Model Belajar Anak Usia Dini Pra-TK, Ayah Bunda Wajib Tahu!

model belajar anak pra tk

Model Belajar Anak Usia Dini – Anak-anak  usia dini biasanya suka mengejutkan orang tuanya dalam hal perkembangan alamiah mereka. Ya, terkadang perkembangan mereka bisa dibilang menakjubkan. Lalu bagaimana tips mendidiknya? Mari kita ulas sejenak pada laman ini.

Model Belajar Anak Usia Dini pra-TK atau sekitar 3 tahunan perlu kesigapan dan perhatian serius para orang tua. Karena perkembangan mereka relatif singkat dan tak terduga pada usia-usia tersebut.  Perbendaan usia yang hanya satu atau dua bulan saja bisa banyak menggambarkan perbedaan kemajuan perkembangan yang cukup besar.

Read More

Mungkin dalam satu bulan saja sudah kita dapatkan perkembangan yang signifikan. Misal dari cengeng menjadi relatif lebih mandiri. Atau dari berkata terbata-bata menjadi relatif lancar dalam berbicara. Atau bisa jadi dari semula pemalu tiba-tiba jadi super berani.

Lalu seperti apa tips mendidik anak usia dini dengan perubahan kemajuan perkembangan tersebut? Mari kita ulas terlebih dahulu mengenai perkembangan-perkembangan yang sering terjadi pada anak usia dini, khususnya usia pra TK sampai dengan usia memasuki sekolah TK.

Namun sebelum mengulas lebih jauh bagi anda yang menghendaki panduan belajar utamanya yang berkaitan dengan model belajar anak usia dini anda bisa mengakses aplikasi bimbel online terbaik yang sekarang banyak bermunculan, di aplikasi bimbel tersebut anda akan mendapatkan banyak pembahasan seputar teori belajar, teknik pedagogik dan lain sebagainya.

Perkembangan Gerak Motorik

model belajar anak pra tk

Ana-anak usia dini pra-TK akan lebih senang bermain ayunan daripada di kelas. Betul bukan? Ya, hal itu wajar. Karena mereka sedang mengalami perkembangan gerak motorik. Sehingga menyukai benda yang bisa berputar-putar. Bagi mereka ayunan sangatlah menggairahkan.

Maka akan lebih baik jika 50%-75% waktu bermain mereka dalam sehari di Play Group dan di rumah dihabiskan untuk bermain. Guru dan orang tua yang kreatif akan memadukan materi pembelajaran dengan gerak  motorik ini.

Perkembangan Jarak Pandang

Anak-anak usia TK telah mampu melihat dalam rentang jarak lebih dari 3 meter, namun tidak demikian dengan anak usia dini tiga tahunan pra-TK. Mereka baru memiliki kemampuan jarak pandang relatif lebih dekat, yaitu sekitar dua meteran dan tidak lebih dari tiga meter. Maka dengan kondisi ini sebaiknya jarak padang antara guru dengan murid tidak terlalu jauh dan tidak menyebar.

Posisi duduk di kelas dengan membentuk setengah lingkaran di atas karpet adalah posisi yang sangat efektif untuk kegiatan yang banyak menggunakan komunikasi verbal. Terkecuali jika membutuhkan gerak yang lebih bebas untuk mengerjakan sesuatu, maka kelompokan mereka untuk melingkari sebuah meja atau sekadar duduk melingkar dengan teman sesama kelompoknya.

Objek Pandang

Objek atau gambar yang disajikan oleh para guru akan jauh lebih menarik bagi anak usia dini pra-TK jika disajikan atau digambarkan dalam skala yang besar. Misal, guru yang menggambar apel dengan ukuran besar di papan tulis itu akan lebih disukai daripada guru tersebut membagikan kertas bergambar apel dengan ukuran diameter  2 atau 3 cm saja.

Komunikasi dua Arah

Guru yang memandang secara lurus dan langsung ke mata anak ternyata dapat menjadi kunci kesuksesan komunikasi guru dengan siswa saat di kelas. Hal ini penting, karena seorang anak pada usia dini pra-TK mudah sekali konsentrasinya bergeser ke arah yang berbeda dari apa yang sedang dibicarakan oleh guru. Maka teknik memandang secara lurus langsung ke mata sang anak bisa membuat anak tersebut lebih fokus dan perhatiannya tidak mudah teralihkan.

Baca Juga:  Cara Verifikasi Akun PTK di Dapodik 2022, Mudah, Cepat dan Berhasil!

Lantas bagaimana jika anak melemparkan celotehan?

Celotehan anak kerap kali meluncur dari bibir mungil mereka tanpa ada sangkutpautnya dengan apa yang sedang dibahas oleh guru.  Tentu saja guru yang bijaksana harus tetap berupaya mendengarkan sebentar celotehan mereka.  Lakukan lah hal tersebut dengan penuh pengertian.

Ingatlah bahwa di usia tiga tahunan banyak anak yang tak dapat menceritakan perasaannya. Itulah sebabnya celotehan mereka tak boleh serta-merta untuk dihentikan.

Sekarang mari kita ringkas, kira-kira model belajar anak usia pra-TK yang terpenting apa saja!

Model Belajar Anak Usia Dini Pra-TK

Model belajar anak usia dini pra-TK berikut ini dapat diterapkan oleh para guru di kelas maupun oleh orang tua di rumah. Beberapa di antaranya sebagai berikut:

(1) 50-70% waktu belajarnya diserasikan dengan kegiatan dan permainan motorik

(2) Berikan ruang gerak yang luas, cukup untuk berlarian dan berlompatan

(3) lakukan pembelajaran dengan jarak pandang dekat, yaitu hanya 2-3 meter

(4) Berikan objek pandang yang berskala besar dan mencolok

(6) Guru berkomunikasi dengan menatap langsung mata anak

(7) Guru mendengarkan dan menanggapi celotehan anak

(8) Guru bertanya bukan untuk mengetes kemampuan anak.

Model belajar anak usia dini dengan merekam!

Semua anak usia dini 3 tahunan memiliki kemampuan tinggi untuk merekam segala sesuatu yang ia dengan dan ia lihat setiap hari. Anak tiga tahunan yang dua hari sekali membaca doa sebelum makan secara bersama-sama umumnya akan mampu mengucapkannya sendiri dalam beberapa bulan tanpa harus dibantu.

Oleh karenanya guru tidak perlu berlama-lama dalam memberikan penjelasan, namun berikan penjelasan singkat dengan berulang. Karena informasi yang diberikan oleh guru melalui teknik ini akan lebih mudah direkam oleh memori murid. Namun sebaliknya jika penjelasan guru terlalu lama, maka menimbulkan kebosanan pada diri murid.

Baca Juga:  Bacaan Sholawat Nabi Pendek yang Ampuh & Dahsyat Untuk Diamalkan!

Tumbuhkan Motivasi

Anak usia dini 3 tahunan akan bangkit motivasinya jika melakukan sesuatu dan mendapatkan keasyikan pada aktivitas tersebut. Untuk menumbuhkan keasyikan tersebut, maka sering-seringlah mengijinkan murid untuk memilih sendiri aktivitas belajar yang dikehendaki. Dan janganlah kita sebagai orang tua memaksa untuk mengubah pilihannya tersebut.

Demikian bapak ibu-guru dan ayah-bunda bahasan kita mengenai model belajar anak usia dini pra-TK. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda para pendidik. Dan tidak lupa kami sarankan untuk mengakses beberapa materi lain yang bersesuaian di haidunia.com ini.

Sekian, dan salam pembelajar!

About Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *