Apa Manfaat Pengembangan Modul Ajar Kurikulum Merdeka

Apa manfaat pengembangan modul ajar
Apa manfaat pengembangan modul ajar

Haidunia. com – Apa manfaat pengembangan modul? Pertanyaan ini terkadang ditanyakan oleh para mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Melalui artikel ini tim haidunia.com akan mencoba menjawab secara komprehensif mengenai manfaat pengembangan modul.

Apa manfaat pengembangan modul dan apa dampaknya terhadap pembelajaran, pastinya perlu diperjelas pada pembahasan kita kali ini. Sehingga para mahasiswa juga mendapat pemahaman mengenai alasan, mengapa para guru atau calon guru perlu mengembangkan modul ajar, terlebih pada masa implementasi kurikulum merdeka ini.

Read More

Manfaat pengembangan modul akan kita uraikan pada laman haidunia.com ini. Namun sebelumnya bagi Anda yang hendak membaca mengenai materi pengertian modul ajar menurut para ahli dan juga materi pengembangan modul ajar kurikulum merdeka bisa merujuk ke artikel kami dengan judul Pengertian Modul menurut Ahli dan Langkah-Langkah Pengembangan Modul Ajar Kurikulum Merdeka.

Sekarang mari kita bahas apa saja manfaat pengembangan modul!

Apa Manfaat Pengembangan Modul

Apa manfaat pengembangan modul, jika hal ini ditanyakan kepada seorang guru pasti beliau sudah sangat merasakan apa manfaat pengembangan modul tersebut. Terlebih jika guru tersebutlah yang mengembangkan modul ajarĀ  secara mandiri dan kemudian mengintegrasikannya ke dalam proses belajar mengajar.

Sebelum kita menemukan apa manfaat pengembangan modul secara rinci, maka kita perlu tahu terlebih dahulu seperti apa pemanfaatan modul di dalam Pembelajaran di Kelas.

Pemanfaatan Modul di dalam Kelas

Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan modul pada dasarnya menggunakan sistem belajar secara individual. Namun dapat pula digunakan pada sistem pembelajaran klasikal. Jika pembelajaran bersifat individual maka siswa akan belajarĀ dari modul satu ke modul berikutnya sesuai dengan kecepatannya masing-masing.

Mengingat kecepatan masing-masing siswa tidak sama, maka dalam perjalanan belajarnya dari hari ke hari, jarak antara siswa yang pandai dengan siswa yang lamban makin lama makin besar.

Teknik ini akan mudah bila di suatu kelas siswanya sedikit, namun jika jumlah siswa dalam suatu kelas jumlahnya banyak, dan juga mata pelajaran yang dipelajarinya jumlahnya banyak maka pelaksanaan pembelajarannya menjadi lebih rumit. Pembelajaran dengan sistem modul jika diterapkan untuk pembelajaran secara klasikal, maka siswa akan belajar dalam waktu bersamaan dan untuk melanjutkan ke modul berikutnya juga dapat bersamaan.

Kepada siswa-siswa yang selesainya lebih cepat dari pada teman-temannya, maka siswa tersebut akan memperoleh modul pengayaan untuk dipelajarinya dalam sisa waktu yang tersedia. Kemudian setelah itu dilakukan evaluasi yang dapat dikerjakan secara individual maupun secara klasikal.

Apa Manfaat Pengembangan Modul

Manfaat pengembangan modul pastinya sangat dirasakan oleh pihak guru maupun peserta didik. Karenanya pemanfaatan modul ajar dalam proses pembelajaran memiliki peran yang sangat penting.

Beberapa manfaat pengembangan modul dapat kita rinci ke dalam manfaat pengembangan modul bagi guru dan siswa. Serta manfaat pengembangan modul dari perspektif pembelajaran secara individual dan klasikal. Berikut penejelasannya.

Manfaat Pengembangan Modul Bagi guru
Modul ajar yang telah selesai dikembangkan dan kemudian diimplementasikan memiliki manfaat bagi guru, yaitu:

(1) Modul ajar dapat menghemat waktu guru dalam mengajar
Adanya bahan ajar, siswa dapat ditugasi mempelajari terlebih dahulu topik atau materi yang akan dipelajarinya, sehingga guru tidak perlu menjelaskan secara rinci lagi.

(2) Modul ajar memfasilitasi peran guru dari seorang pengajar menjadi seorang fasilitator.
Adanya bahan ajar dalam kegiatan pembelajaran maka guru lebih bersifat memfasilitasi siswa dari pada penyampai materi pelajaran.

(3) Modul ajar dapat meningkatkan proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan interaktif.
Adanya bahan ajar maka pembelajaran akan lebih efektif karena guru memiliki banyak waktu untuk membimbing siswanya dalam memahami suatu topik pembelajaran, dan juga metode yang digunakannya lebih variatif dan interaktif karena guru tidak cenderung

Manfaat Pengembangan Modul Bagi Siswa
Manfaat pengembangan modul bagi siswa di antaranya:

  • Melalui modul ajar siswa dapat belajar tanpa kehadiran/harus ada guru
  • Siswa dapat belajar kapan saja dan dimana saja dikehendaki
  • Siswa dapat belajar sesuai dengan kecepatan
  • Siswa dapat belajar menurut urutan yang dipilihnya
  • Membantu potensi untuk menjadi pelajar
Baca Juga:  Contoh Soal SKB Pemerintah Daerah CPNS 2021 dan Jawabannya

Manfaat Pengembangan Modul Dalam Pembelajaran Klasikal
Modul yang digunakan dalam pembelajaran klasikal di antaranya memiliki manfaat sebagai:

(1) sebagai bahan yang tak terpisahkan dari buku utama
(2) sebagai pelengkap/suplemen buku
(3) sebagai sarana meningkatkan motivasi belajar
(4) sebagai bahan yang mengandung penjelasan tentang bagaimana mencari penerapan, hubungan, serta keterkaitan antara satu topik dengan topik

Manfaat Pengembangan Modul Dalam Pembelajaran Individual
Modul ajar memiliki manfaat dalam pembelajaran individual, yaitu sebagai:

(1) media utama dalam proses pembelajaran
(2) alat yang digunakan untuk menyusun dan mengawasi proses siswa memperoleh
(3) penunjang media pembelajaran individual

Manfaat Pengembangan Modul Dalam Pembelajaran Kelompok
Bagi proses pembelajaran kelompok, modul ajar bermanfaat sebagai:

(1) bahan ajar terintegrasi dengan proses belajar kelompok.
(2) sebagai bahan pendukung bahan belajar utama

Karakteristik Modul Ajar yang Baik

Agar modul ajar yang dikembangkan dapat bermanfaat secara optimal, maka ada beberapa karakteristik dari modul ajar yang perlu dipenuhi. Beberapa karakteristik modul ajar adalah sebagai berikut:

  • Bersifat self-instructional.

Self instruksional maksudnya dengan modul siswa dapat mengontrol kemampuan dan intensitas belajarnya. Artinya siswa dapat mencapai dan menyelesaikan modul ajarnya dengan belajar secara individual. Siswa otomatis dapat melanjutkan ke modul belajar selanjutnya jika sudah menyelesaikan secara tuntas materi belajarnya.

Selain itu modul dapat dipelajari di mana saja. Lama penggunaan sebuah modul tidak tertentu, meskipun di dalam kemasan modul juga disebutkan waktu yang dibutuhkan untuk mempelajari materi tertentu. Akan tetapi siswa diberikan keleluasaan siswa untuk mengelola waktu belajarnya secara lebih fleksibel.

  • Pengakuan atas perbedaan-perbedaan individual

Melalui modul pembelajaran bisa dikatakan dapat mengakomodir kecepatan belajar tiap individual siswa yang memang masing-masing tidak sama. Ada siswa yang cepat dan ada siswa yang harus mengulang karena tidak tuntas capain pembelajarannya. Maka melalui modul ajar siswa diberi kesempatan belajar sesuai irama dan kecepatan masing-masing.

  • Memuat rumusan tujuan pembelajaran/kompetensi dasar secara eksplisit

Tiap-tiap modul memuat rumusan tujuan pembelajaran secara spesifik dan eksplisit. Hal ini sangat berguna bagi berbagai pihak seperti penyusun modul, guru, dan bagi siswa. Bagi penyusun modul,tujuan yang spesifik berguna untuk menentukan media dan kegiatan belajar yang harus direncanakan untuk mencapai tujuan tersebut.

Baca Juga:  Open Ended Adalah Cara Murid Berinovasi

Bagi guru tujuan itu berguna untuk memahami isi pelajaran. Sedangkan bagi siswa berguna untuk menyadarkan mereka tentang apa yang diharapkan.

  • Adanya asosiasi, struktur, dan urutan pengetahuan

Modul disusun dengan mengikuti struktur dan urutan materi sesuai struktur pengetahuan yang hirarkis. Dengan demikian siswa dapat mengikuti urutan kegiatan belajar secara teratur.

  • Penggunaan berbagai macam media (multi media)

Pembelajaran dengan modul memungkinkan digunakannya berbagai macam media pembelajaran. Hal ini dikarenakan karakteristik siswa berbeda-beda terhadap kepekaannya terhadap media. Oleh karena itu dalam belajar menggunakan modul bisa saja divariasikan dengan media lain seperti radio atau televisi.

  • Partisipasi aktif dari siswa

Modul disusun sedemikian rupa sehingga bahan-bahan pembelajaran yang ada dalam modul tersebut bersifat self instructional, sehingga akan terjadi keaktifan belajar yang tinggi.

  • Adanya reinforcement langsung terhadap respon siswa

Respon yang diberikan siswa mendapat konfirmasi atas jawaban yang benar, dan mendapat koreksi langsung atas kesalahan jawaban yang dilakukan. Hal ini dilakukan dengan cara mencocokkan hasil pekerjaannya dengan kunci jawaban yang telah disediakan.

  • Adanya evaluasi terhadap penguasaan siswa atas hasil belajarnya

Modul ajar harus dilengkapi dengan adanya kegiatan evaluasi, sehingga dari hasil evaluasi ini dapat diketahui tingkat penguasaan siswa terhadap materi yang telah dipelajarinya. Untuk mengetahui siswa berada pada tingkat penguasaan yang mana, dalam suatu modul juga dilengkapi tentang cara perhitungannya dan patokannya.

Prinsip-prinsip Pengembangan Modul

Prinsip-prinsip pengembangan modul yang perlu dipatuhi adalah:
(1) desain pembelajaran yang berorientasi kepada tujuan (objective model)
(2) prinsip belajar mandiri
(3) prinsip belajar maju berkelanjutan (continuous progress)

(3) penataan materi secara modular yang utuh dan lengkap (self contained)
(4) prinsip rujuk silang (cross referencing) antar modul dalam rnata pelajaran
(5) penilaian belajar mandiri terhadap kemajuan belajar (self-evaluation)

Apa manfaat pengembangan modul yang banyak ditanyakan mahasiswa semoga dapat terjawab melalui artikel ini. Bagi Anda yang membutuhkan lebih banyak informasi mengenai modul dapat merujuk pada artikel artikel yang telah kami posting sebelumnya. Salam!

About Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *