Pengertian Berpikir Kritis Menurut Ahli [Referensi Paper]

pengertian berpikir kritis

Pengertian Berpikir Kritis Menurut Ahli – Hallo Mahasiswa yang lagi menyusun Skripsi ataupun Tesis! Jika kalian membutuhkan pengertian berpikir kritis yang ilmiah alias menurut para ahli, maka tepat sekali membuka artikel ini.

Cek di sini ya! Begitu juga mengenai indikator-indikator berpikir kritis, lengkap saya sajikan di sini!

Pengertian Menurut Ahli

Definisi berpikir kritis menurut Ennis (2011) adalah berpikir secara beralasan dan reflektif dengan menekankan pada pembuatan keputusan tentang apa yang harus dipercayai atau dilakukan.

Walker dan Finney (2006) mengartikan berpikir kritis sebagai suatu proses intelektual dalam pembuatan konsep, mengaplikasikan, menganalisis, mensintesis, dan atau mengevaluasi berbagai informasi yang didapat dari hasil observasi, pengalaman, refleksi, di mana hasil proses ini digunakan sebagai dasar saat mengambil tindakan.

Berpikir kritis juga diterjemahkan oleh Fisher (2009) sebagai suatu proses berpikir yang terjadi pada seseorang, serta bertujuan untuk membuat keputusan-keputusan yang rasional mengenai sesuatu yang dapat ia yakini kebenarannya.

Beberapa ahli juga mengemukakan pendapatnya mengenai definisi berpikir kritis. Silahkan disimak uraian pengertian di bawah ini:

Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si

Pengertian berpikir kritis ialah berpikir dengan konsep yang matang dan mempertanyakan segala sesuatu yang dianggap tidak tepat dengan cara yang baik.

 Angello (1995)

Berpikir kritis adalah mengaplikasikan rasional, kegiatan berpikir yang tinggi, yang meliputi kegiatan menganalisis, mensintesis, mengenai permasalahan dan pemecahannya, menyimpulkan seran mengevaluasi.

Scriven (2001)

Berpikir kritis adalah proses intelektual yang aktif dan penuh dengan keterampilan dalam membuat pengertian atau konsep, mengaplikasikan, menganalisis, membuat sintesis dan mengevaluasi.

Gerhard (Mayadiana, 2005:9)

Berpikir kritis sebagai proses kompleks yang melibatkan penerimaan dan penguatan data, analisis data evaluasi dengan mengembangkan aspek kualitatif dan kuantitatif, serta membuat keputusan dengan berdasarkan evaluasi.

Baca Juga:  Ciri-ciri Gaya Belajar Visual dan Strategi Guru & Murid Saat di Kelas

Swartz dan Perkins

Menurut mereka berpikir kritis adalah bertujuan untuk mencapai penilaian kritis terhadap apa yang akan kita terima atau apa yang akan kita lakukan dengan alas an logis, memakai standard penilaian sebagai hasil dari berpikir kritis dalam membuat keputusan, menerapkan berbagai strategi yang tersusun dan memberikan alas an untuk menentukan dan menerapkan standar tersebut.

Tahap-tahap Berpikir Kritis

Ennis (1996) mengemukakan terdapat enam tahapan dalam proses berpikir kritis yang sering disebut dengan istilah FRISCO, yaitu:

  1. Focus, yaitu fokus mengidentifikasi pokok permasalahan
  2. Reason, yaitu mengetahui alasan dari informasi tersebut
  3. Inference, mengetahui kualitas sumber informasi
  4. Situation, yaitu memahami permasalahan dan mencari kesulitan dari permasalahan tersebut.
  5. Clarity, mengetahui arti dari istilah-istilah yang digunakan
  6. Overview, yaitu memerikasa kembali secara menyeluruh terhadap jawaban.

Adapun Indikator Kemampuan Berpikir Kritis menurut Facione (2011) adalah sebagai berikut:

Interpretasi: Kemampuan untuk memahami, menjelaskan dan memberi makna data atau informasi

Analisis: Kemampuan untuk mengidentifikasi hubungan dari informasi-informasi yang dipergunakan untuk mengekspresikan [ikiran atau atau pendapat.

Evaluasi: Kemampuan untuk menggunakan strategi yang tepat dalam menyelesaikan permasalahan.

Inferensi: Kemampuan untuk mengidentifikasi dan memeproleh unsur-unsur yang diperlukan untuk membuat suatu kesimpulan yang masuk akal

Eksplanasi: Kemampuan untuk menjelaskan atau menyatakan hasil pemikiran berdasarkan bukti, metodologi, dan konteks.

Regulasi diri: Kemampuan untuk mengatur cara berpikirnya.

Oiya, indikator-indikator tersebut di atas masih bersifat umum, artinya tidak berlaku kusus pada pembelajaran matematika ataupun pelajaran tertentu. Oleh sebab itu seseorang bisa dikatakan memiliki kemampuan kritis tanpa harus memenuhi semua indikator (Facione, 1990).

Sehingga untuk melihat kemampuan berpikir kritis seseorang boleh dipilih diantara indikator-indikator itu sesuai fokus disiplin ilmu yang akan dikaji.

Baca Juga:  Ciri ciri Sikap Baik dalam Keseharian dan Kajian Ilmiahnya

Okey gaes! Selamat menyusun tugas akhir ya!

You May Also Like

About the Author: Ageng Triyono

Curriculum Researcher & Developer | Guru Kampung | Penulis Lepas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *