Jenis Jenis Evaluasi Pembelajaran Sesuai Kurikulum Merdeka

Jenis-jenis evaluasi pembelajaran
Jenis-jenis evaluasi pembelajaran

Haidunia.com – Jenis jenis evaluasi pembelajaran yang diberlakukan pada Kurikulum Merdeka pada prinsipnya masih sama dengan yang digunakan pada Kurikulum 2013. Hanya saja perlu dilakukan refresment dan penyesuaian mengikuti perkembangan Capain Kompetensi (CP) yang ditargetkan di dalam Kurikulum Merdeka.

Jenis-jenis evaluasi pembelajaran yang disajikan oleh tim haidunia.com pada laman ini pada prinsipnya mencoba untuk mengingatkan kembali kepada bapak/ibu guru mengenai jenis-jenis evaluasi pembelajaran yang sesuai dengan apa yang yang menjadi tujuan dilakukannya evaluasi itu sendiri.

Bagi Anda yang menghendaki materi jenis-jenis evaluasi pembelajaran pdf bisa merujuk kepada Panduan Pembelajaran dan Asessmen dari Kemendikbud.

Jenis jenis Evaluasi Pembelajaran

Jenis jenis evaluasi pembelajaran bisa dibedakan berdasarkan: (1) tujuan; (2) sasaran; (3) lingkup kegiatan pembelajaran, dan; (4) objek dan subjek evaluasi. Berikut ini adalah penjelasan masing-masing jenis evaluasi pembelajaran tersebut.

Jenis Evaluasi Pembelajaran Berdasarkan Tujuan
Jenis-jenis evaluasi pembelajaran berdasarkan tujuannya dibedakan menjadi 4, yaitu: (1) Evaluasi Diagnostic; (2) Evaluasi Penempatan; (3) Evaluasi Formatif, dan; (4) Evaluasi Sumatif.

(1) Evaluasi Diagnostik
Evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang ditujukan untuk menelaah kelemahan-kelemahan peserta didik beserta faktor-faktor penyebabnya.

(2) Evaluasi Penempatan
Evaluasi penempatan adalah evaluasi yang digunakan untuk menempatkan peserta didik dalam program pendidikan tertentu yang sesuai dengan karakteristik peserta didik

(3) Evaluasi Formatif
Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilaksanakan untuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar dan mengajar.

Evaluasi formatif ini dilaksanakan pada setiap kali satuan program pelajaran atau sub pokok bahasan dapat diselesaikan, dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana peserta didik telah mampu menguasai (memiliki kompetensi) sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah ditentukan.

Baca Juga:  Soal P3K 2022 dan Jawabannya (Contoh Tes Asli Pdf)

(4) Evaluasi Sumatif
Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan untuk menentukan hasil dan kemajuan belajar peserta didik.

Evaluasi ini dilaksanakan setelah sekumpulan program pelajaran selesai diberikan (berakhir), tujuan utama dari evaluasi sumatif ini adalah untuk menentukan keberhasilan peserta didik, setelah mereka menempuh program pengajaran.

Jenis Evaluasi Pembelajaran Berdasarkan Sasaran
Evaluasi pembelajaran bisa dibedakan menjadi 5, yaitu: (1) Evaluasi Konteks; (2) Evaluasi input; (3) Evaluasi Proses; (4) Evaluasi Hasil atau Produk, dan; Evaluasi Outcome.

(1) Evaluasi Konteks
Evaluasi yang ditujukan untuk mengukur konteks program baik mengenai rasional tujuan, latar belakang program, maupun kebutuhan-kebutuhan yang muncul dalam perencanaan

(2) Evaluasi Input
Evaluasi yang diarahkan untuk mengetahui input baik sumber daya maupun strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan. Evaluasi input terdiri dari 3 fungsi yaitu: (a) Evaluasi Penempatan; (b) Evaluasi Kesiapan, dan; (c) Evaluasi Seleksi.

  • Evaluasi Penempatan
    Fungsi evaluasi sebagai penempatan (placement) adalah evaluasi yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan, minat, dan bakat siswa sehingga dapat diputuskan dimana tempat yang cocok bagi siswa tersebut.
  • Evaluasi Kesiapan
    Evaluasi Evaluasi kesiapan kesiapan adalah evaluasi evaluasi yang dilakukan dilakukan untuk mengetahui kesiapan siswa untuk menerima materi yang diberikan, untuk mengetahui apakah siswa telah menguasai materi prasyarat.
  • Evaluasi Seleksi
    Evaluasi seleksi, evaluasi yang dilakukan karena adanya daya tampung.

(3) Evaluasi Proses
Evaluasi yang di tujukan untuk melihat proses pelaksanaan, baik mengenai kelancaran proses, kesesuaian dengan rencana, faktor pendukung dan faktor hambatan yang muncul dalam proses pelaksanaan, dan sejenisnya. Evaluasi proses terdiri dari 4 fungsi, yaitu: (a) Evaluasi Kualitatif; (b) Evaluasi Kuantitatif; (c) Evaluasi Formatif, dan; (d) Evaluasi Diagnostik.

  • Evaluasi Kualitatif
    Evaluasi terhadap proses pembelajaran tentang interaksi yang terjadi dalam kelas.
  • Evaluasi Kuantitatif
    Evaluasi terhadap proses pembelajaran, seperti efektivitas pembelajaran, jumlah kehadiran guru dan siswa
    dan lain-lain.
  • Evaluasi Formatif
    Evaluasi yang dilakukan untuk mengetahui penguasaan materi selama proses pembelajaran sedang berlangsung.
  • Evaluasi Diagnostik
    Evaluasi yang dilakukan untuk mengetahui tentang kesulitan belajar yang dialami oleh siswa.

(4) Evaluasi Hasil atau Produk
Evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil program yang dicapai sebagai dasar untuk menentukan keputusan akhir, diperbaiki, dimodifikasi, ditingkatkan atau dihentikan.

(5) Evaluasi Outcom atau Lulusan
Evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil belajar siswa lebih lanjut, yakni evaluasi lulusan setelah terjun ke masyarakat.

Jenis Evaluasi Berdasarkan Lingkup Kegiatan Pembelajaran
Evaluasi pembelajaran berdasarkan lingkup pembelajaran dibedakan menjadi 3 (tiga), yaitu: (1) Evaluasi Program Pengajaran; (2) Evaluasi Proses Pelaksanaan Pengajaran, dan; (3) Evaluasi Hasil Belajar

(1) Evaluasi Program Pembelajaran
Evaluasi yang mencakup terhadap tujuan pembelajaran, isi program pembelajaran, strategi belajar mengajar, aspek-aspek program pembelajaran yang lain.

(2) Evaluasi Proses Pembelajaran
Evaluasi yang mencakup kesesuaian antara proses pembelajaran dengan garis-garis besar program pembelajaran yang di tetapkan, kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, kemampuan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.

(3) Evaluasi Hasil Pembelajaran
Evaluasi hasil belajar mencakup tingkat penguasaan peserta didik terhadap tujuan pembelajaran yang ditetapkan, baik umum maupun khusus, ditinjau dalam aspek kognitif, afektif, psikomotorik.

Jenis Evaluasi Berdasarkan Objek dan Subjek Evaluasi
Evaluasi pembelajaran berdasarkan objek dan subjeknya dibagi menjadi 2 (dua), yaitu: (1) Evaluasi Objek, dan: (2) Evaluasi Subjek. Berikut penjelasannya:

(1) Evaluasi Objek
Berdasarkan objeknya masih dapat dibagi lagi ke dalam 3 jenis evaluasi turunannya, yaitu: (a) Evaluasi Input; (b) Evaluasi Transformasi, dan; (3) Evaluasi Output.

  • Evaluasi Input
    Input atau bahan mentah yang siap untuk diolah dalam dunia pendidikan, khususnya proses pembelajaran di sekolah, yaitu para calon peserta didik seperti : calon murid, calon siswa, calon mahasiswa dan sebagainya. Segi input ini maka objek dari evaluasi pendidikan meliputi tiga aspek, antara lain (1) aspek kemampuan, (2) aspek kepribadian dan (3) aspek sikap.
  • Evaluasi Transformasi
    Dari segi transformasi objek dari evaluasi pendidikan meliputi : (a) kurikulum atau materi pelajaran, (b) metode mengajar dan teknik penilaian, (c) sarana atau media pendidikan, (d) sistem administrasi, (e) guru dan unsur-unsur persoalan lainnya yang terlibat dalam proses pendidikan.
  • Evaluasi Output
    Evaluasi terhadap lulusan yang mengacu pada ketercapaian hasil pembelajaran.
Baca Juga:  Pengertian Lembar Kerja Siswa (LKS) yang Valid, Praktis & Efektif

(2) Evaluasi Subjek
Berdasarkan subjeknya, subjek evaluasi bisa dikelompokkan lagi ke dalam jenis: (a) Evaluasi Internal, dan; (b) Evaluasi Eksternal.

  • Evaluasi Internal
    Evaluasi internal dilaksanakan oleh pihak-pihak yang ada dalam organisasi seperti dalam pendidikan di sekolah dilaksanakan oleh pendidik.
  • Evaluasi Eksternal
    Evaluasi eksternal dilaksanakan oleh pihak-pihak luar lembaga atau organisasi.

Jenis-jenis evaluasi pembelajaran yang kami bagikan semoga menambah manfaat bagi bapak/ibu guru, utamanya bagi yang membutuhkan referensi pengayaan pengetahuan. Anda juga bisa mengakses materi kami yang lain mengenai jenis-jenis evaluasi pembelajaran PAUD di laman yang selanjutnya.

About Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment