Pengertian Tes, Fungsi, Klasifikasi & Ciri Tes yang Baik Menurut Ahli

pengertian tes

Pengertian tes, fungsi, klasifikasi & ciri tes yang baik – Dalam dunia pendidikan kita akan selalu membicarakan 3 hal, yaitu: tujuan pendidikan, cara atau proses mencapai tujuan pendidikan, dan yang ketiga adalah cara mengukur tingkat ketercapaian tujuan pendidikan yang telah dicanangkan tersebut.

Cara untuk mengukur untuk mengukur keberhasilan suatu proses pembelajaran bisa dilaksanakan melalui tes dan non tes. Untuk bahasan kita kali ini akan mengulik lebih jauh mengenai proses evaluasi pembelajaran dengan cara tes.

Artikel ini antara lain akan membahas mengenai pengertian tes menurut para ahli, fungsi tes, klasifikasi tes dan ciri-ciri atau karakter tes yang baik. Selamat membaca!

Pengertian Tes Secara Bahasa

Tes berasal dari bahasa Latin testum yang berarti alat untuk mengukur tanah. Dalam bahasa Prancis kuno, kata tes berarti ukuran yang dipergunakan untuk membedakan antara emas dengan perak serta logam lainnya (Chabib Toha, Buku: Teknik Evaluasi , hal. 43)

Testing adalah saat pengambilan tes, testee adalah responden yang sedang mengerjakan tes sedangkan tester adalah subjek evaluasi (Suharsimi Arikunto, Buku: Dasar-Dasar , hal. 53)

Pengertian Tes Menurut Ahli

Sedangkan dilihat dari segi istilah, ada berbagai macam pendapat mengenai pengertian tes dari beberapa ahli berikut:

Anne Anastasi (1976)

Menurut Anastasi dalam bukunya Psychological Testing, pengertian tes adalah  suatu pengukuran yang obyektif dan standart terhadap sampel perilaku (Syaifuddin Azwar, Buku:Tes Prestasi, hal. 3)

Frederick G Brown (1976)

Menurut Brown, pengertian tes adalah prosedur yang sistematik guna mengukur sampel perilaku seseorang. Sistematik juga memiliki pengertian obyektif, standart dan syarat-syarat kualitas lainnya (Syaifuddin Azwar, Buku:Tes Prestasi, hal. 3).

Menurut Lee J. Cronbach

Cronbach dalam bukunya yang berjudul Essential of Psychological Testing, menyatakan pengertian tes adalah suatu prosedur yang sistematis untuk membandingkan tingkah laku dua orang atau lebih.

Menurut Sumardi Suryabrata (1984)

Pengertian tes adalah pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab dan atau perintah-perintah yang harus dijalankan, yang mendasarkan harus bagaimana testee menjawab pertanyaan-pertanyaan atau melakukan perintah-perintah itu, penyelidik mengambil kesimpulan dengan cara membandingkan dengan standart atau testee lainnya.

Test is a systematic procedure for comparing the behavior of two or more individuals. Tes merupakan prosedur sistematis yang direncanakan oleh evaluator guna membandingkan perilaku dua orang atau siswa atau lebih.

Dalam kenyataannya tes pada umumnya terdiri atas sekumpulan pertanyaan atau tugas yang harus dijawab oleh para peserta didik atau test is a grup of questions or tasks to which a student is to respond (Sukardi, Buku: Evaluasi pendidikan, Hal. 20)

Muchtar Buchori

Tes menurut Muchtar Buchori, yang dikutip oleh Suharsimi Arikunto, adalah suatu percobaan yang diadakan untuk mengetahui ada atau tidaknya hasil-hasil pelajaran tertentu pada seorang murid atau kelompok murid.

Drs. Amir Daien Indrakusuma

Dalam bukunya yang berjudul Evaluasi Pendidikan Drs. Amir Daien Indrakusuma yang dikutip oleh Suharsimi Arikunto mengatakan bahwa tes adalah suatu alat atau prosedur yang sistematis dan obyektif untuk memperoleh data-data atau keterangan-keterangan yang diinginkan tentang seseorang, dengan cara yang boleh dikatakan tepat dan cepat

Webster’s Collegiate mendefinisikan tes sebagai any series of questions or exercises or other means of measuring the skill, knowledge, intelligence, capacities of aptitudes or an individual or group.

Kalimat di atas bisa disimpulkan, pengertian tes adalah serentetan pertanyaan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur ketrampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok.

Dari beberapa uraian dan kutipan di atas jika dikaitkan dengan evaluasi pendidikan dapat ditarik kesimpulan bahwa tes adalah prosedur yang sistematis, obyektif dan standart yang berupa serentetan pertanyaan atau latihan yang harus dijawab oleh testee untuk menghasilkan suatu nilai yang mencerminkan tingkah laku atau prestasi testee.

Fungsi Test

Secara umum, ada dua macam fungsi yang dimiliki oleh tes, yaitu sebagai berikut:

  1. Sebagai alat pengukur terhadap peserta didik. Dalam hubungan ini tes berfungsi mengukur tingkat perkembangan atau kemajuan yang telah dicapai oleh peserta didik setelah mereka menempuh proses belajar-mengajar dalam jangka waktu tertentu.
  2. Sebagai alat pengukur keberhasilan program pengajaran, sebab melalui tes tersebut akan dapat diketahui sudah seberapa jauh program pengajaran yang telah ditentukan, telah dapat dicapai.
Baca Juga:  Mencetak Generasi Tangguh Seperti Muhammad Al-Fatih

Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto dalam bukunya Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, fungsi tes dapat ditinjau dari tiga hal:

  1. Fungsi untuk kelas.
  2. Fungsi untuk bimbingan.
  3. Fungsi untuk administrasi.

Adapun perbandingan dari ketiga fungsi tersebut adalah sebagai berikut:

Fungsi Untuk Kelas Fungsi Untuk Bimbingan Fungsi Untuk Administrasi
a. Mengadakan diagnosis terhadap kesulitan belajar siswa.

b. Mengevaluasi celah antara bakat dengan pencapaian.

c. Menaikkan tingkat prestasi.

d. Mengelompokkan siswa dalam kelas pada waktu metode kelompok.

e. Merencanakan kegiatan proses belajar mengajar untuk siswa secara perseorangan.

f. Menetukan siswa mana yang memerlukan bimbingan khusus.

g. Menentukan tingkat pencapaian untuk setiap anak.

a. Menentukan arah pembicaraan dengan orang tua tentang anak-anak mereka.

b. Membantu siswa dalam menentukan pilihan.

c. Membantu siswa mencapai tujuan pendidikan dan jurusan.

d. Memberikan kesempatan kepada pembimbing, guru, dan orang tua dalam memahami kesulitan anak.

a. Memberi petunjuk dalam mengelompokkan siswa.

b. Penempatan siswa baru.

c. Membantu siswa memiliki kelompok.

d. Menilai kurikulum.

e. Memperluas hubungan masyarakat (public relation).

f. Menyediakan informasi untuk badan lain di luar sekolah.

Fungsi tes yang lain di kemukakan oleh Saifuddin Azwar dalam bukunya Tes Prestasi, yaitu sebagai motivator dalam belajar.

Walaupun nilai yang diperoleh dalam tes hendaknya tidak dijadikan tujuan utama bagi siswa dalam belajar akan tetapi tes dapat digunakan sebagai sarana peningkatan motivasi untuk belajar siswa.

Pengalaman menunjukkan bahwa siswa akan belajar lebih giat dan berusaha lebih keras apabila mereka mengetahui bahwa di akhir program yang sedang ditempuh akan diadakan tes untuk mengetahui nilai dan prestasi mereka

Klasifikasi Tes (Sesuai Pengertian)

Secara umum tes dibedakan berdasarkan obyek pengukurannnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu tes kepribadian (personality test) dan tes hasil belajar (Achievement test)

1. Tes Kepribadian (Personality Test)

Adalah tes yang dilaksanakan dengan tujuan mengungkap ciri-ciri khas dari seseorang yang banyak sedikitnya bersifat lahiriyah, seperti gaya bicara, cara berpakaian, nada suara, hobi atau kesenangan dan lain-lain.

Beberapa pengukuran yang termasuk dalam jenis tes ini dan banyak digunakan dalam kependidikan adalah:

  • Pengukuran sikap.
  • Pengukuran minat.
  • Pengukuran bakat.
  • Tes intelegensi.

2. Tes Hasil Belajar (Achievement Test)

Adalah tes yang dipergunakan untuk menilai hasil-hasil pelajaran yang telah diberikan oleh guru kepada murid-muridnya, atau oleh dosen kepada mahasiswanya, dalam jangka waktu tertentu.

Menurut fungsinya tes hasil belajar dapat dibedakan menjadi empat macam yaitu:

1) Tes Penempatan (Plecement test)

Tes penempatan adalah tes untuk mengukur kemampuan dasar yang dimiliki oleh anak didik; kemampuan tersebut dapat dipakai untuk meramalkan kemampuan peserta didik pada masa mendatang, sehingga kepadanya dapat dibimbing, diarahkan atau ditempatkan pada jurusan yang sesuai dengan kemampuan dasarnya

2) Tes Diagnostic

Adalah tes yang dilaksanakan untuk menentukan secara tepat, jenis kesukaran yang dihadapi oleh para peserta didik dalam suatu mata pelajaran tertentu.

Dengan diketahuinya jenis-jenis kesukaran yang dihadapi oleh peserta didik itu maka lebih lanjut akan dapat dicarikan upaya berupa pengobatan (therapy) yang tepat.

Tes diagnostic juga bertujuan untuk menemukan jawaban atas pertanyaan “Apakah peserta didik sudah dapat menguasai pengetahuan yang merupakan dasar atau landasan untuk dapat menerima pengetahuan selanjutnya?”

3) Tes Formatif

Adalah tes hasil belajar yang bertujuan untuk mengetahui, sudah sejauh manakah peserta didik “telah terbentuk” (sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah ditentukan) setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu.

Tes formatif juga bertujuan untuk mencari umpan balik (feedback), yang selanjutnya hasil penilain tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki proses belajar mengajar yang sedang atau yang sudah dilaksanakan.

4) Tes Sumatif

Adalah tes yang dilakukan untuk memperoleh data atau informasi sampai dimana penguasaan atau pencapaian belajar siswa terhadap bahan pelajaran yang telah dipelajarinya.

Tes ini mengukur keberhasilan belajar peserta didik secara menyeluruh, materi yang diujikan seluruh pokok bahasan dan tujuan pengajaran dalam satu program tahunan atau semesteran, masing-masing pokok bahasan terwakili dalam butir-butir soal yang diujikan.

Klasifikasi tes hasil belajar menurut tingkatannya dapat dibedakan menjadi:

1) Tes Standart

Pengertian tes standart secara sempit adalah tes yang disusun oleh satu tim ahli, atau disusun oleh lembaga yang khusus mennyelenggarakan secara professional.

Yang dituntut dalam tes standart bukan standart prestasi peserta didik dari penguasaan materi yang diajarkan pada suatu tingkat, lembaga pendidikan tertentu, melainkan adanya persamaan performance pada kelompok peserta didik atau lembaga pendidikan disebabkan adanya kesamaan tolak ukur.

Tes standar ini merupakan tes yang mengalami proses standardisasi,yaitu proses validasi dan keandalan (reliability) sehingga tes tersebut benar-benar valid dan andal untuk suatu tujuan dan bagi suatu kelompok tertentu.

2) Tes Nonstandart

Adalah tes yang disusun oleh seorang pendidik yang belum memiliki keahlian professional dalam menyusun tes secara baik.

Sedangkan menurut bentuknya, tes dapat dibedakan menjadi 3 macam, yakni:

1) Tes Tindakan

Adalah tes dimana respon atau jawaban yang dituntut dari peserta didik berupa tindakan, tingkah laku konkrit. Alat yang dapat digunakan untuk melakukan tes ini adalah observasi atau pengamatan terhadap tingkah laku tersebut.

2) Tes Lisan

Tes lisan merupakan sekumpulan item pertanyaan dan atau pernyataan yang disusun secara terencana, diberikan oleh seorang guru kepada para siswanya tanpa media tulis.

Dari segi persiapan dan cara bertanya tes lisan dapat dibedakan menjadi dua, yakni:

a) Tes lisan bebas: artinya, pendidik dalam memberikan soal kepada peserta didik tanpa menggunakan pedoman yang dipersiapkan secara tertulis.

b) Tes lisan berpedoman: pendidik menggunakan pedoman tertulis tentang apa yang akan ditanyakan kepada peserta didik

3)    Tes Tertulis

Yaitu tes yang terdiri dari serangkaian soal, pertanyaan (item) atau tugas secara tertulis dan jawaban yang diberikan secara tertulis juga. Tes tertulis secara umum dapat dibedakan menjadi 2 macam, yakni:

(a) Tes subyektif

Tes subyektif, yang pada umumnya berbentuk esai (uraian). Tes bentuk esai adalah sejenis tes kemajuan belajar yang memerlukan jawaban yang bersifat pembahasan atau uraian kata-kata.

(b) Tes obyektif

Yaitu tes yang terdiri dari butir-butir soal (item) yang dapat dijawab, oleh testee dengan jalan memilih salah satu (atau lebih) diantara beberapa kemungkinan jawaban yang telah dipasangkan dengan masing-masing item dengan jalan menuliskan (mengisi) jawabannya berupa kata-kata atau simbol-simbol tertentu pada tempat atau ruang yang telah disediakan untuk masing-masing butir item yang bersangkutan.

Adapun macam-macam tes obyektif adalah sebagai berikut:

(1) Tes Melengkapi (completion test)

Adalah salah satu bentuk tes jawaban bebas, dimana butir-butir soalnya berupa satu kalimat dimana bagian-bagian tertentu yang dianggap penting dikosongkan, kepada testee diminta untuk mengisi bagian-bagian yang ditiadakan tersebut

(2) Tes benar-salah (true-false test)

Soal-soalnya berupa pernyataan-pernyataan (statement). Statement tersebut ada yang benar dan ada yang salah. Orang yang ditanya bertugas untuk menandai masing-masing pernyataan itu dengan meligkari huruf B jika pernyataan itu betul menurut pendapatnya dan melingkari huruf S jika pernyataan itu salah.

Bentuk benar-salah ada dua macam (dilihat dari segi mengerjakan/menjawab soal) yakni, dengan pembetulan yaitu siswa siswa diminta membetulkan bila ia memilih jawaban yang salah atau siswa hanya diminta untuk melingkari huruf B atau S tanpa memberikan jawaban yang betul (tanpa pembetulan)

(3) Tes pilihan ganda (multiple choice test)

Tes pilihan ganda terdiri atas suatu keterangan atau pemberitahuan tentang suatu pengetahuan yang belum lengkap. Dan untuk melengkapinya harus memilih satu dari beberapa kemungkinan jawaban yang telah disediakan

(4) Menjodohkan (matching test)

Tes bentuk menjodohkan merupakan bentuk khusus dari pilihan jamak. Bentuk ini terdiri atas dua macam kolom paralel, tiap kolom berisi statement yang satu menempati posisi sebagai soal dan satunya sebagai jawaban, kemudian peserta didik diminta untuk menjodohkan kesesuaian antar dua statement tersebut.

Tes ini sering digunakan untuk mengukur informasi tentang fakta; pengertian; hubungan dan pengertian simbol tertentu.

(5) Rearrangement exercises

Yang dimaksud dengan Rearrangement exercises adalah bentuk tes yang berupa rangkaian kalimat utuh dan benar, kemudian diceraikan secara tidak beraturan, sehingga bentuk aslinya sulit dikenali, peserta didik diminta menyusun kembali sesuai dengan urutan yang benar. Bentuk tes ini banyak digunakan untuk mata pelajaran bahasa Inggris

4) Penggolongan lain

Dilihat dari segi banyaknya orang yang mengikuti tes, tes dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

a) Tes individual (individual test), yakni tes dimana tester hanya berhadapan dengan satu orang tertee

b) Tes kelompok (group test), yakni tes dimana tester berhadapan dengan lebih dari satu orang tetee

Dilihat dari segi waktu yang disediakan bagi testee untuk menyelesaikan tes, tes dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu:

a) Power test, yaitu tes dimana waktu yang disediakan buat testee untuk menyelesaikan tes tersebut tidak dibatasi.

b) Speed test, yaitu tes dimana waktu yang disediakan buat testee untuk menyelesaikan tes tersebut dibatasi

Dilihat dari segi bentuk responnya tes dibedakan menjadi dua golongan, yaitu:

a) Verbal test, tes yang menghendaki respon (jawaban) tertuang dalam bentuk ungkapan kata atau kalimat.

b) Non verbal test, tes yang menghendaki respon (jawaban) tertuang dalam bentuk tindakan atau tingkah laku47.

Ciri-Ciri Tes Yang Baik

Suatu tes dapat dikatakan baik sebagai alat pengukur jika dapat memenuhi syarat-syarat tes yang baik, di antara syarat-syarat tes tersebut adalah:

1. Validitas tes

Menurut Anastasi dalam Sumarna Surapranata, validitas adalah suatu tingkatan yang menyatakan bahwa suatu alat ukur telah sesuai dengan apa yang diukur48.

2. Reliabilitas tes

Reliabilitas juga dapat diartikan sama dengan konsistensi atau keajegan. Suatu instrument evaluasi, dikatakan memenuhi nilai reliabilitas tinggi, apabila tes yang dibuat mempunyai hasil yang konsisten dalam mengukur yang hendak diukur.

Adalah kualitas yang menunjukkan identitas atau kesamaan dari skor-skor atau diagnosis-diagnosis yang diperoleh dari data yang sama dari penskor-penskor kompeten yang sama.

3. Praktibilitas (Practibility).

Sebuah tes dikatakan memiliki praktibilitas yang tinggi apabila tes tersebut bersifat praktis, mudah mengadministrasikannya, praktis disini juga termasuk dalam pelaksanaan, pemeriksaan dan juga pemberian petunjuk-petunjuk yang jelas sehingga dapat diberikan/diwakili oleh orang lain51.

4. Ekonomis

Yang dimaksud ekonomis disini ialah bahwa pelaksanaan tersebut tidak membutuhkan ongkos atau biaya yang mahal, tenaga yang banyak, dan waktu yang lama.

Sekian pembahasan kami mengenai pengertian tes dan segala yang berkaitan. Materi ini kami susun berdasarkan penelusuran dari perpustakaan digital UIN Surabaya. Oleh sebab itu, jnda juga kami sarankan untuk merujuk ke sumber tersebut yaitu bisa ke link berikut:

http://digilib.uinsby.ac.id/8056/5/bab2.pdf

You May Also Like

About the Author: Ageng Triyono

Curriculum Researcher & Developer | Guru Kampung | Penulis Lepas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *