Contoh Soal Integrasi Sosial Kelas 11 dan Jawabannya

Contoh soal integrasi sosial
Contoh soal integrasi sosial

Contoh soal integrasi sosial – Hallo Sobat Pembelajar? Apakah kalian sedang mencari bank soal sosiologi? Oke, bagi kalian yang dari jurusan Soshum dan saat ini duduk di kelas 11, maka pas sekali membuka laman ini. Kali ini kami akan membagikan contoh soal integrasi sosial dan jawabannya. Silahkan disimak!

Contoh Soal Integrasi Sosial yang kami bawakan ini silahkan dijadikan sumber belajar. Terutama yang sedang persiapan menghadapi penilaian akhir semester (PAS). Dan kalian dapat dengan mudah memahami soal-soal yang kami bawakan, karena memang tim haidunia.com telah siapkan kunci jawaban sekaligus pembahasan nya.

Untuk melengkapi materi yang sudah kalian dapatkan di kelas, ada baiknya kita baca terlebih dahulu ringkasan materi integrasi sosial yang sudah kami siapkan berikut ini!

Materi Soal Integrasi Sosial

Materi integrasi sosial yang kalian pelajari pada kelas 11 terdiri dari beberapa sub bab, di antaranya:

  1. Konsep dasar integrasi sosial
  2. Syarat-syarat integrasi sosial
  3. Faktor-faktor cepat lambatnya integrasi sosial
  4. Bentuk-bentuk integrasi sosial
  5. Penelitian pemetaan konflik sosial

Sekarang mari kita baca ringkasan dari materi-materi di atas.

Konsep Dasar Integrasi Sosial

Integrasi merujuk pada masuk, menyesuaikan, atau meleburnya dua atau lebih hal yang berbeda, sehingga menjadi seperti satu. Dengan kata lain bahwa integrasi sosial adalah proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan.

Unsur-unsur yang berbeda tersebut dapat meliputi perbedaan kedudukan sosial, ras etnik, agama bahasa, dan lain sebagainya. Integrasi masyarakat menuntut adanya kerja sama dari anggota masyarakat, mulai dari tingkat individu, keluarga, lembaga, dan masyarakat sehingga menghasilkan konsensus (kesepakatan) nilai yang sama-sama dijunjung tinggi.

Syarat-syarat Integrasi Sosial

Integrasi sosial terbentuk apabila masyarakat tersebut sepakat mengenai struktur kemasyarakatan yang dibangun. Termasuk di dalamnya adalah nilai-nilai, norma-norma, dan pranata-pranata sosial.

Menurut William F. Ogburn dan Mayer Nimkoff, syarat terwujudnya integrasi sosial adalah:

(1) Anggota masyarakat merasa berhasil saling mengisi kebutuhan di antara mereka.

(2) Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan (konsensus) bersama mengenai norma dan nilai-nilai sosial yang dilestarikan dan dijadikan pedoman.

(3) Norma-norma dan nilai sosial itu berlaku cukup lama, tidak mudah berubah, dan dijalankan secara konsisten.

Faktor-Faktor Cepat Lambatnya Integrasi Sosial

Suatu integrasi sosial dapat berlangsung cepat atau lambat, tergantung pada faktor-faktor berikut:

(1) Homogenitas kelompok

Dalam kelompok atau masyarakat yang tingkat kemajemukannya rendah, integrasi sosial akan mudah dicapai. Contoh kelompok atau masyarakat yang homogen adalah kelompok atau masyarakat dengan satu suku bangsa.

(2) Beşar kecilnya kelompok

Umumnya dalam suatu kelompok kecil tingkat kemajemukan anggotanya relatif rendah, sehingga integrasi sosialnya lebih mudah tercapai. Hal itu karena hubungan sosial antar anggotanya terjadi secara intensif.

Baca Juga:  Tips Memilih Kursus Bahasa Jerman Di Jakarta

(3) Mobilitas geografis

Anggota kelompok yang baru datang tentu harus menyesuaikan diri dengan identitas masyarakat yang ditujunya (masyarakat asal/penduduk asli). Namun, semakin sering anggota masyarakat datang dan pergi, semakin sulit pula terjadi proses integrasi sosial.

(4) Efektivitas komunikasi

Efektivitas komunikasi yang baik dalam masyarakat juga akan mempercepat integrasi sosial. Semakin efektif komunikasi berlangsung, semakin cepat pula integrasi anggota-anggota masyarakat tercapai.

Bentuk-Bentuk Integrasi Sosial

Integrasi sosial dapat terjadi dalam tiga bentuk berikut:

(1) Integrasi Normatif

Integrasi normatif dapat diartikan sebagai bentuk integrasi yang terjadi akibat adanya norma-norma yang berlaku di masyarakat. Dalam hal ini, norma merupakan hal yang mampu mempersatukan masyarakat. Misalnya, bangsa Indonesia dipersatukan oleh prinsip Bhinneka Tunggal İka.

(2) Integrasi Fungsional

Sebuah integrasi dapat terbentuk dengan mengedepankan fungsi dari masing-masing pihak yang ada di dalam  masyarakat. Misalnya, Indonesia yang terdiri dari bermacam-macam suku mengintegrasikan dirinya dengan melihat fungsi dari masing-masing suku yang ada. Seperti suku Bugis yang suka melaut difungsikan sebagai penyedia hasil-hasil laut, suku Minang yang pandai berdagang difungsikan sebagai penjual hasil-hasil laut tersebut.

(3) Integrasi Koersif

Integrasi terakhir ini terbentuk berdasarkan kekuasaan yang dimiliki penguasa. Dalam hal ini penguasa menerapkan koersif (kekerasan). Contoh integrasi koersif adalah perusuh yang berhenti mengacau karena polisi menembakkan peluru karet.

Penelitian Pemetaan Konflik Sosial

Pemetaan potensi konflik adalah kegiatan penyajian data biofisik maupun informasi sosial, ekonomi, budaya, lingkungan, maupun aspek kehidupan lainnya dalam suatu wilayah desa beserta kelompok masyarakatnya yang disusun secara deskrpitif maupun spasial berdasarkan kriteria dan indikator tertentu yang telah ditetapkan. Kegiatan ini untuk menganalisis dan memecahkan konflik.

Dengan ini kita dapat mengetahui hal-hal berikut:

  1. Identitas pihak yang terlibat
  2. Jenis relasi
  3. Berbagai kepentingan
  4. Berbagai isu
  5. Pihak yang dapat didorong dalam melakukan resolusi konflik

Melalui pemetaan konflik, kita dapat mempresentasikan konflik dalam bentuk gambar (grafis). Selain itu, pemetaan konflik memiliki tujuan:

  1. Memahami situasi konflik secara lebih baik.
  2. Melihat jelas hubungan pihak yang terkait.
  3. Mengklarifikasikan kekuatan pihak-pihak.
  4. Mengecek keseimbangan aktivitas atau kontak seseorang.
  5. Melihat sekutu atau aliansi potensial berada.
  6. Mengidentifikasikan waktu untuk intervensi atau pengambilan tindakan.

Pemetaan konflik ditentukan oleh dua kemungkinan berikut:

(1) Pemetaan dilakukan pada awal proses bersamaan dengan alat-alat analisis konflik lainnya.

(2) Pemetaan digunakan pula pada waktu tertentu, yakni untuk mengidentifikasikan entry point yang mungkin untuk membantu pembangunan strategi.

Prinsip pembuatan peta konflik :

(1) Tentukan konflik, kapan dan dari sudut pandang apa.

(2) Tempatkan diri Anda dan institusi dimana Anda berkiprah dalam penanganan konflik dalam peta konflik.

(3) Pemetaan itu bersifat dinamis.

(4) Tentukan objek konflik dari para pihak.

Adapun yang dapat kita gunakan untuk membedakan peta konflik menjadi beberapa bentuk.

  1. Geographical maps
  2. Mapping of issue
  3. Mapping of power alignments
  4. Mpping of needs and fears

Langkah-langkah mempraktikkan pembuatan peta konflik:

  1. Siapkan peta dasar.
  2. Ajukan pertanyaan yang diperlukan, seperti berikut ini.
  3. Siapa pihak utama dalam konflik?
  4. Adakah pihak lain yang terlibat, termasuk kelompok atau orang luar?
  5. Bagaimana hubungan pihak-pihak dan bagaimana hal itu dihadirkan dalam peta?
Baca Juga:  Tes Penalaran Analitis (15 Contoh Soal CPNS dan Pembahasannya)

Urutan pemetaan:

(1) Menghimpun dan mengolah data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber.

(2) Menghimpun data primer ke lokasi sasaran dengan mewawancarai tokoh kunci, observasi lapangan, dan survei k

(3) Mengolah data dan menganalisis, serta menyusun rangkuman atau kesimpulan.

Contoh Soal Integrasi Sosial Kelas 11 dan Jawabannya

Contoh soal integrasi sosial yang kami sajikan berupa soal pilihan ganda. Contoh soal integrasi sosial ini terdiri dari 10 butir soal yang kesemuanya sudah kami lengkapi dengan pembahasan. Tujuannya adalah agar memudahkan Anda dalam mempelajarinya. Selamat belajar!

Contoh soal integrasi sosial no (1)
Berikut ini manakah fenomena sosial yang tergolong integrasi sosial ….

(A) Dominasi
(B) Separatisme
(C) Join-Venture
(D) Peperangan
(E) Aneksasi

Jawaban: C
Pembahasan: Joint-venture merupakan kerja sama antar perusahaan atau adanya kongsi dagang sehingga bagian dari integrasi sosial.

Contoh soal integrasi sosial no (2)
Sebuah kondisi dimana terjadinya upaya penyesuaian diri dan adanya keinginan untuk menyatu dalam konteks bermasyarakat disebut dengan ….

(A) Integrasi
(B) Disintegrasi
(C) Akulturasi
(D) Reformasi
(E) Restrukturasi

Jawaban: A
Pembahasan: proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan merupakan definisi dari integrasi.

Contoh soal integrasi sosial no (3)
Perhatikan pernyataan berikut!
(1) Adanya sikap saling membutuhkan
(2) Adanya stereotipe
(3) Adanya konsensus
(4) Adanya marginalisasi

Syarat terjadinya proses integrasi sosial ditunjukkan oleh nomor ….
(A) (1) dan (2)
(B) (1) dan (3)
(C) (2) dan (3)
(D) (2) dan (4)
(E) 4 saja

Jawaban: B
Pembahasan: Syarat terwujudnya integrasi sosial adalah sebagai berikut:

  • Anggota-anggota masyarakat merasa berhasil saling mengisi kebutuhan-kebutuhan di antara mereka.
  • Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan (konsensus) bersama mengenai norma dan nilai-nilai sosial yang dilestarikan dan dijadikan pedoman dalam hal-hal yang dilarang menurut kebudayaan.
  • Norma-norma dan nilai sosial itü berlaku cukup lama, tidak mudah berubah, dan dijalankan secara konsisten.

Contoh soal integrasi sosial no (4)
Berikut ini manakah yang benar mengenai faktor yang mempercepat integrasi sosial ….

(A) Banyaknya kelompok yang heterogen
(B) Diferensiasi afiliasi politik
(C) Keberagaman budaya yang tinggi
(D) Adanya stigma negatif diantara sesama masyarakat
(E) Masyarakat dengan homogenitas tinggi

Jawaban: E
Pembahasan: Homogenitas menunjukkan kesamaan kelompok yang tinggi sehingga integrasi sosial akan sangat mudah terjadi.

Contoh soal integrasi sosial no (5)
Adanya heterogenitas dan diferensiasi afiliasi terhadap hal-hal tertentu maka akan dapat memicu ….

(A) Terhambatnya integrasi sosial
(B) Integrasi sosial cepat terjadi
(C) Menimbulkan prasangka positif
(D) Adanya konsolidasi internal
(E) Memicu harmonisasi

Jawaban: A
Pembahasan: adanya heterogenitas dapat menghambat integrasi di dalam masyarakat.

Contoh soal integrasi sosial no (6)
Integrasi yang terjadi akibat adanya norma-norma yang berlaku di masyarakat dan berupa aturan yang bahkan baku disebut dengan integrasi ….

(A) Fungsional
(B) Akomodatif
(C) Isolatif
(D) Koersif
(E) Normatif

Baca Juga:  Kode Etik Guru Indonesia Terbaru 2021 Versi PGRI [Lengkap]

Jawaban: E
Pembahasan: Integrasi normatif dapat diartikan sebagai bentuk integrasi yang terjadi akibat adanya norma-norma yang berlaku di masyarakat. Dalam hal ini, norma merupakan hal yang mampu mempersatukan masyarakat.

Contoh soal integrasi sosial no (7)
Berikut ini manakah fenomena di dalam masyarakat yang termasuk integrasi koersif ….

(A) Adanya demonstrasi yang ricuh sehingga polisi menembakkan gas air mata

(B) Di dalam masyarakat adanya aturan gotong-royong

(C) Masyarakat Jawa dikenal sebagai petani yang saling tolong-menolong

(D) Adanya aturan ronda malam di tiap desa

(E) Masyarakat yang menangkap pencuri ramai-ramai

Jawaban: A
Pembahasan: Integrasi koersi berdasarkan kekuasaan yang dimiliki penguasa. Dalam hal ini penguasa menerapkan koersif (kekerasan).

Contoh soal integrasi sosial no (8)
Adanya integrasi normatif masyarakat akan cenderung bersatu karena ada sedikit paksaan dalam aturan-aturan. Hal tersebut akan memiliki dampak berupa, kecuali….

(A) Ketidaktulusan antarwarga
(B) Harmoni sosial yang semu
(C) Integrasi semu
(D) Saling menyimpan ketidaksukaan
(E) Semangat persatuan yang kuat

Jawaban: E
Pembahasan: Segala bentuk hal yang dilakukan karena sebatas mematuhi norma dapat memicu ketidaktulusan didalam tindakan masyarakat.

Contoh soal integrasi sosial no (9)
Menjelang pelaksanaan lomba kebersihan kampung di kecamatan Waringin, warga sepakat untuk kerja bakti dan menghias desa-desa mereka dengan penuh kreativitas. Semua warga saling bahu-membahu dan semangat untuk memperebutkan juara kampung terbaik. Akan tetapi ketika ada warga yang tidak mengikuti kerja bakti dikenakan sanksi berupa denda uang sebesar seratus ribu rupiah. Integrasi yang terjadi dalam masyarakat pada kondisi tersebut adalah ….

(A) Fungsional
(B) Budaya
(C) Normatif
(D) Kritis
(E) Akomodatif

Jawaban: C
Pembahasan: bentuk integrasi yang terjadi karena adanya norma yang harus ditaati disebut integrasi normatif. Integrasi fungsional mengarah kepada fungsi-fungsi tertentu dalam masyarakat, contoh suku jawa mayoritas petani, suku minang pandai berdagang. Integrasi koersif  muncul karena adanya paksaan dari penguasa.

Contoh soal integrasi sosial no (10)
Arbitrasi merupakan salah satu mekanisme penyelesaian konflik yang bisa dikatakan efektif. Hal tersebut dikarenakan ….

(A) Melibatkan pihak ketiga dengan keputusan yang harus dijalankan oleh pihak yang terlibat konflik

(B) Melibatkan pihak ketiga yang menekankan musyawarah untuk menetapkan sebuah kesepakatan

(C) Kedua belah pihak sepakat untuk menyepakati tuntutan-tuntutan yang mereka inginkan

(D) Sistem hukum yang berbasis keputusan hakim di pengadilan sudah terpercaya

(E) Kepolisian sangat efektif dan efisien untuk mengatasi persoalan konflik

Jawaban: A
Pembahasan: dalam soal harus dipahami dahulu apa itu Arbitrasi, arbitrasi merupakan penyelesaian konflik dengan melibatkan pihak ketiga yang memiliki keputusan mengikat. Contoh Wasit yang memberikan kartu merah kepada pemain yang melanggar aturan. Jawaban (B) mengarah kepada Mediasi. Jawaban (C) disebut Kompromi. Jawaban (D) merujuk pada Adjudikasi, sedangkan jawaban (E) tidak sesuai dengan konteks soal.

Contoh soal integrasi sosial di atas silahkan Anda save agar bisa dibuka kembali saat mempersiapkan diri menghadapi penilaian akhir semester (PAS) Semester II. Konsultasi kan juga dengan guru kelas kalian jika ada hal yang perlu didiskusikan dari materi ini. Sekian, semoga berhasil dalam mencapai prestasi belajar dan cita-cita kalian!

About Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment