Pengertian Bahan Ajar & Sumber Belajar Menurut Para Ahli

Pengertian Bahan Ajar

Pengertian Bahan AjarBahan ajar adalah bahan-bahan atau materi pelajaran yang disusun secara sistematis, yang digunakan guru/ pendidik dan siswa/ peserta didik dalam proses kegiatan belajar-mengajar.

Dalam kegiatan belajar mengajar, sumber informasi dan sumber ilmu tidak hanya terletak pada guru semata. Paradigma bahwa guru merupakan satu-satunya sumber informasi bagi siswa sudah waktunya dibuang jauh-jauh.

Dalam proses belajar mengajar, termasuk matematika, segala sumber daya harus dimanfaatkan seoptimal mungkin, baik sumber daya manusia maupun sumber daya sarana prasarana.

Sumber daya manusia termasuk guru, siswa, kepala sekolah, serta warga sekolah yang lain. Sumber daya sarana dan prasarana termasuk buku, lembar kerja, leaflet, sumber berita, serta lingkungan. Semua itu merupakan sumber informasi bagi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.

 Pengertian Sumber Belajar & Bahan Ajar 

Dalam hal ini terdapat dua istilah yang sering digunakan yaitu sumber belajar dan bahan ajar. Keduanya kadang dimaksudkan pada hal yang sama, tetapi kadang dimaksudan pada hal yang berbeda tergantung konteks pembicaraan.

Sumber belajar (learning resource) adalah sumber informasi dalam berbagai bentuk dan format yang dapat membantu siswa memperoleh informasi yang diperlukan untuk mencapai kompetensi yang telah ditentukan alam kurikulum.

Sumber belajar dapat berbentuk bahan-bahan cetak, video, perangkat keras, perangkat lunak, termasuk kombinasi dari barang-barang tersebut yang dimaksudkan untuk kepentingan guru dan sisa.

Sumber belajar juga dapat berupa orang, benda, pesan, bahan, teknik atau apapun yang dapat menjadi sumber informasi. Dengan kata lain sumber belajar adalah sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh guru maupun siswa dalam secara terpisah maupun gabungan untuk mendukung proses belajar mengajar.

Bahan ajar (teaching material) merupakan bagian dari sumber belajar. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Baca Juga:  Pengertian Lembar Kerja Siswa (LKS) yang Valid, Praktis & Efektif

Bahan ajar dapat berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. Bahan ajar tertulis termasuk buku, lembar kerja (worksheet), maupun lembar-lembar penyerta dari alat peraga atau media pembelajaran yang dipakai dalam kegiatan belajar mengajar.

Dalam hal kegiatan belajar mengajar matematika, maka bahan ajar matematika dapat membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran menjadi lebih baik dan terarah.

Fungsi dari bahan ajar antara lain:

  1. Pedoman bagi guru dalam mengarahkan semua aktivitas pembelajaran matematika, sekaligus merupakan substansi kompetensi matematika yang akan dikembangkan pada diri siswa.

2. Pedoman bagi siswa yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran matematika, sekaligus merupakan substansi kompetensi yang harus dikuasainya;

3. Alat evaluasi kemampuan yang telah dicapai siswa pada standar kompetensi matematika yang ditetapkan;

4. Rekaman kerja (records) siswa yang dapat bermanfaat untuk evaluasi lebih lanjut serta mendukung penerapan port folio.

Prinsip-prinsip Pengembangan 

 Dalam mengembangkan bahan ajar hendaklah memperhatikan prinsip-prinsip pembelajaran sebagai berikut:

  1. Dimulai dari mudah ke sulit, dari konkret ke abstrak

Siswa akan lebih mudah memahami suatu konsep apabila penjelasan dimulai dari hal yang mudah, konkret, dan nyata ada di lingkungan mereka kemudian berangsur-angsur dibawa ke hal yang lebih sulit dan abstrak.

Misalnya untuk mengenal bilangan sampai dengan 10, maka penggunaan jari tangan siswa merupakan salah satu strategi yang tepat.

  1. Pengulangan untuk memperkuat pemahaman

Dalam pembelajaran, pengulangan sangat diperlukan agar siswa lebih memahami suatu konsep. Metode pengulangan dapat membuat penanaman konsep lebih kuat dan mengarah kepada internalised, yaitu tertanam jauh ke dalam.

Pengetahuan dan kemampuan yang sudah tertanam dalam diri siswa tanpa disadari akan menjadi pengetahuan dan kemampuan yang siap pakai.

Baca Juga:  Bagian bagian Lingkaran, Rumus, Penjelasan & Soal Lengkap

 3. Umpan balik positif

Tanggapan atau respon guru pada siswa merupakan umpan balik yang penting bagi siswa. Respon yang sembarangan dapat berakibat pada kesan mendalam siswa pada guru atau mata pelajaran.

Respon positif dapat memotivasi siswa untuk tetap semangat belajar, seperti ‘bagus’, ‘pintar’, ‘hebat’, dan ‘lanjutkan’. Hindari respon negatif yang mengarah kepada mencela, menghakimi atau menyalahkan siswa seperti ‘bodoh’, ‘salah’, dan sejenisnya.

Gantikan ungkapan itu dengan ”cek   kembali’,   ’coba   hitung   ulang’,   ’akan   baik   kalau   ….”,  dan seterusnya.

  1. Memotivasi siswa untuk belajar

Semangat belajar siswa harus tetap dijaga. Siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi akan relatif lebih berhasil. Memberikan semangat dan dorongan kepada siswa dapat dilakukan dengan banyak cara.

Untuk memotivasi siswa dapat dilakukan dengan memberikan pujian, memberikan harapan, menjelaskan tujuan dan manfaat, memberi contoh, atau pun menceritakan sesuatu yang membuat siswa senang belajar, atau hadiah walau sekedar ucapan selamat.

 5. Maju selangkah demi selangkah tetapi pasti

Belajar adalah suatu proses bertahap dan berkelanjutan. Kemampuan seseorang tidak dapat dicapai secara mendadak (instan) tetapi melalui proses setahap demi setahap. Dalam mencapai standar kompetensi yang ditetapkan perlu dibuatkan tahapan-tahapan untuk mencapainya.

Tahapan yang loncatannya terlalu tinggi akan sulit dilalui, tetapi tahapan yang terlalu kecil juga terlalu mudah dilalui. Untuk itu tahapan belajar harus dibuat dengan memperhatikan karakteristik dari siswa.

Anak yang cerdas dapat menggunakan tahapan yang lebih cepat, sedangkan anak yang lamban perlu diberikan tahapan yang pelan-pelan.

 6. Refleksi dan maju

Setiap langkah yang telah dibuat perlu dilakukan refleksi sebelum mau ke langkah berikutnya. Hal itu untuk meyakinkan bahwa tidak ada bagian yang kosong sebelum menuju ke tahap berikutnya.

Baca Juga:  Problem Solving, Teknik Menyelesaikan Masalah Terbaik yang Wajib Diketahui

Kecepatan anak dalam belajar berbeda-beda. Setiap anak akan mencapai tujuan tersebut dengan kecepatannya sendiri, tetapi setiap anak akan sampai kepada tujuan meskipun dengan waktu dan kecepatan yang berbeda-beda. Inilah sebagian dari prinsip belajar tuntas.

 7. Mengacu pada Standar Kompetensi

Setiap skenario pembelajaran yang dibuat harus mengacu pada standar kompetensi yang telah ditetapkan. Standar kompetensi merupakan kompetensi yang harus dicapai siswa secara nasional, sehingga pengembangan materi maupun bahan ajar harus berdasar pada standar kompetensi.

Demikian, informasi lengkap mengenai materi ini bisa dirujuk pada buku Model Bahan Ajar Matematika Sekolah Dasar, Depdiknas, 2009

You May Also Like

About the Author: Ageng Triyono

Curriculum Researcher & Developer | Guru Kampung | Penulis Lepas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *