Kemajuan Zaman Berdampak Baik Atau Buruk Sih?

kemajuan zaman belum tentu baik

Apakah kemajuan zaman sekarang ini baik? – Jujur! Percepatan perubahan yang terlanjur melampaui daya imajinasi ini, bisa segera mengantar seseorang pada derita kegagapan. Terebih saya, yang tak selalu siap grak bersama kemajuan. Biasanya, datangnya tahun baru menjadi aba-abanya jaman yang sedang siap-sedia meninggalkan keterbelakangan saya. Dan tak terasa, ternyata peristiwa angka tahun yang bertambah satu alias tahun baru itu menjadi momentum bertambahnya jarak kemajuan dengan dunia lalu. Semakin maju dunia juga ternyata bertambah susah ditebak arahnya. Begitulah era revolusi 4.0 yang sulit diikuti bagi yang tidak memonitor perkembangan dunia digital.

kemajuan zaman belum tentu baik
kemajuan zaman belum tentu baik

Tidak selamanya kemajuan itu indah

Secara matematika, jika kita mau merunutnya perlahan, setahap demi setahap, malah akan terkesan sedang mengurutkan satu persatu sebuah bilangan. Silahkan jika pembaca berkenan mencoba! Pasti tak ada usainya. Selalu muncul keganjilan setelah yang lalu digenapkan. Adalagi kekurangan yang minta ditambah di sana-sini. ‘Berinovasi tiada henti’, celetukkan iklan yang biasa menyapa pemirsa. Dipatenkan satu tumbuh seribu karya baru. Dengan kualifikasi yang lebih bermutu, tentunya!

Bisa kita cek, mulai transportasi super rumit, terpredikat tercepat melesat di darat, berenang di laut dan terbang di angkasa, sampai pesawat ke antariksa semua sudah ada. Begitupun untuk mengirim kata, suara dan data lainnya. Alangkah mudahnya, tinggal melemaskan jari-jemari menari memencet key pad. Sesaat, yang dikirim bisa utuh sampai ke penerima. Pesan makanan pun bisa diatur melalui jari telunjuk dari atas layar touch screen.

Barangkali itu. Beberapa perangkat setia yang tiap hari membersamai kita. Secara teknis, kian hari kemudahan-kemudahan semakin dimudahkan. Dan jika terus dideretkan ke bawah, akan lebih banyak lagi yang terjumlah. Sekiranya para raja, penguasa abad lalu itu bisa menyaksikan kemanjaan yang kita dapat saat ini, di mana pekerjaan rumah tangga telah rutin didelegasikan ke mesin-mesin, iri pastinya! Karena tak sempat ikut menikmati.

Baca juga Freeport, Industri Keruk Bumi Penghancur Masal

Menyadarinya, rasa takjub menjadi luwes untuk diekspresikan. Tanpa bermakud ujub, cukup diterima jika dikata: “lewat segala perangkat teknologi yang di-release, manusia telah berhasil memperpendek jarak dan menyingkat waktu. Me-make up muka bumi dan mengubah wajah dunia.” Totalnya, manusia sudah berhasil memetamorfosakan jaman. Sampai kepastian-kepastian lama kini tak bisa lagi ditepati seketika.

Antara baik dan maju

Dan hak kita semua sama, secara santun menerima hadirnya perubahan yang menakjubkan ini. Sulit dihindari memang, karena hidup itu sendiri adalah himpunan interaksi dengan perubahan jaman. Namun harus sadar, dengan hadirnya pergeseran moral. Untuk itu, maka sewajarnya juga kita ajukan sebuah hipotesa; Jika kemajuan pasti berarti baik maka nilai manusia semakin mulia. Yang negasinya kira-kira; kemajuan tidak pasti berarti kebaikan dan nilai manusia tidak semakin mulia.

Kalimat terbuka tercetak miring tersanding di atas, keduanya bernilai benar secara logika matematika. Mohon dikoreksi, jika masih salah apa yang saya pelajari. Dan demi melanjutkan penulisan bab ini, saya perlu memilih salah satunya. Mudah-mudahan pilihan pembaca dan saya bisa senada.

Dan tentunya bisik-bisik yang bersliweran di media sudah sangat lengkap dalam menyampaikan fakta kepada kita. Sehingga tak membutuhkan tingkat kepandaian tertentu untuk  menyimpulkan, bahwa kondisi kemanusiaan saat ini tak berbanding lurus dengan tingkat kemajuan yang dihasilkan. Atau bisa dikata berat sebelah alias tak seimbang dan berjalan miring. Hal itu sudah lebih dari cukup untuk menguatkan dugaan kita: kemajuan tidak pasti berarti kebaikan dan nilai manusia tidak semakin mulia. Semoga ini bisa disepakati bersama.

Baca Juga:  Guru Berperan Mewujudkan Mayarakat Madani

You May Also Like

About the Author: haidunia

Baca artikel terbaru dan menarik lainnya hanya di https://www.haidunia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *