Pengembangan Modul Ajar Kurikulum Merdeka (Konsep dan Langkah langkahnya)

Pengembangan Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Pengembangan Modul Ajar Kurikulum Merdeka

Haidunia.com – Pengembangan modul ajar kurikulum merdeka merupakan aktivitas yang dilakukan oleh guru dengan tujuan menghasilkan perangkat pembelajaran atau rancangan pembelajaran yang berlandaskan pada Kurikulum Merdeka. Pengembangan modul ajar kurikulum merdeka tiada lain ditujukan agar hasil pembelajaran dapat mencapai standar kompetensi yang telah ditetapkan.

Pengembangan modul ajar kurikulum merdeka dilakukan dalam rangka menopang guru dalam merancang pembelajaran yang berbasis pada Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM). Pengembangan modul ajar adalah bagian dari proses penyusunan perangkat-perangkat pembelajaran yang akan berperan penting terhadap keberhasilan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Read More

Di dalam proses pengembangan modul ajar kurikulum merdeka yang paling berperan penting tiada lain adalah guru. Melalui kegiatan pengembangan modul ajar guru akan diasah kemampuan berpikirnya agar dapat terus berinovasi mengikuti implementasi kurikulum yang terbaru. Untuk lebih jelasnya mari kita simak uraian materi yang disajikan oleh tim haidunia.com.

Pada kesempatan sebelumnya tim haidunia.com juga sudah menjelaskan mengenai pengertian modul ajar. Silahkan bagi anda yang menghendaki bisa merujuk ke laman: Pengertian Modul menurut Para Ahli.

Pengembangan Modul Ajar Kurikulum Merdeka

Pengembangan modul ajar kurikulum merdeka tidak bisa dilepaskan dari kompetensi pedagogik yang harus dimiliki para guru. Melalui proses pengembangan modul ajar yang dilakukan secara mandiri, maka guru diharapkan akan memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap teknik mengajar yang akan dipraktikkannya di kelas.

Perlu kita perhatikan di sini, bahwasanya tujuan dikembangkannya modul ajar adalah guru dapat mengajar di dalam kelas secara lebih efektif, efisien, dan tidak keluar pembahasan dari indikator pencapaian yang diharapkan.

Agar modul yang dikembangkan memenuhi kriteria yang ideal,  guru perlu memahami teknik penyusunan dan pengembangan modul ajar sesuai prosedur yang ditetapkan pada model penelitian pengembangan (R & D), terlebih pada implementasi kurikulum merdeka belajar yang sampai hari ini belum banyak modul ajar yang dikembangkan.

Baca Juga:  Apa Manfaat Pengembangan Modul Ajar Kurikulum Merdeka

Konsep Dasar Modul Ajar

Pada dasarnya modul ajar merupakan materi pembelajaran yang disusun secara sistematis, unik dan spesifik dengan mengacu kepada prinsip-prinsip  pembelajaran yang diterapkan oleh guru kepada peserta didik.

  • Sistematis

Sistematis artinya modul ajar disusun secara urut mulai dari pembukaan, isi materi, dan penutup sehingga memudahkan siswa belajar dan memudahkan guru dalam menyampaikan materi.

  • Unik

Unik artinya modul ajar ditujukan untuk sasaran tertentu dalam proses pembelajaran yang sesuai dengan sasarannya.

  • Spesifik

Spesifik dapat diartikan bahwa modul ajar didesain secara maksimal untuk mencapai indikator keberhasilan.

Kurikulum Merdeka belajar

Kurikulum merdeka belajar yang berlaku di Indonesia saat ini pada dasarnya mengutamakan pengembangan karakter melalui konten pada pembelajaran dan profil pelajar Pancasila.  Hakikatnya transformasi pendidikan melalui kebijakan ini dapat dikatakan sebagai bentuk inovasi terbaru untuk mendatangkan SDM unggul yang memiliki Profil Pelajar Pancasila.

Melalui transformasi kurikulum ini pembelajaran yang tidak hanya fokus pada siswa ddi alam kelas namun bereksplor di luar kelas, hal ini akan membuat pembelajaran semakin asyik, enjoy, dan tidak berpusat kepada guru. Melalui sistem pembelajaran seperti ini diharapkan akan terbentuk karakter percaya diri, mandiri, cerdas dalam bersosialisasi, dan dapat berkompetisi pada diri peserta didik di seluruh Indonesia.

Terdapat empat prinsip di dalam penerapan kurikulum Merdeka Belajar, yaitu:

  • Mengubah USBN menjadi Asesmen

Hal ini bertujuan mengembalikan keleluasaan pihak sekolah untuk meneguhkan kelulusan sesuai dengan UU Sisdiknas. Asesmen kompetensis dapat dilakukan dengan dua opsi yaitu dalam bentuk tes tertulis atau bentuk asesmen lainnya yang lebih komprehensif guna melihat kompetensi lain yang dimiliki siswa.

Keuntungan yang didapatkan dari perubahan ini di antaranya:

(1) bagi siswa tidak lagi tertekan secara psikologis, dan siswa memiliki kesempatan untuk menunjukkan kompetensi lain yang dimilikinya.

(2) guru dapat lebih merdeka dalam melakukan pembelajaran, menilai sesuai dengan kebutuhan siswa dan sekolah, selain itu dapat pula guru mengembangkan kompetensi profesionalitasnya.

(3) pihak sekolah akan lebih merdeka karena memiliki nilai positif dalam proses dan hasil belajar siswa

  • Mengganti Ujian Nasional (UN) menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei
Baca Juga:  Apa Itu Hybrid Learning? Inilah Pengertian, Model & Penerapannya !

hal ini bertujuan untuk memperbaiki mutu pendidikan di Indonesia. Asesmen kompetensi akan mengukur kompetensi berpikir kritis seperti literasi, numerasi, dan karakter sebagai problem solving secara personal dan profesional yang berlandaskan pada praktik di level international.

Sementara pada ruang lingkup karakter diukur dari unsur penerapan nilai pendidikan profil pancasila di sekolah.

  • Meminimaliskan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Tujuannya untuk menyederhanakan administrasi guru sehingga waktu guru lebih fokus pada pembelajaran dan saat ini RPP telah digantikan dengan modul ajar yang sifatnya lebih bervariasi.

  • Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)

Tujuannya adalah untuk menjamin ketersediaan kuota pada sekolah negeri bagi peserta didik yang berada pada radius tertentu.

Prinsip Pengembangan Modul Ajar Berbasis Kurikulum Merdeka

Pengembangan modul ajar kurikulum merdeka pada dasarnya bertujuan untuk memperkaya perangkat pembelajaran yang dapat memandu guru untuk melaksanakan pembelajaran di kelas tertutup dan terbuka.  Di dalam implementasi kurikulum merdeka guru diberikan keleluasaan untuk memperkaya modul ajar secara mandiri.

Guru dapat memilih atau memodifikasi modul ajar yang sudah disiapkan oleh pemerintah dan disesuaikan dengan karakter siswa, atau dapat juga menyusun modul secara individual sesuai dengan materi dan karakter siswa.

Sebelum menyusun modul ajar perlu diperhatikan bahwa  modul yang hendak dikembangkan harus sesuai dengan prinsip pembelajaran dan asesmen yang akan diterapkan. Karena itu perlu adanya kriteria-kriteria yang ditetapkan, yaitu:

  • Esensial

Artinya setiap mata pelajaran berkonsep melalui pengalaman belajar dan lintas disiplin ilmu

  • Menarik, bermakna, dan menantang

Artinya dengan adanya penggunaan modul guru dapat menumbuhkan minat kepada siswa dan menyertakan siswa secara aktif pada pembelajaran, berkaitan dengan kognitif dan pengalaman yang dimilikinya sehingga tidak terlalu kompleks dan tidak terlalu mudah untuk seusianya,

  • Relevan dan Kontekstual

Artinya modul yang dikembangkan harus berkaitan dengan unsur kognitif dan pengalaman yang telah dimiliki sebelumnya dan sesuai kondisi waktu dan tempat siswa berada.

  • Berkesinambungan

Artinya melalui penggunaan modul kegiatan pembelajaran harus memiliki keterkaitan sesuai dengan fase belajar siswa (fase 1, fase 2, fase 3).

Komponen Modul Ajar Kurikulum Merdeka

Komponen modul ajar kurikulum merdeka dapat ditentukan berdasarkan kebutuhan. Secara umum dapat dikelompokkan menjadi: (1) Komponen informasi umum; (2) Komponen inti; (3) Lampiran.

Komponen informasi umum, meliputi:
(1) Identitas penulis modul
(2) Kompetensi awal
(3) Profil Pelajar Pancasila.
(4) Sarana dan  prasarana
(5) Target siswa
Setidaknya terdapat tiga kategori siswa pada umumnya, di antaranya adalah:

  • Siswa reguler
  • Siswa kesulitan belajar
  • Siswa pencapaian

(6) Model Model

Komponen inti, meliputi:
(1) Tujuan Pembelajaran
(2) Pemahaman Bermakna
(3) Pertanyaan Pemantik
(4) Kegiatan Pembelajaran
(5) Asesmen
(6) Remedial dan Pengayaan

Langkah-langkah Pengembangan Modul Ajar Kurikulum Merdeka

Langkah-langkah pengembangan modul ajar kurikulum merdeka dapat mengadaptasi langkah-langkah berikut:

(1) Melakukan analisis
Pada tahap ini guru mengidentifikasi masalah-masalah yang muncul dalam pembelajaran, menganalisis kondisi dan kebutuhan siswa terhadap modul ajar

(2) Melakukan asesmen diagnostik
Pada tahap ini guru melakukan identifikasi terhadap kompetensi, kekuatan, dan kelemahan siswa.

(3) Melakukan identifikasi dan menentukan entitas profil pelajar Pancasila
Pada tahapan ini guru mengidentifikasi kebutuhan siswa dan beracuan dengan pendidikan berkarakter yang dapat dicapai dengan suatu project

(4) Menentukan Alur Tujuan Pembelajaran
Alur pembelajaran yang dimaksud didasarkan pada Capaian Pembelajaran. Esensi dari tahapan ini adalah pengembangan materi sama halnya seperti mengembangkan materi pada rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)

(5) Mendesain jenis, teknik, dan instrumen asesmen
Pada tahap ini guru  menentukan instrumen yang dapat digunakan untuk asesmen yang beracuan pada tiga insturmen asesmen nasional yaitu: asesmen kompetensi minimum, survei karakter, dan survei lingkungan belajar.

(6) Penyusunan komponen-komponen modul
Komponen modul yang hendak digunakan sesuai dengan kebutuhan siswa dalam pembelajaran.

(7) Evaluasi menyeluruh terhadap tahapan-tahapan penyusunan modul

Pengembangan modul ajar kurikulum merdeka semoga dapat memperkaya referensi para guru, utamanya bagi yang mengabdi di unit sekolah yang mana telah mengimlementasikan Kurikulum Merdeka. Salam!

About Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *