Pengertian e Learning dan Contoh Penerapannya

pengertian e-learning

Pengertian E-learning, Contoh, Komponen dan Manfaatnya untuk Pembelajaran Abad ke-21– Bahasan kita kali ini adalah tentang e learning. Beberapa hal yang akan kita kulik antara lain mengenai pengertian e-learning yang disampaikan para ahli.

Beberapa catatan juga kami tambahkan, diantaranya adalah mengenai contoh-contoh e-learning yang sering digunakan dalam kegiatan belajar-mengajar, dan komponen-komponen e-learning, serta manfaatnya  di era revolusi industri abad 21.

Selamat menyimak!

Pengertian E-learning Menurut Ahli

Salah satu konsekuensi dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terhadap sistem pendidikan adalah adanya e-learning.

Perkembangan teknologi inilah yang diharapkan bisa membantu sistem belajar-mengajar dapat menjadi lebih efisien dan efektif kedepannya.

 

E-learning merupakan singkatan dari electronic learning yang dalam bahasa Indonesia berarti “pembelajaran elektronik”. Pada umumnya, kegiatan belajar-mengajar berlangsung antara guru ke anak didik secara verbal atau seperti ceramah tatap muka dalam sebuah kelas.

Adanya teknologi pada era modern seperti sekarang bisa lebih memudahkan kegiatan belajar-mengajar. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk menjelaskan lebih lanjut pengertian e-learning beserta contoh dan manfaatnya untuk pembelajaran abad ke-21.

Seperti yang telah tertulis sebelumnya bahwa kepanjangan dari e-learning adalah electronic learning. Secara sederhana, pengertian dari e-learning adalah sebuah sistem belajar yang memanfaatkan teknologi internet sebagai alatnya.

Dasar dan konsekuensi dari perkembangan teknologi memiliki pengaruh besar dalam dunia pendidikan. E-learning hadir sebagai solusi belajar pada abad ke-21 yang mana di era sekarang, hampir semua hal berkaitan dengan teknologi.

E-learning juga menjadi cara belajar baru dalam dunia pendidikan. Efektivitas dan efisiensi atas adanya pembelajaran elektronik menjadi pilihan dalam hal belajar-mengajar.

Beberapa ahli mendefinisikan apa itu e-learning dan bagaimana e-learning bisa menjadi sistem belajar baru di era sekarang.

Ardiansyah (2013)

Menurut Ardiansyah, e-learning adalah sistem belajar yang bisa berlangsung jarak jauh antara guru dan murid. Sarana belajar e-learning dapat membantu guru maupun murid agar bisa melakukan proses belajar-mengajar tanpa harus tatap muka.

Rosenberg (2001)

Rosenberg memaparkan bahwa penggunaan teknologi dalam pendidikan seperti e-learning dapat menjadi solusi peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Teknologi internet dalam pembelajaran elektronik menjadi alat perantara antara guru dan murid ketika proses belajar-mengajar.

Rosenberg juga mendefinisikan e-learning sebagai penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas dengan tiga landasan poin, yaitu:

  • Sebagai jaringan yang dapat memperbaharui, menyimpan, mendistribusi, dan membagi materi belajar atau informasi
  • Sebagai perantara antara guru dan murid yang terhubung dengan komputer yang menggunakan standar teknologi pada internet
  • Sebagai fokus baru yang menggantikan paradigma pembelajaran tradisional

Soekartawi (2003)

E-learning menurut Soekartawi, yaitu proses pembelajaran yang menggunakan instrumen-instrumen teknologi seperti telepon, telekonferensi, video rekaman, transmisi satelit, dan audio.

Darin E. Hartley (2001)

Baca Juga:  Tugas Pokok dan Fungsi Guru BK Dalam Kurikulum 2013

E-learning merupakan tipe pembelajaran dalam pendidikan yang memungkinkan para siswa untuk mengaksesnya melalui media internet, intranet, atau jaringan lainnya.

Bahan ajar bisa tersampaikan dengan mudah dengan media-media tersebut sehingga proses belajar-mengajar bisa efektif.

Dari definisi-definisi tersebut dapat kita simpulkan bahwa e-learning merupakan proses belajar dengan bantuan teknologi yang bisa menjangkau hal yang lebih luas.

Terdapat banyak manfaat dan dampak positif dari hadirnya e-learning di zaman sekarang.

Contoh Penerapan dalam Pendidikan

Penerapan e-learning dalam sistem pendidikan sudah menjadi hal yang wajib dipertimbangkan oleh instansi-instansi pendidikan saat ini. Selain karena faktor kurangnya tenaga pendidik atau guru, sistem e-learning dapat membantu pembelajaran mandiri bagi para siswa.

Contoh e-learning dalam sistem pendidikan adalah aplikasi-aplikasi belajar online, materi atau konten elektronik, forum diskusi online, sistem penilaian dan ujian online sekolah.

Semuanya menggunakan teknologi internet dan bisa diakses kapan saja, di mana saja, dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing instansi pendidikan.

Seperti yang kita tahu sekarang, terdapat banyak aplikasi digital yang dapat membantu siswa untuk belajar secara online. Seperti RuangGuru, Zenius, Widya Edu, dan masih banyak sekali platform-platform e-learning lainnya yang berbasis aplikasi online.

Selain itu, e-learning juga tidak hanya sebatas pembelajaran yang dapat membantu proses belajar, tapi ada juga sistem elektronik yang dapat membantu guru atau pihak sekolah.

Terdapat komponen-komponen yang dapat membentuk e-learning sehingga bisa membantu pihak sekolah menyelenggarakan sistem belajar yang efektif.

Komponen-komponen E-learning

Yang pertama ada infrastruktur e-learning, merupakan Personal Computer (PC), jaringan komputer, hub, switch, router, atau perangkat jaringan lain yang terhubung dengan media komunikasi tertentu, internet, dan perlengkapan multimedia lainnya.

Yang kedua adalah sistem dan aplikasi e-learning atau yang biasa disebut sebagai Learning Management System (LMS), sebuah sistem alat dalam bentuk software.

LMS dapat mem-virtualisasi proses belajar dan pendidikan konvensional untuk administrasi, dokumentasi, laporan suatu program pelatihan, dan lainnya.

Misalnya, semua fitur yang memiliki hubungan dengan pengelolaan proses belajar seperti pembuatan materi belajar, sistem rapor, atau ujian online, semuanya terakses dengan internet.

Yang terakhir yaitu konten e-learning, suatu materi yang menjadi bahan pada LMS (Learning Management System). Ada dua konten yang menjadi jenis bahan ajar, yaitu multimedia-based content dan text-based content.

Multimedia-based content merupakan bahan ajar interaktif dengan multimedia yang memungkinkan kita menggunakan mouse atau keyboard untuk mengoperasikannya.

Sedangkan text-based content adalah bahan ajar yang berbentuk buku pelajaran yang ada di internet.

Manfaat E-learning untuk Pembelajaran Abad 21

Saat ini kita telah masuk ke era digital, era yang hampir semua aspek kebutuhan menggunakan teknologi sebagai alat bantunya. Begitu juga dengan pendidikan yang mana setiap zaman pasti ada perubahan-perubahan yang disebabkan oleh pesat perkembangan ilmu pengetahuan.

Perubahan yang terjadi pada sistem pendidikan sekarang juga didasari oleh kebutuhan manusia agar bisa mengikuti arus masa depan.

Kita tidak bisa menghindar dari orientasi kemajuan teknologi, melainkan kita harus menyelaraskan antara teknologi dengan kebutuhan manusia sekarang.

Abad ke-21 adalah abad modern, dan e-learning menjadi hasil dari modernisasi tersebut. E-learning memiliki dampak yang baik untuk menunjang pendidikan dan proses belajar mengajar.

Dengan begitu, berikut manfaat-manfaat e-learning untuk proses pembelajaran abad ke-21:

1. Alternatif saat ada pandemi virus Covid-19

Baca Juga:  Cara Membuat Lembar Kerja Siswa (LKS), Syarat & Kriterianya

Tidak ada satupun manusia yang dapat memprediksi adanya wabah covid-19 terjadi. Wabah tersebut sangat berdampak kepada mobilitas masyarakat yang pada dasarnya saling bersosialisasi setiap saatnya.

Pandemi covid-19 juga sangat berdampak kepada kegiatan belajar-mengajar, seperti di sekolah, universitas, dan instansi pendidikan lainnya.

Untuk mengurangi penyebaran virus, kita harus membatasi interaksi satu sama lain sehingga kegiatan belajar tidak bisa berlangsung seperti biasanya.

E-learning menjadi alternatif untuk tetap melangsungkan proses belajar mengajar selama masih harus berdiam diri di rumah. Dengan adanya pembelajaran online, baik guru atau dosen tetap bisa berinteraksi dengan para siswa untuk proses pendidikan tanpa harus bertemu secara langsung.

Kecanggihan teknologi pada era digital seperti sekarang sangat bermanfaat untuk mengakses materi-materi pembelajaran. Semua materi bisa diakses dengan mudah dan bisa melalui smartphone ataupun laptop.

2. Akses belajar yang praktis dan fleksibel

Dulu sebelum ada e-learning, kita harus membawa banyak buku untuk ke sekolah. Pihak sekolah juga harus selalu menyediakan berbagai macam buku pelajaran untuk para siswanya. Bayangkan jika satu hari terdapat 5 pelajaran, maka kita harus membawa 5 buku dalam sehari, dan itu sangatlah tidak praktis.

Pada dasarnya, kehadiran e-learning bukan semata-mata menggantikan keberadaan buku, melainkan untuk membantu para pelajar agar bisa fleksibel antara belajar lewat buku atau lewat e-learning.

E-learning bisa kita akses kapan saja dan secara online, jika suatu saat kamu butuh dan kamu sedang tidak membawa buku, kamu dapat mengaksesnya secara fleksibel.

Selain itu, jika seperti saat ini ada wabah covid-19 yang membatasi interaksi sosial, kita dapat belajar secara online kapanpun dan dimanapun.

Kita bisa belajar dari rumah dan materi belajar sudah tersedia di aplikasi online, internet, atau pada LMS (Learning Management System).

3. Menyesuaikan dengan karakter belajar diri sendiri

Setiap orang memiliki cara belajarnya masing-masing dan pada dasarnya kita tidak bisa menyamakan semua tipe belajar tiap orang.

Ada yang tipe belajarnya yang harus ada visualisasi atau gambar agar bisa lebih memahami inti pelajaran, atau ada juga yang hanya bisa belajar pelan namun sering.

E-learning sebagai pembelajaran elektronik yang dibantu dengan teknologi dapat memvirtualisasi banyak tipe pembelajaran. Kita bisa belajar dengan banyak pilihan dan bisa diakses kapan saja dan dimana saja.

Metode penyampaian informasi pembelajaran lewat e-learning ada yang bentuknya formal dan informal. Dengan demikian, semua orang bisa belajar dengan karakter dirinya sendiri tanpa merasa terpaksa dengan metode belajar pada umumnya.

4. Efektivitas waktu dan efisiensi biaya

Baca Juga:  Contoh Soal AKM SMA Literasi Numerasi Kelas 11 dan 12

Buku merupakan sumber ilmu dan semua pendidikan pastinya memerlukan buku sebagai salah satu alat belajar.

Kehadiran e-learning bukanlah suatu upaya untuk menggantikan buku, melainkan untuk menunjang kebutuhan pendidikan agar lebih efektif dan efisien.

Contohnya, dengan e-learning semua materi bisa diakses secara online dengan internet. Dengan begitu, murid tidak perlu membawa banyak buku untuk belajar setiap harinya.

Terkadang ketika ada buku yang tertinggal atau tidak ada biaya untuk memproduksi banyak buku, maka e-learning menjadi alternatif pengganti buku.

Kemajuan teknologi juga membantu sistem pendidikan agar bisa lebih efektif dalam hal menyelenggarakan kegiatan belajar-mengajar.

Misalnya seorang guru berhalangan hadir karena sedang sakit, dengan adanya e-learning atau pembelajaran online, guru tersebut masih bisa terhubung dengan muridnya di sekolah.

Guru bisa menggunakan LMS (Learning Management System) sebagai alat untuk memberikan tugas dan materi harian kepada muridnya. Sehingga, kegiatan belajar-mengajar tidak terputus dan pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Selain beberapa manfaat e-learning yang telah dipaparkan, menurut L. Tjokro (2009: 187), e-learning ini memiliki banyak kelebihan dalam proses pendidikan. Kelebihan-kelebihan ini yang menjadi dampak positif integrasi teknologi dan pendidikan di Abad ke-21 ini.

Yang pertama, e-learning lebih memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sehingga mudah diserap oleh orang. Misalnya belajar dengan visualisasi seperti gambar, video, animasi, dan lainnya.

Yang kedua, e-learning lebih efektif dalam biaya, artinya tidak perlu biaya cetak seperti buku dan bisa diakses kapan saja. Yang ketiga, e-learning jauh lebih sederhana dan ringkas, artinya setiap orang bisa belajar apapun dan dimanapun tanpa harus menggunakan seragam, harus berada di sekolah.

Yang terakhir, e-learning tersedia online, dalam artian tersedia setiap saat. Dengan demikian, pembelajaran e-learning tergantung murid atau orangnya, jika mereka semangat belajar makan ilmunya bisa lebih cepat meningkat.

Demikian bahasan kita mengenai pengertian e-learning dan beberapa hal yang berkaitan dengan proses pembelajaran era abad 21.

Materi ini disusun oleh kontributor haidunia.com: Muhammad Naufal Rizky

You May Also Like

About the Author: haidunia

Baca artikel terbaru dan menarik lainnya hanya di https://www.haidunia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *