Pengertian Kejujuran Menurut Bahasa & Istilah [Kata Ahli]

pengertian kejujuran

Pengertian Kejujuran Menurut Ahli & Islam -Jujur artinya kecenderungan untuk berbuat atau berperilaku yang sesunguhnya. Pengertian kejujuran pastinya tidak akan lepas dari akar katanya, yaitu jujur! Mari kita kupas pengertian kejujuran dalam perspektif ahli maupun agama Islam melalui artikel yang singkat ini.

Arti Kata Jujur Menurut Ahli

Suparman (2011) mendefinisikan kata jujur sebagai kecenderungan untuk berbuat atau berperilaku yang sesunguhnya dengan apa adanya, tidak berbohong, tidak mengada-ada, tidak menambah dan tidak mengurangi, serta tidak menyembunyikan informasi.

Sedangkan bersikap jujur menurut Jamani, Arkanudin, & Syarmiati (2013) adalah berkata apa adanya, terbuka, konsisten dengan apa yang dikatakan dan dilakukan, berani karena benar, serta dapat dipercaya.

Sementara menurut Lestari dan Adiyanti (2012), jujur adalah menyampaikan fakta dengan benar dan berupaya mendapatkan sesuatu dengan cara yang benar. Sehingga bentuk dari perilaku jujur adalah menyampaikan kebenaran dan bertindak fair atau adil.

Jika kita berbicara mengenai kejujuran akademik, berarti jujur dalam peraturan pendidikan. Seseorang yang secara akademis jujur yaitu tidak melakukan tindakan plagiarisme, yang berarti tidak menyalin pekerjaan orang lain atau tidak menggunakan pekerjaan orang lain tanpa izinnya (Koellhoffer, 2009).

Atau dengan kata lain, kejujuran akademik adalah suatu perilaku dalam lingkup akademik yang dilakukan dengan mengedepankan kebenaran atau kenyataan yang ada, tidak berbuat curang atau berbohong, berkata yang sebenarnya, tidak menyembunyikan suatu informasi apapun, serta bertindak sesuai dengan peraturan yang ditetapkan di lingkungan sekolah.

Pengertian Kejujuran Menurut Ahli & Perspektif Islam

Kejujuran adalah sifat yang melekat dalam diri seseorang dan merupakan hal penting untuk dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Tabrani Rusyan, arti jujur dalam bahasa Arab merupakan terjemahan dari kata shidiq yang artinya benar, dapat dipercaya. Dengan kata lain, jujur adalah perkataan dan perbuatan sesuai dengan kebenaran.

Baca Juga:  Landasan Filosofis Pendidikan: Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Hakikatnya

Jujur merupakan induk dari sifat-sifat terpuji (mahmudah). Jujur juga disebut dengan benar, memberikan sesuatu yang benar atau sesuai dengan kenyataan (Rusyan, 2006)

Sedangkan pengertian kejujuran menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berasal dari kata” jujur” yang mendapat imbuhan ke-an, yang artinya “lurus hati, tidak berbohong, tidak curang, tulus atau ikhlas” (Badri, 2008)

Dapat disimpulkan bahwa kejujuran adalah suatu pernyataan atau tindakan yang sesuai dengan faktanya sehingga dapat dipercaya dan memberikan pengaruh bagi kesuksesan seseorang.

Dalam konteks pembangunan karakter di sekolah, kejujuran menjadi amat penting untuk menjadi karakter anak-anak Indonesia saat ini. Karakter ini dapat dilihat secara langsung dalam kehidupan di kelas, semisal ketika anak melaksanakan ujian. (Kesuma dkk, 2011)

Menurut Albert (2017) kejujuran adalah mengakui, berkata atau memberikan sebuah informasi yang sesuai dengan kenyataan dan kebenaran. Dengan fenomena atau realitas seseorang akan memperoleh gambaran yang jelas.

Sedangkan kejujuran menurut The Six Pillars Of Character (dalam Is dkk, 2017) adalah bentuk karakter yang membuat seseorang menjadi berintegritas, jujur dan loyal.

Adapun Teori pendidikan kejujuran menurut pendapat Al- Ghazali (dalam Is dkk, 2017) ada lima bentuk yaitu:

  1. jujur dalam ucapan/lisan;
  2. jujur dalam kemauan/niat atau kehendak;
  3. jujur dalam bercita-cita (obsesi)
  4. jujur dalam menempati janji atau cita- cita;
  5. jujur dalam perbuatan, beramal, dan bekerja.

Berdasarkan uraian diatas maka kejujuran adalah perilaku yang didasari atas upaya menjadikan pribadi sebagai orang yang selalu dapat dipercaya, baik perkataan, tindakan, maupun pekerjaan didasari tulus dan ikhlas.

Kejujuran dalam Perspektif Islam

Kejujuran itu ada pada ucapan, juga ada pada perbuatan, sebagaimana seorang yang melakukan suatu perbuatan, tentu sesuai dengan yang ada pada batinnya

Baca Juga:  Pengertian Standar Kompetensi Lulusan (SKL);Tujuan & Fungsinya

Seorang yang berbuat riya‟ tidaklah dikatakan sebagai orang yang jujur karena dia telah menampakkan sesuatu yang berbeda dengan apa yang dia sembunyikan (di dalam batinnya).

Begitu pula orang munafik tidaklah dikatakan sebagai seorang yang jujur karena dia menampakkan dirinya sebagai seorang yang bertauhid, padahal sebaliknya. Jujur adalah sifat penting bagi Islam.

Salah satu pilar Aqidah Islam adalah Jujur. Kejujuran adalah perhiasan orang berbudi mulia dan orang yang berilmu. Oleh sebab itu, sifat jujur sangat dianjurkan untuk dimiliki setiap umat Rasulullah SAW. Hal ini sesuai dengan firman Allah;

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya. (Q.S. an-Nisa: 58).”

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghianati Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu menghianati amanah- amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. (Q.S. al-Anfal: 27).”

Dari dua ayat tersebut didapat pemahaman bahwa manusia,  selain dapat berlaku tidak jujur terhadap dirinya dan orang lain, adakalanya berlaku tidak jujur juga kepada Allah dan Rasul-Nya.

Maksud dari ketidakjujuran kepada Allah dan Rasul-Nya adalah tidak memenuhi perintah mereka. Dengan demikian, sudah jelas bahwa kejujuran dalam memelihara amanah merupakan salah satu perintah Allah dan dipandang sebagai salah satu kebajikan bagi orang yang beriman.

Jujur Adalah Sebuah Nilai & Kemaslahatan

Jujur sebagai sebuah nilai merupakan keputusan seseorang untuk mengungkapkan (bentuk perasaan, kata-kata dan/atau perbuatan) bahwa realitas yang ada tidak dimanipulasi dengan cara berbohong atau menipu orang lain untuk keuntungan dirinya.

Makna jujur lebih jauh dikolerasikan dengan kebaikan (kemaslahatan). Kemaslahatan memiliki makna kepentingan banyak, bukan kepentingan diri sendiri atau kelompoknya, tetapi semua orang yang terlibat.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *