Obat Penggugur Kandungan, Bahaya, Efek Samping & Hukumnya

obat penggugur kandungan

Obat Penggugur Kandungan – Belakangan marak beredar berita tujuh siswi di salah satu SMP negeri mengajukan dispensasi nikah karena mengaku telah hamil duluan, tentu ini merupakan sebuah berita yang menyentak perasaan dan nurani kita semua sebagai para pendidik. Anak didik yang harusnya mengenyam pendidikan terbaik justru malah mendapatkan bencana yang dapat menghambat masa depannya.

Peristiwa ini tentu tidak terlepas dari efek teknologi dan pergaulan, apalagi dunia internet sekarang sangat mudah sekali diakses dimanapun dan kapanpun sehingga setiap orang dapat dengan mudah mendapatkan informasi baik yang positif maupun negatif.

Read More

Pergaulan bebas dan minimnya controling atau pengawasan dari semua pihak menyebabkan angka kehamilan di luar nikah cukup tinggi, dan efek berikutnya adalah tidak sedikit para wanita belia yang kecelakaan tersebut memilih untuk menggugurkan kandungannya, padahal melakukan hal demikian merupakan perbuatan dosa dan tercela.

Apa sih Menggugurkan Kandungan/Aborsi?

Menggugurkan kandungan diartikan sebagai upaya membunuh janin yang masih berada dalam rahim perempuan, upaya ini dilakukan karena pelaku merasa malu telah melakukan tindakan dengan lawan jenis di luar batas (baca: zina).

Menggugurkan kandungan dilakukan dengan berbagai metode, salah satunya menggunakan obat penggugur kandungan yang juga marak dicari. Lantas bagaimana agama melihat fenomena aborsi atau pengguguran kandungan ini?

Pertama, Islam sangat melarang dan mengutuk tindakan keji bernama aborsi menggunakan obat penggugur kandungan, karena bagaimanapun janin yang tengah dikandung tidak memiliki dosa, melainkan yang menanggung adalah kedua orang tuanya yang merupakan pelaku tindakan amoral.

Baca Juga:  Sholawat Syajarotun Nuqud (Pohon Uang), Bacaan Arab Latin dan Artinya

Dalam Islam ada prinsip yang dinamakan hifdz al nafs atau menjaga jiwa, dalam teks keagamaan juga dikatakan apabila membunuh satu manusia berarti sama saja dia telah membunuh banyak manusia.

Maka bagi anda para pelaku aborsi, berfikirlah ulang untuk melakukan tindakan ini, karena selain membunuh jiwa yang tak berdosa nantinya juga pasti akan berdampak kepada pelakunya.

Secara psikologis anda sebagai pelaku pasti akan terguncang dan pasti akan berujung pada penyesalan, karena telah menghilangkan nyawa yang tidak berdosa.

Dampak Menggugurkan Kandungan/Aborsi

Secara normatif keagamaan jelas bahwa Islam sangat melarang tindakan aborsi menggunakan obat penggugur kandungan, adapun di sisi lain secara legal Indonesia juga melarang praktek semacam ini, pasalnya apabila praktek ini dilakukan berpotensi menyebabkan pendarahan hebat, kemandulan, cidera pada dinding rahim serta infeksi akibat tindakan aborsi yang belum selesai.

Aborsi semacam ini merupakan jenis aborsi ilegal, dan dalam hukum positif apabila kedapatan melakukan hal demikian maka akan dikenakan sanksi penjara maksimal 10 tahun serta denda maksimal senilai satu miliar.

Dampak lainnya adalah pelaku berpotensi terkena kanker, bagi mereka yang pernah melakukan aborsi berpotensi memiliki resiko 3 kali lebih tinggi terkena serangan kanker.

Akhir Kata

Menggugurkan kandungan atau aborsi tentu merupakan perilaku tidak terpuji, karena sama saja melakukan pembunuhan terhadap si jabang bayi. Maka kami menyarankan apabila sudah kejadian segera berkonsultasi ke dokter kandungan terdekat.

Tentu aborsi tidak sepenuhnya dilarang, ada kondisi dimana aborsi atau menggugurkan kandungan menjadi legal, misalnya apabila janin membahayakan keselamatan ibunya dan tentunya dalam konteks sudah memiliki suami yang sah.

Namun apabila hamil di luar nikah dan berniat melakukan aborsi tentu ini tindakan ilegal, melanggar hukum dan secara normatif agama sangat melarang keras tindakan ini.

Baca Juga:  Link Nonton Kisah Untuk Geri Episode Terbaru Gratis

Terlalu beresiko apabila melakukan tindakan pengguguran kandungan baik menggunakan media obat seperti cytotec atau pun yang lainnya seperti yang sudah penulis jelaskan diatas.

Akhir kata semoga kita semua terhindar dari praktek tidak terpuji tersebut, dan mari kita jaga pergaulan apalagi yang masih mengenyam bangku pendidikan, jangan sampai menyesal di kemudian hari.

Semoga bermanfaat ya.

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *