Cara Membuat Lembar Kerja Siswa (LKS), Syarat & Kriterianya

cara membuat lembar kerja siswa

Cara Membuat Lembar Kerja Siswa (LKS) – Cara atau langkah dalam penyusunan lembar kerja siswa (LKS) atau yang disebut saat ini LKPD antara lain terdiri dari: (1) Analisis kurikulum, (2) Menyusun peta kebutuhan, (3) Menentukan judul, (4) Penulisan LKS, dan (5) Menyusun Struktur LKS.

Cara atau langkah-langkah membuat lembar kerja siswa di atas akan diuraikan lebih detail bahasan kita kali ini. Selain itu, dalam artikel ini kami juga akan membahas mengenai syarat bahan ajar yang baik disertai dengan kriteria valid, praktis dan efektif.

teriring doa, semoga bahasan kita kali ini dapat membantu anda yang sedang mencari referensi mengenai perihal ini. Selamat menyimak!

Peranan Lembar Kerja Siswa

Peran LKPD dalam pembelajaran salah satunya adalah sebagai bahan ajar yang bisa meminimalkan peran pendidik namun lebih mengaktifkan peserta didik.

Oleh karena itu untuk memperbaiki minat peserta didik dalam belajar, salah satu cara yang dapat dilakukan oleh guru adalah guru dengan cara membuat LKPD lebih sistematis, berwarna serta bergambar untuk menarik perhatian dalam mempelajari LKPD tersebut.

Trianto (2010) menyatakan bahwa LKPD adalah panduan bagi siswa yang digunakan untuk melakukan penyelidikan dari suatu permasalahan. Oleh karenanya penyusunan lembar kerja siswa atau LKPD peranannya saat ini menjadi sangat penting.

Perbedaan LKS dan LKPD

Kurikulum 2013 menuntut adanya perubahan dari LKS menjadi LKPD. Perbedaan antara LKS dan LKPD selain pada kata siswa dan peserta didik adalah LKPD berisi muatan materi yang singkat dengan soal yang lebih interaktif dan kontekstual terhadap peserta didik (Mustika, dkk., dalam Nurhayati, 2019)

Syarat Penyusunan atau Membuat Lembar Kerja Siswa

Keberadaan LKPD memberi pengaruh yang cukup besar dalam proses belajar mengajar, sehingga penyusunan LKPD harus memenuhi berbagai persyaratan yaitu syarat didaktik, syarat konstruksi, dan syarat teknik (Darmodjo, dkk. dalam Widjajanti, 2008).

Baca Juga:  Model ADDIE Dalam Pengembangan Modul & LKPD

1) Syarat- syarat didaktik

Mengatur tentang penggunaan LKPD yang bersifat universal dapat digunakan dengan baik untuk siswa yang lamban atau yang pandai.

LKPD lebih menekankan pada proses untuk menemukan konsep, dan yang terpenting dalam LKPD ada variasi stimulus melalui berbagai media dan kegiatan siswa. LKPD diharapkan mengutamakan pada pengembangan kemampuan komunikasi sosial, emosional, moral, dan estetika.

Pengalaman belajar yang dialami siswa ditentukan oleh tujuan pengembangan pribadi siswa.

LKPD yang berkualitas harus memenuhi syarat- syarat didaktik yang dapat dijabarkan sebagai berikut:

a. Mengajak siswa aktif dalam proses pembelajaran

b. Memberi penekanan pada proses untuk menemukan konsep

c. Memiliki variasi stimulus melalui berbagai media dan kegiatan siswa sesuai dengan ciri RME

d. Dapat mengembangkan kemampuan komunikasi sosial, emosional, moral, dan estetika pada diri siswa

e. Pengalaman belajar ditentukan oleh tujuan pengembangan pribadi.

2) Syarat konstruksi

Syarat-syarat konstruksi ialah syarat-syarat yang berkenaan dengan penggunaan bahasa, susunan kalimat, kosakata, tingkat kesukaran, dan kejelasan, yang pada hakekatnya harus tepat guna dalam arti dapat dimengerti oleh pihak pengguna, yaitu anak didik.

Syarat-syarat konstruksi tersebut yaitu:

a. Menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat kedewasaan anak.

b. Menggunakan struktur kalimat yang jelas.

Hal-hal yang perlu diperhatikan agar kalimat menjadi jelas maksudnya, yaitu:

a. Hindarkan kalimat kompleks.

b. Hindarkan “kata-kata tak jelas” misalnya “mungkin”, “kira-kira”.

c. Hindarkan kalimat negatif, apalagi kalimat negatif ganda.

d. Menggunakan kalimat positif lebih jelas daripada kalimat negatif.

e. Memiliki tata urutan pelajaran yang sesuai dengan tingkat kemampuan anak.

Konsep yang hendak dituju merupakan sesuatu yang kompleks, dapat dipecah menjadi bagian-bagian yang lebih sederhana.

f. Hindarkan pertanyaan yang terlalu terbuka.

Pertanyaan dianjurkan Merupakan isian atau jawaban yang didapat dari hasil pengolahan informasi, bukan mengambil dari perbendaharaan pengetahuan yang tak terbatas.

Baca Juga:  Fungsi Evaluasi Pendidikan & Tujuan yang Paling Mendasar

g. Tidak mengacu pada buku sumber yang di luar kemampuan keterbacaan siswa.

h. Menyediakan ruangan yang cukup untuk memberi keleluasaan pada siswa untuk menulis maupun menggambarkan pada LKPD.

Memberikan bingkai dimana anak harus menuliskan jawaban atau menggambar sesuai dengan yang diperintahkan. Hal ini dapat juga memudahkan guru untuk memeriksa hasil kerja siswa.

g. Menggunakan kalimat yang sederhana dan pendek.

Kalimat yang panjang tidak menjamin kejelasan instruksi atau isi. Namun kalimat yang terlalu pendek juga dapat mengundang pertanyaan.

i. Gunakan lebih banyak ilustrasi daripada kata-kata.

Gambar lebih dekat pada sifat konkrit sedangkan kata-kata lebih dekat pada sifat “formal” atau abstrak sehingga lebih sukar ditangkap oleh anak. Dapat digunakan oleh anak-anak, baik yang lamban maupun yang cepat.

j. Memiliki tujuan yang jelas serta bermanfaat sebagai sumber motivasi.

k. Mempunyai identitas untuk memudahkan administrasinya. Misalnya, kelas, mata pelajaran, topik, nama atau nama-nama anggota kelompok, tanggal dan sebagainya.

3) Syarat teknis

Syarat teknis yang dimaksud adalah sebagai berikut:

a. Tulisan

  • Gunakan huruf cetak dan tidak menggunakan huruf latin atau romawi.
  • Gunakan huruf tebal yang agak besar untuk topik, bukan huruf biasa yang diberi garis bawah.
  • Gunakan kalimat pendek, tidak boleh lebih dari 10 kata dalam satu baris.
  • Gunakan bingkai untuk membedakan kalimat perintah dengan jawaban siswa.
  • Usahakan agar perbandingan besarnya huruf dengan besarnya gambar serasi.

b. Gambar

Gambar yang baik untuk LKPD adalah gambar yang dapat menyampaikan pesan/isi dari gambar tersebut secara efektif kepada pengguna LKPD.

c. Penampilan

Penampilan sangat penting dalam LKPD. Peserta didik pertama-tama akan tertarik pada penampilan bukan pada isinya.

Membuat Lembar Kerja Siswa yang Valid, Praktis & Efektif

Bahan ajar yang dikembangkan dalam penelitian ini berupa LKPD. Untuk mengembangkan bahan ajar yang baik, kualitas bahan ajar yang dikembangkan haruslah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif (Plomp, 2013).

Baca Juga:  Macam macam Kejujuran, Contoh Perilaku di Sekolah & Rumah

a. Kevalidan

LKPD dikatakan valid jika bahan ajar tersebut berkualitas baik yaitu fokus pada materi dan pendekatan pembelajaran yang digunakan.

Bahan ajar harus didasarkan pada materi atau pengetahuan (validitas isi) dan semua komponen harus secara konsisten dihubungkan satu sama lain (validitas konstruk) (Arifin, 2015).

Jika LKPD memenuhi semua pernyataan di atas, maka LKPD dapat dikatakan valid. Dalam sebuah penelitian, validator akan memberikan penilaian terhadap LKPD yang akan dikembangkan.

Apabila memenuhi semua pernyataan di atas maka hasil penilaian validator menyatakan bahwa LKPD layak digunakan dengan revisi atau tanpa revisi didasarkan pada landasan teoritik yang kuat.

LKPD dikatakan valid apabila skor rata-rata penilaian kevalidan memenuhi kriteria minimal “baik” (Purboningsih, 2015).

b. Kepraktisan

Kepraktisan mengandung arti kemudahan suatu tes, baik dalam mempersiapkan, menggunakan, mengolah dan menafsirkan (Arifin, 2015).

Analisis kepraktisan LKPD pada sebuah penelitian dinilai berdasarkan angket respon penggunaan LKPD yang diberikan kepada peserta didik.

LKPD dikatakan praktis apabila skor rata-rata penilaian kepraktisan memenuhi kriteria minimal “baik” (Purboningsih, 2015).

c. Keefektifan

LKPD dikatakan efektif apabila siswa berhasil dalam proses pembelajaran dan terdapat kekonsistenan antara kurikulum, pengalaman belajar siswa, dan pencapaian proses pembelajaran.

Demikian bahasan kita mengenai cara membuat lembar kerja siswa (LKS) atau LKPD. Artikel ini saya olah dari tesis:

Joko Supriyanto. Pengembangan LKPD Berbasis Realistic Mathematis Education Untuk meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Peserta Didik Kelas X pada Materi Barisan Dan deret Aritmetika. Tesis. Yogyakarta. Program Pascasarjana, Universitas Ahmad Dahlan.

Saya sarankan anda juga merujuk ke sumber tersebut. Thanks!

You May Also Like

About the Author: Ageng Triyono

Curriculum Researcher & Developer | Guru Kampung | Penulis Lepas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *