Pengertian Hidroponik, Cara Mudah Menanam Tanpa Media Tanah

Pengertian Hidroponik

Pengertian Hidroponik – Di masa Pandemi Corona banyak orang menghabiskan waktu “karantina” dengan kegiatan baru, lain dari kegiatan yang biasa dilakukannya. sebut saja diantaranya adalah bercocok tanam. Untuk bisa bercocok tanam hal umum yang menjadi kebutuhan awal adalah adanya lahan untuk dijadikan tempat tanaman tanaman tersebut. Namun bagaimana untuk mereka yang tidak mempunyai lahan untuk bisa bercocok tanam? misal orang perkotaan atau yang tinggal di komplek perumahan yang bahkan tidak mempunyai jarak antar rumah? maka hidroponik adalah salah satu solusi yang sekarang lagi digandrungi oleh banyak orang

Pengertian Hidroponik
Pengertian Hidroponik

Pengertian Hidroponik

Hidroponik dalam pengertian paling mudah adalah menanam tanpa menggunakan media tanam tanah, kebanyakan menggunakan air yang ditambah dengan nutrisi dari larutan yang mengandung unsur hara, unsur hara tersebut wewakili unsur-unsur yang tersedia di tanah pada umumnya.

Ragam Media Tanam Hidroponik

Arang sekam

Arang sekam merupakan media tanam yang banyak digunakan karena mudah didapat dan harga yang relatif murah, namun karena sifatnya yang tidak bisa menyimpan air terlalu lama bisa menjadi kekurangan yang perlu diperhatikan untuk penggunaan jangka panjang.

Rockwool

Media tanam ini adalah hasil dari teknologi modern, bahan yang dibuat dari pembakaran batu Bara, batu Basait dan batu Kapur yang dibakar dalam suhu 1600 derajat celcius kemudian didinginkan dan berakhir menjadi serat serat halus. kemampuan menahan airnya diklaim sampai 14 kali tanah menyimpan air menjadikannya sangat cocok untuk media tanam Hidroponik, hanya saja faktor harga perlu dipertimbangkan.

Cocopeat

Cocopeat berasal dari sabut kelapa, bahan dasar untuk pembuatan keset atau sapu ini sekarang mulai mendapati tempatnya dalam segmen Hidroponik karena memang mudah didapat dan sifatnya yang menyimpan air hampir sama tapi masih di bawah Rockwool. tidak semua tempat tersedia Cocopeat yang dijual untuk Hidroponik, kecuali untuk skala besar, membeli melalui toko daring bisa menjadi pilihan

Hidroton/Expanded Clay

Untuk media tanam yang satu ini, Eropa khususnya Jerman-lah yang banyak memakainya. diproses dari tanah liat yang dipanaskan dalam suhu 1000 derajat celcius, bulatan bulatan tanah liat ini merupakan yang terbaik dalam aerasi atau proses penghubungan antara air dan udara, karena bentuknya yang bulat membuat sirkulasi udara lancar dan apabila ditambah dengan pasokan air yang lancar maka hasil maksimal bukanlah sesuatu yang mustahil.

Pasir

Pasir termasuk media tanam yang juga digunakan dalam dunia Hidroponik karena pertama mudah didapat, kedua pasir mempunyai bobot yang lumayan untuk bisa menopang tanaman dengan stabil. butiran butiran yang berukuran besar juga membuat sirkulasi udara akan lancar tetapi dalam hal resapan air, pasir termasuk yang boros karena kemampuan menyerap airnya yang kurang.

Selain dari 5 media tanam di atas masih sangat banyak media tanam lain yang dapat digunakan dalam Hidroponik seperti Perlit, Vermikulit, Kerikil, Serbuk kayu, Batang pakis, Hidrogel, Pumice, Moss, Kompos, Pupuk Kandang, Humus, Pecahan batu bata dan lain sebagainya

Tanaman yang Cocok Untuk Hidroponik

Sistem hidroponik dapat diaplikasikan dalam banyak jenis tanaman, mulai dari tanaman sayur, buah bahkan hias. Untuk keperluan konsumsi, biasanya banyak yang menggunakan metode ini untuk menanam tanaman sayur, selain mudah perawatannya jangka waktu panen yang relatif singkat (30-40 hari) membuat tanaman sayur banyak ditanam oleh masyarakat luas baik untuk keperluan konsumsi harian, jual-beli atau sekedar belajar berhidroponik. diantara tanaman sayur yang banyak ditanam adalah:

Bayam

tanaman sayur satu ini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, karena manfaatnya yang banyak seperti kandungan vitamin dan mineralnya sangat baik bagi tubuh, juga pengolahan yang mudah untuk dijadikan sayur menjadi alasan begitu banyaknya orang yang menanamnya.

Selada

tanaman satu ini memiliki nilai jual yang lumayan tinggi untuk kelasnya dalam sayur mayur, harga rata rata yang berkisar 10-15 ribu bisa naik menjadi 20 ribu ke atas apabila dikemas dengan packaging rapi dan eye-catching plus dijual di Mall.

Sawi Hijau

bagi pecinta bakso atau mie ayam, sawi merupakan salah satu bahan yang harus ada, kenikmatan sayur ini sudah melekat dalam makanan yang banyak ditemukan di pinggir jalan, ketahanan sawi dari hujan membuatnya sebagai bahan pas untuk latihan berhidroponik, selain itu dengan memanennya dengan cara yang benar, sawi bisa dipanen 3-4 kali sehingga tidak perlu menyemai ulang dan menghemat waktu tanam.

Kangkung

Seperti sayur sayur di atas, kangkung juga sayuran yang cocok untuk pemula hidroponik, selain mudah dalam perawatan, waktu tanam yang singkat, kangkung mempunyai rasa yang lezat. Olahan tumis kangkung di restoran restoran mewah mempunyai cita rasa yang enak dan harga yang tinggi sehingga demand untuk sayur yang satu ini selalu ada.

semoga artikel ini bermanfaat, salam sukses hidroponik!

Baca Juga:  Tips Merawat Pisang Mbah Lasiyo Berdasarkan Pengalaman Pribadi(100% Terbukti)

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *