Puisi Tentang Nabi Muhammad, Rasulullah Singkat Menyentuh Hati

puisi tentang muhammad

Puisi Tentang Nabi Muhammad – Halo teman-teman, Nabi Muhammad merupakan nabi terakhir yang menjadi panutan bagi umat di seluruh alam raya, tidak hanya bagi umat Islam, tapi juga bagi umat non muslim.

Keelokan rupa dan akhlaknya menjadikan siapa saja rindu kepadanya, ingin berjumpa dengannnya. Kita sebagai umat muslim tentu harus menaruh cinta dan rindu kepada baginda Muhammad SAW.

Read More

Salah satu ekspresi rindu yang bisa kita luapkan adalah dengan membuat puisi atau syair yang isinya memuji-muji Rasulullah.

Kalau kita membaca bagaimana orang-orang dulu mengeskpresikan cinta terhadap Nabi maka akan kita jumpai betapa banyak mereka menggubah sebuah syair.

Nah di artikel ini saya telah membuat puisi tentang nabi muhammad, bagi anda yang membutuhkan silakan bisa membaca puisi tentang rasulullah dibawah ini. Selamat menikmati

Puisi Tentang Nabi Muhammad Rasulullah

Puisi 1

Nabi yang mulia, cahaya purnama,
Rasulullah, kasih tak terhingga.
Dalam gelap, engkau jadi sinar,
Panduan hidup, suri tauladan.

Di Makkah lahir, tempat yang suci,
Nabi Muhammad, pilihan yang murni.
Dalam rahim Aminah kau dilahirkan,
Nabi yang mulia, berkatkan hidup insan.

Kau tumbuh dengan budi dan akhlak terbaik,
Menyebarkan pesan cinta, dalam setiap kata dan tindak.
Kau ajarkan kasih, perdamaian, dan kebijaksanaan,
Nabi terhebat, panutan bagi seluruh umat manusia.

Di gua Hira, wahyu pertama turun,
Dengan hati gemetar, kau mendengar suara-Nya.
Al-Quran mulia, wahyu suci dari Ilahi,
Panduan bagi semua, pedoman sepanjang masa.

Puisi 2

Engkau berjuang, berdakwah tanpa henti,
Meski dihadapi dengan cemoohan dan caci.
Kau sabar menghadapi segala ujian,
Nabi yang penuh kasih, penuh pengabdian.

Berkah tanganmu menyentuh hati yang keras,
Kau ubah jahiliah menjadi cinta yang tulus.
Kaum lemah dan terpinggirkan kau perjuangkan,
Nabi penyayang, penolong yang tak tergantikan.

Pernikahanmu dengan Khadijah, teladan cinta,
Setia hingga akhir, tanpa ragu atau gundah.
Kau ajarkan pentingnya keluarga dan persatuan,
Nabi Muhammad, contoh sempurna kasih sayang.

Puisi 3

Di Isra dan Mi’raj, perjalanan ajaib,
Ke langit tinggi, menghadap Allah yang Maha Agung.
Kau berbicara dengan-Nya, mendapatkan petunjuk,
Nabi yang terpilih, penuh rahmat dan berkah.

Baca Juga:  Nasionalisme Islam [Berkaca dari Turki]

Pada perang Uhud dan Badar, kau berdiri tegar,
Melindungi umatmu dengan segala daya dan upaya.
Nabi yang berani, tidak pernah menyerah,
Kau jadi teladan dalam setiap peperangan.

Dan di akhir hayatmu, kau meninggalkan pesan,
Untuk seluruh umatmu, agar hidup dalam kasih dan damai.
Nabi yang diutus sebagai rahmat bagi semesta alam,
Cinta untukmu takkan pernah berakhir, tiada tara.

Puisi 4

Nabi Muhammad, cahaya dalam kegelapan,
Panduan dalam kesulitan, contoh dalam cinta.
Kami mencintaimu, dengan hati yang tulus,
Nabi yang mulia, engkau takkan pernah terlupakan dalam doa kami yang syahdu.

Nabi yang agung, teladan terbaik,
Dalam hati kami, engkau tetap hidup.
Kasih yang tulus, belas kasih tak terkira,
Puisi ini lanjutkan, pujian tak henti.

Engkau adalah rahmat bagi semesta alam,
Cahaya dalam kegelapan, pemandu dalam bencana.
Kau bawa pesan cinta dari Yang Maha Kuasa,
Nabi yang mulia, suri tauladan yang tak tergantikan.

Puisi 5

Dalam doa kami, kami menyebut namamu,
Nabi Muhammad, pelindung yang setia.
Kau ajar kami tentang kesederhanaan dan kerendahan hati,
Nabi penyayang, dalam pandangan Tuhan sangat berarti.

Di saat-saat sulit, kami memikirkanmu,
Kau hadapi tantangan dengan ketabahan dan keberanian.
Kau ajarkan kami arti pengorbanan dan kesabaran,
Nabi yang agung, kami cintai dengan tulus dan setia.

Dalam Al-Quran, firman Allah terkandung,
Kau jadi penafsir yang bijak, pedoman hidup yang luhur.
Kau sebarkan ajaran cinta dan toleransi,
Nabi yang mulia, engkau adalah anugerah bagi insan.

Puisi 6

Kau ajarkan kami arti keadilan dan kebaikan,
Menghormati sesama, tak peduli suku atau bangsa.
Nabi yang membawa pesan perdamaian,
Kami berkomitmen untuk mengikuti jejakmu dengan penuh cinta.

Di Madinah, engkau jadi pemimpin yang adil,
Menyatukan suku-suku, tanpa memandang warga dari mana.
Kau contohkan bagaimana membangun persatuan,
Nabi yang agung, dalam sejarah engkau takkan pudar.

Dan ketika kau berpulang, kami merasa kehilangan,
Namun warisanmu tetap hidup, takkan pernah terlupakan.
Kami mencintai dan merindukanmu, wahai Nabi tercinta,
Puisi ini kami dedikasikan, sebagai ungkapan kasih yang abadi.

Puisi 7

Nabi yang mulia, dalam doa kami sambut,
Cinta tak terhingga dalam hati kami tersembunyi.
Kau mengajar kami arti kasih yang suci,
Nabi yang agung, kau penjaga agama yang suci.

Baca Juga:  30 Puisi Sedih Tentang Kehidupan, yang Pahit dan Menyayat Hati

Dalam keheningan malam, engkau berdoa,
Kau menyembah Allah dengan tulus dan khusyuk.
Kau tunjukkan kami jalan menuju ketenangan,
Nabi yang penuh cinta, kau adalah cahaya kebenaran.

Di medan perang, engkau adalah pemimpin yang gagah,
Melindungi umatmu dengan tekad yang bulat.
Kau perjuangkan hak dan keadilan,
Nabi yang penuh kebijaksanaan, inspirasi sejati.

Engkau adalah ayah yang penyayang,
Dalam keluarga, engkau teladan yang sejati.
Kau ajarkan kami arti pengorbanan dan kesetiaan,
Nabi yang berhati lembut, penuh kasih sayang.

Puisi 8

Kau bawa Islam dari kegelapan menuju cahaya,
Menyebarkan pesan cinta dan kemurnian.
Nabi yang mulia, penerjemah wahyu Ilahi,
Engkau adalah rahmat bagi seluruh alam semesta.

Ketika engkau bersabda, kata-katamu berkilau,
Bijak dan mendalam, penuh hikmah dan kebenaran.
Kami belajar darimu tentang etika dan moralitas,
Nabi yang diutus, engkau adalah teladan yang sempurna.

Di hari kiamat, engkau akan menjadi penengah,
Mengemban umatmu ke arah kebahagiaan yang abadi.
Nabi yang penuh kasih, kau adalah harapan kami,
Kami rindu akan pertemuan di surga yang tak ternilai.

Engkau ajarkan kami untuk merawat bumi,
Menjaga alam ini dengan cinta dan kebijaksanaan.
Nabi yang peduli, kami berkomitmen untuk melindungi,
Ciptaan Tuhan yang indah, anugerah yang tak ternilai.

Puisi 9

Kau sampaikan pesan cinta dalam senyummu,
Kata-kata bijak dan tindakan belas kasih.
Nabi yang penuh kelembutan, kau ajarkan kami,
Arti sejati dari rasa sayang dan pengertian.

Dalam perjalanan hidup ini, kami terus berusaha,
Untuk mengikuti jejakmu, wahai Nabi yang mulia.
Kami mencintai dan merindukanmu dengan tulus,
Puisi ini adalah ungkapan rasa cinta yang abadi.

Di bawah langit biru yang luas dan bersinar,
Kami bersyukur atas kehadiranmu di dunia ini.
Nabi yang diutus sebagai rahmat bagi semua,
Kami mengangkat tangan kami dalam doa dan penghormatan.

Dalam hati kami, cinta untukmu tetap berkobar,
Nabi Muhammad, engkau adalah bintang di antara bintang-bintang.
Kau pandu kami ke jalan yang lurus,
Kami bersyukur atas kasih dan rahmatmu yang tiada tara.

Terima kasih, wahai Nabi tercinta,
Kami akan selalu mengenangmu dengan penuh cinta.
Engkau adalah inspirasi kami, teladan yang abadi,
Dalam puisi ini, kami ungkapkan rasa cinta yang tulus dan setia.

Puisi 10

Nabi yang terpilih, cahaya kehidupan,
Dalam doa kami, engkau tetap di hati kami.
Kasihmu tak pernah pudar, takkan pernah hilang,
Puisi ini lanjutkan, ungkapan cinta tak terkira.

Baca Juga:  10 Puisi Tentang Senja Paling Menyentuh dan Menggugah Hati

Dalam mimpi kami, sering kami saksikan,
Wajahmu yang murni, senyuman yang tulus.
Kami merindukan tatapan mata luhurmu,
Nabi yang mulia, dalam ingatan kami selalu ada.

Dalam pelukanmu, semua hati merasa aman,
Kau berikan kasih sayang tanpa pamrih.
Nabi yang penuh belas kasihan, penuh kelembutan,
Engkau adalah surga di dunia ini.

Puisi 11

Di Bukit Safa dan Marwah, engkau mengajar kami,
Arti kesabaran dan kegigihan dalam perjalanan hidup.
Kau tunjukkan bahwa setiap ujian adalah rahmat,
Nabi yang bijak, kau adalah teladan yang sesungguhnya.

Kau sambut semua lapisan masyarakat,
Dari yang miskin hingga yang berkecukupan.
Nabi yang adil, engkau ajarkan kami,
Pentingnya merangkul semua dengan tangan terbuka.

Dalam tuntutanmu akan keadilan,
Kau mengubah jahiliah menjadi zaman keemasan.
Nabi yang penuh semangat, tanpa kenal lelah,
Kau berjuang untuk kebenaran dalam setiap tahap.

Ketika engkau berbicara, kami mendengarkan,
Kata-katamu adalah hikmah yang agung.
Nabi yang bijak, dalam nasihatmu,
Kami temukan petunjuk dalam setiap situasi.

Puisi 11

Engkau tidak hanya seorang pemimpin agama,
Tapi juga guru, sahabat, dan ayah bagi kita.
Nabi yang penyayang, kami bersyukur,
Karena telah berbagi cinta dan kasih sayangmu.

Di medan perang, engkau adalah teladan,
Kau berdiri tegar, tanpa rasa takut.
Nabi yang penuh keberanian, kau ajarkan kami,
Arti pengabdian dan keberanian yang sesungguhnya.

Ketika engkau berpulang, umatmu merasa kehilangan,
Namun warisanmu tetap hidup, takkan pernah pudar.
Kami mencintai dan merindukanmu dengan tulus,
Puisi ini adalah ungkapan rasa cinta yang abadi.

Dalam hati kami, kasih untukmu tak terhingga,
Nabi Muhammad, engkau adalah cahaya dalam kegelapan.
Kau pandu kami ke jalan yang benar,
Kami bersyukur akan rahmat dan cintamu yang tiada tara.

Puisi 12

Di tengah badai kehidupan yang kadang berliku,
Kami mencari ketenangan dalam pelukanmu.
Nabi yang penuh cinta, dalam doa dan mimpi kami,
Kau selalu menjadi tempat berlindung yang aman.

Terima kasih, wahai Nabi yang tercinta,
Kau adalah anugerah bagi seluruh alam semesta.
Kami akan selalu mencintaimu dengan setulus hati,
Puisi ini adalah ungkapan rasa hormat dan cinta yang abadi.

Nah itulah beberapa puisi tentang nabi muhammad SAW, mudah-mudahan kita menjadi pribadi yang selalu mencintai rasulullah SAW dan meneladani dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga bermanfaat.

About Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *