50 Soal Contoh Tes Bakat Skolastik Guru PPPK (P3K) Honorer

haidunia.com_tes bakat skolastik

50 Soal Contoh Tes Bakat Skolastik (TBS) Untuk Seleksi Calon PPPK (P3K) Guru Honorer-CPNS 2021 dan Pembahasannya – Rekrutmen PPPK (P3K) guru honorer tahun 2021 telah di depan mata.

Tentunya menjadi kabar gembira bagi bapak/ibu yang telah lama mengabdi sebagai tenaga honorer dan ingin memiliki status sebagai ASN melalui seleksi tes PPPK (P3K) guru jalur honorer.

Contoh tes bakat skolastik untuk persiapan seleksi tes PPPK (P3K) guru honorer tealj kami lengkapi dengan pembahasan. Jumlah seluruh contoh soal tes bakat skolastik ini ada 100 nomor soal. Namun kami pisahkan ke dalam dua kali pembahasan.

Pada halaman ini terdiri dari 50 nomor butir soal dengan nomor urut 1-50. Adapun nomor 51-100 kami sajikan dalam halaman berbeda. Kami sarankan anda juga merujuk ke halaman tersebut agar persiapan seleksi sebagai ASN lebih matang dan setidaknya anda bisa berhasil memiliki status sebagai PPPK 2021.

Sebagaimana yang disampaikan dalam materi sosialisasi Rencana Pelaksanaan Seleksi Guru PPPK pada tahun 2021, materi tes seleksi PPPK guru tahun 2021 terdiri dari:

  1. Kompetensi teknis sesuai mata pelajaran sebanyak 50 butir soal
  2. Tes bakat skolastik sebanyak 40 butis soal
  3. Tes manajerial sebanyak 30 butir soal
  4. Tes Sosio kultural sebanyak 20 butir soal
  5. Pertanyaan wawancara sebanyak 10 pertanyaan.

Contoh tes bakat skolastik yang akan kita pelajari di halaman ini terdiri dari 50 soal lengkap dengan pembahasannya. Sebagaimana telah kita singgung di atas, dari 50 contoh tes bakat skolastik terdiri dari tes bakat skolastik kemampuan verbal dan tes bakat skolastik kemampuan kuantitatif.

Contoh tes bakat skolastik kemampuan verbal terdiri dari subtes sinonim, antonim, analogi dan kemampuan pemahaman wacana. Sementara untuk tes kemampuan kuantitatif yang kami sajikan sebatas materi subtes deret angka dan aritmetika.

Soal-soal contoh tes bakat skolastik yang lain akan kami sajikan materi-materi subtesnya dalam halaman yang berbeda.

50 Contoh Soal Tes Bakat Skolastik dan Pembahasan

Tes bakat skolastik (TBS) merupakan instrumen tes yang dapat dianalisis untuk memperkirakan kemampuan seseorang sebelum menduduki jabatan yang lebih tinggi. Apakah yang bersangkutan memiliki kemampuan dan dapat beradaptasi dengan situasi yang baru.

Berikut kami sajikan 50 soal contoh tes bakat skolastik dilengkapi dengan pembahasannya. Sehingga mempermudah anda dalam mempelajari. Semoga bermanfaat!

TBS Kemampuan Verbal

Contoh tes bakat skolastik kemampuan verbal ini sebanyak 40 butir soal, yang terdiri dari subtes sinonim, antonim, analogi dan wacana.

Contoh Tes Bakat Skolastik Sinonim

Contoh tes bakat skolastik sinonim atau padanan kata ini bisa dijawab dengan tepat jika anda dapat menetukan kata yang semakna atau arti yang paling mendekati.

Petunjuk:
Contoh soal tes bakat skolastik nomor 1 sampai dengan nomor 10 adalah menentukan padanan kata (sinonim). Pilihlah satu kata yang paling tepat!

1. Akronim: 
A. ungkapan
B. istilah
C. definisi
D. singkatan
E. bahan kimia
Jawaban: D. sinonim akronim adalah singkatan

2. Usaha untuk menentang dominasi kekuasaan adalah:
A. makar
B. membangkang
C. kritik
D. disosiasi
E. konflik
Jawaban: A. sinonim dari melawan kekuasaan adalah makar.

3. Hipotesis:
A. sangkaan
B. dugaan
C. kesimpulan
D. keputusan
E. kesimpulan awal
Jawaban: E. sinonim dari hipotesis adalah dugaan awal

4. Konsideran:
A. pengantar
B. pendahuluan
C. pertimbangan
D. keputusan
E. pedoman
Jawaban: C. sinonim dari konsideran adalah pertimbangan-pertimbangan yang dijadikan acuan dalam mengambil keputusan.

5. Abangan: 
A. kakak
B. merah
C. kaum
D. adat
E. kepercayaan
Jawaban: E. Sinonim dari abangan adalah berkaitan dengan kepercayaan agama yang sifatnya masih awam.

6. Absolut:
A. pasti
B. kekang
C. paksa
D. mutlak
E. total
Jawaban: D. Sinonim dari absolut adalah mutlak

7. Asketik:
A. duniawiah
B. rasional
C. ritual
D. keimanan
E. perjanjian
Jawaban: D. sinonim dari asketik adalah keimanan

8. Fluktuasi: 
A. stabil
B. nilai tukar
C. gejolak
D. penarikan
E. permintaan
Jawaban: Sinonim dari fluktuasi adalah bergejolak

9. Pailit:
A. pelit
B. jahat
C. bangkrut
D. gagal
E. rusak
Jawaban: C. Sinonim dari pailit adalah bangkrut.

10. Kompensasi: 
A. ancaman
B. hukuman
C. ganjaran
D. imbalan
E. dukungan
Jawaban: D. sinonim dari kompensasi adalah imbalan.

Contoh Tes Bakat Skolastik Antonim

Contoh tes bakat skolastik antonim ini terdiri dari 10 butir soal.  Namun sebelum anda melihat kunci jawabannya, saya sarankan anda mencoba mencari jawabannya terlebih dahulu.

Petunjuk :
Contoh soal tes bakat skolastik nomor 11 sampai dengan nomor 20 adalah jenis soal yang meminta jawaban dalam bentuk kata-kata dengan kebalikan arti atau yang memiliki arti yang berlawanan dari soal yang disajikan. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

11. Lawan kata aktif = ….
A. Dinamis
B. Statis
C. Pasif
D. Inisiatif
E. Kreatif
Jawaban: C. antonim aktiv adalah pasif

12. Lawan kata canggih = ….
A. Ruwet
B. Kompleks
C. Berbelit-belit
D. Sederhana
E. Ringkas
Jawaban: D. antonim canggih adalah sederhana

13. Lawan kata monoton = ….
A. bergerak-gerak
B. berulang-ulang
C. berubah-ubah
D. berselang-seling
E. terus menerus
Jawaban: D. antonim monoton adalah berselang-seling

Baca Juga:  Surplus Sarjana Pendidikan: Calon Guru Mau Kemana?

14. Lawan kata Kontemporer = ….
A. modern
B. maju
C. ketinggalan zaman
D. klasik
E. kuno
Jawaban: D. antonim kontemporer adalah klasik

15. Lawan kata mutualisme = ….
A. Amutualisme
B. Simbiosisme
C. Ekosistem
D. Parasitisme
E. Konyugasi
Jawaban: D. antonim mutualisme adalah parasitisme

16. Lawan kata Lahir = ….
A. Mati
B. Keguguran
C. Batin
D. Jiwa
E. Roh
Jawaban: A. antonim dari lahir adalah mati.

17. Lawan kata pagas = ….
A. Sambung
B. Potong
C. Tambah
D. Kurang
E. Patah
Jawaban: A. antonim dari pagas adalah sambung.

18. Lawan kata penawaran = ….
A. Permintaan
B. Pembelian
C. Pemesanan
D. Pengembalian
E. Pemenuhan
Jawaban: A. antonim dari penawaran adalah permintaan.

19. Lawan kata deduksi = ….
A. konduksi
B. induksi
C. reduksi
D. transduksi
E. intuisi
Jawaban: A. antonim dari deduksi adalah induksi

20. Lawan kata imigrasi = ….
A. migrasi
B. emigrasi
C. transmigrasi
D. pemukiman
E. kampung
Jawaban: B. antonim dari imigrasi adalah emigrasi.

Contoh Tes Bakat Skolastik Analogi 

Contoh tes bakat skolastik analogi ini terdiri dari 10 nomor butir soal. Kami tetap menyarankan anda untuk mencoba menjawab terlebih dahulu tanpa melihat kunci jawabannya.

Petunjuk:
Contoh soal tes bakat skolastik nomor 21 sampai dengan nomor 30 adalah jenis soal yang meminta jawaban dalam bentuk pasangan kata yang mempunyai kesamaan hubungan dengan soal yang diberikan.

Pilihlah satu jawaban yang mempunyai analogi/ perbandingan kata sesuai dari yang disajikan soal!

21. Mobil : bensin = ….
A. pelari : istirahat
B. pelari : makanan
C. pelari : sepatu
D. pelari : lintasan
E. pelari : kaos
Jawaban: B. mobil butuh bensin agar bisa berjalan, sementara pelari butuh makanan

22. Panther : Tiger = ….
A. kuda : burung
B. kuda : zebra
C. kuda : gajah
D. kuda : macan
E. kuda : kambing
Jawaban: B. panther masih satu marga dengan tiger, kuda masih satu marga dengan zebra

23. Penyakit : Patologi = ….
A. cuaca : iklim
B. angin : arah angin
C. suhu : thermometer
D. cuaca : meteorologi
E. dokter : stetoskop
Jawaban: D. ilmu yang mempelajari penyakit adalah patologi. Ilmu yang mempelajari cuaca disebut meteorologi

24. Penulis : Komputer = ….
A. penyanyi : kaset
B. nelayan  : Ikan
C. pemburu : senapan
D. guru : murid
E. burung : kicau
Jawaban: C. seorang penulis membutuhkan komputer untuk menulis, sementara seorang pemburu membutuhkan senapan untuk berburu.

25. Medan : Deli Serdang = ….
A. Gorontalo : Toraja
B. Sumatera Barat : Padang
C. Jawa Tengah : Kudus
D. Jawa Barat : Bandung
E. Semarang : Kudus
Jawaban: Medan ibu kota provinsi, Deli Serdang ibu kota Kabupaten/Kota.  Semarang ibu kota provinsi, Kudus ibu kota kabupaten.

25. Deseminasi : Hasil penelitian = ….
A. sosialisasi : program
B. publikasi : program
C. penelitian : buku
D. proyeksi : angka
E. percetakan : buku

Jawaban: E. Diseminasi adalah proses penggandaan /penyebarluasan hasil penelitian, sementara percetakan melakukan penggandaan buku.

26. Vitamen E : Anti oksidan = ….
A. rambut : sampo
B. jaket: hangat
C. siswa : seragam
D. sayur : garam
E. buku : pengetahuan

Jawaban: E. vitamin E fungsinya sebagai penambah anti oksidan. Buku fungsinya untuk menambah pengetahuan.

27. Flash disk : Data = ….
A. dompet : uang
B. komputer : disket
C. waktu : arloji
D. rokok : asbak
E. pulpen : buku

Jawaban: A. flash disc berfungsi untuk menyimpan data, dompet berfungsi untuk menyimpan uang.

28. Ramalan : Astrologi = ….
A. budaya : antropologi
B. budaya : psikologi
C. masyarakat : gerontologi
D. bintang : arkeologi
E. suhu : thermometer

Jawaban: A. Ilmu tentang ramalan disebut astrologi, ilmu yang mempelajari budaya disebut antropologi.

30. Sayur : Pasar = ….
A. buah :  kebun
B. kue :  piring
C. komputer : kantor
D. pisau : dapur
E. saham : bursa

Jawaban: E. tempat membeli sayur umumnya di pasar, sedangkan tempat membeli saham di bursa efek.

Contoh Tes Bakat Skolastik Pemahaman Wacana

Contoh tes bakat skolastik pemahaman wacana pada bagian ini terdiri dari 10. Kembali lagi kami sarankan anda untuk menjawab terlebih dahulu sebelum melihat kunci jawaban.

Petunjuk:
Contoh soal tes bakat skolastik nomor 31 sampai dengan nomor 40, bacalah teks dengan seksama kemudian jawablah pertanyaan-pertanyaan yang disajikan dengan memilih satu alternatif jawaban yang paling tepat!

Teks Soal (1):
Ketika Pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga elpiji dan juga bensin pertamax, Kita masih bisa memahami alasan bahwa kenaikan itu harus dilakukan karena komoditas itu lebih banyak dipergunakan masyarakat kelas atas.

Namun ketika pemerintah menaikkan harga pupuk ZA dan SP-36, pantas kita bertanya apakah alasannya juga karena komoditas itu dipergunakan masyarakat kelas atas?

Terus terang kita bertanya-tanya, ke mana sebetulnya arah keberpihakan pemerintah ini. Kita paham bahwa keuangan negara ini sangat terbatas dan tidak mungkin lagi untuk memberikan subsidi.

Tetapi, apakah benar apabila kita kemudian sama sekali tidak mengenal subsidi lagi.

Pupuk jenis SP-36 dan ZA umumnya banyak dipakai oleh petani tebu dan hortikultura. Mereka umumnya bukanlah petani besar, tetapi petani gurem.

Luasan lahan yang mereka miliki sangatlah kecil sehingga mereka umumnya tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia.

Ada dua hal yang membuat petani akan merasa diperlakukan tidak adil. Pertama, kenaikan dilakukan mulai 1 Januari jauh dari masa panen tiba.

Artinya, petani harus keluar modal yang lebih banyak terlebih dahulu sebelum memetik hasilnya. Itu sama saja dengan kita meminta petani untuk memberikan subsidi kepada konsumen.

Baca Juga:  Sebutkan Ciri ciri Orang Jujur & Indikatornya! Ini Jawabannya

Belum lagi tidak adanya jaminan bahwa pemerintah akan menetapkan harga dasar baru yang akan mengompensasi kerugian yang harus dihadapi petani.

Sepanjang kondisinya seperti itu berlangsung, tidak usah heran apabila petani seumur-umur akan menjadi kelompok yang tertinggal karena nilai tukar mereka akan terus menurun.

Kedua adalah ketidakmampuan pemerintah untuk memberlakukan perdagangan yang adil (fair trade). Bukan sekali-dua kali terjadi penyelundupan gula.

Dengan harga jual yang disubsidi ditambah lagi dengan tidak membayar bea masuk, jelas tidak mungkin sampai kapan pun produk petani kita akan mampu bersaing dengan produk impor.
Sumber: Tajuk Rencana, Kompas 6 Januari 2005

31. Judul yang tepat untuk bacaan di atas adalah?
A. Dampak kenaikan harga pupuk terhadap petani
B. Komitmen Pemerintah terhadap nasib petani
C. Rencana kenaikan harga pupuk
D. Perlunya perlindungan terhadap petani
E. Penghapusan subsidi untuk petani
Jawaban: B

32. Kata seumur-umur artinya adalah?
A. Masih belum berpengalaman
B. Sampai kiamat
C. Selamanya
D. Sebaya
E. Seumur hidup
Jawaban: C

33. Petani gurem lawan katanya adalah ?
A. Peladang berpindah
B. Tuan tanah
C. Petani yang memiliki lahan sangat luas
D. Petani yang tidak punya kebun tapi punya sawah
E. Petani yang tidak punya sawah tapi punya kebun
Jawaban: C

34. Sesuai dengan bacaan, produk petani (tebu) kita tidak mampu bersaing dengan produk impor karena alasan-alasan di bawah ini kecuali :
A. Produk impor tidak membayar bea masuk
B. Produk impor dijual dengan subsidi
C. Sering terjadi penyelundupan gula
D. Pabrik gula beroperasi secara tidak efisien
E. Pemerintah tidak mampu memberlakukan perdagangan yang adil
Jawaban: D

35. Pernyataan di bawah ini yang tidak benar adalah adalah: ….
A. kenaikan harga pupuk harus dilakukan karena komoditas itu lebih banyak dipergunakan masyarakat kelas atas
B. Pupukjenis SP-36 dan ZA umumnya banyak dipakai oleh petani tebu dan hortikultura.
C. Mereka umumnya tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia.
D. Mereka umumnya bukanlah petani besar, tetapi petani gurem.
E. Luasan lahan yang mereka miliki sangatlah kecil.
Jawaban: A

Teks Soal (2):
Berdasarkan perhatiannya terhadap orang dan perhatiannya terhadap kinerja, Sethia dan Glinow (dalam Collins dan Mc Laughlin, 1996: 760-762) membedakan adanya empat macam budaya organisasi, yaitu:

(a) apathetic culture; (b) caring culture; (c) exacting culture; dan integrative culture.

Dalam tipe apathetic culture, perhatian anggota organisasi terhadap hubungan antar manusia maupun perhatian terhadap kinerja pelaksanaan tugas, dua-duanya rendah.

Di sini penghargaan diberikan terutama berdasarkan permainan politik dan pemanipulasian orang-orang lain.

Sedangkan budaya organisasi Caring Culture dicirikan oleh rendahnya perhatian terhadap kinerja dan tingginya perhatian terhadap hubungan antar manusia.

Penghargaan lebih didasarkan atas kepaduan tim dan harmoni, dan bukan didasarkan atas kinerja pelaksanaan tugas.

Sementara itu ciri utama tipe exacting Culture adalah bahwa perhatian terhadap orang sangat rendah, tetapi perhatian terhadap kinerja sangat tinggi.

Disini secara ekonomis, penghargaan sangat memuaskan tetapi hukuman atas kegagalan yang dilakukan juga sangat berat.

Dengan demikian tingkat keamanan pekerjaan menjadi sangat rendah. Yang terakhir, dalam organisasi yang memiliki budaya integrative, maka perhatian terhadap orang maupun perhatian terhadap kinerja keduanya sangat tinggi.

Apabila organisasi-organisasi publik di Indonesia dianalisis dengan menggunakan empat tipe budaya tersebut diatas, maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar organisasi publik memiliki budaya organisasi yang bertipe Caring.

Organisasi-organisasi publik di Indonesia biasanya memiliki perhatian yang sangat rendah terhadap kinerja pelaksanaan tugas, tetapi memiliki perhatian yang sangat tinggi terhadap hubungan antar manusia.

Hal ini nampak dari ciri-ciri birokrat sebagai berikut: (a) lebih mementingkan kepentingan pimpinan ketimbang kepentingan klien atau pengguna jasa; (b), lebih merasa sebagai abdi negara daripada abdi masyarakat; (c) meminimalkan resiko dengan cara menghindari inisiatif; (d) menghindari tanggung jawab; (d) menolak tantangan; dan (e) tidak suka berkreasi dan berinovasi dalam melaksanakan tugas-tugasnya.

Budaya Caring ini tidak cocok dalam pemberian pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat. Dengan demikian harus diadopsi budaya organisasi baru yang lebih sesuai dan kondusif dengan manajemen pelayanan publik. Budaya organisasi seperti ini disebut kultur kinerja (Ivancevich, Lorenzi, Skinner & Cmsby 1997:460)

Sumber : Dikutip dengan perubahan seperlunya dari Ratminto & Winarsih (2005); Manajemen Pelayanan.

36. Makna kata yang identik dengan kata “publik” dalam kata “manajemen pelayanan publik” adalah ….
A. Rombongan
B. Orang banyak
C. Umum
D. Warganegara
E. Negara
Jawaban: C

37. Menurut penulis buku tersebut di atas, sebagian besar organisasi publik di Indonesia memiliki budaya caring, hal ini dicirikan dengan hal-hal di bawah ini kecuali ….
A. Menolak tantangan,
B. Menghindari tanggungjawab,
C. Tidak suka berkreasi,
D. Tidak suka berinovasi,
E. Mementingkan kepentingan klien
Jawaban: E

38. Pernyataan tentang apathetic culture di bawah ini yang tidak benar adalah ….
A. Perhatian anggota organisasi terhadap hubungan antar manusia rendah.
B. Perhatian anggota organisasi terhadap kinerja pelaksanaan tugas rendah
C. Penghargaan diberikan terutama berdasarkan permainan politik
D. Penghargaan diberikan terutama berdasarkan pemanipulasian orang-orang lain
E. Penghargaan diberikan terutama berdasarkan intuisi pimpinan.
Jawaban: E

39. Pernyataan tentang caring culture di bawah ini yang tidak benar adalah ….
A. Perhatian anggota organisasi terhadap hubungan antar manusia tinggi.
B. Perhatian anggota organisasi terhadap kinerja pelaksanaan tugas rendah.
C. Penghargaan diberikan terutama berdasarkan kinerja pelaksanaan tugas.
D. Penghargaan diberikan terutama berdasarkan kepaduan tim
E. Penghargaan diberikan terutama berdasarkan harmoni
Jawaban: C

Baca Juga:  Etika Dalam Belajar Yang Perlu Diketahui Oleh Para Pelajar

40. Makna kata “diadopsi” dalam paragraf di atas adalah ….
A. Diterima dan dikembangkan
B. Diambil anak
C. Dipungut anak
D. Kecanduan
E. Kultur kinerja
Jawaban: A

TBS Kemampuan Kuantitatif

Soal contoh tes bakat skolastik kemampuan kuantitatif yang kami sajikan sementara ini masih terbatas pada materi subtes deret angka dan aritmetika & aljabar. Adapun suntuk kemampuan kuantitatif geometri akan kami bahas dalam halaman terpisah.

Contoh Tes Bakat Skolastik Deret Angka dan Aritmetika

Contoh tes bakat skolastik deret angka dan aritmetika berikut ini terdiri dari 20 nomor butir soal. Silahkan anda kerjakan terlebih dahulu sebelum melihat kunci jawabannya.

Petunjuk:
Contoh soal tes bakat skolastik nomor 41 sampai dengan nomor 50 dikerjakan dengan cara memilih satu jawaban yang paling tepat!

41. Suatu deret terdiri dari: 7 – 11 – 15 – 19 – … Maka angka dalam deret selanjutnya adalah ….
A. 24
B. 23
C. 25
D. 22
E. 26
Jawaban: B. ditambah 4

42. Suatu seri 18 – 14 – 10 – 15 – 11 – 9 – 12 – … deret selanjutnya adalah ….
A. 8
B. 4
C. 7
D. 6
E. 5
Jawaban: A.

Pembahasan:
ada 3 deret 18 – 14 – 10 – 15 – 11 – 9 – 12 – …..
Berselang 2, 18 – 15 – 12 … deret 1 (dikurangi 3)
14 – 15 – 12 … deret 2 (dikurangi 3)
10 – 9 … deret 3 (dikurangi 1)

43. Suatu deret  4 – 6 – 5 – 6 – 8 – 7 – 8 – 10 – … Angka selanjutnya adalah ….
A. 12
B. 9
C. 10
D. 7
E. 11
Jawaban: B

Pembahasan:
Cara sama dengan No. 42 (berselang 2)
4 – 6 – 8 – dst (deret 1)
6 – 8 – 10 – dst (deret 2)
5 – 7 – selanjutnya 9 (deret 3)

44. Suatu deret b – m – n – d – o – p – …. deret selanjutnya adalah ….
A. g
B. q
C. r
D. f
E. e
Jawaban: D

Pembahasan:
Cara sama dengan No. 42, berselang 2, abjad urut naik,
b – d – … selanjutnya f, seleisih 1 huruf (b c d e f)
m – o – q – s – u – …..
n – p – r – t – v – …..

45. Suatu deret a – f – b – b – f – c – c – f – d – d – …. deret selanjutnya adalah …..
A. d
B. e
C. g
D. h
E. f
Jawaban: D.
Pembahasan:
antara a & b, b & c, c & d, d & e, dst diselingi f – b, f – c, f – d, f – e.

46. Enam buah bilangan membentuk deret aritmatika. Jumlah 4 bilangan pertama adalah 50 dan jumlah 4 bilangan terakhir adalah Maka jumlah bilangan ke-3 dan ke-4 adalah …..
A. 23
B. 27
C. 31
D. 35
E. 39
Jawaban: C.

Pembahasan:
50 = 4U1 + 6b, b = beda
Benar, jika U1 = 8 & beda = 3
Maka deretnya = 8 – 11 – 14 – 17 – 20 – 23
14 + 17 = 31

47. Antara 2 suku yang berurutan pada barisan 3, 18, 33, …… disisipkan 4 buah bilangan sehingga membentuk barisan baru Jumlah 7 suku pertama dan barisan tersebut adalah …..
A. 72
B. 75
C. 78
D. 81
E. 84
Jawaban: E.

Pembahasan:
rumus 3n + 3, n = 0,1,2,3,…sehingga
Barisan baru : 3,6,9,12,15,18,21,24…,33,…

48. Andi Tour pada awal usahanya dapat melayani 3.000 wisatawan per tahun. Setiap tahun ternyata jumlah wisatawan yang dapat dilayani bertambah 500 orang. Berapa jumlah wisatawan yang dapat dilayani pada tahun ke-11 ?
A. 10.500 orang
B. 7.500 orang
C. 9.500 orang
D. 8.000 orang
E. 8.500 orang
Jawaban: D.

Pembahasan:
Un = U1 + (n-1)b, b = beda
= 3000 = (11-1) 500
= 3000 + 5000
= 8000 orang

49. Tiga bilangan merupakan barisan aritmetika. Jumlah ketiga bilangan itu adalah 36 dan hasil kalinya adalah 536. Maka bilangan terbesarnya adalah ….
A. 16
B. 18
C. 20
D. 22
E. 24
Jawaban: A

50. Seseorang harus membayar utang sebesar Rp880.000 tanpa bunga. Pada bulan pertama dia membayar Rp25.000, bulan kedua membayar Rp27.000, bulan ketiga membayar Rp29.000, dan seterusnya. Berapa bulan waktu yang diperlukan untuk membayar seluruh utangnya?
A. 20 bulan
B. 22 bulan
C. 24 bulan
D. 26 bulan
E. 28 bulan
Jawaban: A.

Pembahasan:
Sn=(n/2)[2U1+(n-1)b]
Sn = 880.000, U1 = 25.000, b = 2.00
880000 = (n/2) [2.25.000+(n-1).2000]
880000 = (n/2) [50.000+ 2000n-2000] x 2
1760000 = 50000n + 2000n2 – 2000n
1760 = 48n + 2n2
n2 + 24n – 880 = 0
(n + 44) ( n-20)
Jawab n – 20 = 0
n =  20

50 contoh soal tes bakat skolastik persiapan seleksi tes PPPK guru honorer dan pembahasannya telah kami sajikan. Untuk kelengkapan pengetahuan anda mengenai tes bakat skolastik, maka kami sarankan anda untuk membaca juga artikel contoh tes bakat skolastik pada bahasan kami selanjutnya.

Sekian, semoga contoh tes bakat skolastik ini bisa menambah referensi anda yang akan berjuang dalam seleksi CPNS maupun PPPK 2021. Salam sukses!

You May Also Like

About the Author: Ageng Triyono

Curriculum Researcher & Developer | Guru Kampung | Penulis Lepas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *