Puisi Doa Untuk Ibu yang Sudah Meninggal, Merinding!

puisi doa untuk ibu

Puisi Doa Untuk Ibu yang Sudah Meninggal – Puisi Doa Untuk Ibu berikut ini sangat menyentuh hati dan bikin kangen, terutama bagi kalian yang telah ditinggal ibu selama-selamanya.

Teriring doa, semoga kehidupan para Ibu selalu diberkahi, dan bagi yang telah meninggal ditempatkan pada sisi yang terbaik oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Selamat menyimak!

PUISI DOA UNTUK IBU

Doa Untuk Ibu 
Puisi Mutia Fitriyani

Aku tak tau apa yang harus ku lakukan tanpa dia
Dia yang selalu mengerti aku
Dia yang tak pernah letih menasehati ku
Dia yang selalu menemani

Dia lah Ibu
Orang yang selalu menjagaku
Tanpa dia aku merasa hampa hidup di dunia ini
Tanpa nya aku bukanlah apa-apa

Aku hanya seorang manusia lemah
Yang membutuhkan kekuatan
Kekuatan cinta kasih dari ibu
Kekuatan yang lebih dari apapun

Engkau sangat berharga bagiku
Walaupun engkau selalu memarahiku
Aku tau
Itu bentuk perhatian dari mu
Itu menandakan kau peduli denganku

Ya Allah,,
Berikanlah kesehatan pada ibuku
Panjangkan lah umur nya
Aku ingin membahagiakan nya
Sebelum aku atau dia tiada

Terimakasih Ibu
Atas apa yang telah kau berikan padaku
Aku akan selalu menyanyangimu

IBU
Puisi Richard Fernando Putra Bela

Ibu kau mengandung 9 bulan
sampai engkau melahirkan ku dengan susah paya
engkau merawat ku sampai aku tumbuh besar
engkau juga merawat ku tanpa pamrih
dan engkau juga merawat ku dengan penuh kasih sayang

Ibu kau mengajari ku berjalan sampai aku bisa berjalan
engkau juga mengajari ku berbicara sampai aku bisa
Ibu kau bagaikan malaikat ku
di kala aku sedih engkau selalu ada untuk menghibur ku

Baca Juga:  Puisi Roman Picisan Tentang Sahabat, Rindu & Cinta

Ibu.. aku juga merasa engkaulah pahlawan ku
setiap aku kesusahan engkau selalu ada untuk membantu ku
Ibu… bekerja keras
untuk menafkahi ku
ibu… terima kasih atas pengorbananmu
yang engkau berikan kepada ku
Ibu…

JASA TAK TERLUPAKAN
Puisi Patma

Ibu…
kau membimbing ku selama satu tahun
kau begitu baik pada ku walaupun aku suka marah-marah

Ibu….
kau begitu ceria dan rajin dari pada guru yang lain
ibu…
kau yang pintar,baik,ramah,cantik,dan sopan

Ibu…
kalau aku membuat salah tolong maafkan aku
karena aku cuma kesal karna aku selalu diejek

Ibu…
kalau aku lagi sedih kau menghibur aku
kalau aku lagi kesal kau menghibur ku

Ibu…
terimakasih atas jasa-jasamu jika aku
masih sempat bertemu dengan ibu
aku sangat ingin memeluk ibu

MALAIKAT DI DUNIA
Puisi Nanda La Putra

Walau hari ini bukan hari ibu,,

Tetap kan ku ucap kata
I love you Mah

Karena engkau pelita dalam kegelapan ku

Dan karna engkau malaikat ku di dunia ini
Kasihmu,cintamu, pelukan mu, dekapan mu
Bahkan kemarahan mu!!!

Itu semua untuk kebaikan ku
I love you Mah
Aku sayang mama
Sampai Kapanpun….

TANGISAN MATA BUNDA
Puisi Monika Sebentina

Dalam Senyum mu kau sembunyikan letih mu
Derita siang dan malam menimpa mu
tak sedetik pun menghentikan langkah mu
Untuk bisa Memberi harapan baru bagi ku

Seonggok cacian selalu menghampiri mu
secerah hinaan tak perduli bagi mu
selalu kau teruskan langkah untuk masa depan ku
mencari harapan baru lagi bagi anak mu

Bukan setumpuk Emas yang kau harapkan dalam kesuksesan ku
bukan gulungan uang yang kau minta dalam keberhasilan ku
bukan juga sebatang perunggu dalam kemenangan ku
tapi keinginan hati mu membahagiakan aku

Baca Juga:  Aku Dimana (Serial Puisi Penyejuk Hati Bag 1)

Dan yang selalu kau berkata pada ku
Aku menyayangi mu sekarang dan waktu aku tak lagi bersama mu
aku menyayangi mu anak ku dengan ketulusan hati ku

 

IBU

Surdayanti Rukamana

  • Ibu kini sekarang ku sudah tumbuh dewasa
  • Tumbuh menjadi anak kebanggaan ibu,
  • tumbuh menjadi anak cerewet ibu,
  • tumbuh menjadi putri ibu yang sangat ibu bangga-banggakan.
  • Sekarang umurmu sudah bertambah tua,satu persatu rambut putih mu sudah tumbuh,
  • badan mu yang dulu tegak lurus kini sekarang sudah membungkuk,
  • wajahmu yang dulu kini sekarang berbeda.

 

  • Akankah ibu selalu ada disamping ku di setiap aku membutuhkan mu,
  • akan kah ibu selalu mengusap air mataku disaat aku menangis
  • Ibu engkaulah wanita yang selalu ku puja selama hidupku,
  • maafkan anakmu ini jika ada salah,
  • pengorbananmu tanpa balas jasa.

Seperti Asa Dan Mimpi-Mimpimu

Karya: Humaidi M. Jiko

  • Seketika cahaya itu mengusik nyenyak, pejamanpun tak lagi erat
  • Aku terbangun dan  mengintai alunan nada hari baru yang merdu
  • Seindah embun dan kicauan itu
  • Hati pun mulai pilu
  • Menatap suasana seperti kala lalu
  • Namun keadaan tak lagi begitu

 

  • Dari jendela ruang kecil yang kini meneduhku
  • Wajah yang kusam ini pun terpaku, menatap jarak yang begitu jauh
  • Memisahkan aku dan pelipur hidupku
  • Ibu “bagaimana  kabarmu?”

 

  • Dalam sendu aku merindu
  • Bersama dedaunan yang mulai jatuh
  • Iringi hembusan angin menyambut pagi

 

  • Kini aku tak lagi bersamamu
  • Tuntutan hidup,  impian dan asamu memaksa ku  jauh
  • Jauh dari dekapmu, jauh dari belaimu

 

  • Ibu
  • Ku rindu pangkuanmu
  • Ku merindu manja mu
  • Cengeng di hadapan mu
  • Ku rindu belai kasihmu

 

  • Kini dunia mulai mengajak ku dewasa
  • Seperti asa dan mimpi-mimpimu
  • Yang mengalir terus di tiap do’a-do’a mu
  • Mungkin jasamu tak akan sanggup kubalas
  • Tapi sedikit tersimpul niat  di  benakku
  • Bahwa kelak
  • Akan  ku buat pipimu basah tangis bahagia
  • Nan tersenyum bangga
  • Menatap, menyaksikan anakmu ini
  • Berdiri di hadapan para hadirin nan berseragam toga
  • Kemudian  engkau  datang menghampiri ku nan memeluk ku erat
Baca Juga:  Betapa Debu (Serial Puisi Penyejuk Hati Bag 2)

 

  • Dengan senyum penuh duka bahagia bangga
  • Dan mataku pun berkaca-kaca
  • Seperti asa dan mimpi-mimpimu
  • Seperti asa dan mimpi-mimpimu
  • Ibu

 

IBU

Karya Khadijah Lubis

  • Begitu besar jasa mu
  • Tiada pernah kau mengeluh
  • Siang dan malam kau selalu mejaga ku

 

  • Ibu
  • Dalam doa mu tiada henti
  • Kau memohon agar aku menjadi anak yang berguna dalam menjalani hidup

 

  • Ibu
  • hanya ucapan terima kasih
  • yang dapat ku ucapkan pada mu semoga aku dapat membahagiakan mu

You May Also Like

About the Author: haidunia

Baca artikel terbaru dan menarik lainnya hanya di https://www.haidunia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *