Pengertian Sistem NFT Dalam Hidroponik, Kelebihan Dan Kekurangannya

Pengertian Sistem NFT

Pengertian Sistem NFT Dalam Hidroponik, Kelebihan Dan Kekurangannya – Banyak masyarakat yang mengisi waktu luang dengan kegiatan bercocok tanam, dengan cara konvensional atau dengan media tanah seperti pada umumnya, ada yang menggunakan cara modern yaitu dengan media non-tanah seperti salah satu contohnya hidroponik.

Dalam hidroponik sendiri, pengertian umumnya adalah menanam tanaman dengan menggunakan media selain tanah (rockwool, arang sekam, Cocopeat, kerikil, hydroton dll) dan mengoptimalkan kebutuhan unsur hara tanaman tersebut.

Ada banyak sistem yang dapat dipakai dalam mengimplementasikan hidroponik, pada kesempatan kali ini Haidunia akan mengulas satu dari sekian banyak tersebut, yaitu sistem Nutrient Film Technique atau yang biasa dikenal masyarakat dengan sistem NFT hidroponik.

Pengertian Sistem NFT Hidroponik

NFT adalah kepanjangan dari Nutrient Film Technique, sistem hidroponik ini merupakan salah satu sistem yang banyak digunakan di pertanian hidroponik skala industri daripada sistem lainnya. NFT mengunggulkan pada pemenuhan nutrisi atau unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman atau sayuran, sehingga hasil yang diperoleh bisa maksimal.

Cara kerja sistem ini kira kira seperti ini, persediaan nutrisi yang di taruh dalam suatu wadah akan dialirkan ke sayuran melalui instalasi gully trapesium (sebagian ada yang memakai talang air atau pipa) yang telah disusun di atasnya net pot-net pot sayuran. aliran air nutrisi tadi akan bersirkulasi terus menerus selama 24 jam.

Pengertian Sistem NFT
Cara kerja sistem NFT – Source/Berbagi Ilmu – Blogger

Dari gambar cara kerja sistem NFT di atas terlihat sangat simple dan terlihat efisien karena tidak ada air nutrisi yang terbuang, berbeda apabila menanam di tanah kemudian pupuk yang diberikan akan diserap tidak maksimal karena pemberian yang tidak merata atau alasan lainnya.

Oleh karena itu disini akan kita ulas apakah kelebihan dan kekurangan dari sistem NFT hidroponik ini.

Kelebihan Sistem NFT Hidroponik

  1. Kebutuhan nutrisi selalu terpenuhi, akar tanaman yang tumbuh menjalar dari netpot akan mencapai dasar, yaitu di permukaan datar dari gully trapesium, hal ini akan menyebabkan akar menjalar ke samping, bukan seperti di tanah yang mana akar akan semakin masuk ke dalam tanah.
    Pengertian Sistem NFT
    Foto Akar Selada Menggunakan Sistem NFT – Source/Hidrponoik

    sehingga dapat dipastikan bahwa semua akar yang tumbuh akan mendapatkan nutrisi yang telah disediakan dan pada akhirnya sayuran akan mendapatkan nutrisi yang cukup bahkan lebih.

  2. Pertumbuhan merata, sirkulasi nutrisi selama 24 jam dengan pembagiannya yang rata, akan membuat pertumbuhan sayuran sistem NFT seragam. Hasil panen yang didapat dapat diukur sehingga penyediaan suplai untuk pesanan dalam skala industri dapat tercukupi.
  3. Tidak ada endapan, sistem pengairan non-stop 24 jam mempunyai efek baik dalam pemberian nutrisi, tidak hanya itu, karena air nutrisi terus mengalir, tidak terdapat endapan nutrisi yang tersisa di dasar gully trapesium, talang air atau pipa.
  4. Pengontrolan nutrisi yang akurat, media penampung air nutrisi misal tandon atau lainnya adalah kunci inti dari sistem ini, dalam media tersebut ditampung air nutrisi yang akan disalurkan ke tiap sayuran. maka jumlah nutrisi dalam ppm dan ph air akan sangat mudah dicek dan dikontrol di wadah penampungan.

Kekurangan Sistem NFT

Meski sistem NFT sangat pas untuk digunakan dalam pertanian modern hidroponik, tidak sedikit juga masyarakat yang belum mulai mencobanya, beberapa alasan yang mungkin menjadi penyebabnya adalah:

  1. Biaya instalasi yang tergolong mahal, harga alat dan bahan untuk membuat instalasi NFT belum dapat dijangkau oleh semua orang, industri besar juga memerlukan modal yang besar untuk dapat membuatnya. Tapi mungkin bagi sahabat yang ingin mencoba skala rumahan, sistem ini bisa jadi rekomendasi.
  2. Listrik non-stop, seperti dijelaskan tadi bahwa sistem ini menggunakan pengairan 24 jam non-stop, itu artinya listrik yang digunakan untuk pompa air akan terus memakai listrik, otomatis pembayaran akan terus berjalan. Belum lagi apabila terdapat pemadaman listrik, bisa jadi tanaman tidak menyerap nutrisi yang dapat berakibat tanaman layu bahkan sampai mati.
  3. Jamur air, Air nutrisi yang terpusat dalam satu wadah mempunyai sisi negatif yaitu dalam penyebaran penyakit yang di bersumber dari air. apabila terdapat penyakit di kandungan air dan tidak segera diatasi, maka bisa dipastikan hampir semua tanaman akan tertular penyakit tersebut.

Demikian beberapa kelebihan dan kekurangan sistem NFT Hidroponik, apabila sahabat ingin mencoba menanam sayuran dengan hidroponik, mungkin sistem ini bisa jadi salah satu pilihan. Terima kasih apabila ada yang ingin ditanyakan bisa tinggalkan komentar di bawah. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. (DJP)

Baca Juga:  Cara Semai Selada Hidroponik Paling Ampuh

You May Also Like

About the Author: Deany Januarta Putra

Menyelami dunia SEO dan bersahabat dengan alam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *