Ketika Kita Tidak Dihargai, Menurut Islam Bagaimana Sikap Kita?

ketika tidak dihargai menurut islam

Haidunia.comHidup sebagai manusia adalah perjalanan yang penuh warna-warni. Terkadang kita merasa seperti bintang bersinar di langit, dan terkadang kita merasa seperti debu yang terbawa angin. Salah satu perasaan yang sering menghampiri kita adalah perasaan tidak dihargai.

Merasa tidak dihargai adalah masalah umum yang dirasakan banyak orang, mungkin termasuk saya sendiri, dan seringkali, kita merasa terpukul ketika orang lain tidak menghargai kita sebagaimana mestinya. Dalam konteks Islam, agama yang berakar dalam ajaran cinta, toleransi, dan keikhlasan bagaimana Islam mengajarkan kita untuk merespons perasaan ini.

Read More

Disini saya akan membahas bagaimana sih kita harus berperilaku ketika kita tidak dihargai menurut islam. Bagi anda yang merasa terpuruk dan tidak dihargai ada baiknya menuntaskan bacaan ini.

Konsep Dasar Dalam Islam

Sebelum kita memahami bagaimana Islam memandang perasaan tidak dihargai, mari kita pertama-tama memahami beberapa konsep dasar dalam agama ini.

1. Tauhid
Tauhid adalah konsep mendasar dalam Islam yang menggambarkan keyakinan akan satu Tuhan. Ini mengajarkan kita bahwa Allah adalah satu-satunya pencipta dan pengatur alam semesta. Dengan keyakinan ini, kita memahami bahwa hanya Allah yang layak dihargai tanpa syirik, atau asosiasi dengan-Nya.

2. Akhlak
Akhlak adalah aspek penting dalam Islam. Akhlak merujuk pada perilaku baik dan etika yang harus dimiliki oleh seorang Muslim. Ini mencakup kebaikan, kejujuran, kasih sayang, dan toleransi.

3. Toleransi
Islam mengajarkan toleransi terhadap semua manusia, termasuk orang yang mungkin tidak menghargai kita. Rasulullah SAW sendiri menunjukkan toleransi yang luar biasa bahkan kepada mereka yang memusuhi beliau.

Nah sekarang bagaimana sikap kita ketika kita tidak dihargai oleh orang lain, bagaimana kita harus bersikap dan bertindak, apakah harus pasrah? atau bagaimana?

Baca Juga:  Sholawat Syajarotun Nuqud (Pohon Uang), Bacaan Arab Latin dan Artinya

Bagi anda yang hari ini mungkin sedang merasa tidak dihargai, tidak perlu sedih, baca poin-poin berikut ini agar anda menjadi semakin tegar dan kuat.

Dalam Islam, Lakukan ini Ketika Merasa Tidak Dihargai

1. Kesadaran Akan Tauhid

Dalam Islam, kesadaran akan Tawhid adalah landasan yang kuat untuk merespons perasaan tidak dihargai. Ketika kita merasa tidak dihargai oleh orang lain, kita mungkin cenderung mencari pengakuan dan pujian dari manusia. Namun, Islam mengajarkan kita bahwa pengakuan dan pujian yang sejati hanya berasal dari Allah.

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran:

“Maka berapa banyak nikmat Tuhanmu yang kamu dustakan?” (Al-Quran, 55:13)

Ketika kita merasa tidak dihargai, kita harus mengingat bahwa Allah melihat dan tahu segala sesuatu. Dia tahu tentang usaha dan pengorbanan kita. Ketika manusia tidak menghargai kita, Allah tetap menghargai usaha dan niat baik kita. Ini adalah hikmah pertama yang bisa kita ambil dari Islam ketika merasa tidak dihargai.

2. Rasulullah Sebagai Teladan

Rasulullah Muhammad SAW adalah teladan utama bagi umat Islam. Beliau menghadapi berbagai tantangan, termasuk ketika beliau tidak dihargai oleh banyak orang Mekah saat beliau menyampaikan ajaran Islam. Namun, beliau tetap bersikap sabar, penuh kasih sayang, dan tidak pernah mengembalas dengan kebencian.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada kebaikan dalam diri seseorang yang tidak berbicara kebaikan dan tidak ada kebaikan dalam amal seseorang yang tidak menunjukkan kasih sayang.” (HR. Bukhari)

Hal ini mengajarkan kita bahwa ketika kita tidak dihargai, kita seharusnya tetap berbicara dengan kebaikan dan menunjukkan kasih sayang kepada orang lain. Ini adalah cara Islam memandang perlunya bersikap positif dan toleran ketika kita merasa tidak dihargai.

3. Kesempatan Untuk berbuat Ihsan

Ihsan adalah konsep dalam Islam yang mengacu pada tindakan baik dan kebaikan yang diberikan tanpa pamrih. Ketika kita tidak dihargai, kita memiliki kesempatan untuk mengamalkan ihsan. Mengapa? Karena ketika kita melakukan kebaikan tanpa menunggu pengakuan, kita mempraktikkan ihsan sebagaimana yang diajarkan oleh Islam.

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran:

“Tidaklah ihsan itu (dalam bentuk) bahwa kamu membelanjakan harta dengan baik, sedangkan kamu sendiri dalam keadaan lapar, dan kepada anak yatim yang ada kerabatnya, atau orang miskin yang sangat susah, kemudian ia membenarkan (kalau ia memberi). Maka, demikian itulah yang dinamakan ihsan yang sebenarnya.” (Al-Quran, 2:267)

Ketika kita merasa tidak dihargai, kita dapat melihatnya sebagai kesempatan untuk mengamalkan ihsan. Mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk memberikan bantuan kepada orang lain tanpa pamrih, tanpa mengharapkan pengakuan. Ini adalah cara Islam mengajarkan kita untuk merespons perasaan tidak dihargai dengan tindakan baik.

4. Toleransi dan Keharmonisan

Islam sangat menekankan toleransi terhadap orang lain, terutama dalam situasi di mana kita merasa tidak dihargai. Rasulullah SAW adalah contoh yang baik dalam hal ini. Beliau tidak hanya bersikap toleran terhadap pemeluk Islam, tetapi juga terhadap orang-orang dari berbagai latar belakang agama dan budaya.

Dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman:

“Dan kami jadikan kamu umat yang adil dan pilihan.” (Al-Quran, 2:143)

Ini adalah perintah untuk umat Islam untuk bersikap adil dan toleran. Ketika kita merasa tidak dihargai, kita harus menjaga toleransi kita terhadap orang lain. Mungkin mereka tidak memahami kita sepenuhnya, atau mungkin ada ketidaksepahaman. Dalam situasi seperti ini, menjaga toleransi adalah kunci untuk mempertahankan keharmonisan dalam hubungan.

5. Kesempatan untuk Bersyukur

Saat kita merasa tidak dihargai, kita sering kali terlalu fokus pada ketidakpuasan kita. Namun, Islam mengajarkan kita untuk selalu bersyukur atas segala hal. Ketika kita merasa tidak dihargai, kita masih memiliki banyak hal untuk bersyukur.

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran:

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (Al-Quran, 55:16)

Ketika kita merasa tidak dihargai, kita dapat mengingat semua nikmat yang Allah telah berikan kepada kita. Kesehatan, keluarga, teman-teman, pekerjaan, dan banyak hal lainnya adalah berkah yang seharusnya membuat kita bersyukur. Dengan bersyukur, kita dapat melihat bahwa ketidakpenghargaan dari manusia hanya sebagian kecil dari hidup kita yang penuh berkah.

6. Menjaga Hubungan yang Baik

Salah satu prinsip dasar dalam Islam adalah menjaga hubungan yang baik dengan orang lain. Ketika kita merasa tidak dihargai, bukan berarti kita harus memutuskan hubungan atau bersikap kasar. Sebaliknya, kita diajarkan untuk menjaga hubungan yang baik dengan semua orang, termasuk mereka yang mungkin tidak menghargai kita.

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran:

“Dan tidaklah kamu akan mampu berbuat adil di antara isteri-isterimu, walaupun kamu sangat ingin berbuat begitu. Karena itu janganlah kamu terlalu condong kepada seorang, sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu berbuat baik dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Quran, 4:129)

Ini adalah perintah untuk menjaga hubungan yang adil dan baik. Ketika kita merasa tidak dihargai, kita dapat menjaga hubungan yang baik dengan orang-orang tersebut, berbicara dengan kebaikan, dan tidak membiarkan ketidakpuasan mengganggu hubungan kita.

7. Berdoa dan Mengandalkan Allah

Ketika kita merasa tidak dihargai, terkadang kita merasa sendirian dan kecewa. Dalam Islam, kita diajarkan untuk selalu mengandalkan Allah dan berdoa dalam semua situasi.

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran:

“Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan memasuki neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.’” (Al-Quran, 40:60)

Berdoa adalah cara untuk merasa lebih dekat dengan Allah dan menemukan ketenangan dalam situasi sulit. Ketika kita merasa tidak dihargai, kita dapat berdoa kepada Allah untuk memberi kita kekuatan, kesabaran, dan hikmah untuk merespons dengan baik.

Akhir Kata

Dalam Islam, ketika kita merasa tidak dihargai, kita diajarkan untuk merespons dengan penuh kasih sayang, toleransi, dan keikhlasan. Konsep tauhid mengingatkan kita bahwa hanya Allah yang layak dihargai tanpa syirik. Rasulullah SAW adalah teladan dalam bersikap positif dan toleran, bahkan dalam situasi di mana beliau tidak dihargai.

Ihsan mengajarkan kita untuk melakukan kebaikan tanpa pamrih. Toleransi adalah kunci untuk menjaga keharmonisan dalam hubungan. Bersyukur membantu kita melihat sisi positif dalam situasi sulit. Menjaga hubungan yang baik adalah prinsip dasar dalam Islam. Dan berdoa adalah cara untuk menemukan ketenangan dalam situasi sulit.

Akhirnya, Islam mengajarkan kita untuk merespons perasaan tidak dihargai dengan penuh kebaikan, kesabaran, dan keikhlasan. Dengan mempraktikkan ajaran-ajaran ini dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menjalani hidup dengan lebih sejahtera dan harmonis, bahkan ketika kita merasa tidak dihargai oleh orang lain. Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari ajaran Islam ini dan menjadikannya pedoman dalam hidup kita.

Demikian ulasan seputar ketika kita tidak dihargai apa yang mesti dilakukan, semoga artikel ini bermanfaat untuk anda semua ya, dan tetap semangat!

About Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *