Menulis Ngawur

Posted on

Rumaisha Putri – Pemikiran

Pikiran saya buyar! Saya coba korek-korek memori itu agar kembali, namun tak jua menemukan apa sebenarnya yang ingin saya tulis. Apa yang sebenarnya ingin saya tuangkan. Ambyar tak bersisa. Pada saat menulis artikel ini pun, beberapa kali saya tercenung di depan monitor. Blank!

Mencari inspirasi (Sumber)

Memang tidak ada tuntutan atau deadline dari siapapun. Namun tanpa menulis, bisa dipastikan akan mengurangi kepekaan kita terhadap lingkungan sekitar. Terus menulis adalah motivasi saya untuk tidak egois hanya memperhatikan diri sendiri. Ada banyak hal yang bisa diceritakan dalam satu hari. Bahkan satu menit. Bahkan satu detik.

Tapi, tadi mau menulis apa? Ada banyak hal yang berputar di kepala namun seketika hilang begitu saja begitu sudah pegang pena.

Ini hal yang biasa dihadapi para penulis, terlebih pemula. Namun setiap kendala selalu disertai solusi beragam dan datang dari sudut pandang yang beragam pula. Maka tulisan ini semata-mata adalah tentang bagaimana saya menyelesaikan masalah kekosongan inspirasi itu.

Kuncinya adalah “berani ngawur” dan berani menuangkan kengawuran tersebut ke dalam tulisan. Selain membantu menghidupkan ide-ide di dalam kepala, berani menulis ngawur merupakan suatu bentuk penerimaan terhadap karya diri sendiri.

Ketika kita sudah menerima tulisan kita seperti apapun jeleknya konyolnya anehnya, justru itulah langkah awal kita menjadi pribadi penulis yang lebih baik dan piawai dari sebelumnya. Seseorang perlu tahu kekurangannya untuk menjadi sempurna esok hari.

100% is impossible but not with 99%.

Dengan cara menulis ngawur, kita mendapatkan tiga manfaat sekaligus dalam satu waktu. Yaitu menghidupkan ide-ide yang ada di kepala untuk kemudian menjadi main idea, melatih tata bahasa, juga pendongkrakan personal dengan mendongakkan kepada diri kekonyolan tulisan sehingga melatih kemampuan menghargai dan mencintai karya sendiri. Lalu cukup ditertawakan sendiri. Setelah itu akan lebih percaya diri.

BACA:  Al Quran dan Perjuangan Mahatma Gandhi

Salah satu contoh, saya pernah menulis begini :

Mulai darimana yah? Tadi itu awalnya mau nulis tentang suasana di Student Center Al-Azhar tapi apanya yang mau dideskripsikan yah? Sepertinya setiap hari begitu-begitu saja bentuknya. Hmm, biasanya saat mengaji mereka duduk melingkar, dipimpin pembimbing masing-masing. Kalau halaqah Ustadzah Fulanah biasanya antri kebelakang. Kalau di halaqah saya, si Fulanah sering ngantuk dan tidur. Oiya si Fulanah juga jahil dan tak bisa diam. Tapi saya selalu menikmati suasananya yang ramai namun teduh.

Tidak peduli tidak ada ide, tetaplah menulis (Sumber)

Satu paragraf tulisan ngawur saya ini justru berevolusi mengalir menjadi dua halaman, bahkan sebenarnya bisa lebih banyak. (Dapat dilihat pengembangannya dalam tulisan saya yang berjudul PR Menyenangkan di haidunia.com). Ketika stuck kembali di paragraf tertentu maka cukup ulangi cara yang sama.

Maka itu sudah cukup untuk menjadi brainstorming atau pemantik otak. Kita akan menemukan sendiri jalan-jalan menuju sebuah gagasan di kepala, bahkan ide yang terlintas di benak yang notabene merupakan bagian sanubari kita yang paling dalam dan paling mudah hilang.

Hal penting yang harus diyakini setiap penulis pemula adalah bahwa sudut pandang setiap orang berbeda-beda. Bagaimana seseorang mendeskripsikan sesuatu ke dalam sebuah tulisan adalah tergantung pada apa saja yang sudah menjadi pengalamannya. Pada apa saja yang sudah menjadi latar belakangnya. Ini tentu dapat menjadi pembeda gaya tulisan kita dengan tulisan orang lain.

Maka untuk pengembangan ide yaitu dengan memperbanyak pengalaman atau membuka kembali album kenangan dan lihat apa yang bisa diangkat dari sana untuk menjadi sebuah tulisan.

Satu lagi. Practice makes perfect. Tidak ada hasil memuaskan tanpa latihan dan kebiasaan. Maka mulailah dulu dan seringlah mengulang sehingga nantinya menjadi pekerjaan yang ringan.

BACA:  Antara Jalan Cita atau Sekedar Perantara

Selamat menulis!

Oleh: Rumaisha Putri
Editor: Deany Januarta Putra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *