Soal AKM Literasi Numerasi [Pengembangan Bank Soal]

contoh soal akm

Soal Literasi dan Numerasi -Hallo Sobat Pendidik! Ruang lingkup pengembangan Bank soal AKM meliputi soal numerasi dan literasi membaca, yang rencananya akan diujikan kepada peserta didik di kelas 2, 4, 5, 6, 8, 10, dan 11.

Mungkin diantara bapak/ ibu guru sudah mulai mencari-cari contoh soalnya seperti apa. Namun demikian, alangkah baiknya seorang guru itu memiliki kemampuan untuk mengembangkannya sendiri sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkannya.

Oleh karenanya, artikel ini kami sajikan tiada lain sebagai sarana kita bertukar informasi mengenai cara atau prosedur pengembangan bank soal AKM literasi dan numerasi.  Dalam penulisan artikel ini tentunya kami masih banyak kekurangan informasi.

Maka kami sangat bersyukur jika diantara bapak/ ibu memberikan saran pada kolom komentar, untuk melengkapi informasi yang kami sajikan ini.

Latar Belakang Soal AKM

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) terhadap kemampuan literasi membaca dan numerasi merupakan penilaian kemampuan minimum yang dilakukan kepada peserta didik. Kemampuan minimum yang dimaksud adalah kemampuan paling dasar yang harus dimiliki oleh peserta didik pada jenjang tertentu.

Kemampuan literasi membaca dan numerasi merupakan bagian dari kecakapan abad ke-21 yang menuntut peserta didik untuk dapat mengikuti perkembangan zaman yang penuh dengan tantangan. Dengan menguasai kecakapan abad ke-21, peserta didik akan memiliki keterampilan belajar dan berinovasi, keterampilan menggunakan dan memanfaatkan teknologi/media informasi, serta dapat bekerja dan bertahan dengan menggunakan kecakapan hidup (life skill).

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Pusat Asesmen dan Pembelajaran, memiliki peranan penting untuk mewujudkan hal tersebut sehingga diperlukan adanya desain pengembangan soal AKM.

Desain pengembangan ini sebagai kerangka sekaligus acuan untuk implementasinya. Desain pengembangan soal AKM disusun untuk membantu sekaligus memberi inspirasi kepada para pendidik dan sekolah dalam mengembangkan soal-soal yang dapat menuntut peserta didik memiliki kemampuan berpikir abad ke-21.

Lalu seperti apakah contoh-contoh soal AKM yang bisa dijadikan rujukan oleh para guru dalam menyusun soal AKM lebih lanjut? Mari kita kupas panduan pengembangan soal yang sampaikan oleh Kemendiknas.

Soal Literasi Membaca dan Numerasi

Dalam rangka menyiapkan peserta didik yang memiliki kecakapan abad ke-21, pemerintah akan melakukan asesmen kemampuan minimum (AKM) pada tahun 2021 yang meliputi asesmen pada literasi membaca dan numerasi, yaitu asesmen pada kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi membaca) dan asesmen kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi).

Baca Juga:  Gaya Belajar Peserta Didik, Pengertian, Pengaruh & Desain KBM-nya

Literasi membaca bukan hanya sekadar kemampuan membaca secara harfiah tanpa mengetahui isi/makna dari bacaan tersebut, melainkan kemampuan memahami konsep bacaan. Sementara itu, numerasi bukan hanya sekadar kemampuan menghitung, melainkan kemampuan mengaplikasikan konsep hitungan di dalam suatu konteks, baik abstrak maupun nyata.

AKM dapat menghasilkan peta kecakapan tentang literasi membaca dan numerasi peserta didik pada kelas 5, 8, dan 11 yang dapat digunakan untuk memperbaiki proses pembelajaran di satuan pendidikan. Oleh karena itu, soal-soal yang dikembangkan untuk AKM bersifat kontekstual, berbagai bentuk soal, mengukur kompetensi pemecahan masalah, dan merangsang peserta didik untuk berpikir kritis.

Penilaian dalam AKM mengacu pada tolok ukur yang termuat dalam Programme for International Student Assessment (PISA) dan Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS). Soal-soal AKM akan membuat peserta didik melahirkan daya analisis berdasarkan suatu informasi, bukan membuat peserta didik menghapal/mengingat- ingat materi.

Ruang Lingkup Soal AKM Literasi & Numerasi

Ruang lingkup pengembangan soal AKM meliputi Numerasi dan Literasi membaca peserta didik di kelas 2, 4, 5, 6, 8, 10, dan 11. Pengembangan soal dibagi  ke dalam 6 level, yaitu level 1 (kelas 1-2), level 2 (kelas 3-4), level 3 (kelas 5-6), level 4 (kelas 7-8), level 5 (kelas 9-10), level 6 (kelas 11-12).

Setiap kompetensi yang diukur dalam setiap level dituangkan ke dalam framework literasi dan numerasi. Framework menggambarkan learning progression. Pada literasi membaca terdapat kompetensi dan subkompetensi dengan peningkatan kompetensi sesuai dengan jenjang/level, sedangkan pada numerasi terdapat domain dan subdomain dengan disertai level kognitif yang perlu dikuasai peserta didik pada setiap level.

Prosedur Pengembangan Soal AKM

Beberapa tahapan pengembangan soal-soal AKM yang perlu bapak/ibu guru ketahui antara lain sebagai berikut:

  • penyusunan desain,
  • penyusunan dan analisis framework,
  • penyusunan stimulus,
  • penugasan penulisan soal AKM,
  • penulisan soal,
  • penelaahan dan perbaikan soal,
  • perakitan soal/bahan uji coba,
  • validasi soal,
  • uji coba soal,
  • penskoran dan analisis soal,
  • interpretasi hasil analisis,
  • seleksi soal,
  • penyusunan spesifikasi tes,
  • pemilihan soal,
  • pemaketan soal,
  • proofreading,
  • fiat,
  • dan pemanfaatan tes/soal.
Baca Juga:  Pengertian Berpikir Kritis Menurut Ahli [Referensi Paper]

Kegiatan penyusunan desain hingga seleksi soal merupakan kegiatan pengembangan soal, sedangkan kegiatan penyusunan spesifikasi tes hingga pemanfaatan tes merupakan kegiatan penyiapan bahan AKM.

Bentuk Soal AKM

Bentuk soal AKM bervariasi, yaitu pilihan ganda (PG), pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian, dan esai atau uraian. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:

  1. Pilihan Ganda

Soal pilihan ganda terdiri atas pokok soal dengan beberapa pilihan jawaban. Peserta didik diminta menjawab soal dengan memilih satu jawaban benar dari beberapa pilihan jawaban yang disediakan.

Jumlah pilihan jawaban untuk soal kelas 1 sampai dengan kelas 3 sebanyak 3 pilihan (A, B, C), kelas 4 sampai dengan kelas 9 sebanyak 4 pilihan (A, B, C, D), dan kelas 10 sampai dengan kelas 12 sebanyak 5 pilihan (A, B, C, D, E).

Penulisan soal pilihan ganda harus memenuhi kaidah penulisan soal PG, yaitu dari segi materi, konstruksi, dan bahasa. Dari segi materi, konsep harus benar, kunci hanya satu, dan pilihan jawaban harus homogen dan logis.

Dari segi konstruksi, pokok soal dan pilihan jawaban harus jelas dan tidak menimbulkan pengertian ganda, informasi yang dituliskan hanya yang diperlukan, pilihan jawaban tidak menggunakan kalimat “semua jawaban di atas salah/benar”. Dari segi bahasa, soal harus memenuhi kaidah bahasa Indonesia.

2. Pilihan Ganda Kompleks

Soal pilihan ganda kompleks terdiri atas pokok soal dan beberapa pernyataan yang harus dipilih peserta didik dengan memberi tanda centang (✓) pada kotak yang disediakan di depan setiap pernyataan yang dianggap sesuai dengan permasalahan pada pokok soal, pada kolom Ya/Tidak, pada kolom Benar/Salah, atau pilihan lain yang sesuai.

Pemberian skor berdasarkan kompleksitas dari pernyataan dan jumlah pilihan jawaban. Apabila jumlah pernyataan 3-5 dan pilihan jawaban 2 (benar-salah, ya- tidak, berubah –tidak berubah, atau lainnya), penskoran 1 atau 0. Artinya, diberi skor 1 bila semua jawaban benar, diberi skor 0 bila ada jawaban salah.

Apabila jumlah pernyataan lebih dari 5 dan pilihan jawaban lebih dari 2 (hewan-tumbuhan- mikroorganisme, pagi-siang-malam, kota-kabupaten-kecamatan-desa, hijau-merah- kuning-biru-oranye, atau lainnya), penskoran 2 1 0.

Diberi skor 2 bila menjawab semua benar, diberi skor 1 bila salah 1 atau 2, diberi skor 0 bila salah lebih dari 2.

Bentuk soal menjodohkan mengukur kemampuan peserta tes dalam mencocokkan, menyesuaikan, dan menghubungkan antar dua pernyataan yang disediakan. Soal ini terdiri atas dua lajur. Lajur pertama (sebelah kiri) berupa pokok soal dan lajur kedua (sebelah kanan) berupa jawaban. Jumlah jawaban sebaiknya lebih banyak daripada jumlah pokok soal di sebelah kiri.

Baca Juga:  Cara Membuat Lembar Kerja Siswa (LKS), Syarat & Kriterianya

3. Isian atau jawaban singkat

Soal isian dan jawaban singkat adalah soal yang menuntut peserta tes untuk memberikan jawaban secara singkat, berupa kata, frasa, angka, atau simbol. Perbedaannya adalah soal isian disusun dalam bentuk kalimat berita, sementara itu soal jawaban singkat disusun dalam bentuk pertanyaan.

4. Esai atau uraian

Soal uraian adalah soal yang jawabannya menuntut peserta didik untuk mengingat dan mengorganisasikan gagasan-gagasan dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis.

Pada soal uraian disediakan pedoman penskoran yang merupakan acuan dalam pemberian skor. Jawaban peserta didik akan diskor berdasarkan kompleksitas jawaban.

Skor penuh atau skor tertinggi diberikan pada jawaban yang memenuhi semua kriteria/kunci jawaban benar. Skor sebagian diberikan pada jawaban yang kurang memenuhi kriteria/kunci jawaban benar. Jawaban salah diberi skor 0, sedangkan tidak menjawab atau kosong diberi kode 9.

Pedoman Penskoran

Pemberian skor baik soal pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, maupun isian singkat dilakukan secara objektif. Sementara itu, untuk soal uraian, penskoran dilakukan oleh penskor dengan mengacu pada pedoman penskoran.

Pedoman penskoran dibuat oleh penulis soal ketika menulis soal. Bapak ibu/guru yang lulusan FKIP pasti paham kan bagaimana membuat rubrik alias pedoman penskoran?

Tabel berikiut menunjukkan distribusi soal AKM berdasarkan bentuk soal disajikan:

 

Bentuk soal

AKM Survei Nasional AKM Kelas

(dilaksanakan oleh guru di kelas)

Objektif
Pilihan Ganda (hanya 1 jawaban benar) 20% 20%
Pilihan Ganda Kompleks (memberi tanda cek (√) dalam kotak, beberapa pernyataan yang dijawab ya-tidak/benar-salah, dll), jawaban

benar lebih dari 1

60% 40%
Menjodohkan 10% 10%
Isian    singkat/Jawaban   singkat    (angka,

nama/benda yang sudah pasti)

5% 5%
Non-objektif (esai/uraian) 5% 25%

Okey, sampai di sini dulu ya sobat pendidik. Artikel berikutnya isnyaAllah akan mengupas contoh-contoh soal literasi-numerasi yang benar sesuai panduan dari Kemendikbud. Thanks!

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *