Pentingnya Kejujuran Bagi Anak, Pahamkan Pakai Langkah Ini!

pentingnya kejujuran

Empat Langkah Memahamkan Pentingnya Kejujuran Pada Anak – Semua orang tua sependapat bahwa kejujuran adalah dasar dari semua akhlak yang harus dikembangkan pada diri anak.

Kenyataannya banyak diantara kita yang secara tidak sengaja atau meremehkan telah melakukan kebohongan, sehingga mengatakan hal yang sebenarnya kadang menjadi sulit.

Maka Rasulullah SAW telah mengingatkan; “katakanlah kebenaran itu meskipun pahit.” Dalam hadits yang lain, Nabi juga berpesan;

Dari Ibnu Mas’ud ra., Dari Nabi SAW., beliau bersabda; “Sesungguhnya kebenaran itu membawa kepada kebaikan, dan kebaikan itu membawa ke syurga. Seseorang akan selalu bertindak jujur sehingga ia ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur.

Dan sesungguhnya dusta itu membawa kepada kejahatan dan kejahatan itu membawa ke neraka. Seseorang akan selalu berdusta sehingga ia ditulis di sisi Allah sebagai pendusta.” (Muttafaqun a’laih)

Langkah Memahamkan Pentingnya Kejujuran Pada Anak

Langkah-langkah berikut ini merupakan rangkaian usaha untuk memahamkan Sang Anak mengenai pentingnya menjunjung tinggi sebuah kejujuran;

  1. Memahamkan tidak nyamannya hidup dalam kebohongan

Anak perlu dipahamkan bahwa ketidaknyamanan dalam mengakui kebenaran  itu hanya sementara, karena pada waktunya kebenaran itu akan terungkap. Sebaliknya, jika memutuskan berbohong, maka selama itu pula akan hidup dalm kegelisahan. Dan akan semakin menderita setelah semua kebohongannya terungkap.

Lankah yang dipandnag tepat untuk al ini adalah dengan memberikan cerita-cerita yang disukai anak atau kisah-kisah nyata yang mendukung pemahaman anak tentang kemuliaan orang-oarang yang mengatakan kebenaran.

2. Ciptakan Lingkungan yang Mendukung Kejujuran

Menciptakan lingkungan yang mendukung mereka yang mau bersikan jujur sangatlah penting.  Misalnya dengan memberikan pujian atau sambutan istimewa kepada anggota keluarga yang telah bersikap jujur.

Baca Juga:  Presiden: Berapa Jumlah Guru Honorer yang Belum Sejahtera?

3. Fokus Apa yang Terjadi, Bukan Siapa yang Melakukan

Dalam menganalisa dan mecahkan kasus kesalahan, fokuskan pada apa yang terjadi dari pada siapa yang melakukan.

Hal itu penting, karena anak atau orang yang merasa disudutkan dalam suatu kesalahan akan berusaha untuk mengelak dengan cara berbohong. Tetapi jika berfokus pada kejadian, semuanya yang terlibat akan merasa ikut bertanggung jawab.

4. Hindari Perilaku Bohong Orang Tua di Depan Anak

Hindari perilaku dan sikap bohong yang mudah diikuti anak. Misalnya memudakan usia anak untuk mendapatkan tiket gratis atau diskon belanja. Atau yang sering terjadi adalah menjanjikan sesuatu pada anak namun tak kunjung ditepati.

You May Also Like

About the Author: Ageng Triyono

Curriculum Researcher & Developer | Guru Kampung | Penulis Lepas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *