“Pulanglah Tuan!” Puisi Tengku Zulkarnain Sebelum Meninggal

Puisi Tengku Zulkarnain Sebelum Meninggal – Belum lama berselang, kaum muslimin Indonesia kembali kehilangan tokoh yang sering wora-wiri tampil di media. Sebelumnya, KH. Agus Sunyoto, yang merupakan tokoh kalangan nadliyin (Ketua Lesbumi) telah meninggalkan kita semua pada selasa, 27 April 2021. Dan kini kita kembali kehilangan tokoh yang terkenal vokal bersuara, yakni KH. Tengku Zulkarnain.

Berita Tengku Zulkarnain meninggal sudah sama-sama kita dapatkan kemarin sore, lebih tepatnya pada senin (10/5) selepas adzan magrib sebagai pertanda buka puasa kaum muslim berkumandang. Beberapa tokoh yang mendengar kabar ini langsung bertalian saling mengucapkan rasa belasungkawa melalui media sosial.

Melalui @yusufmansurnew, Ustadz Yusuf Mansyur menyampaikan perihal komunikasi terakhir beliau dengan Tengku Zulkarnain yang belum sempat terbalas. “buya, gmn kabar? ga bener kan soal kena covid? doa dari ananda selalu…” begitu chat WA Ust. Yusuf Mansur yang belum dijawab hingga tersiar kabar Tengku Zulkarnain meninggal.

Komunikasi terkahir Ust Yusuf Mansur Sebelum Tengku Zulkarnain Meninggal
WA chat Ust Yusuf Mansur Sebelum Tengku Zulkarnain Meninggal

Duka Para Tokoh Atas Meninggalnya Tengku Zulkarnain

Kabar Tengku Zulkarnain meninggal ternyata banyak menggoreskan duka yang mendalam di hati para tokoh yang mengenal beliau. Antara lain dari Prof. Yusril Mahendra. Pakar Hukum Tata Negara dan mantan menteri ini langsung menyampaikan rasa kehilangannya melalui media sosial @yuzrilihzamhd.

“Duka cita yang mendalam di hati saya atas wafatnya Tengku Zulkarnain sore ini (10/5/2021). Rasanya terlalu cepat sahabat dan saudara saya ini pergi. Tetapi jika Allah telah memanggilnya, tak seorangpun dapat menunda atau mempercepatnya”

Baca Juga:  Nonton Love is Sweet (2020) Sub Indo Full Episode, Drama China Terbaik

 

Ucapan duka cita Prof Yusril atas meninggalnya Tengku Zulkarnain
Ucapan duka cita Prof Yusril atas meninggalnya Tengku Zulkarnain

Selain itu Prof Yusril juga menyampaikan, jikalau Tengku Zulkarnain sudah dianggap seperti adiknya sendiri. Sehingga beliau tidak ragu untuk menggambarkan Tengku Zulkarnain sebagai sosok yang teguh pendirian dan terkadang terkesan keras. “Tetapi dia orang baik yang tulus dan mau mendengarkan saran dan pendapat orang lain”, begitu pandangan Prof Yusril mengenai Tengku Zulkarnain yang selama ini dikenal vokal di acara-acara TV.

Ucapan duka cita juga disampaikan olah tokoh dan sekaligus politisi senayan, Fadli Zon. Bang Fadli Zon, yang juga dikenal vokal di depan media turut menyampaikan rasa duka citanya melalui ig @fadlizon;

” Innalillahi wainnaillaihi rajiun. Ya Allah, selamat jalan Ustadz Tengku Zulkarnain, InsyaAllah husnul khotimah n mendapatkan jannah. Al Fatihah.” 

Fadli Zon juga menyampaikan, enam bulan lalu baru saja menginterview Tengku Zulkarnain, untuk membahas perjalanan beliau dari seorang seniman menjadi dai. “Sy sdh kenal almarhum sejak 1996. Ulama yang berani n kritis. al Fatihah.”, begitu captionnya di@fadlizon.

Konten rekaman Fadli Zon dan tengku Zulkarnain  yang dimaksud juga dapat Anda nikmati di kanal Youtube “DARI MUSISI JADI DAI” di https://youtu.be/gxdC87ZDoIs

Puisi: Pulanglah Tuan!, Ditulis Sebelum Tengku Zulkarnain Meninggal

Puisi “Pulanglah Tuan” hasil buah pena Tengku Zulkarnain dapat kita ketahui dari postingan istagram Mas Mono. Puisi Pulanglah Tuan ini seolah menjadi isyarat sebelum Tengku Zulkarnain Meninggal. Berikut bait-bait puisi yang dapat kita simak di postingan istgram @masmono08;

Pulanglah Tuan

Tuan, pulanglah kemari
tempat tuan ada di sini, bukan di sana …

lihatlah ke sekiling,
siapa mereka …
bagaimana sikap mereka selama ini,
terhadap agama kita,
terhadap kita …

tempat tuan ada di sini.
mari pulang tuan …

jika tuan pulang,
kedua tangan kami akan merangkul
dengan cinta ILLAHI,
walau tanpa gempita duniawi …

Pulanglah tuan…!

(Tengku Zulkarnain)

Surah Al Mukminun Pesan Terakhir Tengku

Pesan terakhir sebelum Tengku Zulkarnain meninggal diunggah oleh Arie K Untung yang juga pegiat hijrahfest. Melalui @ariekuntung, Arie menjelaskan pesan terkahir Buya Zul;

Baca Juga:  Mau Lulus P3K? Download Soal Sosio Kultural PPPK 2021 Pdf Ini!

“3 hari lalu komunikasi sama beliau, mengabarkan tilawahnya  dalam khataman estafet ustadz dan public figure sudah siap tayang. Qodarulloh, setelah tayang langsung hilang dari youtube tanpa sebab.”

“part tayang ulang versi juz fullnya sudah direpost, Insya Allah siang ini kita akan tayangkan lagi part, khusunya Buya di Surah Al Mukminun diyoutube @hijrahfest.”

“Ternyata di penghujung hidupnya, Surah Al Mukminun ini adalah pesan terakhir beliau sebelum akhirnya dipanggil Allah. Selamat jalan Buya. Aku Bersaksi Buya orang baik. InsyaAllah Husnul Khotimah. Aamiin.” Demikian postingan Arie K Untung melalui ig-nya.

Profil Singkat Buya Zulkarnain

Profil singkat Buya Zulkarnain bisa kita lacak dari berbagai sumber. Tim haidunia.com mencoba merangkum, salah satunya dari wikipedia.com.

Tengku Zulkarnain dilahirkan di Medan, kurang lebih 57 tahun yang lalu. Dan meninggal kemarin senin, 10 Mei 2021 di Pekanbaru-Riau. Beliau menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk periode 2015-2020. Salah satu tulisan beliau yang cukup laris adalah buku, Salah Faham: Jawaban Atas Buku Raport Merah AA Gym.  

Beliau terkenal berani bersuara kritis secara terbuka di media nasional. Seperti berdebat di acara-acara talk shaw semisal  Indonesia Lawywer Club dan Kabar Petang TV One.

Satu hal yang unik adalah beliau jago bermain gitar dan beberapa alat musik lainnya sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD). Kemudian pernah menjadi juara menyanyi di RRI dan TVRI. Baru lah sejak 1986 beliau berhenti sebagai penyanyi untuk fokus menekuni agama.

Tengku Zulkarnain juga tercatat sebagai dosen sastra  Inggris di Universitas Medan. Serta pernah menjabat sebagai direktur utama lembaga pendidikan LP3I.

Tentunya umat Islam Indonesia mengenal beliau sebagai pribadi yang teguh dan gigih, serta lantang menyuarakan keadilan. Beliau banyak menuangkan pendapatnya melalui sosial media dan juga kerap menjadi pembicara di TV disaat ada permasalahan yang menyangkut umat Islam.

Baca Juga:  Nonton Wandavision (2021) Sub Indo Full Episode Download Streaming

Kini beliau telah berpulang meninggalkan kita semua. “Pulanglah Tuan, sebagaimana bait puisi mu, Insya Allah kami semua mengenang mu sebagai pejuang yang berani bersuara disaat yang lain diam.”

 

You May Also Like

About the Author: Ageng Triyono

Edutech Enthusiast|Curriculum Researcher & Developer|Independent Learner of History|Founder Kontenpositif.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *