Gaya Belajar Peserta Didik & Cara yang Pas Untuk Mengajarnya

Gaya Belajar Peserta didik dan Cara Mengajarnya

Gaya Belajar Peserta Didik-Hallo Sobat Pendidik. Mengetahui gaya belajar anak atau para peserta didik adalah hal yang sangat penting bagi orang tua, apalagi kita yang sehari-hari berprofesi sebagai guru. Mengapa?

Ya, tentunya agar kita dapat menemukan cara yang pas untuk memandu anak kita dalam proses belajar seefektif mungkin. Sementara bagi seorang guru, hal itu sangat bermanfaat untuk merencanakan pembelajaran. Sehingga cara dan waktu mengajarnya akan lebih dengan disertai peningkatan hasil belajar peserta didik yang optimal.

Pengertian Gaya Belajar

Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita pahami dulu apa itu gaya belajar. Apa sih definisinya? Yuk kita simak beberapa pendapat ahli mengenai pengertian gaya belajar.

Keefe (1979)

Keefe mendefinisikan gaya belajar sebagai “gabungan dari karakteristik kognitif, afektif, dan faktor fisiologis yang berfungsi sebagai indikator yang relatif stabil tentang bagaimana pelajar merasakan, berinteraksi dengan sesama dan merespon lingkungan belajar.”

Brown (2000)

Sementara Brown mendefinisikan gaya belajar sebagai cara seseorang mempersepsikan dan memproses informasi dalam situasi belajar. Brown berpendapat bahwa preferensi gaya belajar merupakan salah satu aspek gaya belajar, dan mengacu pada pilihan satu situasi belajar atau kondisi di atas preferensi yang lain.

Celcia-Murcia (2001)

Pendapat serupa datang dari Celcia-Murcia, yang mendefinisikan gaya belajar sebagai pendekatan umum. Misalnya; global atau analitik, auditori atau visual-yang digunakan siswa dalam memperoleh bahasa baru atau dalam mempelajari subjek lainnya. Dengan kata lain, gaya belajar adalah cara seorang siswa merasakan, berinteraksi dengan, dan merespon lingkungan belajar.

Gaya belajar kadang-kadang didefinisikan sebagai karakteristik kognitif, afektif, sosial, dan fisiologis perilaku yang berfungsi sebagai indikator yang relatif stabil tentang bagaimana siswa merasakan, berinteraksi dengan, dan menanggapi lingkungan belajar” (MacKeracher, 2004: 71).

Dari beberapa definisi tersebut, dapat dipahami bahwa hasil belajar seseorang dipengaruhi oleh cara mereka menyerap informasi ketika pembelajaran dalam konteks apapun berlangsung, apakah itu belajar di dalam kelas, atau di luar kelas. Dengan kata lain, secara sadar atau tidak sadar, saat seseorang tersebut sedang menyerap informasi, di situlah pembelajaran secara umum terjadi.

Namun, pada umumnya, mereka tidak begitu menyadari bagaimana cara mereka menyerap informasi tersebut, melalui penglihatan (visual), menyimak dan berbicara (auditori) atau mempraktikkannya (kinestetik) agar informasi yang diterima dapat bertahan lama dalam rasa dan memori peserta didik.

BACA:  Al Quran dan Perjuangan Mahatma Gandhi

Seseorang mungkin secara dominan belajar dengan menggunakan salah satunya. Kemungkin lain yang terjadi adalah menyerap informasi melalui perpaduan: visual- auditori, visual-kinestetik, auditori-kinestetik; atau perpaduan ketiganya secara merata, atau yang satu sedikit lebih dominan dari lainnya.

Pentingnya Mengetahui Gaya Belajar Peserta Didik Bagi Guru

Karena pentingnya, maka gaya belajar sudah sepantasnya diketahui oleh peserta didik itu sendiri dan guru yang mengajarnya. Sebab dengan begitu, baik peserta didik maupun guru bisa sama-sama optimal peran keterlibatannya selama dalam proses pembelajaran.

Peserta didik yang telah mengetahui gaya belajarnya sendiri diharapkan dapat menyerap informasi secara maksimal dalam suasana yang menyenangkan tanpa sedikitpun ada rasa kurang nyaman saat pembelajaran berlangsung. Selanjutnya ia sangat mungkin untuk menentukan kekuatan dan kelemahan pribadinya dalam belajar.

Sementara bagi Sang Guru akan berusaha memfasilitasi pembelajaran dengan menyesuaikan gaya belajar yang disukai oleh para peserta didik.

Sebaliknya, jika guru mengajar dengan gaya yang kurang diminati, peserta didik akan merasakan ketidaknyamanan. Hal ini berakibat pada kemungkinan peserta didik yang kurang leluasa dalam mengembangkan kecekatan mental yang diperlukan untuk berprestasi di kelas.

Maka, dengan memahami berbagai gaya belajar setidaknya seorang guru akan memiliki gambaran untuk merancang metode pembelajaran yang pas. Setidaknya setelah mengidentifikasi gaya belajar para peserta didik, guru akan lebih mudah menggabungkan berbagai gaya belajar ke dalam tugas-tugas yang diberikan di kelas.

Dengan begitu kebutuhan belajar para peserta didik dalam setiap kategori dapat terpenuhi, setidaknya untuk sebagaian waktu saat pembelajaran di kelas. Karna guru lebih mudah memetakan treatment yang pas

Contoh treatment yang bisa dilakukan adalah memberikan tugas dan latihan yang lebih mudah untuk memperkuat gaya belajar peserta didik yang berbeda dengan kebanyakan gaya belajar peserta didik lainnya.

Beberapa Hasil Penelitian Gaya Belajar

Beberapa pakar telah melakukan penelitian untuk mengetahui jumlah presentase perbedaan gaya belajar pada anak usia sekolah. Penelitian ini sangat bermanfaat sebagai dasar dalam kebijakan penentuan metode mengajar dan jenis bahan ajar yang digunakan.

Menurut Dunn dan Dunn (1978), hanya 20-30% anak usia sekolah yang tergolong sebagai peserta didik bergaya belajar auditori, 40% bergaya belajar visual, dan 30-40% adalah pelajar kinestetik atau visual-kinestetik.

BACA:  Guru Dalam Serial Kepahlawanan

Adapun Barbe dan Milone (1981), menyatakan bahwa untuk anak-anak sekolah dasar kekuatan modalitas yang paling sering adalah visual (30%) atau campuran (30%), diikuti oleh auditori (25%), dan kinestetik (15%).

Sementara Price, Dunn, dan Sanders (1980), menemukan peserta didik yang masih sangat muda bergaya belajar amat kinestetik, berikutya siswa SD kelas rendah lebih visual, dan selanjutnya berikutnya pada siswa SD kelas tinggi, yaitu kelas V atau VI menyerap informasi melalui indra pendengaran (auditori).

Kemudian Carbo (1983) yang meneliti gaya-gaya persepsi pembaca, menemukan bahwa pembaca yang baik lebih suka belajar melalui indra penglihatan dan pendengaran mereka, sementara pembaca yang kurang baik memiliki preferensi yang lebih kuat pada pembelajaran kinestetik.

Hal-hal yang Mempengaruhi Gaya Belajar

Ada beberapa hal yang menentukan gaya belajar seorang peserta didik. Seperti yang disampaikan oleh Dr. Rita Dunn dan Dr. Kenneth Dunn (1978). Dunn dan Dunn menuliskan bahwa seorang pembelajar bisa dipengaruhi oleh:

  1. Lingkungan langsung, bisa berupa suara, cahaya, suhu dan desain ruangan.
  2. Emosionalitas diri peserta didik sendiri, misal motivasi, ketekunan, tanggung jawab, dan fleksibilitas
  3. Kebutuhan sosiologis, antara lain diri sendiri, pasangan, teman sebaya, tim atau bervariasi
  4. kebutuhan fisik, seperti kekuatan perseptual, asupan, waktu dan mobilitas.

Hasil penelitian mereka juga menujukkan bahwa peserta didik yang dapat mengidentifikasi gaya belajarnya, mereka mendapatkan skor yang lebih tinggi pada saat tes. Kemudian mereka juga memiliki sikap yang lebih baik dan lebih efisien jika diajarkan dengan cara yang lebih mudah mereka kaitkan.

Oleh karena itu guru dapat memperoleh keuntungan jika mengajar dan menguji peserta didiknya dalam gaya belajar yang mereka sukai (Dunn & Dunn, 1978).

Desain Pembelajaran yang Pas Berdasarkan Gaya Belajar Peserta Didik

Kita sebagai guru, pasti akan menemukan gaya belajar yang berbeda-beda di antara peserta didik. Oleh karenanya, Dunn dan Dunn menyarankan agar guru segera mencoba membuat perubahan di dalam kelas mereka, yang mana perubahan ini didesain akan bermanfaat untuk setiap gaya belajar peserta didik.

Beberapa perubahan yang perlu dilakukan antara lain mencakup desain ulang ruang kelas, pengembangan teknik kelompok kecil, dan pengembangan Paket Kegiatan Kontrak.

Mendesain Ulang Kelas

Dalam hal ini ruang kelas didesain kembali dari sisi fisik sarana-prasarananya. Semoga sekolah anda mendukung rencana anda ini. Beberapa perubahan yang perlu dilakukan antara lain: mengatur ruangan secara kreatif, membersihkan area lantai, dan menggabungkan pemikiran dan ide peserta didik dalam mendesain ruang kelas mereka (Dunn & Dunn, 1978).

BACA:  Sekolah Dasar Terdekat Masih Jadi Pilihan Pasangan Millenial

Teknik Kelompok Kecil

Teknik kelompok kecil sering berupa “lingkaran pengetahuan”. Hal ini juga perlu anda coba. Teknisnya beberapa peserta didik duduk dalam lingkaran dan mendiskusikan topik yang dipelajari secara kolaboratif sebagaimana pembelajaran kelompok dan brainstorming.

Paket Kegiatan Kontrak

Sementara yang dimaksud Paket Kegiatan Kontrak adalah rencana pendidikan yang memfasilitasi pembelajaran dengan menggunakan elemen-elemen berikut (Dunn & Dunn, 1978):

  1. pernyataan yang jelas tentang apa yang perlu dipelajari peserta didik
  2. sumber daya multisensor (visual, auditori, kinestetik) yang mengajarkan informasi yang diperlukan;
  3. kegiatan yang memungkinkan informasi yang baru dikuasai dapat digunakan secara kreatif;
  4. pembagian proyek kreatif dalam kelompok kecil teman sekelas;
  5. minimal tiga teknik kelompok kecil;
  6. pre-test, self-test, dan post-test

Beberapa Saran Untuk Guru

Saat anda menghadapi kelas kecil dengan kondisi murid yang relatif homogen dari sisi gaya belajarnya, maka beberapa saran ahli berikut juga perlu anda terapkan.

Mengajar Peserta Didik dengan Gaya Belajar Visual

Saat mengajar peserta didik bergaya belajar visual ini, pastikan untuk memiliki diagram, diagram, kode warna, dan video untuk memperkuat pengetahuan. Hal ini penting karena peserta didik dengan gaya belajar visual menyukai visualisasi berupa sketsa atau gambar.

Mengajar Peserta Didik dengan Gaya Belajar Auditori

Peserta didik dengan gaya belajar auditori akan banyak mengajukan pertanyaan dan meminta lebih banyak penjelasan. Serta mereka dapat belajar lebih baik dengan orang-orang yang dapat memunculkan banyak ide.

Saran dalam mengajar murid dengan gaya belajar auditori adalah berikan banyak penugasan yang baik. Ini bisa dilakukan dengan tugas melakukan wawancara, laporan lisan, dan parafrase konten.

Mengajar Peserta Didik dengan Gaya Belajar Kinestetik

Peserta didik dengan gaya belajar kinestetik akan sangat menikmati pembelajaran dengan permainan peran, bereksperimen langsung, melakukan gerakan dan aktivitas fisik yang semisalnya. Jadi bagi guru, sarannya adalah jangan membuat mereka terlalu lama duduk di kursi belajarnya hanya untuk mendengarkan.

Okey, sampai di sini dulu catatan saya. Berikutnya akan saya paparkan lebih mendalam mengenai cara identifikasi gaya belajar serta apa saja yang perlu dilakukan peserta didik dan guru, agar pembelajarannya berkualitas sesuai gaya belajar. Thanks!

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *