Rantau (Serial Puisi Pengobat Rindu Di Kala Jauh)

Puisi Pengobat Rindu
Rantau (Serial Puisi Pengobat Rindu Di Kala Jauh) – Bagi perantau yang jauh dari rumah, keadaan sendiri bertahan di dunia luar akan menghasilkan keyakinan untuk terus berusaha dan menjadi orang sukses.
 
Puisi Pengobat Rindu
Harapan muda (sumber foto)

Puisi Pengobat Rindu

Entah mengapa cinta melambung tinggi pada rantau
Walau sejatinya rantau itu …
Jauh berkelana menjauhi nyamannya gubuk ibu
Bejibaku memeras keringat, menguras airmata
Tertatih kaki melangkah, perlahan maju ke muka

Tekanan demi  tekanan datang bertubi-tubi
Menjelma layaknya kejaran hantu di malam hari
Di mana jiwa berlindung, di situ para pecundang
Di mana jiwa bertahan, di situ para pemenang

Tersungkur sudah biasa, tersandung apalagi
Getir-getir kehidupan tlah bertabur dalam memori
Tatkala lelah menggelayuti diri
Sanubari pun turut menghayati

Keyakinan bercampur harapan
Menatap cerah masa depan
Bersiap menghadapi sgala rintangan
Demi mewujudkan sejuta angan

Oleh: Amalia Syarifah

Kisah di atas adalah sedikit pengalaman hidup yang dapat dibagikan kepada para pembaca sekalian, penulis sangat yakin bahwa masing-masing dari kita mempunyai cerita yang akan berguna bagi dirinya sendiri minimal, atau bisa berarti juga bagi orang yang mendengarnya.

semua kisah yang dilewati setiap orang mempunyai kenangan yang sangat berarti, pengalaman yang berbeda tersebut tidak bisa disamakan, karena pemeran setiap pengalaman telah di-set up untuk dapat menjalaninya. 

Kita sebagai manusia harus dapat mengambil pengalaman berharga yang terlihat ataupun tidak dari setiap kisah yang kita jalani. 

Baca Juga:  Puisi Roman Picisan Tentang Sahabat, Rindu & Cinta

You May Also Like

About the Author: haidunia

Baca artikel terbaru dan menarik lainnya hanya di https://www.haidunia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *