Apa Itu Hybrid Learning? Inilah Pengertian, Model & Penerapannya !

Pengertian hybrid learning dan model penerapannya

Apa Itu Hybrid Learning – Sekarang banyak sekali pertanyaan, kapan kiranya kita akan membukan kembali sekolah di musim Pandemi Covid 19. Dimana proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sudah lama berlangsung. Sementara belum semua murid memiliki infrastruktur teknologi belajar yang memadai. Maka mau tidak mau sekolah harus dibuka dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Di sinilah model pembelajaran hybrid learning bisa menjadi solusi kita bersama. Tentunya belum semua dari kita memahami apa itu hybrid learning? Oleh karenanya, di sini tim haidunia.com akan menguraikan mulai dari pengertian hybrid learning, merancang program hybrid learning, macam-macam model hybrid learning, pengembangan implementasinya, serta perbedaan hybrid learning vs blended learning.

Okey, mari kita uraikan satu-persatu mulai dari pengertian apa itu hybrid learning menurut para ahli. Selamat belajar dan semoga informasi ini dapat menjadi pengayaan pengetahuan bagi kita semua! Ayok, maju terus guru-guru Indoensia!

Apa itu Hybrid Learning Menurut Ahli?

Seperti apa itu hybrid learning menurut para ahli? Mari kita uraikan di sini mengenai beberapa pengertian hybrid learning menurut para pakar pendidikan. Inilah pendapat ahli dalam memberikan definisi hybrid learning.

Boyle, dkk., (2003)

Menurut Boyle, dkk, definisi hybrid learning adalah pembelajaran yang menggabungkan antara pembelajaran online dengan pembelajaran tatap muka secara teratur dan efektif.

Baca Juga:  Strategi Pembelajaran Online Interaktif yang Efektif, Yuk Pelajari Caranya Disini

Graham Kaleta (2002) dan Barenfenger (2005)

Grham Kaleta & Barenfenger mendefinisikan apa itu hybrid learning sebagai pembelajaran yang diintegrasikan secara normal melalui pembelajaran di luar kelas dimana dapat menggunakan fasilitas elektronik sebagai tutorial, kelompok belajar, atau informasi dari perpustakaan.

Tsai (2011)

Tsai menyatakan bahwa hybrid learning digunakan sebagai pembelajaran lingkungan melalui internet yang dipromosikan secara kelompok.

Lynn, dkk (2014) & Bains (2010)

Menurut keduanya, hybrid Learning adalah pengkombinasian metode pembelajaran berbasis e-learning (electronic learning) dengan metode pembelajaran tatap muka atau metode konvensional.

Ana Sutisna (2016)

Ana Sutisna mengemukakan bahwa Hybrid learning adalah metode belajar yang menggabungkan dua atau lebih metode dan pendekatan dalam pembelajaran untuk mencapai tujuan proses pembelajaran.

Thorne (2003) 

Thorne menyatakan bahwa apa yang terjadi dalam kelas konvensional dimana pendidik dimana pendidik dan peserta didik bertemu langsung, dengan pembelajaran online yang biasa diakses kapanpun dan dimanapun. Adapun bentuk lain dari pembelajaran hybrid learning adalah pertemuan virtual antara pendidik dan peserta didik.

Bersin (2004)

Pembelajaran Hybrid adalah kombinasi dari berbagai media pembelajaran (teknologi, aktivitas, jenis peristiwa) untuk menciptakan program pembelajaran yang optimal bagi peserta didik secara spesifik. Istilah (campuran) merupakan model pembelajaran yang memadukan kekuatan pembelajaran tradisional tatap muka dengan format pembelajaran elektronik.

Ali Massoud, dkk (2011)

Hybrid learning adalah perpaduan pembelajaran konvensional (sinkron) dengan memadukan pembelajaran berbasis internet (asynchronous). Hybrid learning dipandang sebagai sebuah kombinasi dari berbagai pendekatan di dalam pembelajaran.

Demikian beberapa pengertian hybrid learning yang disampaikan para ahli. Jika kita ringkas, maka pengertian hybrid learning adalah gabungan antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran online yang termediasi perangkat teknologi informasi dan komunikasi. Kombinasi pembelajaran tersebut terdiri dari:

Baca Juga:  Tupoksi Guru; Tugas Pokok dan Fungsi Pendidik Abad 21

(1) Pembelajaran tatap muka
(2) Pembelajaran berbasis web
(3) Pembelajaran di dukung media cetak/modul elektronik dan berbagai multi media lainnya

Hybrid Learning vs Blended Learning

Perbedaan hybrid learning vs blended learning perlu kita perjelas di sini. Menyimak dari beberapa pengertian di atas, memang banyak kemiripan secara pengertian. Sehingga timbul kesimpangsiuran antara pelaksanaan hybrid learning vs blended learning.

Sebenarnya apasih perbedaan hybrid learning vs blended learning? Jika hybrid learning kita melaksanakan pembelajaran secara merata. Artinya meskipun hanya 305 peserta didik yang hadir di sekolah, namun materi tetap bisa diakses oleh 70% murid lainnya dari rumah. Tetapi untuk menerapkan hybrid learning ini dibutuhkan blended learning. Untuk penjelasan hal ini Anda bisa mengakses link Apa Perbedaan Hybrid Learning dan Blended Learning?

Model Pembejalaran Hybrid Learning

Model-model pembelajaran hybrid learning tentunya hanya akan diterapkan jika sesuai dengan karakter sekolah yang dihadapi. Implementasi model hybrid learning berikut ini terdiri dari 5 model yang telah dirancang dengan disesuaikan kondisi-kondisi yang umumnya dialami oleh sekolah-sekolah di Indonesia.

macam-macam tipe pembelajaran hybrid learning
Model-model Pembelajaran Hybrid Learning

Model Hybrid Learning -1

Model ini merupakan implementasi hybrid learning yang menggunakan fasilitas internet secara full setiap proses kegiatan belajar mengajar (KBM).  Dengan model ini, guru dan peserta didik dituntut untuk stand by di depan perangkat teknologi yang digunakan. Karena semua proses KBM berlangsung dengan mengandalkan jaringan internet. Namun instruksi pelaksanaan dapat dilakukan secara tatap muka tanpa guru dan peserta didik masuk kelas.

Model Hybrid Learning – 2

Model hybrid learning 2 ini merupakan implementasi hybrid learning yang dapat menggunakan fasilitas internet secara full atau juga bisa tidak. Karena dengan model yang kedua ini peserta didik diberikan pilihan untuk tidak selalu menggunakan kuota internet dalam KBM. Jadi dalam model ini masih diselingi KBM secara tatap muka dengan tetap memperhatikan aspek kesehatan. Adapun tatap muka yang dilaksanakan berupa kehadiran murid ke sekolah untuk mengumpulkan tugas proyek, makalah, dan tugas-tugas semisalnya.

Model Hybrid Learning – 3

Model hybrid learning 3 ini merupakan implementasi hybrid learning yang menggunakan fasilitas internet cukup banyak saat kegiatan pembelajaran. Pembelajaran tatap muka dilakukan saat ada kegiatan diskusi kelas atau praktikum di kelas. Penggunaan internet pada model ini sama dengan model 1 dan model 2 dimana peserta didik dan guru lebih aktif mengakses internet.

Model Hybrid Learning – 4

Model hybrid learning  4 ini ini merupakan implementasi hybrid learning yang cukup mudah. Model ini masih menggunakan fasilitas internet didalam kegiatan pembelajaran, namun masih lebih banyak kegiatan tatap muka antara peserta didik dan guru. Internet digunakan sebagai pendukung saat pembelajaran, misalnya saat kegiatan diskusi kelas, guru menganjurkan murid untuk searching bahan diskusi dan selanjutnya mempresentasikannya.

Model Hybrid Learning – 5

Model hybrid learning 5 ini ini merupakan implementasi hybrid learning yang paling sederhana. Model ini tidak menuntut peserta didik untuk selalu terhubung dengan internet saat pembelajaran. Tentunya model ini sangat memudahkan peserta didik di Indonesia yang sampai saat ini masih belum menjangkau fasilitas internet secara mencukupi. Adapun penggunaan internet dilaksanakan hanya ketika mereka ke sekolah, dan mengakses internet melalui fasilitas yang disediakan pihak sekolah.

Kelebihan Penerapan Model Hybrid Learning

Penerapan model hybrid learning tentunya memiliki dampak positif bagi KBM. Kelebihan Penerapan Model Hybrid Learning dapat dirasakan oelh guru maupun peserta didik. Inilah kelebihan-kelebihan penerapan hybrid learning menurut ahli

(1) Hybrid learning terbukti dapat mengatasi rasa frustasi dan keterbatasan antara guru dan siswa di dalam proses pembelajaran melalui fasilitas online.

(2) Hybrid learning akan menjadikan pembelajaran lebih inovasi dikarenakan adanya variasi pembelajaran dalam berinteraksi dan berdiskusi (Lord & Lomicka, 2008 dan Delacey & Leonard, 2002), dan

(3) Hybrid learning membuat suasana kelas menjadi kondusif karena siswa senang dan aktif dalam pembelajaran (Campos dan Harasim (dalam Buzzetto dan Sweat, 2006), dan Melton, dkk., 2009).

Perancangan Pembelajaran Hybrid Learning

Perancangan pembelajaran hybrid learning melalui 3 tahap berikut; (1) Perencanaan program; (2) Pengembangan  dan implementasi; (3) Evaluasi. Lebih jelas mengenai proses perancangan tersebut akan dijelaskan sebagaimana berikut ini.

Perencanaan Program Hybrid Learning

Perancangan program hybrid learning meliputi analisis instruksional dan analisis kemampuan awal peserta didik, serta karakteristik para peserta didik. Dengan tahapan sebagai berikut:

(1) Perancangan dimulai dengan analisis kondisi peserta didik, konteks dan konten pembelajaran. Hasil analisis instruksional ini akan berupa rumusan kompetensi utama yang harus dikuasai para peserta didik.

(2) Kompetensi utama di analisis menjadi berbagai kompetensi yang akan dikuasai peserta didik setelah mengikuti proses KBM. Kompetensi-kompetensi yang akan dicapai melalui pembelajaran online harus dituangkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Termasuk dirumuskan jumlah tatap muka dan jumlah pembelajaran online yang akan dilaksanakan.

Pengembangan dan Implementasi

Pengembangan bahan penunjang program hybrid learning dan implementasinya dilakukan dengan tahapan berikut:

(1) Pengembangan RPP dan Program Mapping Hybrid Learning
(2) Pengembangan bahan ajar, baik cetak maupun non-cetak
(3) Pengembangan bahan ujian
(4) Pelaksanaan

Tahap Evaluasi

Pelaksanaan evaluasi program hybrid learning meliputi beberapa hal berikut:

(1) Evaluasi hasil KBM, berupa hasil pengukuran atau penilaian penguasaan kognitif, afektif dan psikomotorik.

(2) Evaluasi terhadap pembelajaran yang berupa respon peserta didik terhadap mata pelajaran, proses interaksi, teknis penyampaian guru, perangkat pendukung pembelajaran.

(3) Evaluasi oleh kepala sekolah terhadap proses KBM secara umum.

Contoh Implementasi Hybrid Learning SMPN 1 Lamongan

Contoh implementasi hybrid learning di SMPN 1 Lamongan bisa para guru jadikan rujukan untuk diterapkan di sekolah lain. Pastinya sebelum tahap implementasi, pada tahap perancangan harus benar-benar dianalisis berdasarkan kebutuhan. Berikutnya adalah analisis perangkat pembelajaran berupa ketersediaan web sekolah.

Setelah unsur-unsur pada tahap perancangan dianalisis sesuai kebutuhan maka bapak/ibu guru bisa segera mempersiapkan RPP Pembelajaran Hybrid Learning. Berikut adalah contoh RPP Pembelajaran Hybrid Learning yang bisa bapak ibu jadikan acuan. Bisa download di Contoh RPP Hybrid Learning.

Demikian bapak/ibu pembahasan kita mengenai apa itu hybrid learning, yang meliputi pengertian, model-model pembelajaran hybrid learning, kelebihan pembelajaran hybrid learning, tahap perancangan, serta contoh implementasi pembelajaran hybrid learning di SMPN 1 Lamongan. Semoga apa yang kami sampaikan bisa menambah pengayaan pengetahuan kita semua. Aamiin.

You May Also Like

About the Author: Ageng Triyono

Curriculum Researcher & Developer | Guru Kampung | Penulis Lepas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *