Materi Silogisme CPNS UTBK BUMN 2023 Pdf

Materi silogisme CPNS
Materi silogisme CPNS 2023

Haidunia.com – Materi silogisme CPNS perlu dipelajari dengan detail, dikarenakan soal-soal TIU silogisme dalam sesi tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) sering membuat para peserta tes CPNS justru gagal melangkah ke sesi selanjutnya, yaitu Tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Karenanya bagi siapapun yang berencana menjadi ASN Muda wajib mempelajarai materi silogisme CPNS Pdf ini.

Materi silogisme CPNS sebenarnya relatif sama dengan materi silogisme BUMN maupun materi silogisme UTBK. Secara umum tipe-tipe soal TPA silogisme juga sama. Hanya saja tingkat kerumitannya yang beragam, karena soal silogisme CPNS umumnya memiliki premis yang lebih banyak sebelum dapat ditarik kesimpulannya.

Read More

Tetapi Anda tidak perlu khawatir karena materi silogisme CPNS pada bagian ini telah kami lengkapi dengan contoh soal silogisme dan pembahasan pdf. Sehingga benar-benar akan memudahkan Anda dalam mempelajarinya.

Materi Silogisme CPNS

Materi Silogisme CPNS yang kami bawakan sekali lagi sangat mirip dengan materi-materi silogisme lainnya, seperti materi silogisme BUMN, materi silogisme UTBK, dan materi silogisme BUMN. Namun pada kesempatan kali ini kami ingin memperdalam pada pembahasan materi silogisme untuk keperluan persiapan tes CPNS 2023.

Pastinya Anda sudah paham benar bahwa materi silogisme CPNS hanya bagian dari sub Tes Intelegensia Umum (TIU). TIU sendiri merupakan tes yang harus dilalui dalam tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Karena untuk sampai ke tahap selanjutnya Anda harus lulus SKD, maka materi silogisme ini menjadi penting untuk Anda kuasai.

Dan kami sengaja menyajikan materi silogisme ini tiada lain untuk mendukung keberhasilan Anda mengikuti seleksi CPNS 2023. Untuk mengetahui secara keseluruhan mengenai materi tes dalam SKD Anda bisa merujuk ke Peraturan MenPANRB Nomor 23 Tahun 2019.  Di dalam peraturan tersebut disampaikan bahwa materi silogisme menjadi bagian dari TIU.

Tes Intelegensi Umum (TIU)

Tes Intelegensi umum (TIU) harus dilalui oleh setiap peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), yang mana salah satu sub tesnya adalah berupa soal silogisme. Adapun tujuan dilakukannya TIU teah dijabarkan dalam ketentuan Permen PANRB sebagaimana di atas. Kemampuan-kemampuan dasar yang hendak diujikan selengkapnya bisa Anda simak pada tabel berikut ini!

Baca Juga:  Contoh Soal TKP CPNS 2023 dan Pembahasannya Pdf
Kemampuan Materi Tujuan
Verbal Analogi Mengukur kemampuan individu dalam bernalar melalui perbandingan dua konsep kata yang memiliki hubungan tertentu, kemudian menggunakan konsep hubungan tersebut pada situasi yang lain;
Silogisme Mengukur kemampuan individu untuk menarik kesimpulan dari dua pernyataan yang diberikan;
Analitis Mengukur kemampuan individu untuk menganalisis informasi yang diberikan dan menarik kesimpulan.
Numerik Berhitung Mengukur kemampuan hitung sederhana;
Deret angka Mengukur kemampuan individu dalam melihat pola hubungan angka-angka;
Perbandingan Kuantitatif Mengukur kemampuan individu untuk menarik kesimpulan berdasarkan dua data kuantitatif;
Soal cerita Mengukur kemampuan individu untuk melakukan analisis kuantitatif dari informasi yang diberikan.
Figural Analogi Mengukur kemampuan individu dalam bernalar melalui perbandingan dua gambar yang memiliki hubungan tertentu, kemudian menggunakan konsep hubungan tersebut pada situasi lain;
Ketaksamaan Mengukur kemampuan individu untuk melihat perbedaan beberapa gambar;
Serial Mengukur kemampuan individu dalam melihat pola hubungan dalam bentuk gambar.

Terlihat pada tabel di atas bahwa materi silogisme menjadi bagian dari tes kemampuan verbal.  Sekarang mari kita cek apa saja isi dari materi silogisme CPNS. Semoga apa yang kami sajikan dapat menambah referensi Anda mengenai kemampuan verbal silogisme.

Materi Silogisme dan Penarikan Kesimpulan

Silogisme merupakan bagian dari penarikan kesimpulan beberapa pertanyaan atau yang kita sebut dengan premis. Di dalam banyak pertanyaan tes psikotes, salah satunya dalam Tes Intelegensi Umum (TIU) CPNS, seringkali peserta disuruh untuk menyimpulkan pernyataan-pernyataan.

Di dalam menyimpulkan pernyataan-pernyataan tersebut Anda harus berpikir logis dan jangan terlalu banyak menggunakan perasaan. Hal ini penting agar cara berpikir Anda makin logis.

Untuk itu perlu kita pelajari beberapa hal penting mengenai arti dari pernyataan-pernyataan yang sering digunakan dalam tes psikotes.

1. Ada P yang Merupakan Q 

Dalam pelajaran matematika, kata ada sama artinya dengan kata beberapa. Untuk memudahkan Anda mempelajari arti dari pernyataan Ada P yang merupakan Q maka sebaiknya terlebih dahulu mempelajari penggunaan kata ada dalam suatu kalimat.

Contoh 1
Misalkan dalam suatu kelas terdapat 5 orang siswa memakai sepatu buatan luar negeri, sedangkan 35 orang siswa memakai sepatu buatan dalam negeri.

Maka dari keterangan di atas didapatkan keterangan bahwa:
(a) Ada siswa yang memakai sepatu buatan luar negeri
(b) Ada siswa yang memakai sepatu buatan dalam negeri

Contoh 2
Misalkan Ali melihat seekor anjing senang memakan tulang.

Maka dari keterangan di atas dapat dikatakan bahwa;
Ada Anjing yang senang memakan tulang

2. Ada P yang Mungkin Merupakan Q

Setelah Anda mengerti penggunaan kata ada dalam suatu kalimat, maka sekarang kita beralih ke pernyataan Ada P yang merupakan Q. Jika P dan Q dipandang sebagai himpunan, maka pernyataan Ada P yang merupakan Q dapat diganti menjadi Ada anggota P yang merupakan anggota Q atau P∩Q ≠ ∅.

Kemungkinan-kemungkinan diagram venn P ∩ Q ≠ ∅ ditunjukkan seperti di bawah ini.

Materi Silogisme CPNS 2023
Diagram Venn

Jadi jika P ∩ Q ≠ ∅, maka dapat dikatakan (disimpulkan) bahwa mungkin P⊂Q. Pernyataan P⊂Q artinya semua anggota P merupakan anggota Q.

Dengan demikian, dari pernyataan Ada P yang merupakan Q dapat diganti menjadi Mungkin semua P merupakan Q. Untuk memudahkan Anda dalam menyelesaikan soal-soal, maka terlebih dahulu dipelajari menggunakan kata mungkin dalam suatu kalimat.

Kata mungkin dipakai dalam kalimat yang belum pasti.
Contoh:

1. Misalkan Anda tidak tahu apakah Ali akan datang ke rumah Badu nanti malam. Maka Anda dapat berkata:

(i) Mungkin Ali akan datang ke rumah Badu nanti malam.
(ii) Mungkin Ali tidak datang ke rumah Badu nanti malam.

2. Misalkan dalam suatu kelas terdapat 2 orang siswa tidak pakai seragam dan 33 orang lainnya pakai seragam. Dalam hal ini Anda tidak dapat berkata:

(i) Mungkin ada siswa yang tidak pakai seragam
(ii) Mungkin ada siswa yang pakai seragam

3. Misalkan suatu sekolah mempunyai murid sebanyak 300 siswa, 290 di antaranya tidak pernah datang terlambat. Dalam hal ini, kita masih dapat berkata:

(i) Mungkin ada siswa yang datang terlambat
(ii) Mungkin semua siswa tidak pernah datang terlambat

Sekarang Anda telah mengerti menggunakan kata dan mungkin dalam kalimat, dan sebelumnya Anda sudah ketahui pula bahwa pernyataan Ada P yang merupakan Q sama artinya dengan  Mungkin semua P merupakan Q.

Untuk jelasnya sekarang kita coba terlebih dahulu mengerjakan beberapa soal.
Contoh:

1. Akhmad adalah orang. Akhmad menjadi buruh di sebuah pabrik. banyak di antara buruh-buruhnya yang malas bekerja. Badrun adalah teman Akhmad.

Kesimpulan: 
(A) Akhmad itu malas
(B) Badrun itu malas
(C) Badrun mungkin teman sekerja Akhmad
(D) Teman-teman Badrun semua rajin
(E) Teman-teman Akhmad semuanya malas

Jawab:
Tentang Badrun hanya kita ketahui bahwa Badrun adalah teman Akhmad. Dan juga kita ketahui bahwa Akhmad menjadi buruh di sebuah pabrik. Berarti dapat disimpulkan bahwa Badrun mungkin teman sekerja Akhmad. Jadi jawaban yang benar C.

3. Semua P Merupakan Q

Jika P dan Q dianggap himpunan, maka pernyataan Semua P merupakan Q berubah menjadi Semua anggota P merupakan anggota Q atau P⊂Q.

Pernyataan semua P merupakan Q sama artinya dengan P →Q, yang artinya:

  1. Jika P terjadi maka pasti Q terjadi
  2. Jika P tidak terjadi maka mungkin Q terjadi, tentu juga mungkin Q tidak terjadi
  3. Jika Q terjadi maka mungkin P terjadi, tentu juga mungkin P tidak terjadi
  4. Jika Q tidak terjadi maka pasti P tidak terjadi.

Contoh:

Semua kera merupakan binatang, maka dapat disimpulkan bahwa;

  1. Jika A adlah kera, maka A adalah binatang
  2. Jika B tidak kera, maka mungkin B binatang tetapi mungkin juga tidak binatang
  3. Jika C binatang, maka mungkin C merupakan kera juga tidak
  4. Jika D tidak binatang, maka D pasti tidak merupakan kera
Baca Juga:  Soal TKP dan Pembahasannya Pdf (Contoh Tes CPNS 2023)

4. Sifat Silogisme

sifat silogisme itu berbunyi; Semua P merupakan Q dan semua Q merupakan R, maka semua P merupakan R.

Jika P, Q dan R dipandang sebagai himpunan, maka pernyataan Semua P merupakan Q dan semua Q merupakan R, maka semua P merupakan R  berubah menjadi jika P ⊂Q dan Q⊂R, maka P⊂R.

Pernyataan semua P merupakan Q dan semua Q merupakan R, maka semua P merupakan R sama artinya dengan P→Q dan Q→R, maka P→R.

Contoh:
1. Semua Rene merupakan Rana, semua Rana merupakan Rono.
Kesimpulan:

(A) Tidak mungkin ada Rana yang merupakan Rene
(B) Tidak mungkin ada Rono yang merupakan Rene
(C) Semua Rene merupakan Rono
(D) Semua Rono merupakan Rene
(E) Semua Rono merupakan Rana

Jawab:
Semua Rene merupakan Rana dan semua Rana merupakan Rono, maka dapat disimpulkan bahwa semua Rene merupakan Rono. Jadi jawaban yang benar adalah C.

2. Maat lebih tua dari Meet dan Moot lebih muda dari Meet.

Kesimpulan: 
(A) Maat lebh tua dari Moot
(B) Maat lebih muda dari Moot
(C) Maat seusia dengan Moot
(D) Maat lebih muda dari Meet
(E) Tidak dapat disimpulkan antara Maat dan Moot

Jawab:
Moot lebih muda dari Meet sama artinya dengan Meet lebih tua dari moot. dari Maat lebih tua dari Meet dan Meet lebih tua dari Moot, berarti dapat disimpulkan bahwa Maat lebih tua dari Moot. Jadi jawaban yang benar adalah A

Contoh 3:
Jika beberapa Tazzles merupakan Tozzles dan semua Bollars merupakan Tozzalas, maka beberapa Tazzles merupakan Bollars.

Pernyataan di atas adalah …
(A) benar
(B) Salah
(C) Tidak dapat dikatakan benar saja atau salah saja

Jawab:
untuk mempermudah dalam menyelesaikan kasus di atas, pernyataan-pernyataan di atas dapat kita ubah ke dalam himpunan.

Misalkan:

  • Tazzles = A
  • Tozzles = B
  • Bollars = C

Maka pernyataan di atas dapat ditulis menjadi:
A ∩ B ≠ ø dan C ⊂ B, maka A ∩ C ≠ ø.
Pernyataan terakhir ini adalah salah.

Hal ini dapat diperkuat oleh diagram Venn di bawah ini:

Materi penalaran logis silogisme
Diagram Venn

Dari diagram Venn di atas ini terlihat bahwa:
A ∩ C = ø.

Jadi beberapa Tazzles merupakan Bollars adalah himpunan yang salah. Jadi jawaban: B.

Materi silogisme CPNS yang kami sajikan semoga saja bisa menambah wawasan Anda mengenai tes kemampuan verbal. Selanjutnya sebagai latihan Anda dapat mengunjungi pembahasan kami dengan judul contoh soal silogisme CPNS serta soal silogisme dan jawabannya pada laman sebelumnya. Sekian, semoga sukses selalu menyertai langkah Anda ke depan!

About Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *