Guru Berperan Mewujudkan Mayarakat Madani

Posted on

Ageng Triyono – Pemikiran, Pendidikan

haidunia.com – Manusia adalah makhluk yang berfikir, merasa dan berkehendak. Apa yang dilakukannya mencerminkan apa yang dipikirkannya, apa yang dirasakannya dan apa yang dikehendakinya. Sebab itu, perubahan perilaku masyarakat dimungkinkan terjadi manakala kita berhasil mengubah cara pikir dan cara merasa masyarakat. Jika cara berfikirnya tidak berubah maka sulit mengubah perilaku masyarakat, karena perubahan tingkah laku diawali  perubahan berfikir. Perubahan sosial yang direncanakan  hanya mungkin dilakukan dengan mengubah budaya masyarakatnya. Kebudayaan adalah konsep, nilai, dan keyakinan  yang dianut oleh masyarakat dalam kurun waktu lama. Transfer kebudayaan kepada masyarakat hanya mungkin dilakukan dengan dengan pendidikan yang sistematik, kontinyu dan konsisten.

haidunia.com

Manusia  adalah  para  pelaku yang mencipta sejarah. Gerak sejarah adalah gerak menuju suatu tujuan. Tujuan  tersebut  berada  di  hadapan manusia,  atau berada di masa depan. Sedang masa  depan  yang  bertujuan  harus   tergambar   dalam  benak manusia. Dengan demikian,  benak  manusia merupakan langkah pertama dari gerak  sejarah atau kata lain merupakan  pangkal  terjadinya  perubahan.  Dari  sini  kita  bisa  mengambil kesimpulan, bahwa arah sejarah sebuah bangsa juga bisa  diubah  melalu  cara  berpikir  individu  dan masyarakatnya.

Salah  satu  hukum  masyarakat   yang   ditetapkan   oleh   alqur’an   adalah   menyangkut perubahan  kehidupan  manusia. Al qur’an  menjelaskan; “ sesungguhnya Alloh tidak akan mengubah  nasib  suatu  kaum  (masyarakat), sampai mereka mampu mengubah (terlebih dahulu) apa  yang  ada  pada  diri  mereka  sendiri  (sikap  mental)”.  (QS. Ar-ra’ad:11)

Dalam untaian tugas pendidik, tugas guru adalah menyiapkan mental mereka yaitu anak didiknya agar siap terjun ke masyarakat mentalitas yang tangguh dan siap ikut melakukan perubahan. Setiap guru diharapkan punya kehendak untuk mengantarkan mereka menjadi manusia-manusi yang kreatif, progresif, inovatif sehingga punya pengaruh dalam skala sejarah. Murid perlu dididik agar menjadi manusia yang mampu menjadi diri mereka sendiri, memahami kondisi dan keberadaan dirinya di masyarakat, serta mampu melakukan perubahan-perubahan signifikan bagi diri dan masyarakatnya. 

BACA:  Refleksi Kemerdekaan, Mengapa Kita Mau Merdeka?

Ia akan menjadi manusia yang bermakna, yakni manusia yang dalam istilah emerson adalah represent de humanite, yaitu manusia-manusia yang mewakili peran kesejarahannya yang beradab. Beradab atau madaniah maksudnya adalah manusia yang mewujud dalam pertumbuhannya bersama nilai-nilai agama, berakhlak, dan menjadi teladan hakiki, menjadi saksi atas segala kebenaran dan keadilan di muka bumi. Dan agama Islam telah membimbing umatnya untuk menjadi sosok yang demikian itu.

Dari perihal di atas, guru kembali mendapatkan peran yang sangat signifikan. Tidak tanggung-taggung, guru adalah penggerak perubahan menuju masyarakat madani alias masyarakat yang beradab. Semua tugas ini akan diawali dari cara-cara mendidik para murid dengan konsep-konsep adab dan ilmu Islam. Semoga!

Dan setiap murid perlu dimaknai bahwa dia adalah amanat Sang Pencipta pada orang tua, keluarga, dan masyarakat. Ia harus dibimbing dan dipelihara sebagai aset masa depan. Sebab wajah masa depan sebuah masyarakat dapat dilihat dari bagaimana kualitas anak-anak yang sedang dididk guru pada masa kini.

Oleh: Ageng Triyono
Editor: Deany Januarta Putra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *