu dan berlomba-lomba dalam mengumpul harta kekayaan dan anak-pinak.”(Al-Hadid: 20)

Nasihat dan Peringatan

Sebagai seorang muslim yang mengaku dan percaya akan adanya Allah Tuhan Yang Maha Esa, maka kita wajib tunduk dan patuh kepada perintah Allah melalui contoh-contoh sikap yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw.

Kita wajib mengikuti ciri-ciri sikap baik yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, yang dimulai dengan membenarkan dalam hati, perbuatan, dan perkataan dalam setiap perkara yang akan kita jalani.

Ciri-ciri sikap baik yang pada diri Nabi Muhammad SAW adalah panduan bagi umat Islam untuk menuju kebaikan dalam kehidupan di dunia ini. Maka jadikan ciri-ciri sikap baik tersebut sebagai contoh untuk diikuti dalam setiap amalan kehidupan kita.

Demikian bahasan kita mengenai ciri-ciri sikap baik dan tidak baik, semoga cukup memberikan informasi bagi kalian yang membutuhkan. Selanjutnya kami akan membahas kajian mengenai sikap secara lebih mendalam.

Beberapa hal yang akan kami bahas disini antara lain pengertian sikap menurut para ahli, Ciri-ciri sikap menurut pakar, struktur sikap, dan faktor-faktor yang mempengaruhi sikap seseorang.

Untuk melengkapi pengetahuan kita semua, saya sarankan kalian juga membaca beberapa paragraf berikut ini lagi. Selamat membaca!

Pengertian Sikap

Sikap adalah mempelajari kecenderungan memberikan tanggapan pada suatu obyek atau kelompok obyek baik disenangi atau tidak disenangi secara konsisten. Sikap adalah proses pengorganisasian motivasi, emosi, persepsi, dan kognitif yang bersifat jangka panjang dan berkaitan dengan aspek lingkungan di sekitarnya.

Demikian dapat dikatakan bahwa sikap bersifat menetap karena sikap memiliki kecenderungan berproses dalam kurun waktu panjang hasil dari pembelajaran. Dapat dikatakan juga, sikap merupakan respon yang konsisten baik itu respon positif maupun negatif terhadap suatu objek sebagai hasil dari proses.

Dalam ungkapan yang sederhana, sikap adalah bagaimana kita berpikir, merasa dan bertindak terhadap objek tertentu dalam lingkungan misalkan terhadap toko, iklan produk tertentu atau bahkan terhadap jasa.

Pengertian Sikap Menurut Ahli

Secara historis, istilah sikap (attitude) digunakan pertama kali oleh Herbert Spencer di tahun 1862 yang pada saat itu diartikan olehnya sebagai status mental seseorang. Di masa awal-awal itu pula penggunaan konsep sikap sering dikaitkan dengan konsep mengenai postur fisik atau posisi tubuh seseorang.

Kemudian pada tahun 1888, Lange menggunakan istilah sikap dalam bidang eksperimen mengenai respon untuk menggambarkan kesiapan subyek dalam menghadapi stimulus yang datang tiba-tiba. Oleh Lange, kesiapan (set) yang terdapat dalam diri individu untuk memberikan respon itu disebut aufgabe atau task attitude.

Jadi, menurut istilah Lange, sikap tidak hanya merupakan aspek mental semata melainkan mencakup pula aspek respon fisik.

Menurut kelompok pemikiran lainnya seperti Chave, Bogardus, LaPierre, Mead, Gordon Allport yaitu sebagai tokoh-tokoh terkenal dibidang Psikologi Sosial dan Psikologi Kepribadian, konsepsi mereka mengenai sikap lebih kompleks.

Menurut kelompok pemikiran ini, sikap merupakan semacam kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu obyek dengan cara-cara tertentu. Kesiapan yang dimaksudkan merupakan kecenderungan potensial untuk bereaksi dengan cara tertentu apabila individu dihadapkan pada suatu stimulus yang menghendaki adanya respons.

LaPierre mendefinisikan sikap sebagai suatu pola perilaku, tendensi atau kesiapan antisipatif, predisposisi untuk menyesuaikan diri dalam situasi sosial, atau secara sederhana, sikap adalah respons terhadap stimuli sosial yang telah terkondisikan.

Sedangkan pemikiran ketiga seperti Secord dan Backman, mendefinisikan sikap sebagai keteraturan tertentu dalam hal perasaan (afeksi), pemikiran (kognisi) dan predisposisi tindakan (konasi) seseorang terhadap suatu aspek di lingkungan sekitarnya.

Sikap merujuk pada evaluasi individu terhadap berbagai aspek dunia sosial serta bagaimana evaluassi tersebut memunculkan rasa suka atau tidak suka terhadap isu, ide, orang lain, kelompok sosial dan obyek.

Sikap pada awalnya diartikan sebagai syarat untuk munculnya suatu tindakan. Fenomena sikap adalah mekanisme mental yang mengevaluasi, membentuk pandangan, mewarnai perasaan, dan akan ikut menentukan kecenderungan perilaku kita terhadap manusia atau sesuatu yang kita hadapi bahkan terhadap diri kita sendiri.

Pandangan dan perasaan kita terpengaruh oleh ingatan masa lalu, oleh apa yang kita ketahui dan kesan kita terhadap apa yang sedang kita hadapi saat ini.

Baca Juga:  Besarnya Peran Guru Bagi Negara [Persperktif Islam]

Ciri-ciri Sikap

Ciri-ciri sikap menurut Wawan adalah:

1. Sikap bukan dibawa sejak lahir melainkan dibentuk atau dipelajari sepanjang perkembangan itu dalam hubungannya dengan obyeknya.

2. Sikap dapat berubah-ubah, karena itu sikap dapat dipelajari dan sikap dapat berubah pada orang-orang bila terdapat keadaan-keadaan dan syarat-syarat tertentu yang mempermudah sikap pada orang itu.

3. Sikap tidak berdiri sendiri, tetapi senantiasa mempunyai hubungan tertentu terhadap suatu obyek. Dengan kata lain sikap itu terbentuk, dipelajari, atau berubah senantiasa berkenaan dengan suatu obyek tertentu yang dapat dirumuskan dengan jelas.

4. Obyek sikap itu merupakan suatu hal tertentu tetapi dapat juga merupakan kumpulan dari hal-hal tersebut.

5. Sikap mempunyai segi-segi motivasi dan segi-segi perasaan, sifat alamiah yang membedakan sikap dan kecakapan-kecakapan atau pengetahuan-pengetahuan yang dimiliki orang.

Struktur Sikap

Menurut Azwar, struktur sikap terdiri atas tiga komponen yang saling menunjang yaitu:

1. Komponen kognitif

Merupakan representasi apa yang dipercayai oleh individu pemilik sikap, komponen kognitif berisi kepercayaan stereotipe yang dimiliki individu mengenai sesuatu, dapat disamakan penanganan (opini) terutama apabila menyangkut masalah isu atau yang kontroversial.

2. Komponen afektif

Merupakan perasaan yang menyangkut aspek emosional. Aspek emosional inilah yang biasanya berakar paling dalam sebagai komponen sikap dan merupakan aspek paling bertahan terhadap pengaruh-pengaruh yang mungkin adalah mengubah sikap seseorang.

3. Komponen konatif

Merupakan aspek kecenderungan berprilaku tertentu sesuai dengan sikap yang dimiliki oleh seseorang. Aspek ini berisi tendensi atau kecenderungan untuk bertindak atau bereaksi terhadap sesuatu dengan cara-cara tertentu.

Kothandapani, merumuskan ketiga komponen tersebut sebagai komponen kognitif (kepercayaan atau beliefs), komponen emosional (perasaan), dan komponen perilaku (tindakan).

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Sikap

Menurut Azwar, faktor-faktor yang mempengaruhi sikap yaitu:

1. Pengalaman Pribadi

Pengalaman pribadi dapat menjadi dasar pembentukan sikap apabila pengalaman pribadi tersebut meninggalkan kesan yang kuat. Karena itu, sikap akan lebih mudah terbentuk apabila pengalaman pribadi tersebut terjadi dalam situasi yang melibatkan faktor emosional.

Dalam situasi yang melibatkan emosi, penghayatan akan pengalaman akan lebih mendalam dan lebih lama berbekas.

2. Pengaruh Orang Lain yang Dianggap Penting

Pada umumnya, individu cenderung untuk memiliki sikap yang konformis atau searah dengan sikap orang yang dianggapnya penting. Kecenderungan ini antara lain dimotivasi oleh keinginan untuk berafiliasi dan keinginan untuk menghindari konflik dengan orang yang dianggap penting tersebut.

3. Pengaruh Kebudayaan

Tanpa kita sadari, kebudayaan telah menanamkan garis pengarah sikap kita terhadap berbagai masalah. Kebudayaan telah mewarnai sikap anggota masyarakatnya, karena kebudayaan dapat memberi corak pengalaman individu-individu yang menjadi anggota kelompok masyarakat asuhannya.

4. Media Massa

Sebagai sarana komunikasi, berbagai bentuk media massa seperti televisi, radio, surat kabar, majalah, dan lain-lain mempunyai pengaruh besar dalam pembentukan opini dan kepercayaan orang.

Dalam penyampaian informasi sebagai tugas pokoknya, media massa membawa pula pesan-pesan yang berisi sugesti yang dapat mengarahkan opini seseorang. Pesan-pesan sugesti yang dibawa oleh informasi tersebut apabila cukup kuat, akan memberi dasar afektif dalam menilai sesuatu hal sehingga terbentuklah arah sikap tertentu.

5. Lembaga Pendidikan dan Lembaga Agama

Konsep moral dan ajaran dari lembaga pendidikan dan agama sangat menentukan sistem kepercayaan. Maka tidaklah mengherankan jika apabila kemudian konsep tersebut ikut berperan dalam menentukan sikap individu terhadap sesuatu hal.

6. Pengaruh Faktor Emosional

Kadang-kadang, suatu bentuk sikap merupakan pernyataan yang didasari oleh emosi yang berfungsi sebagai semacam penyaluran frustasi atau pengalihan bentuk mekanisme pertahanan ego.

Sikap demikian dapat merupakan sikap yang sementara dan segera berlalu begitu frustasi telah hilang, akan tetapi dapat pula merupakan sikap yang lebih persisten dan bertahan lama.

Karakteristik Sikap

Adapaun karakteristik sikap antara lain:

1. Sikap disimpulkan dari cara-cara individu bertingkah laku.

2. Sikap ditujukan mengarah kepada obyek psikologis atau kategori dalam hal ini skema yang dimiliki orang menentukan bagaimana mereka mengkategorisasikan target obyek dimana sikap diarahkan.

3. Sikap itu dipelajari.

4. Sikap mempengaruhi perilaku. Pengukuhan sikap yang mengarah pada suatu obyek memberikan alasan untuk berperilaku mengarah pada obyek itu dengan suatu cara tertentu.

Demikian bahasan kita mengenai sikap secara lebih ilmiah, semoga bisa menambah referensi bagi anda semua. Salam!

Thanks!

You May Also Like

About the Author: Ageng Triyono

Curriculum Researcher & Developer | Guru Kampung | Penulis Lepas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *