Sistem Hidroponik DFT, Solusi Untuk Biaya Tambahan Listrik

Sistem Hidroponik DFT, Solusi Untuk Biaya Tambahan Listrik – Kegiatan bercocok tanam sudah menjadi trend di masa pandemi ini, ada yang sedang menanam sayur di halaman rumah, membuka lahan semak belukar di pekarangan kemudian menjadikannya lahan perkebunan dan lain sebagainya. Bagi mereka yang mempunyai modal lebih untuk memulai kegiatan ini, ada yang menggunakan hidroponik. Salah satunya yaitu dengan sistem DFT atau Deep Flow Technique.

Sistem ini merupakan salah satu sistem modifikasi dari NFT yang mempunyai kekurangan bilamana listrik tidak stabil atau terdapat jadwal pemadaman di daerah yang belum lancar kelistrikannya. Bagaimanakah cara kerja sistem DFT?

Cara kerja sistem DFT mirip dengan sistem NFT, yaitu mengalirkan air nutrisi ke tanaman hidroponik dengan pompa air melalui gully trapesium atau pipa, yang membedakannya adalah gully/pipa tidak dibuat miring seperti pada sistem NFT

sistem hidroponik dft
Sumber / guyubtani

Kelebihan Sistem DFT

  1. Pertumbuhan tanaman yang seragam, karena sistem ini menggunakan pompa air untuk mengalirkan air nutrisi dengan timer dan media yang sama, maka panen yang didapat bisa merata.
  2. Pertumbuhan tanaman yang maksimal, dengan pengecekan unsur hara yang terkandung di dalam air, maka akan diketahui jumlah yang dibutuhkan apakah kurang atau lebih.
  3. Menghemat biaya listrik, dengan adanya genangan air di gully/pipa, maka akan ada sisa air nutrisi ketika pompa air berhenti, tanaman akan tetap mendapatkan unsur hara/nutrisi untuk kebutuhan pertumbuhannya.

Kekurangan Sistem DFT

  1. Pasokan oksigen dapat berkurang, dalam sistem NFT dan DFT, oksigen dihasilkan dari aliran air yang jatuh dari gully/pipa ke tandon air nutrisi, ketika air berhenti otomatis pasokan oksigen tidak sebanyak ketika air terus mengalir.
  2. Busuk akar dapat terjadi, air menggenang yang terlalu banyak dapat mengakibatkan akar membusuk, solusinya adalah tinggi air genangan cukup 4-6 cm saja. Tidak perlu terlalu banyak.
  3. Pembentukan endapan, seperti air pada umumnya, air yang mempunyai larutan apabila didiamkan akan terdapat endapan dari larutan yang terkandung di dalam air. Ini dapat menjadi kendala

    Sistem hidroponik DFT
    Ilustrasi endapan dalam pipa/gully – Sumber/Facebook
  4. berkala ketika endapan sudah mulai menebal maka perlu adanya pembersihan pada gully/pipa.
  5. Penyebaran penyakit, ketika satu tanaman terkena penyakit, maka penularan akan mudah terjadi karena genangan air tadi.

Demikian artikel tentang sistem hidroponik DFT, semoga menginspirasi sahabat semua untuk mau bercocok tanam dan memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah. Semangat!

Baca Juga:  Pandemi Tak Kunjung Usai, Kelompok Ini Sulap Lahan Kosong Menjadi Kebun Organik!

You May Also Like

About the Author: Deany Januarta Putra

Menyelami dunia SEO dan bersahabat dengan alam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *