Contoh Berpikir Kritis dalam Kehidupan Sehari-hari & Pembelajaran

contoh berpikir kritis

Contoh Berpikir Kritis – Contoh keterampilan berpikir kritis yang akan kita bahas dalam artikel antara lain adalah dalam pembelajaran, kritis terhadap informasi, dan berpikir kritis dalam dunia kesehatan.

Contoh-contoh yang kami bawakan dalam artikel ini, kami ambil dari sumber ilmiah, antara lain tesis, makalah dan diktat kuliah dari Universitas Indonesia.

Selayang Pandang Tentang Berpikir Kritis

Apa sih berpikir kritis itu? Tentunya telah banyak ahli yang mengemukakan pendapatnya mengenai definisi berpikir kritis.

Strader (2008) menyebutkan bahwa berpikir kritis merupakan proses pengujian yang menitikberatkan pendapat tentang kejadian atau fakta yang mutakhir dan menginterpretasikannya, serta mengevaluasi pendapat-pendapat tersebut untuk mengambil sebuah kesimpulan.

Pentingnya Penguasaan Keterampilan Bepikir Kritis Untuk Peserta Didik

Keterampilan berpikir kritis sebagai salah satu skill yang dituntut untuk dikuasai pada dunia revolusi industri 4.0 akhir-akhir ini ramai sekali dijadikan bahan penelitian.

Kemampuan berpikir kritis sudah sangat dibutuhkan peserta didik untuk saat ini. Perkembangan dunia digital menyebabkan beragam informasi datang dari berbagai sumber.

Oleh karena itu setiap peserta didik dituntut untuk mampu berpikir kritis terhadap informasi tersebut, sehingga dapat memilih mana yang baik dan benar dalam rangka memperkaya pengetahuannya.

Manfaat lain dari kemampuan berpikir kritis adalah peserta didik mampu meningkatkan perhatian dan observasi, meningkatkan kemampuan identifikasi, meningkatkan respon kelayakan suatu informasi, dan melatih kemampuan analisis yang dapat diterapkan dalam berbagai situasi (Cottrel, 2005).

Indikator Kemampuan Berpikir Kritis

Untuk mencapai kemampuan berpikir kritis sebagaimana di atas, maka perlu dijabarkan indikator-indikator berpikir kritis yang harus dicapai peserta didik selama proses pembelajaran. Beberapa indikator kemampuan berpikir kritis telah disebutkan oleh Facione (2011):

Indikator Penjelasan
Interpretasi Kemampuan untuk memahami, menjelaskan dan memberi makna data atau informasi
Analisis Kemampuan untuk mengidentifikasi hubungan dari informasi-informasi yang dipergunakan untuk mengekspresikan pikiran atau pendapat.
Evaluasi Kemampuan untuk menggunakan strategi yang tepat dalam menyelesaikan permasalahan.
Inferensi Kemampuan untuk mengidentifikasi dan memperoleh unsur-unsur yang diperlukan untuk membuat suatu kesimpulan yang masuk akal
Eksplanasi Kemampuan untuk menjelaskan atau menyatakan hasil pemikiran berdasarkan bukti, metodologi, dan konteks.
Regulasi diri Kemampuan untuk mengatur cara berpikirnya.
Baca Juga:  Al Quran dan Perjuangan Mahatma Gandhi

Facione (2011) sendiri menegaskan bahwa indikator-indikator di atas masih bersifat umum, artinya dan tidak mengacu secara kusus pada kemampuan berpikir kritis di bidang tertentu. Sehingga seseorang tetap bisa dikatakan memiliki kemampuan berpikir kritis tanpa harus memenuhi semua indikator yang disebutkan di atas.

Selain indikator-indikator di atas, kita juga perlu mengetahui karakter atau ciri-ciri yang menjadi kebiasaan bagi orang yang berpikir kritis:

  1. Mempunyai kemampuan analisis yang baik
  2. Mempunyai kemampuan komunikasi yang efektif
  3. Memperoleh informasi yang baik dan memiliki kemampuan melakukan penelitian
  4. Mempunyai sifat fleksibel dan toleran terhadap kerancuan dan ketidakpastian
  5. Mempunyai pemikiran terbuka
  6. Pencari solusi masalah yang kreatif
  7. Hanya dipergunakan di Universitas Indonesia
  8. Mempunyai perhatian dan hasrat ingin tahu yang besar

Contoh Berpikir Kritis dalam Kehidupan Sehari-hari

  1. Contoh Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Peserta Didik

Berdasarkan indikator di atas, berikut kami bawakan contoh keterampilan berpikir kritis yang ditujukkan oleh peserta didik dalam pembelajaran matematika.

Indikator Kemampuan berpikir Kritis yang Ditunjukkan
Menginterpretasi Peserta didik dapat memahami masalah, dan dapat memilih informasi yang diperlukan dan tidak diperlukan untuk menyelesaikan masalah yang disajikan dalam soal.

Hal ini ditunjukkan dengan menulis diketahui maupun yang ditanyakan soal dengan tepat

Menganalisis Peserta didik dapat mengidentifikasi hubungan-hubungan antara pernyataan-pernyataan, dan konsep-konsep yang diberikan dalam soal.

Hal ini ditujukkan dengan membuat model matematika dengan tepat, dan memberi penjelasan dengan tepat.

Mengevaluasi Peserta didik dapat menggunakan strategi yang tepat dalam menjelaskan soal, lengkap, dan benar dalam melakukan perhitungan.

Hal ini ditujukkan dengan melalukan perhitungan dengan teliti sampai didapatkan satu jawaban yang benar.

Menginferensi Peserta didik dapat membuat kesimpulan yang tepat pada jawaban akhir.

2. Contoh Berpikir Kritis dalam Merespon Valid/Tidaknya Sebuah Informasi

Keterampilan berpikir kritis sangat diperlukan dalam proses pemecahan masalah.  Berikut adalah langkah berpikir kritis saat proses pemecahan masalah:

  • Menentukan apakah ada informasi yang hilang,
  • Menentukan apakah ada informasi yang tidak relevan atau tidak penting.

Contoh praktik kemampuan berpikir kritis dalam hal ini adalah menentukan informasi yang hilang. Karena hilangnya satu informasi penting dapat menghalangi pemecahan masalah

Berikut ini kami sajikan beberapa kalimat informatif dan juga contoh tindakan berpikir kritis yang perlu dilakukan:

Contoh 1:

Setiap hari atmosfir bumi dibombardir oleh 1022 joule radiasi solar (1 J = 0,239 kal). Jumlah energi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan energi populasi manusia selama 25 tahun.

Perilaku berpikir kritis yang ditujukan: 
Orang atau peserta didik yang berpikir kritis akan merasa penjelasan tersebut tidak memberikan informasi bagaimana atau berdasarkan apa kebutuhan energi populasi manusia dihitung.

Orang yang berpikir kritis juga akan dapat menentukan informasi mana yang tidak relevan atau tidak penting dari keseluruhan informasi yang diterimanya. Artinya informasi tersebut keberadaannya dalam pemecahan masalah tidak diperlukan.

Perhatikan Contoh 2!

Contoh 2:
Pada suatu penelitian, peneliti menyebarkan low concentrations of dissolved iron di laut seluas 72 km2, kemudian diukur perubahan kepadatan phytoplankton dalam periode 7 hari. Pengukuran dilakukan terus‐menerus dalam periode tersebut. Terjadi peningkatan phytoplankton dalam jumlah besar yang ditunjukkan dengan  bertambahnya konsentrasi chlorophyll dalam air

Perhatikan bahwa kalimat: “Pengukuran dilakukan terus‐menerus dalam periode
tersebut”

Maka orang yang berpikir kritis akan melihat kalimat tersebut bukan informasi yang penting. Karena informasi tersebut hanya menjelaskan bagaimana proses pengukuran dilakukan.

3. Contoh Berpikir Kristis dalam Dunia Kesehatan

Contoh berikutnya yang perlu kami bawakan adalah perilaku berpikir kritis yang ditujukkan oleh seorang perawat saat menghadapi pasien sakit cancer.

Perlu sama-sama kita ketahui, bahwa seseorang yang berfikir kritis diantaranya mempunyai sifat percaya diri, mandiri, adil, tanggung jawab, disiplin dan kreatif.

Dalam berfikir kritis keperawatan terdapat tiga tingkat pemikiran kritis yaitu pemikiran kritis dasar, pemikiran kritis komplek dan komitmen .

Keerampilan berpikir kritis keperawatan tersebut perlu diterapkan diantaranya dalam menangani pasien cancer, yaitu dengan cara menerapkan sikap sikap caring kepada Sang Pasien.

Dalam penerapan pola berfikir kritis maka seorang perawat harus di tuntut untuk memilki sikap kepekaan terhadap pasien.

Contoh perwujudan keterampilan berpikir kritis dalam mengaplikasikan sikap caring terhdap pasien kanker adalah sebagai berikut:

Pertama, ketika seorang pasien cancer telah melakukan kemoterapi, dia akan mengalami efek dari kemoterapinya seperti mual, muntah, gangguan fungsi hati dll, maka sikap kritis sebagai seorang perawat harus memperhatikan bagaimana kondisi pasien, serta memberikan perhatian lebih terhadap pasien tersebut sehingga dia bisa
merasakan kenyamanan.

Selanjutnya sang perawat dengan berpikir kritisnya harus mengetahuui hal-hal apa yang perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasien. Sehingga tanpa diminta sang perawat sudah menyiapkan solusi.

Proses mencari solusi untuk mengurangi rasa nyeri pasca kemoterapi sang pasien merupakan contoh kemampuan berpikir kritis sang perawat. Sehingga dalam hal ini, kemampuan berpikir kritis bisa dijadikan sebagai ukuran profesionalisme seorang perawat.

Sumber rujukan: 

  • Triyono, Ageng. Pengembangan LKPD Berpendekatan Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas VII pada Materi Perbandingan. Tesis. Yogyakarta: Program Pasca Sarjana, Universitas Ahmad Dahlan, 2020.
  • Penerapan Sikap Berfikir Kritis Untuk Meningkatkan Sikap
    Caring Pada Pasien Penderita Kanker, Riri fauzana ikbal / 181101110 riri@gmail.com
  • Handari & Sugeng. Berfikir Kritis dan Pemecahan Masalah. Bahan Kuliah (PPT) Universitas Indonesia.

You May Also Like

About the Author: Ageng Triyono

Curriculum Researcher & Developer | Guru Kampung | Penulis Lepas

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *