25+ Puisi Tentang Pohon, Mari Kita Jaga Kelestarian Alam Ini

puisi tentang pohon
puisi tentang pohon

Puisi Tentang Pohon – Pohon adalah salah satu elemen alam yang paling sering diabadikan dalam puisi. Ketika seorang penyair melihat sebatang pohon, ia melihat lebih dari sekadar rangkaian daun dan ranting yang menjulang. Ia melihat kehidupan, masa lalu, masa kini, dan masa depan yang berbaur dalam pohon itu.

Disini saya akan membagikan puisi tentang pohon untuk kalian semua, harapannya semoga puisi tentang pohon ini bisa menjadi inspirasi bagi kita agar senantiasa mencintai pohon demi menjaga kelestarian alam.

Read More

Contoh Puisi tentang Pohon

Sebelum kita menggali lebih dalam tentang makna pohon dalam puisi, mari kita lihat beberapa contoh puisi yang menggambarkan pohon dalam berbagai cara:

Puisi 1: Pohon Hidup

Pohon berdiri megah di tengah ladang,
Menjulang ke angkasa, tegar berdiri.
Dengan akarnya yang dalam, ia bertahan,
Di musim panas dan hujan yang datang bertubi.

Daunnya menari dengan angin lembut,
Menyanyikan lagu kehidupan yang abadi.
Dalam teduhnya, seekor burung bersenandung,
Menyambut pagi yang cerah dan bersemi.

Pohon itu adalah saksi sejarah,
Menghadapi badai dan perubahan zaman.
Dalam keheningan, ia bercerita,
Tentang hidup dan mati, tentang segala hal.

Oh, pohon yang indah, engkau mengajarkan kami,
Arti kesabaran, kekuatan, dan kebijaksanaan.
Kau adalah pelajaran hidup yang sejati,
Dalam puisi yang indah, kau selalu kami puji.

Puisi 2: Pohon Musim Gugur

Pohon-pohon musim gugur berwarna-warni,
Seperti lukisan alam yang memukau hati.
Daun-daun jatuh dengan gemulai,
Mengiringi musim berganti.

Pohon maple dengan daun merah marun,
Seperti bunga api di langit senja.
Mereka menari dalam hembusan angin,
Sebelum gugur ke tanah dengan lembut.

Pohon oak dengan daun coklat tua,
Teguh berdiri dalam keindahan tua.
Mereka berbicara tentang waktu yang berlalu,
Dalam bisikan-bisikan angin malam.

Musim gugur adalah waktu refleksi,
Ketika alam merayakan perubahan.
Pohon-pohon ini adalah simbol kehidupan,
Dalam puisi alam yang tiada tara.

Puisi 3: Pohon dan Manusia

Di bawah pohon yang rindang aku duduk,
Meratapi kehidupan yang berliku.
Pohon ini adalah sahabat setia,
Mendengarkan cerita hatiku yang resah.

Aku belajar dari pohon ini,
Arti kesetiaan dan kedamaian jiwa.
Meski musim berubah dan badai datang,
Pohon ini tetap bertahan, setia pada diri.

Kita, manusia, bisa belajar banyak,
Dari pohon yang berdiri di bawah langit.
Kita bisa menjadi kuat seperti mereka,
Dalam menghadapi ujian kehidupan yang tak pernah habis.

Pohon dan manusia, kita satu dalam alam,
Kita berbagi bumi yang sama.
Semoga kita bisa hidup berdampingan,
Dalam harmoni, cinta, dan kedamaian yang abadi.
Makna dalam Puisi tentang Pohon

Puisi 4: Pohon Kehidupan

Pohon adalah kehidupan yang tegar,
Akarnya menjelajahi tanah yang luas.
Mereka menari dalam pelukan angin,
Menyanyikan lagu kehidupan yang tak pernah usai.

Baca Juga:  Mendidik Mereka yang Memiliki Keterbatasan

Pohon adalah tukang penyumbang oksigen,
Mereka mengubah karbon menjadi nafas.
Dalam hijaunya, kita menemukan harapan,
Bahwa alam ini akan selalu hadir, tanpa henti.

Bahkan saat dedaunan gugur,
Pohon mempersiapkan diri untuk kembali tumbuh.
Mereka mengingatkan kita akan siklus kehidupan,
Bahwa dalam setiap akhir, ada awal yang baru.

Pohon adalah teman setia alam,
Mengajarkan kita arti kesederhanaan.
Kita belajar darinya, kita tumbuh bersamanya,
Dalam pohon, kita menemukan kebijaksanaan.

Puisi 5: Pohon dalam Kenangan

Di bawah pohon tua di taman itu,
Kita berdua duduk, berbicara, tertawa.
Daun-daunnya berfungsi sebagai selimut,
Melindungi kita dari matahari yang terik.

Pohon itu adalah saksi setia cinta kita,
Melihat kita berdua bertumbuh bersama.
Kita mengukir inisial kita di kulitnya,
Sebagai bukti cinta yang abadi.

Sekarang, pohon itu tetap berdiri sendiri,
Seperti kenangan yang tak pernah pudar.
Meskipun kita berdua telah pergi,
Pohon itu terus hidup dalam ingatan.

Pohon itu mengajarkan kita,
Bahwa cinta itu seperti akar yang dalam.
Meskipun jarak memisahkan kita,
Kenangan kita akan selalu ada dalam alam.

Puisi 6: Pohon di Musim Semi

Musim semi tiba, dan pohon mekar kembali,
Bunga-bunga mekar, dan dunia menjadi indah.
Pohon-pohon ini adalah simbol harapan,
Setelah musim dingin yang panjang dan sepi.

Budaya kehidupan kembali ke alam,
Pohon-pohon mengenakan gaun bunga mereka.
Mereka menari dengan angin yang lembut,
Seolah-olah merayakan kebangkitan alam.

Dalam musim semi, kita merasakan kehidupan,
Seperti pohon-pohon yang tumbuh dengan semangat.
Mereka mengajarkan kita untuk tidak pernah menyerah,
Bahwa setelah kegelapan, selalu ada terang.

Musim semi adalah saat kita mengingatkan diri sendiri,
Bahwa dalam diri kita ada kekuatan untuk mekar kembali.
Seperti pohon-pohon yang tumbuh di musim ini,
Kita bisa berkembang dan bersinar seperti matahari.
Semoga contoh-contoh puisi ini memberikan inspirasi dan keindahan dalam menggambarkan hubungan manusia dengan pohon dalam berbagai konteks dan makna yang berbeda.

Puisi 7: Keabadian Pohon

Pohon besar di tengah hutan yang sunyi,
Simbol keabadian yang tidak pernah mati.
Akarnya menggali dalam ke dalam tanah,
Menjadi saksi perjalanan zaman yang tak terbatas.

Daunnya berubah seiring musim berlalu,
Dari hijau cerah hingga merah gugur yang merdu.
Namun, pohon tetap berdiri kokoh,
Mengingatkan kita akan kecantikan perubahan yang alami.

Dalam ketenangan hutan yang dalam,
Kita merenungkan arti hidup dan mati.
Pohon ini mengajarkan kita untuk tenang,
Menerima perubahan dengan hati yang tulus.

Puisi 8: Pohon di Tepi Danau

Di tepi danau yang tenang dan indah,
Terdapat pohon rindang yang berdiri gagah.
Bayangannya bermain di air yang jernih,
Seolah-olah tarian alam yang damai.

Pohon ini menjadi tempat persembunyian,
Bagi burung-burung yang menyanyikan lagu.
Mereka berduet dengan dedaunan yang bergerak,
Mengisi hutan dengan suara yang menenangkan.

Di bawah pohon ini, aku duduk dan merenung,
Mengamati pantulan pohon di air yang tenang.
Pohon ini adalah temanku dalam kesunyian,
Mengajarkan aku arti kehadiran yang sejati.

Puisi 9: Pohon Penyembuh

Pohon yang tumbuh di kebunku,
Adalah pohon penyembuh yang suci.
Daunnya mengobati luka dan sakit,
Mengembalikan kesehatan dengan lembut.

Ketika aku lelah dan terluka,
Aku mendekatinya untuk merasakan helaan napas.
Pohon ini memberikan ketenangan dalam duka,
Mengajarkan aku tentang rahmat yang tulus.

Dalam pelukan pohon ini, aku sembuh,
Seperti alam yang merawat jiwa yang rusak.
Aku bersyukur atas kehadiran pohon ini,
Sebagai sumber kehidupan dan penyembuh hati.

Puisi 10: Pohon Persahabatan

Pohon yang kami temui di taman itu,
Saksi dari persahabatan yang abadi.
Kami bermain di bawah naungannya,
Membuat kenangan yang takkan pernah terlupakan.

Kami mengukir nama kami di kulit pohon,
Sebagai tanda persahabatan yang kokoh.
Meskipun kami berpisah dalam hidup ini,
Kenangan di bawah pohon itu tetap terjaga.

Pohon itu adalah saksi bisu,
Kami menghadapinya dengan cerita kami.
Ia adalah simbol persahabatan yang sejati,
Kekuatan yang hadir dalam hidup kami.

Puisi 11: Pohon di Musim Dingin

Musim dingin datang, dan pohon terbungkus es,
Dedaunan gugur, dan dunia hening dalam kegelapan.
Namun, pohon tetap berdiri tegar,
Menunggu musim semi tiba dengan kehangatan.

Baca Juga:  10 Alasan Memilih Jurusan Perhotelan, Apa Saja Keuntungannya?

Dalam kesunyian hutan yang dingin,
Kita merenung tentang ketahanan alam.
Pohon ini mengajarkan kita tentang kesabaran,
Dan bahwa keindahan bisa muncul dari kegelapan.

Musim dingin adalah saat untuk beristirahat,
Seperti pohon yang berhenti tumbuh sementara.
Kita juga bisa meresapi ketenangan,
Sebelum kita berkembang dan bersinar lagi dengan semangat.

Puisi 12: Pohon di Tepi Jalan

Pohon-pohon di tepi jalan kota,
Menyapa kita dengan daun yang rindang.
Mereka adalah oase di tengah beton,
Memberikan teduh dalam kehidupan yang sibuk.

Di bawah naungan pohon yang sejuk,
Kita berjalan dengan langkah yang lebih pelan.
Mereka mengingatkan kita akan alam,
Dalam lingkungan yang penuh dengan teknologi.

Pohon-pohon di kota adalah penyeimbang,
Antara dunia modern dan alam semesta.
Mereka mengajarkan kita untuk merawat,
Lingkungan kita, sumber kehidupan yang utama.

Puisi 13: Pohon yang Merindukan Hujan

Pohon di padang gersang merindukan hujan,
Akar-akarnya mencari air yang jauh.
Daunnya menggugur, dan cabangnya lemah,
Menunggu air hidup yang akan tiba.

Pohon ini adalah simbol kegigihan,
Dalam menghadapi krisis kehidupan.
Mereka mengajarkan kita tentang ketahanan,
Dan nilai air sebagai kehidupan yang sejati.

Kita harus merawat pohon-pohon ini,
Melindungi mereka dari kekeringan dan panas.
Kita harus menjaga keseimbangan alam,
Agar pohon-pohon tetap hidup dan bersemi.

Puisi 14: Pohon di Taman Kanak-Kanak

Pohon di taman kanak-kanak,
Tempat kami bermain di bawah sinar matahari.
Cabang-cabangnya adalah tali perosotan,
Daun-daunnya adalah tenda di kampung-kampung.

Kami merangkak di sekitarnya,
Mencari belalang dan bersembunyi dari teman.
Pohon ini adalah teman setia masa kecil kami,
Mengajarkan kami kegembiraan dalam kebebasan.

Kini, kami berdiri dewasa dan kuat,
Tetapi kenangan itu selalu hadir dalam diri.
Pohon itu mengajarkan kami tentang persahabatan,
Dan betapa berharganya kenangan masa kecil ini.

Puisi 15: Pohon di Tengah Kota Besar

Di tengah keramaian kota besar yang sibuk,
Terdapat pohon tua yang bertahan teguh.
Ia adalah penanda alam dalam beton dan aspal,
Mengingatkan kita akan keindahan yang hilang.

Pohon ini adalah tempat berteduh,
Bagi mereka yang lelah dalam perjalanan.
Ia adalah penyedia oksigen dalam polusi,
Mengajarkan kita akan pentingnya alam di tengah urbanisasi.

Kita harus merawat pohon-pohon kota,
Sebagai warisan yang akan diwariskan.
Mereka mengajarkan kita tentang keindahan,
Yang tetap hidup dalam keramaian kota yang terus berjalan.

Puisi 16: Pohon dan Keseimbangan Alam

Pohon-pohon adalah penjaga keseimbangan alam,
Menyimpan karbon dan menghasilkan oksigen.
Mereka adalah rumah bagi berbagai makhluk hidup,
Dan bagian integral dari ekosistem yang kompleks.

Dalam hutan yang subur, mereka tumbuh tegar,
Menyumbang kayu untuk bangunan dan bahan bakar.
Namun, kita harus menjaga keseimbangan ini,
Merawat alam untuk generasi yang akan datang.

Pohon adalah guru dalam ketenangan,
Mengajarkan kita tentang harmoni yang lembut.
Mereka mengingatkan kita akan tanggung jawab,
Untuk menjaga alam ini, harta yang tak ternilai harganya.

Puisi 17: Pohon dan Perubahan Musim

Musim panas datang, pohon-pohon mekar,
Bunga-bunga bertiup dalam angin yang lembut.
Mereka adalah gambaran kehidupan yang bersemi,
Dalam musim yang penuh cinta dan kebahagiaan.

Musim gugur tiba, daun-daun berubah,
Menjadi warna-warni seperti lukisan alam.
Pohon-pohon ini adalah penari dalam angin,
Mengiringi kita dalam perjalanan ke belantara.

Musim dingin datang, pohon-pohon tertutup salju,
Dedaunan gugur dan hibernasi dimulai.
Mereka adalah contoh ketenangan dalam kegelapan,
Mengajarkan kita arti perubahan dan penantian.

Musim semi tiba, pohon-pohon mekar lagi,
Dalam kehidupan yang terus berputar.
Mereka adalah cerminan siklus alam yang abadi,
Dan dalam perubahan, kita menemukan keindahan.

Puisi 18: Pohon dan Mimpi

Di bawah pohon yang rindang aku berbaring,
Mengamati cabang-cabangnya yang bermain-main.
Pohon ini adalah penjaga rahasia mimpi,
Tempat di mana pikiran terbang bebas.

Di antara daun-daun yang gemerlap,
Aku bermimpi tentang dunia yang ajaib.
Pohon ini adalah portal ke alam fantasi,
Tempat di mana imajinasi terwujud.

Baca Juga:  25 Puisi Tentang Kupu Kupu Singkat, Indah dan Penuh Makna

Mimpi kita adalah benih-benih masa depan,
Seperti pohon yang tumbuh dengan semangat.
Mereka mengajarkan kita untuk tidak pernah menyerah,
Dalam perjalanan menuju apa yang kita idamkan.

Puisi 19: Pohon di Bukit

Di puncak bukit yang tinggi,
Terdapat pohon tua yang menjulang.
Dari sini, kita melihat dunia di bawah,
Seperti rahasia yang hanya bisa ditemukan.

Pohon ini adalah penjaga hening,
Mengajarkan kita tentang ketenangan dalam meditasi.
Dalam pelukan alam yang tenang,
Kita menemukan kedamaian yang sejati.

Ketika kehidupan terasa begitu rumit,
Kita naik ke bukit ini untuk bersantai.
Pohon ini adalah sumber inspirasi,
Dalam pencarian akan makna yang mendalam.

Puisi 20: Pohon dan Senja

Di tepi danau yang tenang,
Pohon-pohon berdiri dalam kagum.
Mereka menyaksikan senja yang mempesona,
Seperti lukisan alam yang tak terlupakan.

Pohon-pohon itu adalah saksi bisu,
Ketika matahari merayakan perpisahan.
Mereka mengajarkan kita tentang akhir,
Dan awal yang muncul dari kegelapan.

Senja adalah waktu refleksi,
Ketika dunia berubah menjadi warna-warni.
Pohon-pohon itu mengajarkan kita,
Bahwa keindahan bisa muncul dari perpisahan yang menyentuh.

Puisi 21: Pohon di Tepi Sungai

Di tepi sungai yang perlahan mengalir,
Pohon-pohon bersandar dengan anggun.
Mereka adalah cerminan dalam air yang tenang,
Seperti kisah yang terukir dalam alam.

Ketika matahari terbenam di ufuk,
Pohon-pohon itu menjadi siluet yang megah.
Mereka mengajarkan kita tentang keseimbangan,
Dalam harmoni antara alam dan waktu.

Sungai adalah metafora kehidupan yang mengalir,
Mengajarkan kita tentang perubahan yang tak terhindarkan.
Pohon-pohon itu adalah saksi perjalanan,
Dalam aliran kehidupan yang tak berhenti.

Puisi 22: Pohon dan Kebahagiaan

Di bawah pohon yang rindang, aku duduk,
Meratapi kisah sedih yang ku bawa.
Namun, pohon ini adalah temanku,
Mengajarkan aku tentang kebahagiaan yang sejati.

Pohon itu tidak pernah mengeluh,
Meskipun beban salju yang berat menghampar.
Mereka mengajarkan kita tentang kesabaran,
Dan bagaimana menjalani hidup dengan tenang.

Kebahagiaan adalah saat kita merenung,
Di bawah pohon yang indah dan damai.
Mereka mengingatkan kita akan keindahan sederhana,
Dalam setiap momen yang kita nikmati.

Puisi 23: Pohon dan Keajaiban Alam

Pohon di hutan yang luas dan dalam,
Adalah keajaiban alam yang hidup.
Mereka adalah rahasia yang terpelihara,
Dalam hutan yang penuh misteri.

Di bawah naungan pohon yang rindang,
Kita merasakan keajaiban yang tiada tara.
Mereka mengajarkan kita tentang keragaman,
Dan betapa indahnya alam ini.

Hutan adalah rumah bagi banyak makhluk,
Dalam keseimbangan yang rapuh.
Pohon-pohon itu adalah penjaga alam,
Mengajarkan kita untuk merawatnya dengan cinta.

Puisi 24: Pohon di Taman Zen

Di taman Zen yang tenang dan hening,
Pohon-pohon berdiri dalam meditasi.
Mereka adalah guru ketenangan,
Mengajarkan kita tentang kehadiran sejati.

Daun-daun mereka bergerak perlahan,
Seperti tarian yang melambangkan kehidupan.
Pohon-pohon ini adalah pintu ke dalam diri,
Tempat kita menemukan kedamaian yang abadi.

Dalam meditasi di bawah pohon yang damai,
Kita merasakan kekuatan alam semesta.
Pohon ini mengajarkan kita,
Bahwa dalam kesendirian, ada keberlimpahan.

Puisi 25: Pohon dan Pencarian Hati

Aku berjalan di hutan yang lebat,
Mencari jawaban dalam kebingungan hati.
Pohon-pohon menjadi temanku,
Dalam perjalanan mencari makna kehidupan.

Mereka adalah penanda jalan,
Mengajarkan aku tentang ketidakpastian.
Dalam dedaunan yang bertiup angin,
Kita merenungkan arti hidup yang hakiki.

Pohon-pohon ini adalah sumber inspirasi,
Dalam pencarian hati yang sesungguhnya.
Mereka mengajarkan kita,
Bahwa jawaban ada di dalam diri kita sendiri.

Puisi 26: Pohon dan Kesejahteraan Bumi

Pohon-pohon adalah nafas Bumi,
Mereka menyediakan oksigen untuk kita bernafas.
Mereka menyerap karbon yang berbahaya,
Mengatur iklim dan menjaga dunia tetap segar.

Dalam hutan yang subur, mereka tumbuh tinggi,
Menyediakan habitat bagi berbagai makhluk.
Mereka adalah tukang penyaring air,
Mengajarkan kita tentang kesejahteraan alam.

Kita harus merawat pohon-pohon ini,
Mereka adalah pilar kehidupan yang tak ternilai harganya.
Mereka mengajarkan kita,
Bahwa kita adalah penjaga Bumi yang sejati.

Puisi 27: Pohon di Taman Kota

Pohon di taman kota adalah harta yang berharga,
Mereka memberikan teduh dalam keramaian kota.
Mereka adalah tempat berkumpul bagi warga,
Mengajarkan kita arti kebersamaan yang berharga.

Di bawah naungan pohon yang sejuk,
Kita bertemu teman dan berbicara sejenak.
Mereka adalah saksi bisu kehidupan kota,
Tempat kenangan kita tumbuh dalam tawa dan tangis.

Kita harus merawat pohon-pohon kota ini,
Mereka adalah oase di tengah beton dan aspal.
Mereka mengajarkan kita,
Bahwa alam dapat hidup bersama manusia dalam harmoni.

Nah itulah beberapa contoh puisi tentang pohon, semoga puisi-puisi ini terus menginspirasi Anda dan menggambarkan berbagai aspek hubungan manusia dengan pohon dalam berbagai konteks dan makna yang berbeda. Pohon tetap menjadi simbol kehidupan dan keajaiban alam yang selalu mempesona kita.

Semoga bermanfaat ya.

About Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *