Tes Matematika Dasar Untuk Melamar Pekerjaan PT & CPNS

tes kemampuan matematika dasar aritmetika

Tes Matematika Dasar Untuk Melamar Pekerjaan Terlengkap 2021 – Hallo sobat haidunia! Bagi Anda yang sedang bersiap mencari kerja tentunya pembahasan mengenai tes matematika dasar untuk melamar pekerjaan ini menjadi materi yang pas untuk Anda simak dan telaah baik-baik pada laman ini.

Tes matematika dasar untuk melamar pekerjaan memang kadang menjadi momok yang bisa menjegal Anda dalam sebuah proses seleksi tenaga kerja. Baik rekrutmen aparatur sipil negara (ASN), pegawai BUMN maupun karyawan di perusahaan bonafide lainnya.

Tapi sekarang Anda tak lagi perlu khawatir. Karena soal tes matematika dasar untuk melamar pekerjaan yang kami kami sajikan ini sangat mudah dipelajari. Contoh soal tes matematika dasar yang kami bawakan telah dilengkapi dengan jawaban, sehingga mudah sekali dipahami.

Selain itu kami juga menyajikan contoh soal tes matematika dasar untuk melamar pekerjaan ini secara lengkap. Materi-materi tes psikotes matematika dasar sesungguhnya tidak jauh beda dengan yang dulu pernah Anda pelajari ketika masih menempuh pendidikan di bangku sekolah menengah atas (SMA). Okey, sebelum ke contoh soal tes matematika dasar untuk melamar pekerjaan, saya coba review kembali beberapa hal terkait tes matematika dasar. Simak ya!

Mengenal Tes Matematika Dasar

Tes matematika dasar selain digunakan dalam proses melamar pekerjaan, juga selalu digunakan pula sebagai instrumen tes masuk perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta. Hal ini dilakukan karena kemampuan matematika dasar sangat penting untuk menunjang mahasiswa dalam pemecahan masalah sehari-hari dan sebagai bekal menempuh perkuliahan.

Tes matematika dasar ini tentunya tidak berdiri sendirian. Seorang asesor atau tim penguji akan dapat menyimpulkan kondisi seorang calon mahasiswa atau calon pegawai tidak hanya dari tes matematika dasar saja. Tetapi ada beberapa subtes materi psikotes lainnya dan disertai tes wawancara.

Pentingnya Tes Kemampuan Matematika Dasar

Pentingnya tes kemampuan matematika dasar untuk dilakukan karena selalu berhubungan dengan kebutuhan memprediksi kemampuan analisis seseorang yang akan diterima atau bergabung di sebuah PT swasta maupun lembaga pemerintah sebagai CPNS. Pentingnya tes ini dilakukan sudah tergambar dari pengertian matematika itu sendiri.

Matematika merupakan suatu ilmu yang berhubungan atau menelaah bentuk-bentuk atau struktur-struktur yang abstrak dan hubungan-hubungan di antara hal-hal itu. Sesuatu yang abstrak diidentifikasi dengan hal-hal yang bersifat konseptual. Maka seorang calon pegawai atau karyawan yang telah melalui tes kemampuan matematika dasar dapat diasumsikan memiliki kemampuan konseptual sesuai yang dipersyaratkan dalam bidang kerjanya.

Baca Juga:  Cara Membuat Lembar Kerja Siswa (LKS), Syarat & Kriterianya

Selain itu tes kemampuan matematika dasar dapat memprediksi kemampuan seseorang untuk berpikir secara logis, dan mampu menyimpulkan fakta-fakta yang bersifat kuantitatif. Inilah alasan mengap tes matematika dasar selalu dijadikan instrumen dalam proses penerimaan pegawai atau karyawan.

Apa Saja Materi Tes Matematika Dasar

Tes matematika dasar seluruh materinya tentu sudah Anda pelajari sejak duduk di bangku sekolah menengah atas. Karena materi tes kemampuan dasar diberikan pada pelajaran matematika di sekolah setiap semesternya, bahkan sejak jenjang sekolah menengah pertama.

Jika merujuk pada materi mata pelajaran matematika SMA, maka materi matematika dasar terdiri dari; konsep dasar Aljabar, Geometri, Trigonometri, Logika, Kalkulus, dan Statistika & Peluang. Kemampuan ini sangat penting untuk dikuasai  peserta didik sebagai modal untuk mereka dapat mengikuti setiap mata kuliah dengan baik dan lancar. Maupun sebagai bekal memecahkan masalah di dunia kerja pada nantinya.

Adapun materi tes matematika dasar yang digunakan dalam psikotes memiliki sedikit keunikan. Secara khusus, beberapa materi tes matematika dasar untuk melamar pekerjaan yang sering digunakan dalam psikotes bisa kita rinci sebagai berikut:

(1) Tes aritmetika
(2) Himpunan
(3) Bentuk kuadrat dan akar
(4) Geometri
(5) Rumus Jarak Waktu dan Kecepatan
(6) Perbandingan senilai dan berbalik nilai
(7) Persamaan Linear
(8) Deret Angka
(9) Tes Logika Matematika

Tentunya semua materi tes matematika dasar di atas akan lebih mudah kita pahami jika diwujudkan dalam contoh soal psikotes matematika dasar yang sekaligus disertai jawabannya.

Tes Matematika Dasar Untuk Melamar Pekerjaan PT dan CPNS

Contoh soal tes matematika dasar untuk melamar pekerjaan di PT maupun CPNS 2021 akan kami uraikan dalam bentuk contoh soal subtes yang biasa digunakan dalam materi tes psikotes. Agar Anda juga mudah dalam mempelajarinya kami siapkan sekaligus pembahasannya.

Tes matematika dasar ini kami sajikan secara urut sesuai materi matematika dasar yang telah kami sajikan di atas. Contoh soal psikotes matematika dasar yang kami bawakan terdiri dari 26 nomor. Semoga dapat memenuhi referensi yang sedang Anda butuhkan. Berikut adalah masing-masing contoh soal psikotes sub tes matematika dasar!

Contoh Soal Aritmatika

Soal Aritmatika sepenuhnya akan berisi mengenai perhitungan matematika. Tentunya Anda semua sudah mengenal operasi bilangan, yaitu penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, pengkuadratan dan akar pangkat, persen dan persentil. Atau kombinasi dari operasi-operasi bilangan tersebut.

Contoh soal Aritmatika yang kami bawakan terdiri dari 10 nomor. Kami harapkan Anda mengerjakan terlebih dahulu sebelum melihat kunci jawabannya! Berikut contoh soal aritmatika dan jawabannya!

1. (55 + 30)²= ….

a. 7175
b. 7125
c. 7225
d. 9025
e. 8025

Jawaban: c

Pembahasan:
(55 + 30)²= (85)² = 7225

Baca Juga:  50 Contoh Soal Psikotes Sinonim dan Antonim dan Jawabannya

2.  183 berapa persennya dari 150?

a. 120
b. 122
C. 124
d. 125
e. 126

Jawaban: b

Pembahasan:
Misal X = besarnya presentase, maka:
183 = X% × 150
X = (83/150) × 100
= 122

3. √(696+ 23²)= ….

a. 28
b. 35
c. 38
d. 45
e. 25

Jawaban: c

Pembahasan:
√(696+ 23²) = √(696+ 529)
=√1225
= 35

4. Berapakah tiga bilangan berurutan jika dipangkatkan berjumlah 50?

a. 2, 3, 4
b. 4, 5, 6
c. 5, 6, 7
d. 6, 7, 8
e. 7, 8, 9

Jawaban: b

Pembahasan:
Cara menjawabnya adalah dengan mengecek setiap option jawaban.
misal option a. 2, 3, 4 ⇒ 2² + 3² + 4² = 29
b. 3, 4, 5 ⇒ 3² + 4² + 5² = 50
Jadi jawaban yang tepat b.

5. Jika x = 1/16 dan y = 16%, maka pernyataan yang benar adalah ….

a. x > y
b. x < y
c. x = y
d. x dan y tak dapat ditentukan
e. x² > y

Jawaban: a

Pembahasan:
Cara paling mudah untuk menjawab adalah menghitung hasil x dan y.
x = 1/16 = 0,625
y = 16% = 16/100 = 0,16
Dari hasil di atas sudah bisa disimpulkan nilai x lebih besar dari y, atau x > y. Jadi jawaban yang tepat a.

6. Yang manakah dari kelima pilihan berikut ini yang merupakan hasil yang paling sesuai dari perbandingan yang ditujukan oleh 15 terhadap 5, seperti 21 terhadap ….

a. 12
b. 7
c. 3
d. 9
e. 20

Jawaban: b

Pembahasan:
15 terhadap 5 berarti ada pembagian oleh bilangan 3. Maka jika 21 dibagi 3 hasilnya adalah 7. Jadi jawaban yang tepat adalah b.

7. Jika 2x = 64 dan 3y = 81, maka pernyataan yang benar adalah ….

a. x > y
b. x < y
c. x = y
d. x dan y tak bisa ditentukan
e. xy <y

Jawaban: a

Pembahasan:

Untuk menjawab dengan akurat harus dicari terlebih dahulu nilai dari x dan y.

2x = 64 ⇒ x = 64/2 = 32
3y = 81⇒ y = 81/3 = 27
Maka jawaban yang tepat adalah a. x > y

8.  Jika xyz = 0, xst = 0, dan yts = 1, maka pernyataan di bawah ini yang benar adalah ….

a. x = 0
b. y = 0
c. z = 0
d. s = 0
e. t = 0

Jawaban: a

Pembahasan:
yts = 1, berarti tidak ada y, t atau s yang bernilai nol.
Karena s dan t ≠ 0, maka dari xst = 0 didapatkan x = 0.

9. Jika 6 x 6 x t = 18 x 18 x 18, maka nilai t adalah ….

a. 3
b. 9
c. 54
d. 108
e. 162

Jawaban: d

Pembahasan: \[\]$$t=\frac{18 ×18×18}{6 × 6}$$

=108\[\]

10. (1/2) + 4x = 10, maka nilai x adalah ….

a. -(9/8)
b. 5/22
c. 11/2
d. -(19/4)
e. 19/8

Jawaban: e

\[\]

$$x = \frac{10 -\frac{1}{2}}{4}$$

$$x = \frac{\frac{20-1}{2}}{4}$$

$$x = \frac{\frac{19}{2}}{4}$$

$$x= \frac{19}{8}$$

Himpunan

Himpunan merupakan materi matematika dasar yang sudah kita pelajari sejak bangku sekolah dasar. dan terus berlanjut sampai kita sekolah di sekolah menengah atas (SMA). Berikut adalah beberapa contoh soal himpunan yang sering keluar dalam soal tes melamar pekerjaan.

Baca Juga:  Pendidik: Produsen Para Pahlawan Yang Jasanya Tak Terlupakan

11. Jika M adalah himpunan huruf yang terdapat pada kata “CATATAN”, maka banyaknya anggota himpunan bagian dari M yang tidak kosong adalah ….

a. 12
b. 13
c. 14
d. 15
e. 16

Jawaban: d

Pembahasan:
M = {CATN)
n(M) = 4
Banyaknya himpunan bagian= 24 = 16
Himpunan kosong (∅)= 1
Himpunan yang tidak kosong = 16 -1 = 15

12. Misalkan A= { 2, 3, 5, 7}, B = { 3, 5, 8}, dan C = {5, 8, 11,13}, maka A – B = ….

a. { 2,3}
b. { 8,11,13}
c. {3}
d. {8}
e. ∅

Jawaban: a

Pembahasan:
Himpunan A – B terdiri atas elemen–elemen dalam A yang tidak berada dalam B, karena A = { 2, 3, 5, 7}, dan 3,5 ∈ B, maka A – B = { 2,3}. Begitu juga dengan penyelesaian berikutnya

13. Pilihlah satu kata di bawah ini yang bukan merupakan bagian atau himpunan dari empat kata yang lainnya!

a. Ungu
B. Merah
c. Hitam
d. Jernih
e. Jingga

Jawab: D

Pembahasan:
kata ungu, merah, hitam, dan jingga termasuk dalam kelompok atau himpunan warna, sedangkan jernih tidak termasuk. Jadi jawabannya adalah D

Bentuk Kuadrat dan Akar

Bentuk kuadrat dan akan merupakan materi matematika dasar yang kita pelajari sejak sekolah menengah pertama (SMP) sampai dengan SMA. Bentuk kuadrat dan akar ini penting sekali untuk dikuasai karena akan berhubungan dengan pemecahan soal-soal tes yang lainnya. Berikut adalah contoh soal bentuk kuadrat dan akar yang sering keluar dalam psikotes.

14. Jika x² + y² = 5 dan xy=2, maka nilai dari x + y = ….

a. hanya 3
b. hanya -3
c. 3 atau -3
d. hanya 7
e. 7 atau -7

Jawaban: c

Pembahasan:
Kita coba mencari nilai x, kemudian dilanjutkan mencari nilai y.
Selanjutnya dapat ditentukan nilai x + y.
Kita bisa mencarinya menggunakan konsep persamaan kuadrat:

(x+y)²= x² + 2xy + y²
= x² + y² + 2xy
= 5 + 2.2
= 9
(x+y) = √9 = ±3 (maka jawaban yang benar adalah c)

15. Jika [(1/y) + y]² = 36, maka 1/y²  + y² = ….

a. 36
b. 6
c. 18
d. 38
e. 34

Jawaban: d

Pembahasan:
[(1/y) + y]² = 1/y² + 2 + y²
36 = 1/y² + y²+ 2
maka:
1/y² + y² = 36 + 2 = 38

Contoh Soal Psikotes Geometri

Contoh soal psikotes geometri juga banyak mengambil materi matematika dasar, yang mana materi geometri juga sudah dipelajari sejak sekolah dasar hingga SMA. Soal matematika dasar untuk melamar pekerjaan sub materi geometri biasanya tentang mencari besar sudut, panjang sisi, luas dan volume. Berikut adalah tipe-tipe soal geometri yang sering keluar dalam psikotes!

16. Jika sebuah bujur sangkar P luasnya 64 dan sisinya = x dan Q adalah sebuah empat persegi panjang, dimana salah satu sisinya 4, dan sisi lainnya y, bila P=Q, maka pernyataan berikut yang benar ….
a. x > y
b. x < y
c. x = y
d. x dan y tak bisa ditentukan
e. x = 2y

Jawaban: b

jawaban contoh soal psikotes matematika dasar no 15
sesuai langkah di atas jawaban yang tepat adalah b

Pembahasan:
Perhatikan ilustrasi dalam capture gambar di atas!

17. Seorang pekerja mengecet tembok yang tingginya 3 meter dan telah sepertiga selesai. Jika dia selanjutnya mengecat tembok 10 meter persegi lagi, dia sudah akan tigaperempat selesai. Berapa meterkah panjang tembok itu?

a. 10
b. 8
c. 6
d. 4
e. 3

Jawaban; c

Pembahasan:

Perhatikan ilustrasi penyelesaian berikut.

ilustrasi jawaban contoh soal matematika dasar geometri no 17
sesuai langkah di atas, jawaban yang tepat adalah c

18. Jika tabung P tingginya dua kali tinggi tabung Q dan jari-jarinya setengah dari tabung Q, maka perbandingan isi tabung P terhadap isi tabung Q adalah ….

a. 1 : 4
b. 1 : 2
c. 1 : 1
d. 2 : 1
e. 4 : 1

Jawaban:

Pembahasan:

Vp : Vq     ⇒ π [(1/2)rq ]2 . 2tq = π rq2. tq
                    ⇒ (1/2). 2 = 1 (gunakan sistem canselasi (pencoretan ruas kanan dan kiri)
⇒ 1 : 1

Rumus Jarak Waktu dan Kecepatan

Materi rumus jarak waktu dan kecepatan juga sering keluar dalam soal tes psikotes. tentunya materi ini sudah sama-sama kita pelajari sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama. Berikut adalah tipe-tipe soal yang sering muncul dalam psikotes calon pegawai.

19. Seekor burung terbang dengan kecepatan rata-rata 25km/jam. Berapakah panjang lintasan yang ditempuh burung selama 3 jam?

a. 50
b. 55
c. 60
d. 70
e. 75

Jawaban: e

Pembahasan:
Kecepatan (v) = 25 km/jam dan t = 3 jam
jarak (s) = v.t
= 25 km/jam . 3 jam
= 75 km

20. Ali berjalan dari kota A ke kota B dengan kecepatan 8 km/jam selama 5 jam. Dan ia kembali ke kota A dengan naik motor. Berapa kecepatan ratrata seluruh perjalanan Ali bila ia kembali dari kota B ke kota A selama 3 jam?

a. 5 jam
b. 6 jam
c. 7 jam
d. 10 jam
e. 12 jam

Jawaban: d

Pembahasan:
Jarak antara kota A dan B (SAB) = v . t
= 8 × 5 km
= 40 km

Panjang lintasan seluruhnya (s) = 2 × 40 km = 80 km
Waktu seluruhnya (pulang-pergi);
t = 5 jam + 3 jam
= 8 jam

Kecepatan rata-rata (v) = d/t = 80/8 km/jam = 10 km/jam

Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai

Perbandingan senilai dan berbalik nilai selalu muncul dalam soal psikotes. Hal yang perlu anda catat adalah ciri-ciri dari perbandingan senilai dan berbalik nilai itu sendiri. Karena hal tersebut akan menentukan cara kita memecahkan masalah yang disajikan oleh soal. Untuk jelasnya perhatikan ciri-ciri dan contoh soal yang kami sajikan berikut ini.

Ciri-ciri Perbandingan Senilai

Jika kita mengerjakan soal menggunakan metode tabel, maka jika sebelah kiri makin ke bawah besar; ruas kanan makin ke bawah makin besar. Begitu juga sebaliknya. Jika ruang kiri semakin kecil, maka ruas kanan juga semakin kecil. Untuk jelasnya perhatikan contoh soal berikut.

21. Jika roda pertama berputar 2 kali maka roda kedua berputar 5 kali. Berapa kalikah roda kedua akan berputar jika roda pertama berputar 6 kali?

a. 11 kali
b. 12 kali
c. 13 kali
d. 14 kali
e. 15 kali

Jawab: e

Pembahasan:
Jika makin banyak putaran roda pertama, maka roda kedua juga makin besar. dengan demikian antara kedua roda terjadi perbandingan senilai.

Roda I Roda II
2 5
6 x

Karena perbandingan senilai, maka:
2x = 5.6
2x = 30, maka = 15
Jadi bila roda pertama berputar 6 kali, maka roda kedua berputar sebanyak 15 kali.

22. Enam buruh dapat menyelesaikan suatu pekerjaan dalam waktu 4 hari. Berapa orang buruh yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam waktu 1 hari?

a. 26 hari
b. 25 hari
c. 24 hari
d. 23 hari
e. 22 hari

Jawaban: c

Pembahasan:
Makin banyak pekerja yang dipekerjakan, maka makin sedikit waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Berarti antara buruh dan waktu penyelesaian pekerjaan tersebut terjadi perbandingan berbalik nilai.

Jumlah buruh Waktu
6 4
x 1

Perbandingan berbalik nilai, maka:
6.4 = 1. x, maka x = 24
Jadi dibutuhkan sebanyak 24 buruh untuk dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam waktu satu hari.

Persamaan Linear

Persamaan linear merupakan materi matematika dasar yang diperoleh sejak sekolah menengah pertama hingga SMA. Materi ini banyak diimplementasikan pada aritmatika sosial. Tetapi yang sering dimunculkan dalam tes psikotes umumnya masih dalam bentuk soal yang sederhana.

Anda hanya diminta untuk berpikir secara logic dalam menyelesaikan soal. Berikut adalah beberapa tipesoal yang sering muncul pada tes psikotes untuk melamar pekerjaan.

23. Tentukanlah nilai t yang memenuhi persamaan: 5t -0,5t = 9!

a. 0
b. 2
c. 4
d. 4
e. 9

Jawaban: b

Pembahasan:
5t-1/2t = 9 ⇒ (9/2)t = 9 ⇒ t =2

24. Jika r(y-2) = b, maka y = ….

a. (b/r) – 2
b. (b + 2r)/r
c. (b + r)
d. (b + 2r)/2
e. r/ b + 2

Jawaban: b

Pembahasan:
r(y-2) = b ⇒ y-2 = b/r
⇒ y = (b/r) + 2
⇒ y = (b + 2r)/r     (disamakan penyebut)

25. Jika a + by = cb, maka y dalam nilai a, b, c dan c adalah ….

a. ab-a-b
b. (c – b)/a
c. (cb + a)/a
d. (cb/a)- b
e. (cb – a)/b

Jawaban: e

Pembahasan:
a + by = cb ⇒ by = cb-a
⇒ y = (cb-a)/b

Tes Logika Matematika

Tes logika matematika juga merupakan bagian dari pelajaran matematika dasar yang sering muncul dalam tes psikotes rekrutmen pegawai. Tes logika matematika digunakan untuk melihat apakah seseorang dapat berpikir logis dalam mencari solusi permasalahan. Berikut adalah tipe-tipe soal tes matematika logika yang sering muncul dalam psikotes.

26. Jika P merupakan bilangan bulat, yang manakah di bawah ini yang tidak dapat bernilai nol?

I. P-1
II. P + 1
III. P² -1
IV. P² + 1

a. hanya II dan IV
b. hanya III
c. hanya IV
d. hanya I dan III
e. hanya II, III, dan IV

Jawaban: c

Pembahasan:
P² tidak pernah negatif, berarti P² + 1 pasti bernilai positif. Dengan perkataan lain P² + 1 tidak dapat bernilai nol.

Demikian pembahasan kita mengenai contoh soal tes matematika dasar untuk melamar pekerjaan. Semoga dapat menambah referensi Anda. Dalam halaman ini sengaja tidak kami bahas materi tes deret angka, dikarenakan sebelumnya kami telah banyak membawakan materi tes deret angka psikotes. Bahkan kami juga membahas tersendiri mengenai contoh soal psikotes matematika deret angka dan jawabannya, serta cara mengerjakan tes deret angka dengan cepat. Nah, bagi yang membutuhkan materi deret angka, kami persilakan untuk merujuk ke halaman pembahasan tersebut. Dan semoga sukses akan menyertai masa depan Anda!

 

You May Also Like

About the Author: Ageng Triyono

Curriculum Researcher & Developer | Guru Kampung | Penulis Lepas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *