Mewujudkan Indonesia Maju yang Adidaya

Indonesia maju

Mewujudkan Indonesia maju yang adidaya – siapkah Indonesia menjadi negara adidaya?

“Nahkoda kapal takkan melayarkan kapalnya di pesisir apalagi bebatuan, jika hendak  segera sampai ke tujuan”

Indonesia maju adalah kenyataan

Tulisan saya kali ini masih berputar pada ikhtiar bersama mewujudkan negeri ini lebih bermartabat dan bermanfaat merata bagi umat seluruhnya. Mari ingat kembali apa yang menjadi salah satu tujuan republik ini didirikan; “ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasar perdamaian abadi dan keadilan sosial”

Kalimat “ikut melaksanakan ketertiban dunia” tentunya menuntut syarat. Ya, syaratnya Indonesia harus berdaya dan menjadi adidaya. Apa kriterianya? Ijinkan saya untuk merumuskannya ke dalam tiga hal kriteria tersebut, yaitu; Indoensia mampu menghegemoni kancah global, menepati cita-cita nasional, dan memajukan potensi lokal. Dan langkahnya pencapaiannya harus sesuai dengan kehendak kebanyakan manusia Indoensia, sesuai kehendak Islam sebagai agama yang dianut mayoritas.

Bagaimana langkahnya? Pasti kalimat tanya ini maju sebagai yang pertanyaan pertama. Semoga goresan pena tumpul saya ini bisa ikut menawarkan jawabnya.

Tentunya ikhtiar besar membutuhkan waktu yang tak sebentar, sumberdaya yang tak berilang dan semangat yang tak berujung pangkal. Selain itu juga menuntut cukupnya referensi sebagai pijakannya. Karna tentunya apa yang telah berlaku bagi negeri-negeri sebelumnya.

Ibarat hendak melayarkan kapal besar, perjalanan membangun peradaban sebuah negara juga memerlukan peta yang jelas, penunjuk jalan, serta tak lupa melengkapi diri dengan alat navigasi dan komunikasi yang memadai. Begitupun sosok kapten kapal yang tangguh segera dipersiapkan. Kita pun berharap, setelah sampai pada puncak cita-citanya agar tetap bertahta sampai berakhirnya masa. Sehingga bukan sekadar berdiri di atas podium juara hanya untuk sementara waktu, lantas turun panggung sebelum banyak memberikan manfaat yang nyata bagi dunia.

BACA:  Penyakit Wahn; Embrio Kekalahan Negeri-negeri Muslim!

Namun sebelum melabuhkan itu semua, kita pun terwajibi untuk mengerti peta dan medan yang kan dijelajahi. Pada konteks ini, apa pun kondisi Indonesia dan dunia Islam umumnya harus kita ‘petani’, ibarat dokter kita harus mendiagnosa untuk menemukan penyakitnya. Kita harus mendalami kondisi, realita-realita yang harus kita bongkar dan perbaiki. Kemudian goals apa yang ingi kita wujudkan. Selantasnya dengan cara apa sebuah realita ideal atau goals yang akan kita wujudkan. Semua butuh kesiapan dan wajib dipikirkan.

Usaha keras, mengarugi jalan yang belum tentu mulus. Tulisan ini juga memaksa anda untuk ikut meneken kontrak, kerja-kerja perjuangan bersama. Ini janji Alloh yang maha benar: Alloh telah menjanjikan kepada orang-orang diantara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah diridhoi-Nya untuk mereka…(QS. Al-Fath: 29)

Dalam beberapa ayat-Nya, Alloh menetapkan kepemimpinan dunia oleh umat ini serta supremasinya atas umat lain. Satu diantaranya, “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah…(QS. Ali Imran: 110). Itu, sejarah sudah mencatatnya. Ekspansi umat ini berhasil menduduki kampium dunia, sekian ratus tahun membawa kehidupan umat manusia dalam kemuliaan.

Adapun detik ini kondisinya berbeda, maka ini adalah ladang amal yang digilirkan Alloh untuk kita semua menggarapnya. Karna mengusahakannya dengan jihad adalah kewajiban yang terus berlaku sampai berakhirnya waktu. Ingat; “Barang siapa mati. sementara ia belum pernah berperang dan belum berniat untuk berperang, maka ia mati seperti matinya orang jahiliyah.”

Dibutuhkan jutaan tetasan keringat dan milyaran kobaran semangat untuk mengembalikan sejarah. Jeda waktu yang tak sebentar. Daya tenaga tak berbilang untuk berkorban. Ragam cara tak berhingga untuk berupaya. Sumber daya berlimpah untuk bekerja dan energy yang cukup untuk mengajak umat kemabali pada posisi kemuliaan. Hingga kembali bangkit sebagai raksasa yang siap mendamaikan dunia dari segala masalahnya. Maka “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).” (QS Al Anfal:60

Indonesia akan bangkit oleh kita, orang Indonesia sendiri. Sungguh amat tipis harapan jika Indonesia akan bangkit mengandalkan bantuan asing. Terlebih mereka yang datang menjinjing bantuan dengan niat-niat yang sering tersamarkan. Mari berdikari, dengan kaki dan tangan sendiri!

BACA:  Strategi Sukses UTBK - SBMPTN 2021 [Berdasar Hasil Riset 2020]

Mari pikiran-pikiran kita renda bersama agar menjadi satu visi, Indonesia yang diberkahi oleh Tuhan Yang Maha Esa. Tangan-tangan kita eratkan untuk bekerja bersama menuju Indonesia berkeadilan dan berkesejahteraan. Pundak-pundak kita padu, memikul beban-beban kemanusiaan sampai terwujud kemanusiaan yang adil dan beradab. Benang-benang persaudaraan kita tenun dalam persatuan Indonesia. Dan semuanya akan disatupadukan dalam kepemimpinan yang bijaksana melalui system musyawarah.

Meneguhkan niat, inilah langkah pertama para pejuang. Sarana perjuangan adalah bisa disiapkan kemudian. Komitmen perjuangan adalah yang utama, sedangkan kapasitas keilmuan bisa dibangun kemudian. Semua memerlukan upaya yang tak sedikit, karna tidak ada kejayaan sebuah negeri yang diturunkan dari langit. Bekal-bekal perlu dipersiapkan, bahkan wajib dicadangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *