Tes Bakat Skolastik untuk Guru Penggerak 2021 dan Jawabannya

  • Whatsapp
Tes Bakat Skolastik Guru Penggerak
Tes Bakat Skolastik Guru Penggerak

Tes Bakat Skolastik untuk Guru Penggerak – Tes bakat skolastik yang kami sajikan adalah sebagai dukungan bagi Anda para bapak/ibu guru yang akan maju dalam seleksi guru penggerak 2021. Tentunya menjadi kebahagian bagi kita semua ketika ada sosok-sosok guru yang memiliki tipe pejuang dan ingin menginspirasi rekan-rekan guru yang lain dengan menjadi guru penggerak.

Tes bakat skolastik untuk guru penggerak ini sudah kami lengkapi dengan pembahasan. Dan semoga Anda semua dimudahkan dalam proses seleksinya. Semoga Anda menjadi yang terpilih pada angkatan tahun ini. Dan bisa dengan lancar mengikuti segala proses pembelajaran calon guru penggerak yang telah diagendakan oleh Kemendikbud.

Read More

Namun sebelum kita melangkah untuk membahas soal tes bakat skolastik guru penggerak, ada baiknya kita juga mengenal profil dari program guru penggerak terlebih dahulu. Selamat menyimak!

Mengenal Sekolah Penggerak

Apa itu sekolah penggerak?

Sekolah Penggerak adalah sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang mencakup kompetensi dan karakter yang diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru).

Program Sekolah Penggerak

Program sekolah penggerak terdiri dari 5 (lima intervensi):

(1) Pendampingan konsultatif dan asimetris

Program kemitraan antara Kemendikbud dan pemerintah daerah dimana Kemendikbud memberikan pendampingan implementasi Sekolah Penggerak

(2) Penguatan SDM Sekolah

Penguatan Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, Penilik, dan Guru melalui program pelatihan dan pendampingan intensif (coaching) one to one dengan pelatih ahli yang disediakan oleh Kemdikbud.

(3) Pembelajaran dengan paradigma baru

Pembelajaran dengan paradigma baru dirancang berdasarkan prinsip pembelajaran yang terdiferensiasi sehingga setiap siswa belajar sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya

(4) Perencanaan berbasis data

Manajemen berbasis sekolah: perencanaan berdasarkan refleksi diri sekolah

(5) Digitalisasi Sekolah

Penggunaan berbagai platform digital bertujuan mengurangi kompleksitas, meningkatkan efisiensi, menambah inspirasi, dan pendekatan yang customized.

SDM dalam Sekolah Penggerak

Siapa saja SDM yang berperan dalam sekolah penggerak? Mari kita perhatikan tabel berikut:

SDM

Peran

Pelatih Ahli & pengawas
  • Pelatih ahli melakukan pendampingan kepala sekolah
  • Pengawas mendapatkan pelatihan dan pendampingan
Kepala Sekolah
  • Berkolaborasi dalam Community of Practice dengan Kepala Sekolah Penggerak lain
  • Kepala sekolah mendapatkan pelatihan manajemen dan instructional leadership
Komite Pembelajaran Guru
  • Dipilih oleh Kepala sekolah untuk membantu Pembelajaran Guru
  • Menjadi fasilitator pembelajaran Guru
Guru
  • Akan menggunakan platform pembelajaran mandiri guru
  • Menerapkan prinsip pengajaran & penilaian yang efektif
Murid Akan menggunakan pembelajaran dengan paradigma baru:
  • Pembelajaran intrakurikuler yang terdiferensiasi
  • Proyek kokurikuler lintas mata pelajaran yang berorientasi pada pengembangan karakter dan kompetensi umum

Tahapan Proses Transformasi Sekolah Penggerak

Ada 4 (empat) tahapan proses transformasi menuju sekolah penggerak. Tahapan tersebut bisa Anda perhatikan dalam bagan berikut:

C:\Users\lenovo x250\Downloads\Tahapan Proses Transformasi Sekolah Penggerak.PNG

Tahap Seleksi Guru Penggerak

Jika dilihat dari time line, maka saat materi ini disusun, para peserta calon guru penggerak masih dalam tahap Verifikasi dan Validasi Data Pendaftaran, yaitu pada tanggal 4-17 November 2021. Adapun tahapan selanjutnya sebagai berikut:

  • 18 November-8 Desember 2021: Penilaian Seleksi Tahap 1
  • 13-17 Desember 2021 : Pengumuman Hasil Seleksi Tahap 1 dan Penjadwalan Seleksi Tahap 2
  • 20 Desember 2021-18 Februari 2022 : Seleksi Tahap 2
  • 22-25 Februari 2022 : Pengumuman Calon Guru Penggerak
  • 5 April-14 Oktober 2022: Pendidikan Guru Penggerak

Semoga bagi Anda yang sudah sampai pada tahap ini, kelak bisa menjadi bagian guru penggerak yang berhasil membawa banyak perubahan. Mengenai penjelasan langkah-langkah selanjutnya bisa Anda akses di panduan guru penggerak.

Mengenal Tes Bakat Skolastik Untuk Guru Penggerak

Tes bakat skolastik umumnya terdiri dari materi subtes;

1. Kemampuan Verbal

Tes kemampuan verbal ditujukan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam menganalisis kata-kata dan bahasa. Bentuk tes yang digunakan pada umumnya berupa soal sinonim (persamaan kata), antonim (lawan kata), padanan hubungan kata, dan pengelompokan kata

2. Kemampuan Kuantitatif

Tes kemampuan kuantitatif ditujukan untuk mengukur kemampuan matematis seseorang. Sehingga soal yang diujikan akan berupa penerapan konsep-konsep  konsep-konsep dasar matematika. Konsep-konsep dasar tersebut di antaranya mencakup aljabar, logika, peluang, statistika, dan geometri.

3. Kemampuan Penalaran

Tes Kemampuan Penalaran terdiri atas penalaran logis dan analitis. Tes ini berfungsi untuk mengetahui seberapa efektif penalaran dan pemecahan masalah yang dimiliki seseorang dengan kriteria logis dan masuk akal.

Untuk bahasan kita kali ini akan fokus pada subtes kemampuan penalaran sebagai persiapan Anda menjalani tes bakat skolastik untuk guru penggerak. Namun pada dasarnya, materi contoh tes bakat skolastik guru penggerak ini bisa juga sebagai acuan persiapan tes Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk formasi non guru. Tes bakat skolastik untuk guru penggerak ini juga bisa direkomendasikan sebagai bahan belajar para calon peserta tes seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN), maupun sekolah kedinasan.

“Soal tes bakat skolastik di Indonesia dikembangkan oleh Pusat Penilaian Pendidikan, Balitbang Kemendikbud sejak tahun 1990. Pada pengembangannya mengacu pada SAT (Scholastic Aptitude Test), yaitu tes potensi yang sering digunakan untuk seleksi penerimaan mahasiswa di Amerika”

Tes bakat skolastik dipandang memiliki keunggulan karena prosedur pengembangan butir soalnya sudah terstandar dan melibatkan para pakar dari perguruan tinggi.

Contoh Tes Bakat Skolastik Guru Penggerak Penalaran Logis

Contoh Tes bakat skolastik untuk guru Penggerak subtes kemampuan penalaran logis ditujukan untuk mengukur kemampuan calon guru penggerak dalam hal menarik sebuah kesimpulan dari beberapa pernyataan yang disajikan. Silahkan Anda pelajari soal yang kami sajikan!

PETUNJUK:
Soal tes skolastik guru penggerak nomor 1-15 ini adalah tes penalaran logis yang berkaitan dengan premis mayor dan premis minor. Tugas Ada, pilihlah kesimpulan yang paling sesuai dengan pernyataan-pernyataan yang terdapat dalam soal.

Tes Bakat Skolastik untuk Guru Penggerak (1)
Semua pegawai negeri berpakaian seragam. Sebagian pegawai negeri menggunakan dasi. Kesimpulan:

a. Sebagian pegawai negeri bersepatu
b. Sebagian pegawai negeri berjas
c. Sebagian pegawai negeri berseragam dan berdasi
d. Sehagian pegawai negeri berseragam tapi tidak bersepatu
e. Sebagian pegawai negeri berseragam dan bertopi
Jawaban: C

Tes Bakat Skolastik untuk Guru Penggerak (2)
Semua ikan dapat berenang di dalam air. Ikan terbang dapat terbang di atas air. Kesimpulan:

a. Semua ikan dapat terbang
b. Kecuali ikan terbang, semua ikan dapat berenang
c. Sementara ikan dapat berenang dan terbang di atas air
d. Semua ikan dapat bernafas di dalam air
e. Tidak ada jawaban yang betul
Jawaban: C

Tes Bakat Skolastik untuk Guru Penggerak (3)
Semua penyanyi dapat bermain piano. Semua pemain gitar adalah mahasiswa. Kesimpulan:

a. Sebagian penyanyi tidak dapat bermain gitar
b. Sebagian mahasiswa tidak dapat bermain piano
c. Semua penyanyi dan mahasiswa tidak dapat bermain drum
d. Semua penyanyi adalah mahasiswa
e. Tidak dapat ditarik kesimpulan
Jawaban: E

Tes Bakat Skolastik untuk Guru Penggerak (4)
Semua dokter dapat membuat resep. Beberapa dokter ahli kandungan adalah penggemar lukisan. Kesimpulan:

a. Semua dokter adalah dokter kandungan
b. Semua dokter adalah penggemar lukisan
c. Penggemar lukisan pastilah dokter kandungan
d. Beberapa dokter kandungan yang dapat membuat resep adalah penggemar lukisan
e. Tidak dapat ditarik kesimpulan
Jawaban: D

Tes Bakat Skolastik untuk Guru Penggerak (5)
Semua pemain sepak bola dilarang memegang bola selama permainan. Penjaga gawang sepak bola boleh memegang bola. Kesimpulan:

a. Penjaga gawang bukan pemain sepak bola
b. Semua pemain sepak bola adalah penjaga gawang
c. Pemain sepakbola yang boleh memegang bola adalah penjaga gawang
d. Penjaga gawang tidak boleh menendang bola
e. Tidak dapat ditarik kesimpulan
Jawaban: C

Tes Bakat Skolastik untuk Guru Penggerak (6)
Semua komputer memiliki layar monitor. TV memiliki layar monitor. Kesimpulan:

a. TV adalah komputer
b. Komputer adalah TV
c. Sebagian komputer adalah TV
d. Sebagian TV adalah komputer
e. Tidak dapat ditarik kesimpulan
Jawaban: C

Tes Bakat Skolastik untuk Guru Penggerak (7)
Kesedihan membuat orang menangis. Kebahagiaan sering membuat orang menangis. Kesimpulan:

a. Kebahagiaan selalu dirayakan orang dengan cara menangis.
b. Orang sedih jika menangis menjadi bahagia
c. Orang dapat menangis saat sedih ataupun bahagia
d. Orang bahagia yang menangis akan berubah menjadi sedih.
e. Tidak dapat ditarik kesimpulan
Jawaban: C

Tes Bakat Skolastik untuk Guru Penggerak (8)
Semua perempuan suka bunga mawar. Semua bunga mawar berduri. Kesimpulan:

a. Semua perempuan takut duri
b. Sebagian perempuan suka bunga anggrek
c. Tidak ada bunga mawar yang disukai perempuan yang tidak berduri
d. Jika tidak berduri bunga mawar tidak disukai perempuan
e. Tidak dapat ditarik kesimpulan
Jawaban: C

Tes Bakat Skolastik untuk Guru Penggerak (9)
Semua pegawai negeri dapat berbahasa Inggris. Beberapa pegawai negeri yang menduduki jabatan eselon satu pandai berpidato dalam bahasa Belanda. Kesimpulan:

a. Semua pegawai negeri yang dapat berbahasa Belanda menduduki jabatan eselon satu
b. Semua pegawai negeri yang menduduki jabatan eselon pasti dapat berbahasa Inggris
c. Beberapa pegawai negeri yang dapat berbahasa Inggris pasti tidak menduduki jabatan eselon.
d. Semua pejabat dapat berbahasa Belanda
e. Tidak dapat ditarik kesimpulan
Jawaban: C

Tes Bakat Skolastik untuk Guru Penggerak (10)
Semua dosen memiliki komputer. Beberapa komputer para dosen dapat terkoneksi ke internet secara otomatis di area hot spot. Kesimpulan:

a. Semua dosen memiliki koneksi ke internet secara otomatis.
b. Komputer sama dengan hot spot
c. Jika di area hot spot, beberapa dosen dapat membuka e-mail dengan komputer mereka.
d. Komputer para dosen adalah komputer canggih
e. Tidak ada yang benar
Jawaban: C

Tes Bakat Skolastik untuk Guru Penggerak (11)
Semua burung dapat terbang. Kapal terbang juga dapat terbang. Kesimpulan:

a. Kapal terbang adalah burung
b. Tidak semua yang terbang adalah burung.
c. Kapal terbang dan burung sama-sama memerlukan bahan bakar untuk dapat terbang.
d. Beberapa burung dapat terbang secepat kapal terbang
e. Tidak dapat diambil kesimpulan dari dua pernyataan di atas.
Jawaban: B

Tes Bakat Skolastik untuk Guru Penggerak (12)
Semua ular memiliki bisa yang mematikan. Ular piton tidak memiliki bisa. Kesimpulan:

a. Ular piton sebenarnya bukan ular
b. Ular piton adalah ular langka
c. Beberapa ular tidak memiliki bisa
d. Ular berbisa ditakuti piton
e. Tidak dapat ditarik kesimpulan
Jawaban: C

Tes Bakat Skolastik untuk Guru Penggerak (13)
Semua manusia tidak memiliki tanduk dan cakar. Semua macan adalah pemakan daging. Kesimpulan:

a. Manusia pada dasarnya satu famili dengan macan, karena sama-sama suka makan daging.
b. Macan dan manusia sama-sama tidak bertanduk.
c. Macan dan manusia dapat saling memakan
d. Manusia lebih ganas dibanding macan
e. Tidak dapat ditarik kesimpulan
Jawaban: E

Tes Bakat Skolastik untuk Guru Penggerak (14)
Semua pemimpin memiliki pengikut. Semua pemimpin yang baik dicintai pengikutnya. Kesimpulan:

a. Semua pemimpin pasti dicintai pengikutnya
b. Semua pemimpin pasti mencintai pengikutnya
c. Beberapa pemimpin bukan pemimpin yang baik
d. Beberapa pemimpin mencintai pengikutnya
e. Tidak dapat ditarik kesimpulan
Jawaban: E

Tes Bakat Skolastik untuk Guru Penggerak (15)
Semua makhluk hidup pasti mati. Batu bukan makhluk hidup. Kesimpulan:

a. Batu tidak dapat mati
b. Batu dapat berevolusi menjadi makhluk hidup
c. Batu dapat dihuni oleh makhluk hidup
d. Batu lebih hebat dari makhluk hidup
e. Tidak dapat disimpulkan
Jawaban: A

Tes Bakat Skolastik untuk Guru Penggerak

Tes bakat skolastik untuk guru penggerak pada bagian ini akan berkonsentrasi pada subtes penalaran analitik. Manfaat dari pemberian subtes ini adalah untuk mengukur kemampuan calon guru penggerak dalam memilih dan mengorganisir informasi yang sesuai sebagai bahan pemecahan masalah.

PETUNJUK: 
Soal-soal nomor 16 sampai dengan nomor 30 berisi cerita atau deskripsi yang memuat informasi-informasi penting. Setiap data dan angka adalah bagian dari penyelesaian masalah yang disajikan dalam soal. Kerjakanlah setiap soal di bawah ini dengan tepat sebelum Anda melihat kunci jawaban!

Tes Bakat Skolastik untuk Guru Penggerak (16)
Ayah Amir hendak bepergian ke Solo dengan menggunakan mobil, sedangkan Amir akan menggunakan sepeda motor. Jarak rumah Amir dengan kota Solo sejauh 120 km. Ayah Amir berencana berangkat jam 07.00 dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. Jika kecepatan Amir rata-rata 90 km/jam. Maksimal jam berapakah Amir harus berangkat agar bersamaan dengan Ayahnya tiba di Solo?

a. 07.30
b. 07.35
c. 07.40
d. 07.45
e. 07.50

Jawaban: C
Jarak tempuh (S) = 120 km
Kecepatan Ayah Amir (V1) =  60 km/jam
Kecepatan Amir (V2) = 90 km/jam

Agar Amir dan Ayahnya datang bersamaan, maka keduanya harus memiliki waktu tempuh yang sama.

Waktu tempuh Ayah Amir (t1) = S/V1
t1 = 120/ 60
t1= 2 jam

Ayah Amir berangkat 07.00, maka sampai tujuan = 07.00 + 2 jam = 09.00

Untuk Amir:
S = 120 km
V2= 90 km/jam
Waktu tempuh Amir (t2), t2 = S/V2

⇔ t2= 120/90
= 4/3 jam = 80 menit
Agar Amir datang bersamaan dengan Ayahnya, maka;

Waktu kedatangan ayahnya harus dikurangi waktu tempuh Amir
= 09.00 – 80 menit
= 07.40

Tes Bakat Skolastik untuk Guru Penggerak (17)
Ida ke supermarket setiap 4 hari sekali, Dyah setiap 5 hari sekali, dan Firza setiap 8 hari sekali. Jika pada tanggal 1 Agustus 2004 mereka bersama-sama pergi ke supermarket, maka pada tanggal berapa mereka akan pergi bersama-sama lagi ke supermarket ?

a. 13 September 2004
b. 12 September 2004
c. 11 September 2004
d. 10 September 2004
e. Tidak ada jawaban yang benar

Jawaban:D
Permasalahan di atas dapat diselesaikan menggunakan konsep KPK (kelompok persekutuan terkecil). Mereka akan bersama-sama ke supermarket sesuai KPK dari 4, 5 dan 8.

KPK 4, 5 , 8 = 40 (40 hari)
Maka Ida, Dyah dan Firza akan sama-sama ke Supermarket setelah 40 hari dari tanggal 1 Agustus 2014.
Kebetulan Agustus 2004 terdiri dari 31 hari. Maka ketiganya akan bersama ke supermarket pada 10 september 2004.

Tes Bakat Skolastik untuk Guru Penggerak (18)
Kelompok siswa mempunyai hobi olahraga renang, badminton dan tenis. Olahraga renang diikuti 15 siswa, badminton 17 siswa dan tenis 20 siswa. Olahraga renang dan badminton diikuti 7 orang, badminton dan tenis juga 7 orang, sedangkan olahraga renang dan tenis diikuti oleh 12 orang. Siswa yang mempunyai hobi renang, badminton dan tenis berjumlah 5 orang. Banyaknya siswa dalam kelompok tersebut adalah ….

a. 31 siswa
b. 52 siswa
c. 37 siswa
d. 33 siswa
e. 26 siswa

Jawaban: A

Renang (R) = 15
Badminton (B) = 17
Tenis (T) = 20

Renang dan Badminton (R∩B) = 7
Badminton dan Tenis (B∩T) = 7
Renang dan Tenis (R∩T) = 12
Renang dan Badminton dan Tenis (R∩B∩T) = 5

contoh soal tes bakat skolastik guru penggerak
contoh soal tes bakat skolastik guru penggerak

Untuk mengetahui banyaknya siswa dalam kelompok tersebut, perhatikan diagram Venn berikut:
Dari diagram Venn di atas maka jumlah siswa = 1 + 2 + 8 + 2 + 5 + 7 + 6 = 31 siswa

Tes Bakat Skolastik untuk Guru Penggerak (19)
Perjalanan dari Kota A ke Kota B membutuhkan waktu tempuh minimal 6 jam dengan perahu motor. Ayah pergi ke kota B seminggu sekali dan memakan waktu 7 jam. Pemberangkatan perahu motor dari Kota A ke Kota B dijadwalkan dua kali seminggu. Maka kesimpulan yang benar adalah ….

a. Ayah naik perahu motor ke Kota B.
b. Waktu tempuh Ayah pulang pergi 14 jam.
c. Ayah mungkin naik perahu motor ke Kota B.
d. Kota A dan Kota B terletak di pinggir sungai.
e. Ayah bermukim di kota A.

Jawaban: B
Hal yang bisa disimpulkan adalah Ayah melakukan perjalanan pergi  ke kota B dan pulang kembali selama 14 jam.

Tes Bakat Skolastik untuk Guru Penggerak (20)
Selembar papan mempunyai panjang 6 kaki akan dipotong-potong selebar 6 inchi. Menjadi berapa potong papan tersebut ?

a. 24
b. 20
c. 18
d. 12
e. 8

Jawaban: D

1 kaki = 30 cm,
6 kaki = 6 × 30 cm = 180 cm
6 inchi = 2,5 cm = 15 cm
Maka jumlah potongan papan = 180 cm/ 15 cm = 12 potongan

Tes Bakat Skolastik untuk Guru Penggerak (21)
Seorang pedagang durian membeli 100 buah durian dengan harga seluruhnya Rp. 600.000. Penjual tersebut menjual 40 buah durian dengan harga masing-masing Rp. 7.000; menjual 52 buah durian dengan harga masing-masing Rp. 6.000; dan sisanya ternyata busuk. Berapakah besarnya kerugian atau keuntungan pedagang tersebut ?

a. Untung Rp. 8.000
b. Untung Rp. 18.000
c. Rugi Rp. 8.000
d. Rugi Rp. 18.000
e. Tidak untung tapi juga tidak rugi

Jawaban: C
Banyak durian = 100 buah
Modal (harga beli) = 600.000
Penjualan terdiri dari:

(a) 40 buah × 7000 = 280.000
(b) 52 buah × 6000 = 312.000

Total hasil penjualan = 280.000 + 312. 000
= 592.000 (rugi)

Besar rugi = 600.000 – 592.000
= 8.000

Tes Bakat Skolastik untuk Guru Penggerak (22)
Kota A sejauh 180 km dari kota B. Kereta I berangkat dari kota A menuju kota B jam 07.00 dengan kecepatan rata-rata 60 km perjam. Kereta II berangkat dari kota B menuju kota A tiga puluh menit kemudian dengan kecepatan rata-rata 75 km per jam. Maka pernyataan berikut yang benar adalah ….

a. Kereta I lebih dahulu sampai di kota B
b. Kereta II lebih dahulu sampai di kota A
c. Kereta I dan II bersamaan sampai di kota tujuan
d. Kereta I dan II berpapasan pada jam 09.00
e. Kereta I dan II berpapasan pada jam 08.30

Jawaban: B
S = 180 km
Untuk kereta I berangkat pukul 07.00
VI= 60 km/jam

maka, tI= S/VI
= 180/60
= 3 jam

Jika kereta I berangkat dari kota A jam 07.00, maka akan sampai kota jam 10.00

Untuk kereta II;
Kereta II berangkat 30 menit kemudian menuju kota A, berarti 07.30
V2 = 75 km/jam,

maka t= S/V2
= 180/75
= 2,4 jam
= 135 menit

Kereta 2 akan sampai kota A pada jam 07.30 + 02.15 menit = 09.45 menit
Kesimpulan: Kereta II lebih dulu sampai Kota A

Tes Bakat Skolastik untuk Guru Penggerak (23)
Seorang pedagang membeli 2 kwintal beras dengan harga Rp. 2.750 per Kg. Setelah beras tersebut terjual habis, ternyata dia memperoleh uang sebesar Rp. 620.000. Maka persentase keuntungan pedagang tersebut adalah

a. 11
b. 11,5
c. 11,7
d. 12
e. 12,7

Jawaban: E
Beras 2 kwintal = 2 × 100kg = 200 kg
Harga beras 2 kwintal = 200 kg × Rp27.500 = Rp550.000
Uang yang diperoleh dari penjualan = Rp620.000 (untung)

Keuntungan = Rp620.000-Rp550.000
= Rp70.000

Persentase keuntungan = (70/550.000) × 100%
= 12,7%

Tes Bakat Skolastik untuk Guru Penggerak (24)
Usia seorang ayah saat ini 6 kali lebih banyak dibandingkan usia anaknya. Saat usia ayah mencapai 50 tahun, perbandingan usia ayah dan anak adalah 2 : 1. Berapa perbandingan usia anak dan ayah pada saat ini?

a. 1 : 5
b. 1 : 6
c. 5 : 1
d. 6 : 1
e. Tidak ada jawaban yang benar

Jawaban: D
Misal usia Ayah = x
Usia Anak = y

Perbandingan usia sekarang;
x= 6y

50 tahun yang lalu, berarti;
(x-50)/(6y-50) = 2/1

⇔ (x – 50) = 2(6y – 50)
⇔ x – 50 = 12y – 100, dimana x = 6y
⇔ 6y – 50 = 12y – 100

⇔ 100 – 50 = 12y – 6y
⇔ 50 = 6y
y = 50/6

x = 6y
= 6(50/6)
x = 50

x : y = 50 : 50/6
= 6 : 1

Tes Bakat Skolastik untuk Guru Penggerak (25)
Seorang pedagang kain menjual dua lembar kain batik dengan motif dan kualitas yang sama dengan harga Rp. 96.000. Setelah dihitung, ternyata pedagang tersebut mengalami kerugian sebesar 25 %. Berapakah harga pembelian selembar kain batik?

a. Rp. 65.000
b. Rp. 75.000
c. Rp. 64.000
d. Rp. 70.000
e. Rp. 74.000

Jawaban: C
Harga jual 2 kain = Rp96.000
Kerugian 25%,
Misal harga beli kedua kain adalah y

misal besar kerugian: r
besar rugi = harga beli – harga jual
⇔ r = y – 96.000

%rugi = (besar rugi/ harga beli) × 100%
⇔ 25% = [(y – 96.000)/ y] × 100%
⇔ 1 = [(y – 96.000)/ y] × 4

⇔ y = 4y – 384.000
⇔ 3y = 384.000
⇔ y = 128.000 ( 2 kain)

Jadi harga beli 2 kain adalah Rp128.000
Maka harga 1 kain = Rp128.000/2 kain
= Rp64.000

Tes Bakat Skolastik untuk Guru Penggerak (26)
Amir berangkat ke sekolah jalan kaki sejauh 1,5 km dengan kecepatan rata-rata 50 meter per menit. Jika pintu gerbang sekolah ditutup tepat jam 07.30, jam berapa maksimal Amir harus berangkat dari rumah agar tidak tertutup pintu pagar sekolah ?

a. 06.00
b. 06.30
c. 06.45
d. 06.59
e. 07.00

Jawaban: D
Jarak yang ditempuh Amir (S) = 1,5 km = 1500 m
Kecepatan Amir (v) = 50 m/menit

waktu tempuh Amir (t) = S/V
= 1500/50 = 30 menit

Jika pintu gerbang sekolah ditutup tepat jam 07.30,
maka setidaknya Amir sudah berangkat jam 06.59.

Tes Bakat Skolastik untuk Guru Penggerak (27)
Seorang tukang bangunan akan membuat dinding menggunakan 600 batu bata yang berukuran 2 dm, 6 cm dan tebal 5 cm dengan upah Rp 5000,- per meter persegi. Berapa upah yang akan diterima oleh tukang bangunan tersebut?

a. Rp 30.000,-
b. Rp 36.000,-
c. Rp 90.000,-
d. Rp 108.000,-
e. Rp 18.000,-

Jawaban: B
Ukuran batu bata;
panjang (p) = 2 dm = 20 cm
lebar (l) = 6 cm
tebal (t) = 5 cm

Luas 1 bata = p x 1
= 20.6
= 120 cm²

Geo bata = 600 x 120 cm²
= 72.000 cm²
= 7,2 m²

Biaya = 7,2 x 5.000
= Rp. 36.000,-

Tes Bakat Skolastik untuk Guru Penggerak (28)
Saat berenang setiap 4 hari sekali, Bayu berenang setiap 6 hari sekali, dan Dito berenang setiap 9 hari sekali. Apabila pada tanggal 10 Juli 2004 mereka berenang bersama, pada tanggal berapa mereka akan berenang bersama lagi?

a. 15 September 2004
b. 15 Agustus 2004
c. 17 September 2004
d. 17 Agustus 2004
e. Tidak ada jawaban yang benar

Jawaban: B
KPK dari 4, 6, 9 = 36
Tgl. 10 Juli + 36 hari = Tanggal 15 Agustus
(Juli = 31 hari)

Tes Bakat Skolastik untuk Guru Penggerak (29)
Kota A berada 10 km di sebelah Utara kota F, sedang kota E berada di sebelah timur kota F sejauh 10 km. 20 km di sebelah selatan kota E terdapat kota D. Kota B terdapat 10 km di sebelah selatan kota C yang berjarak 10 km di sebelah timur kota D. Amin berangkat dengan mengendarai sepeda motor pada pukul 08.15 melalui kota-kota F, E, D, C dan tiba di kota B pada pukul 10.03, maka berapa kilometerkah jarak yang sudah dia tempuh?

a. 50 km
b. 60 km
c. 70 km
d. 80 km
e. 90 km

Jawaban: A
F ke E = 10 km
E ke D = 20 km
D ke C = 10 km

dari C tiba di kota B, berarti ditambah 10 km lagi.
Jadi total yang ditempuh = 10 + 20 + 10 + 10 = 50 km

Tes Bakat Skolastik untuk Guru Penggerak (30)
Paman memperoleh gaji sebulan sebesar Rp. 950.000. Berapakah gaji yang diterima Paman setiap bulannya, apabila besarnya penghasilan tidak kena pajak adalah Rp. 360.000, dan besarnya pajak penghasilan adalah (PPh) adalah 10%.

a. Rp. 890.000,-
b. Rp. 891.000,-
c. Rp. 892.000,-
d. Rp. 893.000,-
e. Rp. 894.000,-

Jawaban: B
Kena pajak = 950.000 – 360.000
= 590.000

Pajak = 10% x 590.000 = 59.000
590.000 – 59.000 = 531.000

Gaji terima = 360.000 + 531.000
= Rp. 891.000

Demikian pembahasan kita mengenai contoh soal tes bakat skolastik untuk guru penggerak. Selanjutnya Anda kami sarankan untuk mempelajari materi yang lain yang bersesuaian dengan contoh tes bakat skolastik guru penggerak dan soal tes skolastik guru penggerak. Silahkan Anda berkunjung ke laman contoh soal tes bakat skolastikSoal Contoh Tes Bakat Skolastik Guru, Contoh Soal Psikotes Sinonim dan Antonim dan Jawabannya, Contoh Soal PPPK Guru SD Honorer Tes Bakat Skolastik. Dan teriring doa dari kami semoga Anda semua berhasil menjadi guru penggerak berprestasi! Salam!

Baca Juga:  50 Contoh Soal Tes Bakat Skolastik PPPK (P3K) Guru & Jawaban

Related posts