Cek Gambaran Kondisi Sekolah Sebelum Anak Mendaftar!

gambaran sekolah yang baik

Gambaran Kondisi Sekolah yang Baik-Hallo Bunda! Mungkin diantara anda sampai detik ini masih bingung mau memutuskan sekolah yang tepat bagi ananda tercinta. Beruntung sekali anda membaca artikel ini, karna tim haidunia akan berbagi tips memilih sekolah yang tepat bagi perkembangan potensi putra-putri kita semua.

Pendidik Utama Tetaplah Orang Tua

Terkadang orang tua seperti berlomba mencari lembaga pendidikan yang menurut mereka paling pas bagi perkembangan potensi anak. Malah tak jarang sampai tidak bersabar untuk membayar biaya masuk sebelum hasil tes seleksinya diumumkan oleh panitia rekrutmen.

Namun demikian, sesibuk apa pun para orang tua, tugas mendidik anak yang utama tetap ada di pundaknya. Jadi sebelum meutuskan untuk mengirimnya ke sebuah sekolah, perlu banyak pertimbangan dan tak sekedarnya saja menitipkan kepada Kyai di Pondok ataupun kepada para guru di sekolah.

Pada sisi yang lain, memilih sekolah formal sebagai lembaga pendamping juga harus selektif. Tujuannya tiada lain agar anak cepat berkembang sesuai potensi fitrahnya. Jika keliru, tentu berdampak buruk bagi sisi si anak.

Lembaga pendidikan yang akan dipilih sebaiknya telah memiliki beberapa tolak ukur kerberhasilan dalam proses mendidik. Sekilas diantaranya, mampu membentuk kepribadian, pengetahuan dan keterampilan. Hingga nantinya setelah menjadi alumni, Sang Anak mampu hidup mandiri dan bertanggung jawab di kemudian hari.

Pertanyaan Sebelum Memilih Sekolah

Pendidikan dinilai sebagai sarana dan proses untuk meningkatkan martabat dan derajat hidup seorang anak manusia. Jika dihitung, jumlah institusi sekolah setiap tahun semakin menjamur. Mulai dari yang gratis hingga yang bertarif selangit untuk ukuran kita kalangan menengah ke bawah.

Pelayanan yang diberikan juga ditawarkan hingga berbusa-busa oleh tim promosi. Mulai dari lembaga dengan kualitas layanan biasa sampai yang premium pada era ini sudah ada. Tentunya, bapak-ibu tak sulit lagi jika hendak mencari informasinya dari layar HP dengan seujung jari.

Namun beberapa pertanyaan muncul kemudian, “Apakah lembaga pendidikan tersebut benar-benar baik dan tepat untuk perkembangan anak-anak kita?”

Pertanyaan selanjutnya juga menyusul; apakah seluruh rencana proses pendidikan sudah bisa direalisasikan? Bermaknakah pembelajaran yang telah dilaksanakan? Seperti apa profil lulusannya? Apakah lembaga pengelolanya bereputasi baik di mata wali murid?

Tentunya masih banyak lagi pertanyaan lain yang perlu diungkap para orang tua si calon murid baru. Dan ada satu pertanyaan terpenting yang harus diketahui jawabannya adalah siapa yang akan mengajar anak mereka saat jam sekolah itu?

BACA:  Memuji Keterpurukan Bangsa

Apakah Gambaran Sekolah Ideal Harus Seperti di Finlandia?

Apakah kondisi sekolah yang ideal itu seperti di Finlandia? Pertanyaan ini mungkin juga menyelinap di benak anda. Kemudian pertanyaan lain juga perlu dipertajam; “Sistem pendidikan yang dimiliki negara sekecil Finlandia apakah cocok jika diterapkan di negara sebesar Indonesia?”

Finlandia memang sering dinobatkan sebagai number one dalam bidang pendidikan. Hal itu karna didukung oleh sistem pendidikan yang berkeadilan bagi seluruh masyarakatnya, berbasis inkulusi, dan seluruh biaya ditanggung pemerintah, serta kurikulum yang bersifat konsisten.

Namun perlu kita pahami pula bahwa Finlandia adalah negara kecil, sehingga apapun alasannya jika dibanding dengan  kondisi pendidikan di Indonesia, sistem yang berlaku di ‘negara 1000 danau’ itu jauh lebih mudah ditata.

Sementara Indonesia begitu besar dan beragam. Jadi akan selalu lebih komplek yang harus dipikirkan untuk negeri kita ini.

Gambaran Kondisi Sekolah yang Baik

Banyak kajian yang sudah membahas perihal ini. Dari beberapa kajian literasi yang dihimpun oleh tim haidunia, ada beberapa gambaran sekolah ideal yang bisa dijadikan pertimbangan dalam memilih sekolah.

Guru & Proses Pendidikan

Proses pendidikan yang dimaksud di sini adalah sejak awal proses rekrutmen. Idealnya murid dalam satu kelas kesemuanya telah lulus seleksi kompetensi minimal yang disyaratkan sebagai bekal belajar lebih lanjut.

Hal ini sangat penting untuk menghindari pengaruh kurang baik dari anak yang tidak lulus kompetensi minimal namun tetap hadir sebagai ‘penumpang gelap’ di kelas. Artinya ia semestinya tidak bergabung di kelas yang sama. Atau bahkan semestinya tidak berada di sekolahan itu.

Dan syarat yang lain yang harus dipenuhi sebelum memulai proses tahun ajaran baru adalah Sang Guru telah lulus uji kompetesi. Setidaknya uji kompetensi pengetahuan dan kepribadian. Bagaimana pun guru adalah pelaku utama dalam proses pendidikan di sekolah.

Menelisik kepribadian guru yang akan anda percaya untuk mendidik Sang Buah Hati bukanlah hal yang tabu. Ibnu Sina sempat berpesan;

”Orangtua sebaiknya mencari sosok guru yang memiliki akhlak yang baik, berakal (sehat), taat dalam menjalankan agamanya, tidak bersifat dengki, komunikatif dalam bergaul dengan anak, tidak kaku dan berwibawa.”

Sekali lagi, sosok guru yang berakhlak baik dan berpengetahuan jauh lebih utama dari faktor keberhasilan manapun dalam sebuah proses pendidikan.

Sarana Prasarana

Secara makro, sarana prasarana pendidikan memang difungsikan bagi kelancaran proses pembelajaran. Tetapi bagi kaum muslimin sebuah masjid adalah sarana pokok dalam membangun ruh keimanan.

Bagi anda yang hendak mendaftarkan anaknya di sebuah sekolah, penting sekali untuk memperhatikan kondisi kebersihan tempat ibadahnya. Masjid di lingkungan sekolah adalah simbol dan gambaran kekuatan dakwah yang dilakukan para insan di lingkungan sekolah tersebut. Karakter keislaman murid secara kasat mata pun bisa diukur dari kedisiplinannya berjamaah ke masjid.

BACA:  Fase–Fase Proses Belajar, Sudah di Posisi Manakah Anda?

Pelayanan

Bagi anda yang memutuskan untuk menyekolahkan anak di sekolah negeri biasanya semua pelayanan sudah terstandarkan. Artinya anda tidak bisa berharap lebih di atas yang telah ditetapkan.

Namun bagi anda yang hendak mengirim anak ke sekolah yang berbiaya tinggi, bukan hal yang tabu juga jika anda berkeinginan memastikan apakah biaya yang akan dikeluarkan sebanding dengan pelayanan prima dari pihak pengelola.

Kecuali jika anda telah percaya 100% dan tidak mempermasalahkan berapa pun biaya yang dikeluarakan untuk hal itu. Atau bahkan anda termasuk orang yang bingung dalam menghabiskan uang belanja, maka anda tak perlu cerewet menanyakannya hal itu ke bagian pendaftaran.

Beberapa pelayanan yang perlu anda pastikan adalah pelayanan kesehatan, makan dan loundry (jika sekolah berasrama). Tak lupa juga digitalisasi sistem pembayaran yang memudahkan secara teknis juga perlu anda pastikan.

Seperti Apa Output Sekolah Tersebut?

Umumnya orang tua menargetkan anaknya masuk Perguruan Tinggi ternama setelah lulus. Tentu hal ini tidak salah. Dan hal ini masih merupakan harapan yang standar.

Tetapi pernahkah mendengar jika para alumninya suatu hari melakukan tawuran di sekolah tersebut. Atau pernah diserang oleh sekolah lainnya. Nah, jika sekolah yang hendak dituju memiliki riwayat yang kurang baik sebaiknya dihindari. Meskipun banyak alumninya yang viral kesuksesannya. Hal ini demi keamanan dan kenyamanan putra atau putri anda dalam belajar.

Mungkin juga hafalan al quran dijadikan ukuran penilaian kelulusan dari sebuah madrasah. Maka anda pun perlu menelisik kondisi para alumninya, apakah mereka hanya sekedar hafal atau sudah berakhlaq qurani. Hal ini perlu menjadi perhatian jika hendak mengirimkan sang anak ke lembaga pendidikan berbasis pesantren.

Pilih yang Sesuai Potensi Anak

Banyak sekolah yang berani menjamin mutu dan kualitasnya baik. Namun demikian anda tetap hanya akan memilih salah satu sekolah saja. Maka pilihlah yang dapat menfasilitasi bakat anak anda.

Jika anak anda ingin lebih menonjol dalam menghafal al quran maka pilihlah sekolah tahfidz yang target hafalannya terukur dengan kemampuan dasar anak anda. Pada sisi yang lain, anda juga tidak perlu memkasanya untuk les matematika atau pelajaran lainnya secara berlebihan. Karna anak anda pasti akan tebebani.

Sebaliknya jika anak anda berbakat di bidang sains, maka sekolah tahfidz bukan pilihan yang utama. Karna jika dipaksakan, waktu menghafalnya akan tersita untuk praktikum dan mengikuti kompetisi.

Begitu juga dengan anak anda yang memiliki kelebihan di bidang seni, olah raga, fashion, online business, acting, dan sebagainya, anda harus memastikan bakat anak tersalurkan dengan baik di sekolah itu.

BACA:  Mendidik Mereka yang Memiliki Keterbatasan

Pilih Gambaran Kondisi Sekolah yang Sevisi dengan  Keluarga Anda

Pendidikan bukanlah sebuah proses yang bebas nilai. Para orang tua pastinya telah mulai sejak dini menanamkan nilai-nilai kehidupan dalam keluarga. Nilai-nilai itu sudah barang tentu dikehendaki untuk dipelihara dan diterapkan oleh Sang Anak yang akan memasuki lingkungan sekolah baru.

Maka jangan sampai ada petentangan nilai antara yang diajarkan dalam keluarga anda dengan prinsip-prinsip yang sudah dijalankan oleh sekolah tersebut. Sebagai contoh dalam hal berbusana syar’i bagi keluarga muslim.

Jika dalam keluarga anda meyakini busana yang syari’ itu harus berjubah dan bercadar, maka jangan kirim anak anda ke sekolah yang belum menerapkan hal itu. Begitu pun sebaliknya, jangan kirim putri anda ke sekelolah yang menerapkan seragam kusus jika anda tidak menghendaki seragam tersebut melekat pada diri sang anak.

Lebih tidak relevan lagi jika anda mengirim sang anak ke lembaga pendidikan umum, atau bahkan lembaga pendidikan non Islam meskipun itu lembaga ternama.

Pastikan Telah Menerapkan Tata-tertib Kedisiplinan

Setiap sekolah memiliki rumusan peraturan yang akan diberlakukan. Pondok Modern Gontor Darussalam bisa kita ajukan sebagai contoh satu lembaga pendidikan yang telah berhasil menerapkan kedisipilinan bagi peserta didiknya.

Kedisiplinan adalah salah satu kunci dalam pendidikan karakter. Hanya saja belum 100% lembaga pendidikan bisa menerapkannya secara tegas dengan segala konsekuensinya. Biasanya beberapa toleransi masih diberlakukan sebelum anak didik benar-benar memahami arti sebuah kedisiplinan secara kolektif.

Lain halnya jika di keluarga anda telah terbiasa dengan tingkat kedisiplinan yang tinggi, maka memilih lembaga pendidikan semi  militer dirasa akan tepat. Sebaliknya, jika orang tua belum menerapkan disiplin ketika di rumah, maka tidak cocok pula jika anaknya disekolahkan di lembaga semacam itu. Karna akan sulit dalam beradaptasi.

Simpulnya, pilihlah yang sesuai dengan potensi dan karakter yang sudah dibangun dalam keluarga anda.

Peran Guru Tetap Nomor Satu

Kekuatan utama ‘main power’  sebuah lembaga pendidikan adalah guru. Bukan fasilitas ataupun gedung bertingkatnya. Sekali lagi, kekuatan pendidikan ada pada guru!

Kesalahan pertama pengelola lembaga pendidikan juga pada kekeliruannya dalam merekrut guru. Sebab, orang tua mempercayakan anaknya untuk dididik oleh para guru, bukan oleh SDM ataupun media belajar lain.

Profil para guru saat ini  mudah di-searching melalui medsos. Anda bisa mendeteksinya dari sana. Ingat, kompetensi guru dalam transfer ilmu pengetahuan bukan lagi syarat utama untuk ukuran saat ini. Tapi karakter dan keteladanan, itu yang terpenting.

Sementara, saya kira itu! Catatan lain tentu masih banyak. Semoga dari sedikit yang kami catat ini cukup sebagai bekal anda memilih sekolah terbaik bagi putra-putri tercinta. Aamiin

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *