Sintaks PBL (Problem Based Learning) Menurut Para Ahli

sintaks pbl

Sintaks PBL (Problem Based Learning) – Problem Based Learning (PBL) adalah pembelajaran yang disajikan menggunakan suatu masalah (Sani, 2017). Adapun langkah pembelajaran atau sintaks PBL akan diuraikan dalam artikel ini.

Namun sebelumnya kita juga perlu ulas beberapa pengertian Problem Based Learning (PBL) menurut ahli.

Definisi Problem Based Learning (PBL)

Problem based learning adalah proses pembelajaran untuk menemukan solusi dilandasi masalah kehidupan sehari-hari agar pembelajaran lebih menarik dan bermakna (Huda, Mulyono, & Rosyida, 2019

Sedangkan menurut Sani (2017), problem based learning adalah pembelajaran dimana proses penyampaian informasinya dapat melalui penyajian suatu masalah, pemberian pertanyaan dan melakukan penyelidikan.

Sejalan dengan pendapat Akma (2019) menyatakan bahwa problem based learning merupakan pembelajaran yang berbasis masalah kehidupan sehari-hari untuk dilakukan penyelidikan, bekerjasama, dan mempresentasikan hasil sebagai bahan evaluasi.

Sedangkan menurut Riyati (2019), problem based learning merupakan proses pembelajaran terkait dunia nyata untuk dilakukan penyelidikan secara berkelompok kemudian hasil penyelesaiannya di evaluasi bersama.

Pendapat ahli lain selanjutnya:

Problem Based Learning merupakan penggunaan berbagai macam kecerdasan yang diperlukan untuk melakukan konfrontasi terhadap tantangan dunia nyata, kemampuan untuk menghadapi segala sesuatu yang baru dan kompleksitas (Tan dalam Sulistyarini dan Santoso, 2015).

Menurut Barraw dalam Anwar (2017), pembelajaran berbasis masalah atau Problem Based Learning merupakan pembelajaran yang dihasilkan dari proses investigasi, pemahaman, dan memberikan solusi dari suatu masalah.

Jadi, prinsip PBL ialah pemecahan masalah yang autentik.

Dalam kegiatan memecahkan masalah tersebut, peserta didik memiliki kesempatan yang luas untuk dapat bertukar gagasannya dengan peserta didik lain sehingga memperoleh pemahaman baru tentang matematika yang disisipkan dalam masalah tersebut (Ibrahim, 2012).

Baca Juga:  60 Soal Analogi Verbal Contoh Tes Padanan Hubungan Kata & Jawaban

Lebih lanjut, menurut Ibrahim dalam Ibrahim (2012) ciri-ciri masalah yang digunakan dalam pembelajaran berbasis masalah sebaiknya:

  1. Disesuaikan dengan kondisi peserta didik, artinya masalah harus didasarkan pada pemahaman terakhir yang dimiliki peserta didik

2. Dikaitkan dengan matematika yang akan dipelajari peserta didik, artinya dalam memecahkan masalah atau melaksanakan kegiatan, peserta didik harus diarahkan untuk memahami materi terkait

3. Memiliki jawaban/penyelesaian yang memerlukan penjelasan, artinya penyelesaian itu menuntut peserta didik memberikan alasan secukupnya untuk pembenaran atas jawabannya

4. Menggairahkan dan menantang, artinya masalah dapat diselesaikan dengan bantuan guru di awal penyelesaian dan berangsur-angsur dihentikan bantuannya

5. Tidak terlalu sulit, artinya hindari pemberian masalah yang tidak dapat diselesaikan peserta didik sekalipun diberikan bantuan yang memadai

6. Tidak membosankan artinya hindari pemberian masalah yang dapat diselesaikan tanpa bantuan sama sekali.

Dari ciri-ciri masalah di atas, Tan dalam Amir (2015) memaparkan karakteristik masalah pada model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) sebagai berikut:

  1. Masalah digunakan sebagai awal pembelajaran.
  2. Masalah yang digunakan merupakan masalah dunia nyata yang disajikan secara mengambang.
  3. Masalah biasanya menuntut prespektif majemuk. Solusinya menuntut peserta didik menggunakan dan mendapatkan konsep dari pembelajaran sebelumnya.
  4. Masalah membuat peserta didik tertantang untuk mendapatkan pembelajaran di ranah pembelajaran yang baru.
  5. Sangat mengutamakan belajar mandiri.
  6. Memanfaatkan sumber belajar yang bervariasi, tidak dari satu sumber saja.
  7. Pencarian, evaluasi serta penggunaan pengetahuan ini sangat penting.
  8. Pembelajarannya kolaboratif, komunikatif, dan kooperatif. Pembelajaran bekerja dalam kelompok, berinteraksi, saling mengajarkan dan melakukan presentasi.

Sedangkan menurut Ibrahim (2012) pembelajaran berbasis masalah menjadikan peserta didik dapat dikondisikan untuk:

  1. Membangun pengetahuan matematis baru
  2. Mencari, menemukan, dan mengaplikasikan dalam kaitannya dengan materi lain di dalam matematika maupun dalam bidang lain
  3. Mencari dan menemukan berbagai cara alternatif untuk mendapatkan solusi serta menentukan cara yang paling efektif untuk menyelesaikan masalah
  4. Mengamati, mengkritisi, dan mengembangkan proses penyelesaian masalah
  5. Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah
  6. Menunjukkan kemampuan dalam membuat, menafsirkan, dan menyelesaikan model matematika dalam pemecahan masalah
  7. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyatan matematika.
Baca Juga:  Fase–Fase Proses Belajar, Sudah di Posisi Manakah Anda?

Dengan demikian, masalah yang dikembangkan dalam pembelajaran berbasis masalah adalah agar peserta didik dapat terlibat berpikir dan mengembangkan matematika yang perlu mereka pelajari dan kuasai (Ibrahim, 2012).

Terkait tahapan dalam pembelajaran berbasis masalah ini terdiri dari lima tahapan utama yang dimulai dari pembelajar memperkenalkan pebelajar dengan suatu situasi masalah dan diakhiri dengan penyajian dan analisis hasil kerja pebelajar (Arends, 2008).

Sintaks Pembelajaran Berbasis Problem Based Learning (PBL)

Arends (2008) menjelaskan terdapat beberapa sintaks pembelajaran berbasis problem based learning yang dijabarkan pada Tabel berikut:

Sintaks Problem Based Learning

Fase Aktivitas Guru
Orientasi peserta didik pada masalah Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dilanjutkan dengan memberikan konsep dasar, petunjuk yang digunakan dalam pembelajaran.
Mengorganisasi peserta didik untuk belajar Guru membantu peserta didik dalam mengidentifikasi konsep yang ada pada masalah dan mengorganisasikan tugas-tugas belajar terkait dengan permasalahan.
Membimbing penyelidikan Guru membimbing peserta didik dalam mencari informasi yang tepat, menyelesaikan eksperimen, dan mencari solusi yang sesuai dengan penyelesaian.
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya Guru membantu peserta didik dalam merencanakan dan menyiapkan hasil karya yang tepat.
Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah Guru membantu peserta didik melakukan evaluasi terhadap proses yang telah dipelajari

Sintaks problem based learning yang digunakan dalam penelitian ini mengacu sintaks problem based learning Arends (2008) yang terdiri beberapa tahapan.

Pertama, guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan memotivasi peserta didik dalam terlibat mengatasi masalah.

Kedua, guru membantu peserta didik untuk mengorganisasi tugas terkait dengan permasalahan.

Ketiga, guru membantu peserta didik dalam mencari informasi dari permasalahan.

Keempat, guru membantu peserta didik dalam merencanakan dan mempresentasikan hasil.

Baca Juga:  Perbandingan Matematika [Pengertian Senilai & Berbalik Nilai]

Kelima, guru membantu peserta didik untuk mencari solusi yang tepat.

Demikian, semoga materi sintaks PBL yang kami sajikan ini bisa dijadikan referensi bagi anada yang sedang menyusun karya ilmiah.

You May Also Like

About the Author: Ageng Triyono

Curriculum Researcher & Developer | Guru Kampung | Penulis Lepas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *