Materi Pedagogik SKB PGSD dan Guru Mapel PPPK CPNS 2021

Materi pedagogik SKB PPPK CPNS 2021

Materi Pedagogik SKB PGSD dan Guru Mapel PPPK CPNS 2021– Materi pedagogik SKB PGSD dan guru mata pelajaran (Mapel) ini disusun oleh Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (dirjen GTK)-Kemendikbud 2021.

Materi pedagogik SKB PGSD dan Guru mapel ini akan menunjang kompetensi profesional dan kompetensi lainnya yang sangat penting sebagai kunci keberhasilan belajar peserta didik.

Pada tahun 2021 Pemerintah pusat maupun Pemerintah Daerah akan fokus pada rekrutmen seleksi Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K).

Seleksi Guru P3K sendiri akan dibuka berdasarkan pada Data Pokok Pendidikan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengestimasi bahwa kebutuhan guru di sekolah negeri mencapai satu juta guru (di luar guru PNS yang saat ini mengajar).

Makan materi pedagogik SKB PGSD dan guru mapel ini sangat bermanfaat bagi anda yang akan mengikuti seleksi tes guru P3K honorer maupun non honorer hingga terpenuhi  satu juta guru.

Materi Pedagogik SKB PGSD dan Guru Mata Pelajaran

Materi pedagogik SKB PGSD dan guru mapel pada halaman ini dipersiapkan dengan matang untuk mempersiapkan calon guru P3K siap dalam melaksanakan seleksi guru P3K 2021.

Materi pedagogik SKB disusun cukup ringkas dan bisa Anda manfaatkan untuk belajar secara mandiri yang berfungsi sebagai bahan belajar untuk mengingatkan kembali substansi materi pada setiap bidang studi.

Dalam pembahasan kita kali ini materi pedagogik SKB terbagi ke dalam beberapa sub materi berikut:

(1) Teori Belajar
(2) Karakter Peserta Didik
(3) Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi
(4) Desain Pembelajaran
(5) Dasar-dasar Komunikasi
(6) Konsep Penilaian
(7) Pengembangan Potensi Peserta Didik

Materi Teori Belajar

Materi pedagogik SKB teori belajar pada bagian ini diharapkan dapat mendukung pencapaian kompetensi calon guru PPPK dalam beberapa cakupan berikut:

(a) Guru dapat menjelaskan dan menerapkan teori belajar behavioristic;

(b) Guru dapat menjelaskan dan menerapkan teori belajar kognitif;

(c) Guru dapat menjelaskan  dan menerapkan teori belajar konstruktivistik;

(d) Guru dapat menjelaskan dan menerapkan teori belajar humanistik;

Berikut adalah rangkuman materi yang dapat Anda pelajari:

Teori Belajar Behavioristik dan Penerapannya

Teori belajar behavioristik menyatakan bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku. Seseorang dianggap belajar jika ia telah mampu menunjukkan perubahan tingkah laku.

Dalam penerapannya teori ini menekankan pentingnya masukan atau input yang berupa stimulus dan keluaran atau output yang berupa respons.

Stimulus dapat berupa apa saja yang disampaikan oleh guru untuk mendapatkan respon berupa reaksi atau tanggapan  sebagai hasil dari stimulus tersebut.

Selain stimulus, hal lain yang perlu diterapkan adalah pemberian penguatan oleh guru. Penguatan atau reinforcement  termasuk faktor penting dalam teori belajar ini.

Penguatan bisa berupa apa saja yang dapat memperkuat timbulnya respons. Bila penguatan ditambahkan (positive reinforcement) maka respons akan semakin kuat.

Dalam prakteknya teori ini akan diterapkan dalam bentuk aktifitas “mimetic” yang menuntut peserta didik untuk mengungkapkan kembali pengetahuan yang sudah dipelajari.

Adapun penyajian materi pelajaran tinggal mengikuti urutan dari bagian-bagian ke keseluruhan. Pembelajaran dan evaluasi menekankan pada hasil, dan evaluasi menuntut satu jawaban benar.

Jawaban yang benar menunjukkan bahwa peserta didik telah menyelesaikan tugas belajarnya dengan baik.

Teori Belajar kognitif dan Penerapannya

Pengertian belajar menurut teori belajar kognitif adalah perubahan persepsi dan pemahaman, yang tidak selalu berbentuk tingkah laku yang dapat diamati dan dapat diukur.

Baca Juga:  60 Contoh Soal P3K dan Jawabannya 2021 Tes Kompetensi Sosio Kultural

Asumsi teori ini adalah bahwa setiap orang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang telah tertata dalam bentuk struktur kognitif yang dimilikinya.

Proses belajar akan berjalan dengan baik jika materi pelajaran atau informasi baru beradaptasi dengan struktur kognitif yang telah dimiliki seseorang.

Menurut teori kognitif ilmu pengetahuan dibangun dalam diri seseorang melalui proses interaksi yang berkesinambungan dengan lingkungan.

Dalam penerapannya teori ini lebih menkankan pada keterlibatan peserta didik secara aktif. Untuk membangun motivasi belajar cara guru menurut teori ini adalah dengan mengkaitkan pengetahuan baru dengan setruktur kognitif yang telah dimiliki peserta didik.

Penyajian materi pelajaran disusun dengan menggunakan pola atau logika tertentu, dari sederhana ke kompleks dengan memperhatikan perbedaan individual para peserta didik.

Teori Belajar Konstruktivistik dan Penerapannya

Menurut teori belajar konstruktivistik belajar merupakan usaha pemberian makna oleh peserta didik kepada pengalamannya belajarnya.

Oleh karena itu dalam penerapannya diusahakan agar pembelajaran dapat memberikan kesan dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan ide-idenya secara luas.

Sementara peran guru lebih kepada membantu agar proses pengkonstruksian pengetahuan oleh peserta didik berjalan lancar.

Menurut teori ini guru tidak mentransfer pengetahuan, tetapi membantu peserta didik untuk membentuk pengetahuannya sendiri.

Teori Belajar Humanistik dan Penerapannya

Menurut teori humanistik tujuan belajar adalah untuk memanusiakan manusia. Proses belajar dianggap berhasil jika peserta telah memahami lingkungan dan dirinya sendiri.

Teori humanistik bersifat eleksitk, yaitu dapat memanfaatkan teori apa saja asal tujuannya tercapai.

Penerapan teori humanistik cenderung mendorong siswa untuk berpikir induktif dengan mementingkan faktor pengalaman dan keterlibatan siswa secara aktif.

Materi Pedagogik Karakter Peserta Didik

Materi pedagogik SKB karakter peserta didik pada bagian ini terdiri dari beberapa kompetensi yang harus dikuasai calon guru PPPK PGSD dan mapel lain, yaitu sebagai berikut:

(a) Menjelaskan pengertian karakteristik peserta didik;
(b) ragam/macam-macam karakteristik peserta didik;
(c) Menjelaskan pengertian kemampuan awal peserta didik;
(d) Mengidentifikasi kemampuan awal peserta didik;

Berikut ringkasan materi pedagogik SKB yang bisa Anda pelajari:

Pengertian Karakteristik Peserta Didik

Karakteristik peserta didik dapat diartikan sebagai keseluruhan pola kelakuan atau kemampuan yang dimiliki peserta didik sebagai hasil dari pembawaan dan lingkungan, sehingga menentukan aktivitasnya dalam mencapai cita-cita atau tujuannya.

Ragam Karakteristik Peserta Didik

Ragam karakteristik peserta didik dalam suatu kelas atau sekolah pastinya berbeda-beda. Makan seorang pendidik harus dapat mengelola perbedaan tersebut dengan baik.

Ragam karakteristik peserta didik antara lain dipengaruhi oleh:

  • etnik
  • kultural
  • status sosial
  • minat
  • perkembangan kognitif
  • kemampuan awal
  • gaya belajar
  • motivasi
  • perkembangan emosi
  • perkembangan sosial dan perkembangan moral dan spiritual, dan
  • perkembangan motorik.

Pengertian Kemampuan Awal Peserta Didik

Kemampuan awal atau entry behavior merupakan keadaan pengetahuan dan keterampilan yang harus dimiliki terlebih dahulu oleh peserta didik sebelum mempelajari pengetahuan atau keterampilan baru.

Pengetahuan dan keterampilan yang harus dimiliki terlebih dahulu maksudnya adalah pengetahuan atau keterampilan yang lebih rendah dari apa yang akan dipelajari.

Contohnya Siswa sebelum mempelajari tentang pembagian maka siswa tersebut harus mengusai terlebih dahulu tentang konsep pengurangan.

Kemampuan awal bagi peserta didik akan banyak membawa pengaruh terhadap hasil belajar yang dicapainya. Oleh karena itu seorang pendidik harus mengetahui kemampuan awal peserta didiknya.

Mengidentifikasi Kemampuan Awal Peserta Didik

Cara untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik dapat dilakukan melalui teknik tes yaitu pre tes atau tes awal dan teknik non tes seperti wawancara.

Melalui wawancara dan tes awal maka kemampuan awal peserta didik dapat diketahui. Kemampuan menjawab tes awal dapat dijadikan dasar untuk menetapkan materi pembelajaran.

Selain hal tersebut di atas untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik juga dapat dilakukan melalui analisis instruksional/pembelajaran.

Dalam melakukan analisis pembelajaran guru harus menentukan hierarki kemampuan yang akan dicapainya. Kemampuan yang lebih rendah itulah sebagai kemampuan awalnya (entry behavior).

Contoh: Anda akan mengajar materi darah.

Maka hierarkhi kemampuan yang akan dicapai peserta didik yaitu siswa dapat menjelaskan darah, golongan darah, komponen darah, fungsi darah, dan penyakit yang mempengaruhi peredaran darah.

Baca Juga:  30 Contoh Soal SKB Guru PAI PPPK (P3K) 2021 dan Jawabannya

Berdasarkan hierarkhi kemampuan ini maka kemampuan menjelaskan pengertian darah akan menjadi kemampuan awal yang harus dimiliki ketika akan membahas golongan darah, dan seterusnya.

Materi Pedagogik Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi

Materi pedagogik keterampilan berpikir tingkat tinggi pada bagian ini akan menunjang pengetahuan calon guru P3K dan CPNS dalam pencapaian kompetensi;

(a) Guru mampu menjelaskan konsep HOTS;
(b) Guru mampu merancang pembelajaran HOTS; dan
(c) Guru mampu menganalisis kompetensi dasar.

Berikut adalah rangkuman materi yang dapat Anda jadikan referensi untuk belajar:

Konsep Berpikir Tingkat Tinggi

Keterampilan berpikir tingkat tinggi yang dalam bahasa umum dikenal sebagai Higher Order Thinking Skills (HOTS) dipicu oleh empat kondisi berikut;

a. Sebuah situasi belajar tertentu yang memerlukan strategi pembelajaran yang spesifik dan tidak dapat digunakan di situasi belajar lainnya.

b. Kecerdasan yang tidak lagi dipandang sebagai kemampuan yang tidak dapat diubah, melainkan kesatuan pengetahuan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang terdiri dari lingkungan belajar, strategi, dan kesadaran dalam belajar.

c. Pemahaman pandangan yang telah bergeser dari unidimensi, linier, hierarki atau spiral menuju pemahaman pandangan ke multidimensi dan interaktif.

d. Keterampilan berpikir tingkat tinggi yang lebih spesifik seperti penalaran, kemampuan analisis, pemecahan masalah, dan keterampilan berpikir kritis dan kreatif.

Ranah Berpikir Tingkat Tinggi

Keterampilan berpikir tingkat tinggi erat kaitannya dengan keterampilan berpikir sesuai dengan ranah kognitif, afektif, dan psikomotor yang menjadi satu kesatuan dalam proses belajar dan mengajar.

1) Ranah Kognitif

Ranah kognitif meliputi kemampuan dari peserta didik dalam mengulang atau menyatakan kembali konsep/prinsip yang telah dipelajari dalam proses pembelajaran yang telah didapatnya.

Proses ini berkenaan dengan kemampuan dalam berpikir, mengembangkan pengetahuan, pengenalan, pemahaman, konseptualisasi, penentuan, dan penalaran.

Tujuan pembelajaran pada ranah kognitif menurut Bloom ada enam tingkatan sesuai dengan jenjang terendah sampai tertinggi seperti pada tabel berikut:

Materi pedagogik SKB Tabel ranah kognitif

2)   Ranah Afektif

Kartwohl & Bloom juga menjelaskan bahwa selain kognitif, terdapat ranah afektif yang berhubungan dengan sikap, nilai, perasaan, emosi serta derajat penerimaan atau penolakan suatu objek dalam kegiatan pembelajaran.

Kartwohl & Bloom membagi ranah afektif menjadi 5 kategori, yaitu seperti pada tabel di bawah ini.

Tabel Ranah afektif

3)  Ranah Psikomotor

Keterampilan proses psikomotor merupakan keterampilan dalam melakukan pekerjaan dengan melibatkan anggota tubuh yang berkaitan dengan gerak fisik (motorik).

Gerak psikomotor terdiri dari gerakan refleks, keterampilan gerak dasar, perseptual, ketepatan, keterampilan kompleks, ekspresif, dan interperatif.

Keterampilan proses psikomotor dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

tabel ranah psikomotor

Kompetensi Keterampilan 4Cs (Creativity, Critical Thinking, Collaboration, Communication)

Pembelajaran abad 21 menggunakan istilah yang dikenal sebagai 4Cs (critical thinking, communication, collaboration, and creativity).

4Cs adalah empat keterampilan yang telah diidentifikasi sebagai keterampilan abad ke-21 (P21) yaitu keterampilan yang sangat penting dan diperlukan untuk pendidikan abad ke-21.

Peta keterampilan kompetensi 4Cs seperti tercantum dalam tabel berikut:

Kompetensi Keterampilan 4Cs

Anda sebagai calon guru PPPK maupun CPNS juga kami sarankan untuk mempelajari materi Pengembangan Pembelajaran Berorientasi HOTS.

Termasuk diantaranya adalah penerapan model-model pembelajaran dalam mencapai kecakapan abad 21. Serta cara menyusun soal HOTS dan karakteristiknya.

Materi Desain Pembelajaran

Materi pedagogik SKB desain pembelajaran dikembangkan pada bagian ini agar calon peserta seleksi tes guru PPPK CPNS 2021 dapat mencapai kompetensi berikut:

(a) Guru mampu menganalisis, Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Komptensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
(b) Guru mampu menentukan IPK;
(c) Guru mampu mengembangkan tujuan pembelajaran.

Berikut adalah ringkasan materi yang dapat Anda jadikan referensi belajar:

Analisis SKL, KI dan KD

Analisis Standar Kelulusan (SKL) dan Kompetensi Inti (KI) merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh guru sebelum melaksanakan proses pembelajaran.

Dasar dalam melakukan analisis adalah Permendikbud Nomor 20 Tahun 2016 tentang SKL dan Permendikbud Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi.

Adapun tujuan melakukan analisis pada SKL dan KI adalah:

Baca Juga:  Cara Mendapatkan KIP Kuliah 2021; Syarat & Tahapannya

1) Analisis Standar Kompetensi Lulusan (SKL)

Tujuan analisis SKL adalah untuk mengetahui arah capaian setiap peserta didik dalam menuntaskan pembelajaran yang dilakukan.

Selama menjalani proses pembelajaran peserta didik harus mampu memenuhi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang sudah ditetapkan pada Permendikbud Nomor 20 Tahun 2016 pada setiap jenjang pendidikan.

2) Analisis Komptensi Inti (KI)

Tujuan analisis KI adalah untuk mengetahui apakah KI yang telah dirumuskan menunjang dalam pencapaian SKL.

Terdapat empat KI yaitu KI sikap spiritual (KI-1), KI sikap sosial (KI-2), KI pengetahuan (KI-3), dan KI keterampilan (KI-4).

Langkah Analisis SKL dan KI yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

(1) Membaca dan memahami Permendikbud Nomor 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan dan Permendikbud Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi;

(2) Melihat tuntutan yang ada pada deskripsi SKL dan KI;

(3) Memperhatikan:

  • dimensi pengetahuan pada SKL dan KI;
  • komponen pengetahuan/keterampilan pada SKL dan KI;
  • tempat penerapan yang digambarkan pada SKL dan KI.
  • Melihat keterkaitan antara SKL dengan KI.

3) Analisis Kompetensi Dasar (KD)

Analisis Kompetensi Dasar (KD) merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh guru sebelum melaksanakan proses pembelajaran.

Dasar dalam melakukan analisis adalah Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018 tentang KI/KD.

Hal pertama dalam melakukan analisis KD adalah dengan menentukan target yang akan dicapai sesuai dengan Kompetensi Dasar, dengan cara memisahkan target kompetensi dengan materi yang terdapat pada KD.

Poin-poin yang harus diperhatikan pada saat menentukan target KD:

(1) Tidak mengubah deskripsi pada KD

(2) Memisahkan setiap kompetensi/kata kerja yang ada pada KD

(3) Memisahkan setiap materi pada KD (jika bukan satu kesatuan)

(4) Memisahkan setiap proses pencapaian (jika tidak satu kesatuan)

(5) Menuliskan target jika ada kata “dan/atau” menjadi target yang terpisah

Menentukan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

Pengembangan indikator dan materi pembelajaran merupakan dua kemampuan yang harus dikuasai oleh seorang guru sebelum mengembangkan RPP dan melaksanakan pembelajaran.

Pengembangan IPK memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

(a) Tentukanlah proses berpikir yang akan dilakukan oleh peserta didik untuk mencapai kompetensi minimal yang ada pada KD;

(b) Rumusan IPK menggunakan kata kerja operasional (KKO) yang bisa diukur;

(c) Dirumuskan dalam kalimat yang simpel, jelas, dan mudah dipahami;

(d) Tidak menggunakan kata yang bermakna ganda;

(e) Hanya mengandung satu tindakan;

(f) Memperhatikan karakteristik mata pelajaran, potensi, dan kebutuhan peserta didik, sekolah, masyarakat, dan lingkungan/daerah.

Perumusan indikator pencapaian kompetensi (IPK) dapat dilakukan dengan mengikuti langkah sebagai berikut:

(a) Perhatikan dimensi proses kognitif dan dimensi pengetahuan yang menjadi target yang harus dicapai peserta didik;

(b) Tentukan KD yang akan diturunkan menjadi IPK;

(c) Menggunakan kata kerja operasional yang sesuai untuk perumusan IPK agar konsep materi dapat tersampaikan secara efektif.

Gradasi IPK diidentifikasi dari Lower Order Thinking Skills (LOTS) menuju Higher Order Thinking Skills (HOTS);

(d) Merumuskan IPK pendukung dan IPK kunci, sedangkan IPK pengayaan dirumuskan apabila kompetensi minimal KD sudah dipenuhi oleh peserta didik.

Mengembangkan Tujuan Pembelajaran

Guru mengembangkan tujuan pembelajaran menyesuaikan dengan target kompetensi yang kemudian dijabarkan dalam rumusan IPK.

Tujuan pembelajaran dikembangkan dalam bentuk narasi atau poin yang mampu menjabarkan materi dan kompetensi yang akan dicapai.

Demikian pembahasan kita tentang materi pedagogik SKB PGSD dan Guru mata pelajaran pada kesempatan kali ini. Ada pun untuk sub kompetensi; (5) Dasar-dasar Komunikasi; (6) Konsep Penilaian; (7) Pengembangan Potensi Peserta Didik, akan kami sajikan pada bahasan selanjutnya.

Demikian, semoga materi pedagogik SKB PGSD dan Guru Mapel ini berdampak positif untuk persiapan seleksi tes guru P3K CPNS 2021 yang sebentar lagi akan Anda jalani.

 

You May Also Like

About the Author: Ageng Triyono

Curriculum Researcher & Developer | Guru Kampung | Penulis Lepas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *