Cara Mengenali dan Menggali Potensi Diri

cara mengenali dan menggali potensi diri
cara mengenali dan menggali potensi diri
banner 468x60
banner 468x60

Cara Mengenali dan Menggali Potensi Diri – Hallo Sobat Dunia! Banyak sekali kekuatan, kelebihan, keterampilan/kemampuan dan nilai positif yang ada pada diri yang sudah Tuhan karuniakan pada kita. Namun sering kali kita sendiri  tidak menghayati atau dengan kata lain kita sendiri tidak menghargai potensi yang ada.

Cara mengenali dan menggali potensi diri yang sudah lama kurang kita rasakan akan kita bahas di laman haidunia.com ini. Setelah mengikuti artikel, Anda diharapkan akan mampu mengidentifikasi potensi diri yang relevan dengan kepemimpinan.

Tapi sebelum kita bahas cara mengenali dan menggali potensi diri, tidak ada salahnya kita review beberapa hal yang berkaitan dengannya. Semoga saja Anda semakin gampang menyelami beberapa hal yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi diri.

Konsep Dasar Mengenali Potensi Diri

Potensi berasal dari bahasa Inggris “to potent”, yang berarti kekuatan (powerfull). Setiap individu pada hakekatnya memiliki suatu potensi yang dapat dikembangkan, baik secara individu maupun kelompok melalui latihan-latihan.

“Kalau kita berpikir menang, maka semua potensi akan kita undang, seluruh kekuatan akan kita galang, seluruh halang rintang akan kita terjang, lalu kita pun menang”

Potensi diri seseorang dapat terlihat dalam beberapa aspek kehidupannya. Mungkin kita memiliki teman sekolah yang pandai dan selalu mendapatkan ranking di kelas, tetapi kurang bersinar saat berada di tempat kerja. Sebaliknya, kita memiliki teman kerja yang sangat produktif dengan tingkat etos kerja yang tinggi, padahal saat sekolah pretasinya biasanya saja.

Atau ada juga teman kita yang perilakunya sangat baik, sopan dan penuh adab. Namun kurang menonjol baik saat usia sekolah ataupun setelah aktif bekerja. Hal ini memang sering kita jumpai. Ya, karena potensi seseorang memang berbeda-beda. Tergantung aspek mana yang ia bangun lebih serius.

Dari analogi kondisi di atas, kita bisa klasifikasikan potensi-potensi yang dimiliki seseorang menjadi tiga. Perhatikan tabel berikut.

Klasifikasi

Penjelasan

Kemampuan Dasar
  • tingkat intelegensi
  • kemampuan abstraksi
  • logika
  • daya tangkap
Etos Kerja
  • ketekunan
  • ketelitian
  • efisiensi kerja
  • daya tahan terhadap tekanan
Kepribadian/Perilaku pola menyeluruh semua kemampuan, perbuatan, serta kebiasaan seseorang, baik jasmaniah, rohaniah, emosional maupun sosial yang ditata dalam cara khas di bawah aneka pengaruh luar

Jenis-jenis Potensi Diri

Jenis-jenis potensi yang ada pada diri seseorang bisa berupa potensi fisik, potensi mental, potensi sosial, dan potensi spiritual. Jenis-jenis potensi inilah yang mendukung kemampuan dasar, etos kerja dan perilaku seseorang yang tampak dalam kehidupan sehari-harinya.

Potensi Fisik

Potensi fisik seseorang perlu dipelihara secara efektif. Pemeliharaan ini mencakup pola makan yang seimbang, istirahat dan relaksasi yang memadai dan berolahraga secara teratur.

Potensi ini sangat diperlukan oleh seorang pemimpin dalam melakukan penyeimbangan dengan potensi-potensi yang lain. Jika potensi ini terganggu maka akan dapat berpengaruh terhadap potensi-potensi lainnya, meskipun tidak menutup kemungkinan masih dijumpai orang yang potensi fisiknya tidak sempurna namun sukses.

Potensi Mental Intelektual

Istilah lain dari potensi ini adalah Intelligence Quotient (IQ). Potensi ini berfungsi memecahkan masalah-masalah yang sifatnya kognitif, antara lain menganalisis masalah, membuat perencanaan, membuat karya ilmiah/karya tulis dan sebagainya.

IQ bersifat genetic, dalam arti lebih banyak dipengaruhi oleh faktor bakat daripada lingkungan, namun dalam pengoptimalannya sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Aspek-aspek IQ antara lain taraf kecerdasan, daya nalar/logika berpikir, daya mengingat, daya antisipasi, kemampuan memahami konsep bahasa, kemampuan
memahami konsep hitungan, kemampuan analisa sintesa, daya bayang ruang dan kreativitas.

Prof. DR. Howard Gardner dalam bukunya “Multi Intelligence”, menyatakan bahwa potensi ini diklasifikasikan ke dalam 3 jenis, yakni:

  1. Potensi matematik
  2. Potensi linguistik
  3. Ptensi visual/spatial

Peningkatan potensi ini dapat dilakukan melalui pendidikan yang berkesinambungan, pengasahan dan perluasan
pikiran yang terus menerus. Di samping itu dapat juga melalui kegiatan pembiasaan pembuatan jurnal, menulis, memecahkan masalah-masalah, menghitung dan lainnya.

Potensi Sosial Emosional

Potensi sosial emosional sering juga disebut Emotional Intelligence (EI). Potensi ini berfungsi untuk memecahkan dan mengatasi masalah-masalah emosional dan sosial. Seperti mengendalikan amarah, membina dan mempertahankan relasi dengan orang lain, bertanggungjawab, merealisasikan motivasi berprestasinya. EI lebih banyak dipengaruhi oleh pola asuh orang tua dan lingkungan.

Potensi Spiritual

Dimensi spiritual seseorang merupakan titik sentral pribadinya, merupakan komitmen individual terhadap sistem nilainya. Dimensi ini merupakan sumber spiritual yang mengangkat semangat seseorang dan mengikatnya pada kebenaran tanpa waktu.

Setiap orang berbeda cara mengembangkannya. Dimensi spiritual sering disebut dengan Spiritual Intelligence (SI). Spiritual Quotient merupakan kecerdasan yang bertumpu pada bagian yang bertumpu pada bagian dalam diri kita yang berhubungan dengan kearifan di luar ego, atau jiwa sadar.

Lebih lanjut dikatakan oleh Sinetar bahwa kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang mendapat inspirasi, dorongan dan efektivitas yang terinspirasi Theis-ness (Penghayatan Ketuhanan).

Cara Mengenali dan Menggali Potensi Diri

Cara mengenali dan menggali potensi diri perlu kita pelajari sebelum melakukan pengembangan diri lebih lanjut. Terlebih bagi seorang karyawan atau pegawai di pemerintahan, maka punya kewajiban untuk menggunakan dan mengoptimalisasi seluruh kemampuannya sebagai jalan pencapaian kinerja yang unggul

Ada beberapa cara mengenali dan menggali potensi diri, sehingga kita bisa menilai atau mengukur dengan akurat berbagai kelebihan/kekuatannya dan kelemahan/kekurangannya.  Adapun cara mengenali dan menggali potensi diri adalah sebagai berikut:

Cara mengenali dan menggali potensi diri
Cara mengenali dan menggali potensi diri dalam satu bulan

Introspeksi diri (pengukuran individual)

Cara mengenali dan menggali potensi diri yang pertama adalah Instrospeksi diri. Melalui cara ini, Anda harus meluangkan waktu untuk mengevaluasi apa yang telah dilakukan, apa yang telah dicapai dan apa yang telah Anda miliki.

Catatlah apa yang Anda anggap sebagai suatu kelebihan yang dapat mendukung. Serta catat pula apa yang Anda anggap sebagai suatu kekurangan yang  dapat menghambat tercapainya prestasi tinggi. Cara ini efektif bila Anda sendiri secara jujur menuliskannya, terbuka pada diri sendiri, dan mau dengan sungguh-sungguh memperhatikan kata hati.

Feedback dari orang lain

Melalui cara ini Anda meminta masukan berupa informasi atau data penilaian tentang diri Anda sendiri dari orang lain yang dipercaya. Masukan berupa umpan balik (feedback) ini meliputi segala sesuatu tentang sikap dan perilaku seseorang yang tampak, dipersepsi oleh orang lain yang bertemu, berinteraksi dengannya. Cara ini bertujuan untuk membantu seseorang menelaah dan memperbaiki.

Tes Psikologi

Tes Psikologi yang mengukur potensi psikologis individu dapat memberi gambaran kekuatan dan kelemahan individu pada berbagai aspek psikologis seperti;

(a) kecerdasan/kemampuan intelektual

  • kemampuan analisa
  • logika berpikir
  • berpikir kreatif
  • berpikir numerikal

(b) potensi kerja

  • vitalitas
  • sumber energi kerja
  • motivasi, ketahanan
  • terhadap stress kerja

(c) kemampuan sosiabilitas

  • stabilitas emosi
  • kepekaan perasaan
  • kemampuan membina relasi sosial

(d) potensi kepemimpinan tingkah laku

Beberapa cara menggali dan mengenali potensi diri juga bisa Anda simak dalam video berikut:

Langkah-langkah Pengembangan Diri

Langkah-langkah pengembangan diri yang bisa dilakukan adalah dengan mulai membuat rencana sebagai berikut:

(a) Menentukan sasaran yang jelas. Dalam hal ini perlu diperhatikan unsur SMART (Spesific, Measurable, Aplicable, Realistic, Time bounded)

(b) Menentukan cara menilai keberhasilan. Dalam hal ini diminta untuk membuat tolak ukur tentang keberhasilan dari sasaran tersebut

(c) Mensyukuri kemajuan walaupun hanya sedikit

(d) Berani mengambil resiko, karena setiap perubahan pasti mengandung resiko, baik resiko berhasil maupun resiko gagal

(e) Perkembangan diatur oleh diri kita sendiri. Orang lain dapat memberi saran, tetapi keputusan tetap ada di tangan kita

(f) Memanfaatkan setiap kesempatan yang ada

(g) Terbuka untuk belajar dari siapa saja dalam konteks pengembangan potensi diri

(h) Belajar dari kesalahan dan selalu bersikap realistis.

(i) Jangan hanya bicara tetapi juga kerjakan yang diucapkan.

Hambatan-Hambatan Pengembangan Potensi Diri

Dalam melakukan pengembangan potensi diri seringkali ditemui hambatan-hambatan. Hambatan-hambatan yang ditemui dalam pengembangan potensi diri tersebut ada yang berasal dari dalam diri sendiri, seperti:

  1. Tidak memiliki tujuan hidup yang tergambar dengan jelas
  2. Kurang termotivasi untuk memobilisasi kemampuan yang ada pada dirinya
  3. Enggan untuk mengenali dirinya sendiri
  4. Tidak mau menerima umpan balik
  5. Tidak mau mengambil resiko
  6. Takut situasi baru
  7. Kurang keyakinan diri
  8. Sikap acuh tak acuh
  9. Jalan pikiran yang negatif
  10. Selalu mencari kambing hitam

Ciri-Ciri Orang yang Memahami Potensi Diri

Ciri orang yang memahami potensi dirinya bisa diukur atau dilihat dalam sikap dan perilakunya sehari-hari dalam kehidupan keluarga, sekolah dan masyarakat. Menurut La Rose (Sugiharso dkk, 2009:126-127) menyebutkan bahwa orang yang berpotensi memiliki ciri-ciri:

  1. Suka belajar dan mau melihat kekurangan dirinya
  2. Memiliki sikap yang luwes
  3. Berani melakukan perubahan secara total untuk perbaikan
  4. Tidak mau menyalahkan orang lain maupun keadaan
  5. Memiliki sikap yang tulus bukan kelicikan
  6. Memiliki rasa tanggung jawab
  7.  Menerima kritik saran dari luar
  8. Berjiwa optimis dan tidak mudah putus asa

Manfaat Mengenali Potensi Diri di Tempat Kerja

Manfaat mengenali potensi diri di dunia kerja pastinya sangat besar bagi setiap individu yang baru saja memasuki lingkungan kerja baru. di lingkungan barunya setiap pegawai harus mengenal situasi sosial maupun situasi tugas/pekerjaan. Karenanya perlu melakukan penyesuaian diri, baik disadari maupun tidak disadarinya.

Demikian pula yang terjadi pada individu pegawai baru yang ditempatkan di suatu posisi ataupun karyawan lama yang baru ditempatkan kembali di posisi yang baru (mutasi atau promosi). Dalam menghadapi situasi kerja yang baru ada kemungkinan dua proses psikologis yang terjadi, yaitu karyawan beradaptasi atau karyawan menyesuaikan diri (adjustment).

Manfaat mengenali potensi diri di tempat kerja sangat penting dan berpengaruh terhadap optimalisasi potensi Anda untuk melaksanakan pekerjaan dan mencapai performansi yang berhasil (sukses). Maka kemampuan Anda sangat dituntut untuk mengenali potensi diri sendiri dan siap mengembangkan potensi dalam lingkungan yang baru.

Demikian cara mengenali dan menggali potensi diri yang kami sampaikan. Tentunya kami berharap bahwa Anda semua telah mampu melakukan identifikasi diri sejak muda, sehingga akan lebih cepat bertumbuh dan menggapai cita-cita yang agung dalam hidup di dunia ini. Sekian, semoga potensi yang Anda miliki dapat mengantar pada kebahagian hidup. Salam!

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published.