5 Perbedaan NU dan Muhammadiyah dalam Sholat, Apa Saja?

perbedaan nu dan muhammadiyah dalam sholat

Perbedaan NU dan Muhammadiyah dalam Sholat – Indonesia adalah negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, dan dua organisasi Islam terbesar di negara ini adalah Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Meskipun keduanya memiliki tujuan yang sama dalam mengembangkan Islam dan memberikan pelayanan sosial, ada beberapa perbedaan penting antara keduanya dalam hal sejarah, pandangan keagamaan, struktur organisasi, dan pendekatan sosial. Di sisi lain antara NU dan Muhammadiyah juga memiliki perbedaan dalam hal sholat.

Nah saya akan menjelaskan apa saja perbedaan NU dan Muhammadiyah dalam sholat?

Read More

Perbedaan NU dan Muhammadiyah dalam Sholat

Ada beberapa perbedaan antara kedua organisasi Islam ini khususnya dalam bab sholat, kalau kamu sering keliling di masjid-masjid NU dan Muhammadiyah sudah barang tentu akan langsung bisa memahami apa saja perbedaannya.

1. Bacaan Iftitah

Perbedaan keduanya dalam hal sholat dimulai dari bacaan iftitah, yakni bacaan yang dilafalkan selepas takbiratul ihram.

Kalau versi NU bacaan iftitah adalah sebagai berikut:

الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا.

Allahu akbar, kabirau walhamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukrotaw washila

أنى وجهت وجهي للذى فطر السموات والأرض حنيفا مسلما وما أنا من المشركين.

inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samawati wal arha hanifam muslimaw wa ma ana minal musyrikin

ان صلاتى ونسكى ومحياي ومماتى لله رب العالمين لاشريك له وبذلك امرت وانا من المسلمين

inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil alamin la syarika lahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimin

Adapun iftitah versi Muhammadiyah bunyinya sebagai berikut:

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا ، كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ ، وَالثَّلْجِ ، وَالبَرَدِ

Allahumma baa’id bainii wa baina khathayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib. Allaahumma naqqinii minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadlu minad danas. Allahummaghsil khathayaaya bil maa-I wats tsalji wal barad.

2. Bacaan Bismillah Imam

Perbedaan NU dan Muhammadiyah dalam sholat lainnya adalah dalam hal bacaan basmalah. Dalam NU imam sholat diharuskan membaca lafal bismillah secara jahr atau terang/keras.

Berbeda dengan Muhammadiyah, imam sholat di kelompok Muhammadiyah membaca bismillah tidak dengan dikeraskan suaranya, melainkan dengan suara sir (pelan, lirih).

3. Qunut Sholat Subuh

Perbedaan selanjutnya adalah dari segi bacaan qunut ketika sholat subuh. NU dalam sholat subuh mereka membaca doa qunut adalah sunnah, artinya apabila dilakukan mendapatkan pahala, jikalau ditinggalkan tidak apa-apa.

Berbeda dengan Muhammadiyah, dalam sholat subuh mereka cenderung meninggalkan bacaan doa qunut, hal ini disebabkan bagi mereka doa qunut adalah perkara yang tidak dasarnya tidak kuat dalam agama.

4. Duduk Tasyahud (tahiyyat)

Ketika duduk tasyahud, kelompok NU biasanya mengeluarkan jari telunjuk ketika sampai pada bacaan asyhadu an laa ilaah illah allah dan seterusnya.

Adapun Muhammadiyah mereka mengeluarkan jari telunjuk langsung ketika duduk tasyahud, tidak perlu menunggu sampai bacaan asyhadu an laa ilaah illah. 

5. Sholat Jum’at dan Tarawih

Perbedaan lainnya adalah bisa dilihat ketika proses pelaksanaan sholat jum’at. NU cenderung menggunakan adzan sebanyak dua kali, sedangkan Muhammadiyah cenderung menggunakan hanya sekali adzan.

Dalam konteks sholat tarawih, keduanya pun berbeda dalam bilangan raka’at. Bilangan raka’at sholat tarawih dalam NU adalah sebanyak 20 raka’at, adapun Muhammadiyah hanya 8 raka’at. Itu belum termasuk bilangan sholat witir.

Nah itulah beberapa perbedaan NU dan Muhammadiyah dalam sholat, perbedaan apalagi yang kerap kamu lihat? silakan tulis di komentar.

Untuk memperluas wawasan kamu tentang perbedaan NU dan Muhammadiyah, saya juga akan mengulas perbedaan keduanya dari sisi yang lain, tidak hanya perbedaan dari segi sholat saja.

Perbedaan Lain NU dan Muhammadiyah

Sejarah Berdirinya

NU didirikan pada tahun 1926 oleh KH Hasyim Asy’ari sebagai respon terhadap gerakan modernisasi Islam yang diperkenalkan oleh Muhammadiyah. NU dikenal sebagai organisasi Islam yang lebih tradisional dan konservatif, dengan akar yang kuat dalam budaya Islam Jawa.

Adapun Muhammadiyah didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada tahun 1912 sebagai gerakan modernis Islam yang bertujuan untuk membersihkan praktik Islam dari elemen-elemen bid’ah (inovasi) dan membawa Islam ke dalam era modern. Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi yang lebih progresif dan modernis.

Pandangan Keagamaan

NU mengikuti aliran Islam Sunni tradisional dan cenderung lebih fleksibel dalam praktik-praktik keagamaan. Mereka sering menghormati tradisi lokal dan memiliki banyak pesantren (sekolah agama) di seluruh Indonesia.

Sedangkan Muhammadiyah memiliki pandangan Islam yang lebih puritan dan menekankan pemurnian agama. Mereka menolak praktik-praktik yang dianggap bid’ah dan berusaha mempraktikkan Islam sesuai dengan tafsir yang lebih konservatif.

Struktur Organisasi

NU memiliki struktur organisasi yang sangat terpusat, dengan ketua yang diangkat sebagai pemimpin tertinggi (ra’is ‘am) yang diwarisi secara turun-temurun dalam keluarga pendiri NU. Struktur organisasi ini sering dikritik karena kurang demokratis.

Muhammadiyah memiliki struktur yang lebih terdesentralisasi dan demokratis. Mereka mengadopsi sistem pemilihan pemimpin melalui musyawarah (mufakat) dalam kongres nasional.

Pendekatan Sosial

NU secara historis memiliki peran besar dalam memfasilitasi pendidikan Islam tradisional melalui pesantren-pesantrennya. Mereka juga aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, termasuk pelayanan kesehatan dan bantuan sosial.

Adapun Muhammadiyah juga memiliki jaringan pesantren, tetapi lebih fokus pada pendidikan modern dan pemurnian ajaran Islam. Mereka lebih aktif dalam pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, pendidikan (kampus), dan pembangunan masyarakat.

Hubungan dengan Pemerintah

NU memiliki hubungan yang lebih dekat dengan pemerintah dan seringkali memiliki representasi dalam pemerintahan. Mereka mendukung ideologi Pancasila dan negara kesatuan Republik Indonesia.

Sedangkan Muhammadiyah biasanya menjaga jarak dari politik dan berusaha mempertahankan independensinya. Mereka berpegang pada prinsip negara berdasarkan hukum Islam (syariah) dan lebih kritis terhadap pemerintahan yang dianggap tidak islami.

Akhir Kata

Perbedaan antara NU dan Muhammadiyah mencerminkan spektrum yang beragam dalam Islam Indonesia, dari tradisionalisme hingga modernisme. Meskipun ada perbedaan, keduanya memiliki peran penting dalam perkembangan Islam dan masyarakat Indonesia serta berkontribusi dalam berbagai bidang seperti pendidikan, sosial, dan keagamaan.

Demikian ulasan singkat saya seputar perbedaan NU dan Muhammadiyah dalam sholat, berserta beberapa perbedaan keduanya dari sisi yang lain.

Semoga artikel bermanfaat untuk kalian semua ya.

About Author

Baca Juga:  4 Syair Rabiah Al Adawiyah, Bikin Hati Gemetar dan Merinding

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *