Perbedaan Yahudi, Israel dan Zionisme yang Harus Kamu Ketahui!

Dunia dibikin heboh oleh perang antara Israel dengan Hamas Palestina yang kembali mencuat pada bulan Ramadhan yang lalu. Konflik antara Israel dan Hamas Palestina sebenarnya bukan barang baru, kalau kita tarik ke belakang maka kita akan menjumpai konflik antar mereka memiliki akar sejarah yang panjang.

Nah berbicara tentang Israel pasti akan bersinggungan juga dong dengan Yahudi dan Zionisme, tapi ternyata masih banyak orang yang belum tahu perbedaan antara Yahudi, Israel dan Zionisme, bahkan masih banyak orang yang cenderung memukul rata ketiganya adalah sama padahal ketiganya memiliki pengertian yang berbeda. Oke langsung saja akan saya jelaskan apasih perbedaan Yahudi, Israel dan Zionisme? berikut ulasannya.

Perbedaan Antara Yahudi, Israel dan Zionisme

1. Yahudi

Perbedaan yahudi, zionisme dan israel
Warga Yahudi

Yahudi merupakan sebuah agama yang jauh diturunkan sebelum Islam, bahkan sebelum agama Kristen. Al-Qur’an sendiri sering membincang Yahudi dalam beberapa ayatnya. Hanya saja Yahudi sebagai sebuah konsep tidak terbatas pada ajaran agama saja, akan tetapi juga merujuk pada etnisitas atau kesukuan, singkatnya agama dan etnisitas Yahudi tidak dapat dipisahkan.

Dari sini terlihat bahwa mayoritas kaum Yahudi adalah karena faktor genetik atau keturunan, jika tidak ada gen Yahudi jangan harap bisa masuk agama Yahudi, dengan kata lain Yahudi merupakan agama eksklusif yang tidak semua orang bisa memeluknya. Ini tentu berbeda dengan Islam yang terbuka bagi siapa saja dari suku maupun ras yang berbeda boleh memeluknya meskipun Islam turun di rumpun ras Arab.

Dalam catatan sejarah dikisahkan bahwa Rasulullah hidup berdampingan dengan Yahudi di kota Madinah dengan damai, bahkan dalam perang Uhud Nabi pernah meminta bantuan kepada orang Yahudi untuk berperang melawan orang Quraisy.

Baca Juga:  Sholawat Nahdliyyah Lirik Teks Arab Indonesia Latin Beserta Terjemahan

Dalam konteks masa kini, kita bisa melihat kekompakan antara pemeluk Yahudi dan Islam, seperti yang terjadi di Amerika ketika Donald Trum mengeluarkan wacana kontroversial yaitu melarang imigran Muslim masuk Amerika. Kebijakan ini mendapatkan protes keras dari banyak warga Yahudi, mereka turun ke jalan menentang kebijakan Trump tersebut sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Muslim, dalam spanduk mereka tertulis “Persaudaraan Holocaut untuk Imigran Muslim”.Mereka tidak ingin sejarah kelam yang mereka alami dengan apa yang disebut holocaust oleh Hitler terulang pada saudara Muslim.

Solidaritas serupa juga terjadi di Inggris misalnya, dimana warga Yahudi menolak segala bentuk Islamophobia di partai konservatif. Karena bagaimanapun mereka pernah mengalami diskriminasi dalam bentuk antisemitisme di partai buruh.

2. Zionisme

Perbedaan yahudi, zionisme dan israel
Theodor Herzl (Pendiri Gerakan Zionis)

Pertama yang ingin saya katakan adalah Yahudi berbeda dengan Zionis, jangan pernah samakan antara Yahudi dengan Zionis. Zionisme merupakan gerakan politik di kalangan warga Yahudi yang lahir pada tahun 1897 dan pertama kali dipelopori oleh Theodor Herzl.

Kala itu bangsa Yahudi tersebar di banyak wilayah utamanya daerah Eropa, mereka tidak memiliki tempat tinggal dan negara yang menyatukan mereka, yang mereka miliki hanyalah identitas sebagai seorang Yahudi. Oleh Herzl warga Yahudi yang tersebar luas di daratan Eropa ingin disatukan dalam satu ikatan geografis yakni negara yang menyatukan mereka.

Gagasan ingin menyatukan warga Yahudi dalam satu wilayah geografis tidak sepenuhnya diterima oleh beberapa tokoh pemuka agama Yahudi, misalnya Martin Buber, Hermann Cohen, Karl Popper menolak mentah-mentah gagasan Herzl karena tidak sesuai dengan spirit dan visi ajaran Yahudi yang mengharuskan warga Yahudi menyebar ke seluruh dunia.

Gerakan zionisme ini meskipun mendapat banyak penolakan dari tokoh kunci Yahudi sendiri tidak menyurutkan semangat mereka untuk mempersatukan warga Yahudi. Sehingga pada akhirnya berdirilah negara Israel pada tahun 1948 meskipun pendirian negara itu penuh dengan masalah yang mengakibatkan konflik berkepanjangan karena mereka mendirikan negara di atas tanah warga Palestina yang telah mendiami tanah itu berabad-abad lamanya. Dengan kata lain zionis telah melakukan kedzaliman berupa aneksasi atau penjajahan di atas tanah yang bukan haknya.

Baca Juga:  Antara Jalan Cita atau Sekedar Perantara

Jadi kesimpulannya adalah tidak semua orang Yahudi mendukung zionisme yang melakukan pendudukan atas tanah Palestina dengan membunuh warga sipil yang tak berdosa.

3. Israel

Perbedaan yahudi, zionisme dan israel
Bendera Israel

Sekarang kita bahas Israel, siapa sih mereka? Israel merupakan sebuah negara yang mayoritas penduduknya beragama Yahudi dengan total populasi penduduk 7,5 juta jiwa. Berdasarkan survei penduduk pada tahun 2011 tercatat 75,4 persen bergama Yahudi, 16,9 persen Islam, 2,1 persen kristen, 1,7 persen Druze dan 4 persen lainnya pemeluk agama lain seperti Budha, Hindu dan lainnya.

Indonesia sebagai sebuah negara tidak pernah memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, karena Israel telah melakukan penjajahan dimana hal ini tidak sesuai dengan amanat konstitusi yang menyatakan penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Israel sebagai sebuah negara kerapkali memperluas aneksasi ke wilayah Palestina untuk mendapatkan wilayah yang lebih luas, mereka juga terkadang membunuh rakyat palestina yang tidak berdosa (nanti akan saya tuliskan di bagian lain terkait penjajahan yang dilakukan Israel).

Penutup

Nah, sekarang sudah tahu kan perbedaan Yahudi, Zionisme dan Israel? jadi jangan salah kaprah lagi yaa memahami istilah ketiganya. Tidak semua orang Yahudi mendukung gerakan zionismekok, masih banyak orang Yahudi yang baik dan taat beragama (kapan-kapan saya tulis secara berseri terkait dengan agama-agama semitik).

Demikian, semoga bermanfaat.

About the Author: Akhmad Saikuddin

Penikmat kopi | Penggemar teknologi | #PejuangKeluarga |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *