Rantau

Posted on
Harapan muda (sumber foto)

Entah mengapa cinta melambung tinggi pada rantau
Walau sejatinya rantau itu …
Jauh berkelana menjauhi nyamannya gubuk ibu
Bejibaku memeras keringat, menguras airmata
Tertatih kaki melangkah, perlahan maju ke muka

Tekanan demi  tekanan datang bertubi-tubi
Menjelma layaknya kejaran hantu di malam hari
Di mana jiwa berlindung, di situ para pecundang
Di mana jiwa bertahan, di situ para pemenang

Tersungkur sudah biasa, tersandung apalagi
Getir-getir kehidupan tlah bertabur dalam memori
Tatkala lelah menggelayuti diri
Sanubari pun turut menghayati

Keyakinan bercampur harapan
Menatap cerah masa depan
Bersiap menghadapi sgala rintangan
Demi mewujudkan sejuta angan

Oleh: Amalia Syarifah

BACA:  Betapa Debu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *