Apa Itu Hybrid Learning? Inilah Pengertian, Model & Penerapannya !

Pengertian hybrid learning dan model penerapannya

Apa Itu Hybrid Learning – Sekarang banyak sekali pertanyaan, kapan kiranya pemerintah kita akan membuka kembali sekolah di musim Pandemi Covid 19. Pembelajaran tatap muka (PTM) sepertinya sudah dirindukan para murid dan orang tua, karena Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) juga sudah lama berlangsung dan berdampak pada kejenuhan belajar. Apalagi PJJ masih memiliki beberapa kendala dimana belum semua murid memiliki infrastruktur teknologi belajar yang memadai. Maka mau tidak mau sekolah harus dibuka dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Disinilah pembelajaran hybrid learning perlu dipikirkan sebagai solusi bersama.

Apa itu hybrid learning? Tentunya belum semua dari kita memahami apa itu hybrid learning? Oleh karenanya, kami tim haidunia.com merasa perlu untuk mendiskusikan dan menguraikan beberapa hal mulai dari pengertian hybrid learning, bagaimana merancang program hybrid learning, macam-macam model hybrid learning, pengembangan implementasinya, serta perbedaan hybrid learning vs blended learning. Semoga yang kami sampaikan di laman ini bisa menjadi solusi pembelajaran di masa pandemi ini. memperkaya pengetahuan kita semua, ya!

Okey, agar kita tidak rancu dengan model pembelajaran blended learning, perlu kita uraikan juga perbedaan blended learning vs hybrid learning. Selamat belajar dan semoga informasi ini dapat menjadi pengayaan pengetahuan bagi kita semua! Ayok, maju terus guru-guru Indonesia!

Hybrid Learning vs Blended Learning

Perbedaan hybrid learning vs blended learning perlu kita perjelas di sini. Menyimak dari beberapa pengertian di atas, memang banyak kemiripan secara pengertian. Sehingga timbul kesimpangsiuran antara pelaksanaan hybrid learning vs blended learning.

Sebenarnya apasih perbedaan hybrid learning vs blended learning? Jika hybrid learning kita melaksanakan pembelajaran secara merata. Artinya meskipun hanya 305 peserta didik yang hadir di sekolah, namun materi tetap bisa diakses oleh 70% murid lainnya dari rumah. Tetapi untuk menerapkan hybrid learning ini dibutuhkan blended learning. Untuk penjelasan hal ini Anda bisa mengakses link Apa Perbedaan Hybrid Learning dan Blended Learning?

Seperti Apa itu Hybrid Learning Pada Era New Normal?

Penerapan hybrid learning pada era new normal sepertinya sudah menjadi keharusan. Lebih dari satu tahun sudah murid-murid kita belajar dari rumah dengan pencapaian prestasi yang masih kita raba-raba tingkat keberhasilannya. Dan kita masih terus dalam proses beradaptasi dengan cara pembelajaran baru.

Selama ini, kebanyakan sekolah-sekolah di negara kita tercinta ini melakukan pembelajaran secara tatap muka. Malah beberapa sekolah yang berada di daerah pinggiran dan pedalaman masih ada yang belum terbiasa belajar dengan menggunakan teknologi.

Akan terjadi beberapa perubahan struktural yang akan berdampak pada sistem
pendidikan. Yang pertama adalah pembelajaran jarak jauh ini akan menjadi sesuatu yang permanen, kemungkinan bukan pembelajaran jarak jauh saja, tapi hybrid mode,  secara tatap muka. Menurut Nadiem Makarim akan menjadi
suatu proses adaptasi terhadap teknologi.

Baca Juga:  Contoh Soal SKB Pemerintah Daerah CPNS 2021 dan Jawabannya

3 Jenis Model Pembelajaran

Sebelum ke pengertian apa itu hybrid learning, kita coba ulas sejenak mengenai 3 jenis model pembelajaran yang umumnya digunakan oleh para guru di tanah air;

Apa itu hybrid learning
Apa itu hybrid learning, Face to face learning dan online learning

(1) Face to Face Learning

Model pembelajaran secara langsung yang mengandalkan tatap muka, atau yang sering disebut sebagai metode konvensional.

(2) Online Learning

Model pembelajaran dimana kegiatannya dilakukan secara online. Mulai dari pemberian instruksi, interaksi, hingga aktivitas belajar. Kegiatan belajar mengajar menggunakan model ini akan menghilangkan unsur tatap muka secara langsung.

(3) Hybrid Learning

Model pembelajaran campuran antara online learning dengan face to face learning atau metode konvensional.

Tantangan Hybrid Learning

Tantangan terbesar yang akan muncul pada saat pembelajaran menggunakan sistem hybrid sebenarnya bukan tentang teknologinya ataupun penguasaan murid
akan teknologi. Melainkan justru sumber daya manusianya, terutama pola pikir pengajarnya.

Murid terbiasa hidup dengan teknologi, dan mereka akan mudah beradaptasi dengan penggunaan teknologi. Yang sulit justru mengubah mindset pengajar yang sudah
terbiasa dengan cara belajar konvensional. Sampai sejauh ini semua pihak fokus untuk menyiapkan infrastruktur tanpa memperhatikan kesiapan tenaga pendidik
menghadapi perubahan.

Apa itu Hybrid Learning Menurut Ahli?

Seperti apa itu hybrid learning menurut para ahli? Mari kita uraikan di sini mengenai beberapa pengertian hybrid learning menurut para pakar pendidikan. Inilah pendapat ahli dalam memberikan definisi hybrid learning.

Boyle, dkk., (2003)

Menurut Boyle, dkk, definisi hybrid learning adalah pembelajaran yang menggabungkan antara pembelajaran online dengan pembelajaran tatap muka secara teratur dan efektif.

Graham Kaleta (2002) dan Barenfenger (2005)

Grham Kaleta & Barenfenger mendefinisikan apa itu hybrid learning sebagai pembelajaran yang diintegrasikan secara normal melalui pembelajaran di luar kelas dimana dapat menggunakan fasilitas elektronik sebagai tutorial, kelompok belajar, atau informasi dari perpustakaan.

Lynn, dkk (2014) & Bains (2010)

Menurut keduanya, hybrid Learning adalah pengkombinasian metode pembelajaran berbasis e-learning (electronic learning) dengan metode pembelajaran tatap muka atau metode konvensional.

Ana Sutisna (2016)

Ana Sutisna mengemukakan bahwa Hybrid learning adalah metode belajar yang menggabungkan dua atau lebih metode dan pendekatan dalam pembelajaran untuk mencapai tujuan proses pembelajaran.

Bersin (2004)

Pembelajaran Hybrid adalah kombinasi dari berbagai media pembelajaran (teknologi, aktivitas, jenis peristiwa) untuk menciptakan program pembelajaran yang optimal bagi peserta didik secara spesifik. Istilah (campuran) merupakan model pembelajaran yang memadukan kekuatan pembelajaran tradisional tatap muka dengan format pembelajaran elektronik.

Ali Massoud, dkk (2011)

Hybrid learning adalah perpaduan pembelajaran konvensional (sinkron) dengan memadukan pembelajaran berbasis internet (asynchronous). Hybrid learning dipandang sebagai sebuah kombinasi dari berbagai pendekatan di dalam pembelajaran.

Demikian beberapa pengertian hybrid learning yang disampaikan para ahli. Jika kita ringkas, maka pengertian hybrid learning adalah gabungan antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran online yang termediasi perangkat teknologi informasi dan komunikasi. Kombinasi pembelajaran tersebut terdiri dari:

Baca Juga:  Materi Pedagogik SKB PGSD dan Guru Mapel PPPK CPNS 2021

(1) Pembelajaran tatap muka
(2) Pembelajaran berbasis web
(3) Pembelajaran di dukung media cetak/modul elektronik dan berbagai multi media lainnya

Model Pembejalaran Hybrid Learning

Model-model pembelajaran hybrid learning tentunya hanya akan diterapkan jika sesuai dengan karakter sekolah yang dihadapi. Implementasi model hybrid learning berikut ini terdiri dari 5 model yang telah dirancang dengan disesuaikan kondisi-kondisi yang umumnya dialami oleh sekolah-sekolah di Indonesia.

macam-macam tipe pembelajaran hybrid learning
Model-model Pembelajaran Hybrid Learning

Model Hybrid Learning -1

Model ini merupakan implementasi hybrid learning yang menggunakan fasilitas internet secara full setiap proses kegiatan belajar mengajar (KBM).  Dengan model ini, guru dan peserta didik dituntut untuk stand by di depan perangkat teknologi yang digunakan, karena semua proses KBM berlangsung dengan mengandalkan jaringan internet. Namun instruksi pelaksanaan dapat dilakukan secara tatap muka tanpa guru dan peserta didik masuk kelas.

Model Hybrid Learning – 2

Model hybrid learning 2 ini merupakan implementasi hybrid learning yang dapat menggunakan fasilitas internet secara full atau juga bisa tidak. Karena dengan model yang kedua ini peserta didik diberikan pilihan untuk tidak selalu menggunakan kuota internet dalam KBM. Jadi dalam model ini masih diselingi KBM secara tatap muka dengan tetap memperhatikan aspek kesehatan. Adapun tatap muka yang dilaksanakan berupa kehadiran murid ke sekolah untuk mengumpulkan tugas proyek, makalah, dan tugas-tugas semisalnya.

Model Hybrid Learning – 3

Model hybrid learning 3 ini merupakan implementasi hybrid learning yang menggunakan fasilitas internet cukup banyak saat kegiatan pembelajaran. Pembelajaran tatap muka dilakukan saat ada kegiatan diskusi kelas atau praktikum di kelas. Penggunaan internet pada model ini sama dengan model 1 dan model 2 dimana peserta didik dan guru lebih aktif mengakses internet.

Model Hybrid Learning – 4

Model hybrid learning  4 ini ini merupakan implementasi hybrid learning yang cukup mudah. Model ini masih menggunakan fasilitas internet didalam kegiatan pembelajaran, namun masih lebih banyak kegiatan tatap muka antara peserta didik dan guru. Internet digunakan sebagai pendukung saat pembelajaran, misalnya saat kegiatan diskusi kelas, guru menganjurkan murid untuk searching bahan diskusi dan selanjutnya mempresentasikannya.

Model Hybrid Learning – 5

Model hybrid learning 5 ini ini merupakan implementasi hybrid learning yang paling sederhana. Model ini tidak menuntut peserta didik untuk selalu terhubung dengan internet saat pembelajaran. Tentunya model ini sangat memudahkan peserta didik di Indonesia yang sampai saat ini masih belum menjangkau fasilitas internet secara mencukupi. Adapun penggunaan internet dilaksanakan hanya ketika mereka ke sekolah, dan mengakses internet melalui fasilitas yang disediakan pihak sekolah.

Kelebihan Penerapan Model Hybrid Learning

Penerapan model hybrid learning tentunya memiliki dampak positif bagi KBM. Kelebihan Penerapan Model Hybrid Learning dapat dirasakan oelh guru maupun peserta didik. Inilah kelebihan-kelebihan penerapan hybrid learning menurut ahli

(1) Hybrid learning terbukti dapat mengatasi rasa frustasi dan keterbatasan antara guru dan siswa di dalam proses pembelajaran melalui fasilitas online.

(2) Hybrid learning akan menjadikan pembelajaran lebih inovasi dikarenakan adanya variasi pembelajaran dalam berinteraksi dan berdiskusi (Lord & Lomicka, 2008 dan Delacey & Leonard, 2002), dan

Baca Juga:  Pengertian Pembelajaran Matematika Menurut Ahli Untuk Calon Guru

(3) Hybrid learning membuat suasana kelas menjadi kondusif karena siswa senang dan aktif dalam pembelajaran (Campos dan Harasim (dalam Buzzetto dan Sweat, 2006), dan Melton, dkk., 2009).

Perancangan Pembelajaran Hybrid Learning

Perancangan pembelajaran hybrid learning melalui 3 tahap berikut; (1) Perencanaan program; (2) Pengembangan  dan implementasi; (3) Evaluasi. Lebih jelas mengenai proses perancangan tersebut akan dijelaskan sebagaimana berikut ini.

Perencanaan Program Hybrid Learning

Perancangan program hybrid learning meliputi analisis instruksional dan analisis kemampuan awal peserta didik, serta karakteristik para peserta didik. Dengan tahapan sebagai berikut:

(1) Perancangan dimulai dengan analisis kondisi peserta didik, konteks dan konten pembelajaran. Hasil analisis instruksional ini akan berupa rumusan kompetensi utama yang harus dikuasai para peserta didik.

(2) Kompetensi utama di analisis menjadi berbagai kompetensi yang akan dikuasai peserta didik setelah mengikuti proses KBM. Kompetensi-kompetensi yang akan dicapai melalui pembelajaran online harus dituangkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Termasuk dirumuskan jumlah tatap muka dan jumlah pembelajaran online yang akan dilaksanakan.

Pengembangan dan Implementasi

Pengembangan bahan penunjang program hybrid learning dan implementasinya dilakukan dengan tahapan berikut:

(1) Pengembangan RPP dan Program Mapping Hybrid Learning
(2) Pengembangan bahan ajar, baik cetak maupun non-cetak
(3) Pengembangan bahan ujian
(4) Pelaksanaan

Tahap Evaluasi

Pelaksanaan evaluasi program hybrid learning meliputi beberapa hal berikut:

(1) Evaluasi hasil KBM, berupa hasil pengukuran atau penilaian penguasaan kognitif, afektif dan psikomotorik.

(2) Evaluasi terhadap pembelajaran yang berupa respon peserta didik terhadap mata pelajaran, proses interaksi, teknis penyampaian guru, perangkat pendukung pembelajaran.

(3) Evaluasi oleh kepala sekolah terhadap proses KBM secara umum.

Seperti Apa Itu Hybrid Learning Contoh Implementasinya di SMPN 1 Lamongan

Contoh implementasi hybrid learning di SMPN 1 Lamongan bisa para guru jadikan rujukan untuk diterapkan di sekolah lain. Pastinya sebelum tahap implementasi, pada tahap perancangan harus benar-benar dianalisis berdasarkan kebutuhan. Berikutnya adalah analisis perangkat pembelajaran berupa ketersediaan web sekolah.

Setelah unsur-unsur pada tahap perancangan dianalisis sesuai kebutuhan maka bapak/ibu guru bisa segera mempersiapkan RPP Pembelajaran Hybrid Learning. Berikut adalah contoh RPP Pembelajaran Hybrid Learning yang bisa bapak ibu jadikan acuan. Bisa download di Contoh RPP Hybrid Learning.

Demikian bapak/ibu pembahasan kita mengenai apa itu hybrid learning, yang meliputi pengertian, model-model pembelajaran hybrid learning, kelebihan pembelajaran hybrid learning, tahap perancangan, serta contoh implementasi pembelajaran hybrid learning di SMPN 1 Lamongan. Semoga apa yang kami sampaikan bisa menambah pengayaan pengetahuan kita semua. Aamiin.

You May Also Like

About the Author: Ageng Triyono

Edutech Enthusiast|Curriculum Researcher & Developer|Independent Learner of History|Founder Kontenpositif.id

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *